Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Asmara berujung petaka dialami mahasiswi bernama Farradhila Ayu di Riau.

Ia dianiaya lelaki yang merupakan teman dekatnya. Cinta yang semestinya menjaga malah berubah menjadi malapetaka.

Usut punya usut, penganiayaan dilatarbelakangi sakit hati. Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, UIN Suska Riau, Kamis 26 Februari, berubah mencekam.

Betapa tidak, salah satu mahasiswinya, Farradhila Ayu, dianiaya menggunakan senjata tajam oleh seorang pria.

Satpam kampus pun sigap menolong korban yang lemas bersimbah darah. Padahal saat itu, korban sedang menunggu jadwal seminar proposal skripsi.

Dari kasus penganiayaan mahasiswi bermotif sakit hati karena percintaan di Riau menegaskan betapa batas antara cinta dan benci sangat tipis.

Cinta memang memabukkan dan tak jarang membuat gelap mata.

Namun, harus tetap berkepala dingin saat cinta tak lagi berbalas.

#viral #penganiayaan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654418/asmara-berujung-petaka-kronologi-mahasiswi-uin-suska-riau-dianiaya-teman-dekat-saat-tunggu-sempro
Transkrip
00:00Anda kembali di berita utama bersama saya, Jihan Novita.
00:04Saudara asmara berujung petakah di alami mahasiswi bernama Faradila Ayu Diriau.
00:12Ia dianiaya lelaki yang merupakan teman dekatnya.
00:16Cinta yang semestinya menjaga malah berubah menjadi malah petakah.
00:22Usut punya usut, penganiayaan dilatar belakangi sakit hati.
00:32Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim, Uwin Suskaryaw pada Kamis 26 Februari berubah mencekam.
00:42Betapa tidak salah satu mahasiswanya, Faradila Ayu, dianiaya menggunakan senjata tajam oleh seorang pria.
00:53Satpam kampus pun sigap menolong korban yang lemas bersimbah darah.
00:58Padahal saat itu, korban sedang menunggu jadwal seminar proposal skripsi.
01:17Suasana sekitar kampus yang tenang pun heboh, saudara.
01:21Saat mahasiswa lain mengetahui ada penganiayaan yang terjadi di kampus mereka.
01:28Akibat diserang senjata tajam, korban mengalami luka berat dan dibawa ke rumah sakit Bayangkara, Pol Daryal.
01:48Berkat kesigapan petugas keamanan kampus, pelaku ditangkap dan dibawa ke Polsek Bina Widya.
01:56Ternyata, saudara, pelaku Rehan Mujafar berkuliah di kampus yang sama dan sama-sama semester delapan.
02:06Alih-alih membayangkan diwisuda, pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
02:19Saudara, pada Kamis pagi 26 Februari, Faradila yang berusia 23 tahun dan duduk di semester delapan,
02:27sedang menunggu giliran seminar proposal skripsi di sebuah ruangan Fakultas Syariah dan Hukum Uwin Suska Riau.
02:35Saat itu, ia tengah duduk seorang diri di ruang ujian lantai dua.
02:40Belum banyak mahasiswi ataupun dosen yang tiba.
02:44Dan sekitar pukul 7.30 waktu Indonesia Barat, Rehan datang menemui Faradila dengan membawa tas berisi senjata tajam.
02:55Dan saudara, menurut saksi mata, keduanya sempat terlibat cekcok.
03:00Tak disangka-sangka, sang pria mengeluarkan kapak dan mengayunkannya ke arah korban.
03:08Akibat serangan itu, korban mengalami delapan luka di kening, leher, punggung, dan tangan kiri.
03:18Dan saudara, setelah ditelusuri, rupanya pelaku ini sakit hati dan sudah merencanakan niat jahatnya sejak tahun lalu.
03:28Yang artinya, ia sudah ada niat melukai korban.
03:33Pelaku sengaja datang dari rumah ke kampus, mau menarget korban.
03:38Makanya, ia sudah membawa kapak dan juga parang.
03:42Menurut polisi, pelaku merasa hubungan dengan korban lebih dari teman, namun tidak berbalas.
03:49Ini bang, dari pemeriksaan yang kami lakukan, masih dengan keterangan sakit hati atas hubungan yang disudahi oleh korban.
04:01Sementara pelaku sendiri tidak mau.
04:03Kalau untuk perencana, kami tanyakan di pemeriksaan pada tersangka, yang pesak-pesak menyatakan dari awal November juga sudah ada niat
04:14untuk melakukan hari ini.
04:15Namun, baru terlaksana pada kemarin hari Kamis di Menjuska.
04:21Lalu, seperti apa sebenarnya keseharian pelaku yang tercatat sebagai mahasiswa semester 8 di kampus yang sama dengan korban, saudara?
04:30Di mata teman-temannya, lelaki 21 tahun itu dikenal sebagai sosok yang introvert.
04:37Dari hasil pemeriksaan, sementara polisi, secara umum pelaku dalam kondisi normal.
