00:00Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Petang, Saudara Menteri Luar Negeri Sugiono berbincang via telepon dengan Menlu Iran,
00:08Abbas Arageci saat merek Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran.
00:14Dalam pembicaraan itu Sugiono menyinggung eskalasi di Timur Tengah dan kesediaan Indonesia menjadi mediator.
00:22Dalam upaya diplomatik, Sugiono mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran.
00:30Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan yang memicu ketegangan dan kembali menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan wilayah serta jalur dialog.
00:42Mengenai nasib WNI di Iran, Menlu sudah memerintahkan Duta Besar RI di Teheran untuk segera melakukan langkah evakuasi bagi WNI
00:50yang meminta.
00:55Ya saya juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran kemarin, beliau menelpon saya kemudian menjelaskan posisi Iran.
01:07Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal, yang berakibat pada terjadinya eskalasi.
01:22Kemudian kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita terhadap integritas wilayah, terhadap kedaulatan wilayah satu negara.
01:33Kemudian kita juga menekankan kembali, pentingnya untuk kembali ke meja perundingan dan juga yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari
01:47Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut.
01:58Terkait keberadaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau BOP, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut Indonesia tetap berada di Dewan
02:06Perdamaian di tengah memanasia konflik di kawasan Timur Tengah.
02:10Meski begitu, Paloh menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak menutup mengevaluasi kembali keanggotaan Indonesia di BOP dalam kondisi saat ini.
02:22Sampai hari ini barangkali masih di dalam posisi seperti itu, kecuali ada perkembangan bersama dengan beberapa negara lainnya nanti yang
02:32mengevaluasi ulang kembali arti keberadaan Indonesia di BOP bersama dengan beberapa negara lainnya.
02:39Terima kasih.
Komentar