00:14Terima kasih telah menonton!
00:39Terima kasih telah menonton!
01:00Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut serangan militer ke Iran bisa berlangsung jauh lebih lama dari 4 hingga 5 pekan.
01:07Trump mengaku tidak bosan dengan operasi militer seperti ini.
01:33Menanggapi pernyataan ini, dubes Iran untuk Indonesia, Muhammad Burujerdi menyatakan negaranya telah siap berperang melawan Amerika Serikat dan Israel.
01:42Bahkan kesiapan perang ini menurut Burujerdi lebih siap dari perang 12 hari antara Israel dan Iran yang pernah terjadi pada
01:49Juni 2025.
01:59Terima kasih telah menonton!
02:19Terima kasih telah menonton!
02:53Bandara di wilayah Dubai beroperasi terbatas pada Senin Malam waktu setempat setelah sempat ditutup 3 hari pasca serangan Amerika Serikat
03:00Israel ke Iran.
03:01Penumpang dilarang pergi ke bandara kecuali menerima konfirmasi waktu keberangkatan dari maskapai penerbangan.
03:08Maskapai penerbangan Emirates mulai mengoperasikan sejumlah penerbangan terbatas mulai hari ini.
03:17Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut perang melawan Iran bisa berlangsung antara 4 hingga 5 pekan.
03:23Seberapa besar kesanggupan kedua negara menghadapi perang yang panjang dan bagaimana dampaknya bagi dunia?
03:29Kami akan membahasnya bersama pakar geopolitik dan keamanan nasional, Pak Wibawan, Tonugroh Widodo, PhD.
03:34Pak Wibawa, selamat petang.
03:36Selamat petang, Mas.
03:37Pak Wibawa, saya akan langsung tanyakan.
03:40Menurut Anda, apakah perang ini akan singkat atau akan berlangsung panjang seperti yang kemudian diklaim oleh Donald Trump?
03:46Nah, menurut saya ini akan berlangsung panjang ya.
03:48Karena ini adalah masa yang paling krusial.
03:52Anggaran militer dunia itu sekarang sudah paling tinggi sejak Perang Dingin.
03:552,7 triliun USD.
03:56Itu pertama.
03:57Yang kedua, ini adalah kondisi paling serius di Middle East setelah Perang Irak tahun 2003.
04:01Dan Operation Alliance Roar ini sudah melibatkan 8-9 negara terlibat di situ.
04:08Amerika, Israel, dan juga Iran.
04:11Plus semua negara-negara Gold's Country Council yang mayoritas adalah Islam Sunni.
04:16Jadi ini merupakan kondisi yang sudah bisa melebar secara intensitas dan just scope of geography.
04:23Jadi ini sudah masuk ke dalam yang namanya High Escalation Theater.
04:26Itu satu ya.
04:27Jadi mengapa ini sangat berbahaya?
04:29Yang pertama adalah, konflik ini sudah membunuh pemimpin Iran.
04:33Di mana krisis kemimpinan di Iran itu bisa membuat skalasi konflik menjadi tidak terkontrol.
04:38Sehingga upaya diplomasi akan kalah cepat dibanding perkembangan dari perang itu sendiri.
04:43Yang kedua adalah, jalur energi dunia itu terancam.
04:46Sangat terancam ya.
04:47Di mana 20% supleng minyak global itu melewati kawasan ini.
04:51Ada selat hormus yang sedang ditutup,
04:53ada infrastruktur minyak teluk yang jadi sasaran,
04:55dan jalur tanker energi internasional.
04:57Jadi gangguan kecil saja bisa berdampak dasar terhadap perekonomian global.
05:03Yang berikutnya adalah perang kita masuk ke dalam yang namanya multi-domain warfare.
05:07Jadi semua dimensi darat, laut, udara, space, apa namanya, informations,
05:12itu sudah terlibat di dalam engagement perang kali ini.
05:15Ya, dari yang namanya perang cyber, serangan drone, presisi tinggi, sabotasi energi,
05:19gangguan navigasi, dan terpenat banget sipil, sampai operasi informasi digital,
05:24menampingkan rumitnya konvensional warfare, dan juga special operation yang dilakukan.
05:29Dan yang berikutnya, dampak global langsungnya, itu adalah yang pasti ekonomi global.
05:34Harga minyak akan meningkat, ya, risiko inflasi global pasti juga meningkat.
05:39Jika pasal global sangat sensitif terhadap apa yang terjadi di Middle East saat ini.
05:44Transportasi dan logistik global juga sangat terpengaruh.
05:47Nah, jadi ini menimbulkan shock kepada dunia setelah apa yang terjadi di Ukraina.
05:53Oke, bagaimana dengan dampaknya bagi negara kita, Pak Wibawa?
05:56Ya, ini tidak terlepas dari apa yang menjadi dampak terhadap stabilitas politikal global, ya.
06:00Jadi, blok barat itu mendukung operasi militer, sementara Rusia dan Jiongkok itu mengancam akan melakukan konter eskalasi.
06:09Jadi, fragmentasi geopolitik dan decoupling global dalam hal politik dan ekonomi ini harus diantisipasi oleh Indonesia.
06:15Dampaknya sangat jelas.
06:17Yang pertama adalah tekanan harga energi dan BBM.
06:19Itu sudah pasti.
06:20Jika sampai harga minyak naik 120 sampai 130 dolar per barrel,
06:24artinya itu akan memberikan tekanan kepada APBN kita.
06:28Inflasi domestik akan naik.
06:29Dan juga karena subsidi energi akan meningkat.
06:33Itu pertama.
06:33Yang kedua, efek negatif pada nilai tukar.
06:36Rupiah yang akan melepah.
06:38Biaya impor akan meningkat.
06:39Yang ketiga adalah pada ketahanan pangan.
06:41Seperti gandum, kupuk, dan semua lantai suplai distribusi pangan.
06:48Itu menambah kompleksitas setelah terjadi di Ukraina beberapa waktu lalu.
06:52Jadi, ketahanan pangan itu menjadi isu national security.
06:55Yang berikutnya adalah ada resiko yang sifatnya non-militer.
06:58Seperti serangan cyber, propaganda-propaganda digital, polarisasi sosial, dan radikalisme transnasional.
07:06Yang bisa menyulut emosi dan sikap tindak dari orang Indonesia.
07:11Oke.
07:11Tadi Anda menyebutkan bahwa perang ini akan berlangsung panjang.
07:15Prediksi Donald Trump 4 hingga 5 pekan.
07:17Kalau prediksi Anda seberapa lama sebenarnya perang ini akan berlangsung?
07:20Pak Wibawa, singkat saja.
07:22Sebagai Presiden Amerika Serikat, beliau pada saat ini harus mengatakan demikian.
07:27Karena teori American way of war itu adalah so and so.
07:31Artinya memberikan kejutan dan memberikan sesuatu kekagetan untuk bisa disediakan dengan cepat, tepat.
07:36Dan yang disasar itu adalah bukan counter value, tapi counter force.
07:40Maksudnya, ngerti ya?
07:41Jadi yang disasar itu adalah sasar sekitar, bukan populasi.
07:44Tetapi, itu kan baru teori ya.
07:47Yang namanya di dalam perkembangan kontingensi peperangan itu,
07:52yang oleh Paul Switz bilang Fokovor itu tidak bisa membuat perang itu terpedisi.
07:56Jadi eskalasi bisa tinggi,
07:58karena ketelibatan banyak aktor dan juga intensitasnya dan juga scope of geografinya.
08:05Apakah ini menuju Perang Dunia 3?
08:07Ya.
08:08Apakah menuju Perang Dunia 3?
08:10Ya, paling tidak sekarang kita masuk dalam environment global yang eskalatory konfliknya.
08:16Oke.
08:16Tentu kita akan melihat terus ya, ke depan seperti apa dinamika geopolitik yang ada di Timur Tengah.
08:20Terima kasih.
08:21Bapak Wibawanto Nugru Ho Widodo, PhD, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional telah bergabung di Kompas Petang.
08:28Saudara, kawasan Universitas Lampung jadi salah satu lokasi berburu takjil untuk warga kota Bender Lampung.
Komentar