04:44Dari pengakuan pelaku, ia kenal dekat dengan korban sejak satu kelompok kuliah kerja nyata atau KKN.
04:55Lalu, seperti apa sebenarnya hubungan antara korban dan pelaku hingga motif sakit hati, cinta bertepuk sebelah tangan, mencuat, saudara?
05:05Menurut teman korban, antara korban dan pelaku sangat dekat.
05:09Bahkan temannya menyebut, keduanya pernah menjalin hubungan asmara.
05:18Teman belum jelas, tapi dengar beradarnya ada kecemburuan bahwa antara laki-laki sama perempuan mereka, dengar apa, udah pernah berpacaran.
05:33Korban mendapat pendampingan trauma, healing pasca penyerangan yang dialaminya.
05:38Meski kondisi korban kian membaik, polisi belum memintai keterangan korban karena masih mengalami trauma.
05:46Orang tua korban berharap putrinya dapat segera pulih, terutama dari rasa trauma akibat penganiayaan yang menimpanya.
06:00Ini kondisi pasiennya masih stabil untuk proses pemulihan.
06:06Mungkin dari saat ini.
06:08Kira-kira kapan Bu ya? Berapa hari lagi pemulihan?
06:11Tergantung dari kondisi parabila tersebut.
06:15Untuk saat ini dia masih stabil.
06:17Mungkin dalam beberapa waktu dilihat dari peta spesialis yang menanggungnya.
06:21Saya sangat berterima kasih sekali dengan para kepolisian dan juga rumah sakit yang pada dari awalnya udah menjalani proses secara
06:35cepat.
06:36Sehingga anak saya bisa terbantu sampai hari ini.
06:40Alhamdulillah.
06:41Ya semoga untuk kelanjutannya bisa lebih baik lagi.
06:44Dan rasa trauma yang ada pada anak saya bisa hilang.
06:48Itu aja saya harapkan.
06:50Rehan pelaku penganiayaan mahasiswi di kampus Winsus Karyau telah ditetapkan sebagai tersangka.
06:59Berdasarkan keterangan pelaku, dirinya merasa sakit hati kepada korban.
07:04Pelaku merasa hubungan dengan korban sudah lebih dari teman.
07:08Namun sebaliknya, korban tidak merasakan hal yang sama.
07:12Dari hasil tes urin, pelaku negatif mengonsumsi narkoba.
07:19Memang sampai terakhir kali di Januari, apalagi dia tidak melanjutkan kuliah.
07:23Ini memang orang tua daripada pelaku ini adalah bekerja sebagai seorang tukang.
07:28Jadi dia ingin bertiga saudara.
07:30Satu orang kakak dia sebagai anak tua, dua orang adiknya perempuan.
07:33Nah, inilah dia memang selalu artinya dekat dengan korban.
07:38Nah, ini yang saya katakan tadi, sampai terakhir korban ini adalah ingin melakukan kegiatan sidang akhir atau skripsi.
07:46Sampai tanggal tersebut, dia juga menghubungi.
07:48Jadi terkadang, penanggapan percekukan itu yang dia rasakan, yang dilakukan dengan korban ini selalu kurang mendapat tanggapan.
07:57Pihak kampus sangat prihatin dan tak menyangka aksi brutal terjadi di lingkungan kampus.
08:03Untuk itu, pihak kampus berkomitmen menegakkan kode etik kampus terhadap mahasiswa
08:09yang melanggar hukum serta menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
08:14Mengantisipasi kejadian serupa,
08:16UIN Suskaryaw akan bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kampus.
08:25Pertama, kami mengucapkan prihatin terhadap kejadian yang berada di kampus kami,
08:30di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.
08:32Tentu ini kita tidak duga kejadiannya di bulan Ramadan.
08:36Kami komitmen untuk menegakkan kode etik di kampus
08:39dan kami menyerahkan proses hukum sebesar-besarnya dan setelah sebarang terhadapannya kepada pihak berwenang.
08:46Jadi untuk mencegah ke depan, kita akan melakukan lagi sesuatu.
08:50Sebenarnya kita sudah kerjasama dengan Polita, BNN, dan beberapa pihak
08:54untuk kemudian meningkatkan kewaspadaan kita di kampus.
08:59Tersangka sudah menjalani pemeriksaan psikologis di Maporesta, Pekanbaru.
09:04Serangkaian pemeriksaan dilakukan untuk menggali kondisi kejiwaan tersangka,
09:08termasuk latar belakang keluarga dan pola pergaulan.
09:12Dari hasil sementara, tersangka memiliki karakter tertutup
09:16serta tidak pernah merasakan kehangatan keluarga.
09:19Tersangka juga menunjukkan rasa penyesalan yang mendalam atas perbuatan sadisnya.
09:34Saudara dari kasus penganyayaan Bahasiswi bermotif sakit hati
09:38karena percintaan diriau menegaskan betapa batas antara cinta dan benci sangat tipis.
09:45Cinta memang memabukan dan tak jarang membuat gelap mata.
09:50Tapi harus tetap kepala dingin saat cinta tak lagi berbalas.
Komentar

Dianjurkan