00:05Penutupan selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia.
00:08Jalur laut sempit antara Iran dan Oman ini dikenal sebagai salah satu urat nadi energi global.
00:13Sekitar 1,5 perdagangan minyak dunia melewati selat ini setiap harinya.
00:17Karena itu, ketika muncul ancaman penutupan, pasar langsung bereaksi.
00:20Harga minyak dunia biasanya menjadi yang pertama bergejolak.
00:23Lalu, apa dampaknya bagi Indonesia?
00:27Pertama, harga minyak berpotensi melonjak.
00:29Ekonom Celios Bima Yudistira memproyeksikan harga minyak mentah bisa menembus 100 hingga 120 dolar AS per barrel.
00:36Lonjakan dipicu tergangguhnya pasokan global akibat penutupan selat Hormuz
00:40yang selama ini menyuplai sekitar 1,5 kebutuhan minyak dunia.
00:58Sementara itu, dubes Iran untuk RI Muhammad Borodjerdi angkat bicara soal penutupan selat Hormuz.
01:03Borodjerdi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya dari AS dan Israel
01:08untuk membuat tidak aman di wilayah tersebut.
01:10Hal ini disampaikan dalam konferensi PERS di Jakarta pada Senin 2 Maret 2006.
01:16Pertanyaannya adalah, jika selat Hormuz benar-benar di tutup,
01:21apakah Iran telah menghitung dampak global khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia?
01:26Thank you.
01:29Terima kasih telah menerima kasih telah menerima kasih telah menerimati
01:38Jangan kembang dengan jahani bagi negara saya tersebut.
01:42Jangan kembang dengan jahani bagi yang tersebut.
01:43Jangan ficouみたい.
01:50Jangan kembang dengan jahani bagi yang telah menggunakan negara,
01:53Jangan kembang dengan kuşakannya berkasa mental.
02:00selamat menikmati
02:29selamat menikmati
02:55keamanan di kawasan
02:56salat hormos
02:58menjadi pengawas utama
03:00di salat hormos
03:03dan tidak ingin
03:04agar ketidakamanan terjadi
03:06di sana
03:07ini merupakan upaya dari
03:10rejim Zionis dan Amerika Serikat
03:12kita melihat bahwa
03:14sebelumnya pada saat perang 12 hari
03:17Amerika Serikat
03:18perang 12 hari rejim Zionis Israel
03:20berupaya agar Selat Hormuz dibuat tidak aman dan menyeret perang ke arah Selat Hormuz.
03:27Dan kali ini kapal-kapal Induk Amerika lah yang datang ke wilayah Selat Hormuz
03:33dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran dan wilayah Republik Islam Iran.
03:40Apabila mereka mengharapkan keamanan bagi Selat Hormuz dan wilayah di sana,
03:47tentu keamanan dan kenyamanan ini harus berlaku untuk setiap negara yang berada di sana.
03:53Jika mereka ingin aman, kami pun sama.
03:57Dampak yang kedua, impor energi Indonesia makin mahal.
04:01Situasi konflik juga membuat perusahaan asuransi diduga enggan menanggung kapal logistik yang melintasi wilayah Teluk.
04:07Dampaknya, distribusi minyak terhambat dan proses impor menjadi lebih sulit serta mahal bagi banyak negara termasuk Indonesia.
04:14Kemudian dampak yang ketiga, tekanan ke harga BBM dan APBN.
04:18Sebagai negara net impor tir minyak, Indonesia sangat sensitif terhadap kenaikan harga global.
04:23Dalam simulasi APBN 2026, setiap kenaikan 1 dolar AS per barel,
04:27diasumsikan pemerintah dapat menambah beban negara sekitar 10,3 triliun rupiah.
04:32Beban ini berasal dari subsidi dan kompensasi energi termasuk untuk pertamina dan subsidi listrik.
04:38Keempat, resiko pelemahan rupiah.
04:40Ketegangan geopolitik mendorong fenomena flight to quality,
04:43yaitu perpindahan dana investor ke aset yang lebih aman seperti emas.
04:47Jika arus modal keluar meningkat, nilai tukar rupiah berpotensi tertekan.
04:52Dan yang kelima, ancaman inflasi dan daya beli.
04:55Pelemahan rupiah dapat membuat harga komoditas impor seperti kedelai, gandum, dan daging ikut naik.
05:00Bersamaan dengan lonjakan harga energi, kondisi ini berisiko memicu imported inflation yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.
05:08Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi dampak ini?
05:18Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
05:22Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:27Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar