Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto beserta delegasi Kementerian HAM terdampar di Doha, Qatar, selama tiga hari terakhir akibat penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Untuk mengetahui kondisi terkini di kawasan tersebut, simak cerita warga negara Indonesia, Vidi Viciayandrie, yang berada di Qatar.

#wni #qatar #iran #israel

Baca Juga Jokowi-SBY Hadiri Undangan Presiden Prabowo di Istana, Apa yang Dibahas? | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/654396/jokowi-sby-hadiri-undangan-presiden-prabowo-di-istana-apa-yang-dibahas-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654398/full-update-qatar-wamenham-delegasi-ri-masih-tertahan-bagaimana-situasi-di-tengah-perang
Transkrip
00:00kebijakan dan juga arahan dari bapak-bapak duntah besar dan juga otoritas setempat.
00:09Setelah untuk mengetahui bagaimana kondisi terkini di kawasan Timur Tengah,
00:13kami sudah tersambung melalui sambungan telepon dengan warga negara Indonesia,
00:17Fidi Ficiandri di Qatar.
00:20Selamat malam, waktu Indonesia, Mas Fidi.
00:24Selamat sore, Mas Ibrahim.
00:26Mas Fidi, untuk saat ini bagaimana kondisi di Qatar, Mas Fidi?
00:32Sampai saat ini, Alhamdulillah, hari ini tidak terlalu seperti kemarin,
00:37di mana kalau kemarin itu beberapa kali SMS alarm itu bunyi,
00:42menandakan kita harus waspada.
00:44Jadi hari ini tadi tidak ada sama sekali, Alhamdulillah, sampai saat ini.
00:51Jadi untuk hari ini bisa kembali beraktifitas, Mas Fidi?
00:56Kalau aktivitas kita tetap, untuk sekolah online, untuk yang kerja ofis,
01:02semuanya yang esensial itu dia kerja dari rumah.
01:05Sedangkan untuk yang kerja shift atau bagian produksi,
01:10dia tetap masuk ke pabrik.
01:13Mas Fidi, tadi Anda bilang jika sepanjang kemarin
01:18ada terasa ancaman, seperti apa bisa diceritakan, Mas Fidi?
01:24Oh ya, karena itu sekarang kan di-design untuk beberapa pabrik untuk dimatikan,
01:33karena ada ancaman ke daerah areal industri ya,
01:37termasuk di era selapan, tempat saya kerja.
01:40Jadi memang di tempat saya kerja juga pabrik sudah dimatikan,
01:44untuk keamanan, untuk mencegah kerusakan,
01:48lebih lanjut mungkin kalau ada serangan.
01:50Karena beberapa informasi menyebutkan,
01:53sudah ada mencoba serangan drone ya,
01:56ke tempat kami bekerja gitu.
01:58Walaupun itu sudah berhasil di-intercept.
02:01Oleh karena itu, setelah itu mereka mungkin decide
02:03untuk mematikan beberapa pabrik.
02:07Mas, jadi Anda sempat merasakan bahwa
02:10dari kejauhan ada drone yang mendekat ke tempat Anda bekerja, Mas Fidi?
02:16Kalau saya tidak merasakan ya,
02:18tapi beberapa,
02:20karena kita selalu dapat update juga ya,
02:23dari informasi, dari lokal media,
02:25dan juga dari SIP,
02:30kita bekerja juga dapat informasi.
02:33Jadi kejadiannya memang dekat dari sini,
02:36tapi saya tidak merasakan langsung gitu,
02:39misalkan ada dentuman atau apa-apa gitu.
02:41Tapi kalau beberapa hari lalu,
02:42ya kita merasakan walaupun kita tinggal sekitar 30 km
02:46dari Doha ya,
02:50itu kita merasakan dentuman itu
02:52ataupun kita melihat ada asap-asap putih setelah terjadi interception.
02:58Jadi Anda ketika dua hari lalu,
03:00Anda melihat ada dentuman,
03:02ada kilatan cahaya juga seperti itu, Mas Fidi?
03:06Kalau saya malam, saya tidak terlihat ya.
03:09Kalau pagi, sekarang saya melihatnya pada waktu siang saja.
03:14Jadi tidak terlalu terlihat untuk yang seperti serangan sebelumnya,
03:18yang beberapa bulan lalu,
03:19itu kita melihat langsung gitu,
03:21cahaya dentuman tersebut.
03:23Itu ketika ada dentuman,
03:26bagaimana reaksi Anda?
03:27Apakah,
03:28seperti apa otoritas di sana mengarahkan
03:31para pekerja?
03:35Untuk saat ini,
03:36di tempat saya sendiri,
03:38tidak ada pekerja,
03:40jadi tidak,
03:41yang kecuali critical job,
03:43atau emergency job,
03:44itu baru boleh bekerja.
03:46Sisanya semuanya harus shelter in place,
03:49jadi dalam arti mereka semua,
03:51kita semua harus di dalam gedung.
03:54Untuk sendiri,
03:55dari kedutaan besar,
03:57seperti apa?
03:58Di Kementerian Luar Negeri,
03:59arahannya bagaimana masuk ini?
04:03Ya,
04:04dari Dubas,
04:06Masya Allah ya,
04:06mereka selalu engage dengan kita,
04:09dengan masyarakat Indonesia ini,
04:12selalu ada action-action,
04:14dalam arti mereka tetap selalu meng-encourage
04:17untuk warga negaranya,
04:19untuk meng-update,
04:21datar diri,
04:22dari masing-masing semua keluarga,
04:25baik orang tua,
04:26maupun anak-anak,
04:27untuk masing-masing meng-update,
04:29namanya.
04:30Jadi,
04:30mereka akan tahu,
04:31berapa total yang ada,
04:33di daerah-daerah tersebut.
04:34Karena kita dibagi,
04:36beberapa distrik,
04:37seperti Doha,
04:37Alphor,
04:38dan sebagainya,
04:39Masair.
04:40Jadi,
04:41dengan data itu,
04:42mereka akan tahu,
04:43berapa jumlah,
04:44masyarakat Indonesia itu,
04:46di daerah-daerah tersebut.
04:49Jika terjadi,
04:50kejadian yang tidak diinginkan,
04:52mereka akan cepat,
04:54mengevakuasi,
04:55atau membuat strategi-strategi,
04:57evakuasi tersebut.
04:58Baik.
04:59Terima kasih,
05:00Mas Fidi Fisyanri,
05:02WNI yang berada di Qatar.
05:03Tentu kami doakan,
05:04Anda desa keluarga,
05:05dan WNI yang ada di sana semua,
05:07selamat tentunya.
05:08Terima kasih,
05:09Mas Fidi.
05:10Amin,
05:11Amin.
05:11Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan