Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, buka suara terkait penutupan Selat Hormuz pasca pecahnya perang Iran vs ASIsrael.

"Jujur saya katakan bahwa dari intelijen kami, dari kajian kami, dari komunikasi kami dengan berbagai negara di dunia," ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia pada Selasa (3/3/2026).

"Ketegangan ini kita tidak bisa meramalkan kapan selesainya, bisa cepat, bisa lambat," lanjutnya.

Menteri Bahlil pun membeberkan skenario dampak dan antisipasi penutupan Selat Hormuz hingga harga BBM bersubsidi.

Baca Juga Nekat Lintasi Selat Hormuz, Kapal Tanker Minyak Ditembak Militer Iran | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/654277/nekat-lintasi-selat-hormuz-kapal-tanker-minyak-ditembak-militer-iran-kompas-siang

#esdm #bahlillahadalia #iran #as #israel #selathormuz #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/654291/full-selat-hormuz-ditutup-perang-iran-vs-as-israel-menteri-esdm-bahlil-beber-temuan-intelijen
Transkrip
00:18selamat menikmati
00:30melakukan rapat DEN khusus membahas tentang dinamika global yang terkait dengan energi
00:41Alhamdulillah rapat kami cukup alot membahas selama 2 jam dari jam 2 tadi
00:48dan kami melakukan rapat DEN perdana atas arahan Bapak Presiden dengan melihat berbagai perkembangan yang ada
00:57Alhamdulillah teman-teman semua kita tahu bahwa selat Hormuz sekarang lagi ditutup akibat dinamika perang
01:07antara Israel Amerika dan Iran
01:14dan ini dampaknya tidak hanya pada dampak peran tapi juga berdampak pada energi global
01:21kita tahu bahwa di selat Hormuz itu melewati kurang lebih sekitar 20,1 juta bareng per day
01:32jadi selat Hormuz itu suplai global itu 20,1 juta bareng per day
01:39dimana 20,1 juta bareng per day itu termasuk dalamnya adalah Indonesia melakukan improve food dari Middle East yang melewati
01:51selat Hormuz
01:55namun dengan berbagai macam dinamika yang ada Alhamdulillah ternyata setelah tadi kita detailing
02:03dari total improve food kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-29%
02:10selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Anggola, dari Amerika
02:16kemudian dari beberapa naik negara lain seperti Brazil
02:20jadi secara keseluruhan impor kita untuk crude 20-29% dari selat Hormuz
02:28selebihnya tidak dari sana
02:31apa strategi yang harus kita lakukan agar kita tidak terperangkap dengan dinamika global
02:37jujur saya katakan bahwa dari intelijen kami, dari kajian kami, dari komunikasi kami dengan berbagai negara di dunia
02:48sekalipun informasi disampaikan bahwa ketegangan ini akan selesai dalam waktu ada yang mengatakan 5 hari
02:54ada yang mengatakan 4 minggu
03:04sekali lagi saya katakan bahwa ketegangan ini tidak bisa kita merambalkan kapan selesai
03:10bisa cepat, bisa lambat
03:13nah dalam rangka itu kami mengambil alternatif terjelek
03:16katakanlah ini lambat
03:18maka apa skenario nya
03:20skenario nya adalah sekarang ini
03:23untuk crude yang kita ambil dari Middle East
03:25sebagian kita alihkan
03:27untuk ambil di Amerika
03:31supaya apa
03:32ada kepastian ketersediaan crude kita
03:35yang kedua
03:37impor kita
03:38impor kita kan untuk solar kan sudah selesai
03:40yang kita impor sekarang bensin
03:43RON 90, 93, 95, 98
03:47Alhamdulillah secara kebetulan
03:49untuk mengimpor jenis bahan BBM seperti ini
03:53tidak kita lakukan dari Middle East
03:55tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Middle East
03:58termasuk dalamnya adalah Asia Tenggara
04:00jadi ini relatif
04:02tidak ada masalah
04:05yang ketiga
04:06adalah persoalan LPG
04:09LPG kita impor 7,3 juta ton per tahun
04:13dan tahun ini dinaikkan menjadi 7,8 juta ton
04:1770% nya sekarang kita ambil dari Amerika
04:2130% nya dari Middle East
04:23dari Saudi Aramco
04:25kita tahu bahwa dari informasi
04:27dinamika ketegangan di Timur Tengah
04:30juga terkait dengan Saudi Aramco
04:32itu juga kena kemarin
04:36dinamika di sana
04:37maka alternatifnya adalah
04:39kita sweet lagi
04:40supaya kita tidak mau ambil risiko
04:42sebagiannya kita sweet lagi
04:44untuk kita belanja di negara
04:46yang tidak ada kaitannya dengan selat hormus
04:51yang keempat
04:53adalah pasti dampaknya
04:55dampaknya kepada persoalan harga
04:58kita tahu
05:00bahwa di dalam
05:02APBN kita
05:04harga SCP
05:05itu 70 dolar per barel
05:08dan sekarang sudah naik menjadi
05:1078 sampai 80 dolar per barel
05:13ini yang akan kita harus hati-hati
05:16ini berdampak pada
05:18kenaikan subsidi
05:21yang akan ditanggung oleh negara
05:24tapi di sisi lain
05:26dengan kenaikan harga
05:27SCP
05:27itu juga negara mendapatkan pendapatan
05:30karena kan kita berkontribusikan
05:32kurang lebih sekitar 600 ribu barel
05:34sampai 600 ribu lebih barel pedih
05:37nah selisih ini yang sedang kita hitung
05:40arahan Bapak Presiden kepada kami
05:42adalah
05:43kita harus sangat berhati-hati
05:45untuk menghitung semuanya
05:47dengan tetap memastikan
05:49ketersediaan BBM dalam negeri
05:51untuk memberikan kepastian
05:53kepada pelayanan kepada masyarakat kita
05:56khusus untuk menyangkut dengan persiapan
05:59Hari Raya
06:01Raya Idul Fitri bulan puasa
06:03Alhamdulillah teman-teman
06:05saya menyampaikan bahwa
06:07untuk stok BBM kita
06:08krup BBM LPG
06:10itu semua rata-rata di atas
06:12standar minimum nasional
06:15kita tahu bahwa standar minimum nasional
06:17adalah 21 hari
06:19ini semuanya di atas 21 hari
06:22dan memang secara faktanya
06:24ketahanan energi kita
06:25storage kita
06:26itu maksimal di angka 25-26 hari
06:29gak lebih dari itu
06:30makanya sekarang pemerintah
06:32lagi sedang berusaha untuk membangun storage
06:35yang kapasitasnya
06:36bisa sampai dengan 3 bulan
06:38karena itu standar internasional
06:41berikut pasti ada pertanyaan adalah
06:44bagaimana dengan persoalan PLN
06:47saya mencoba untuk
06:50melihat dinamika itu juga
06:52teman-teman media
06:53bahwa RKAB
06:55untuk batubara dan nikel
06:57itu memang kita lagi menata
06:59kita melakukan penyesuaian
07:01kenapa kita menata
07:02karena memang ini kita hitung betul
07:04antara supply and demand
07:07idealnya adalah
07:09batubara kita produksi banyak
07:11volumenya besar
07:13tapi harganya juga harus bagus
07:15tapi apa yang terjadi
07:17sekarang kita produksi banyak
07:19tapi harganya kan lagi jatuh
07:2143% dari total
07:24batubara yang diperdagangkan
07:25itu disuplai dari Indonesia
07:27total batubara yang diperdagangkan di dunia
07:30itu 1,3 miliar ton
07:32dan kita menyuplai kurang lebih sekitar 500-550 juta ton
07:36tapi apa yang terjadi
07:38harganya bukan kita yang mengendalikan
07:40harganya di luar yang mengendalikan
07:43ideal harganya bagus
07:45karena supply and demand
07:47supply-nya besar
07:48demand-nya jadi murah
07:51bahwa pengelolaan sumber daya elam kita
07:54ini barang milik negara
07:56dan negaranya dikelola harus dengan hati-hati
08:00pemerintahan tidak akan pernah berhenti
08:03pemimpinnya yang berganti suatu saat bukan lagi saya jadi menteri
08:07kita mempersiapkan ini kepada generasi berikut
08:10jadi jangan kita mengobrol murah
08:12barang-barang kita
08:13nah kaitannya dengan itu
08:15dengan kita melakukan penyataan terhadap RKAB
08:18dengan memprioritaskan
08:20untuk memaksimalkan
08:22memenuhi kebutuhan nasional
08:25termasuk dalamnya kebutuhan PLN
08:28untuk kebutuhan PLN
08:29teman-teman media dan seluruh rakyat Indonesia
08:32saya memastikan
08:34bahwa sampai dengan bulan Maret April no issue
08:38karena kita mengikuti terus
08:41perkembangan kebutuhan
08:43batu barat terhadap PLN
08:46dengan tetap memperhatikan kualitas dan harga yang ekonomis
08:51ini yang sekarang kita lagi tata
08:54tujuannya apa
08:56agar jaminan pasokan dalam negeri bisa kita
09:00pastikan tersedia
09:02tapi juga harga
09:04juga bagus supaya pengusaha juga bisa dapat harga yang baik
09:08tapi juga mampu kita mengelola
09:10sumber dalam kita dengan
09:13berkesinambungan yang baik
09:14kita harus menjaga ini agar anak cucu kita
09:18yang suatu saat akan memimpin negara ini juga
09:21mereka harus juga
09:23bisa melanjutkan dengan baik
09:24lingkungan kita juga harus melakukan dengan baik
09:26tidak boleh kita melakukan penambangan dengan jorjoran
09:29tanpa memperhatikan nilai yang baik
09:32dan lingkungan yang baik
09:33saya pikir itu beberapa hal penting
09:36yang perlu saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini
09:39terkait dengan hasil
09:40rapat Dewan Energi Nasional
09:43yang diperintahkan oleh Bapak Presiden
09:45sebagai Ketua Umum Dewan Energi Nasional kepada kami
09:48untuk mampu menjabarkan
09:51membuat hal-hal yang penting strategis
09:54untuk keberlangsungan dan stabilitas energi nasional kita
09:57silahkan kalau ada yang pertanyaan
09:59soal review 2 atau Senter Pernamina
10:01itu mengatakan berapa banyak
10:03dan apakah itu kepentingan
10:04dan berpandangan di mana
10:06kedua pas selalu secure dari
10:08sebuah jenis lain
10:08dan kawasan di Asia Tenggara dan Amerika
10:10apakah Indonesia akan mengantisipasi
10:12proteksionis dari negara-negara
10:14Thailand sudah mengatakan
10:15dan apakah Indonesia akan mengantisipasi kompetisi juga Pak
10:20itu sejujurnya Pak
10:2220 hari itu masih Pak
10:23karena arasnya sekarang
10:30yang pertama adalah menyangkut dengan 2 kapal
10:34yang dari Selat Hormus yang sekarang lagi balik
10:37tadi juga dibahas oleh Pertamina
10:39kita lagi upaya diplomasi
10:41agar ada cara yang lebih baik
10:44untuk mereka bisa dikeluarkan
10:46Anda kan perlu tidak dikeluarkan
10:48kita sudah cara alternatif
10:50untuk mencari sumber kruter yang lain
10:52dan sudah dapat
10:53sudah dapat
10:54kita sudah dapat
10:56jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang
10:59itu problem tapi bukan sesuatu itu masalah yang sangat penting
11:04yang kedua terkait dengan persoalan
11:07minyak kita yang 20 hari
11:09sekarang 23 hari
11:10memang standar nasional kita
11:12storage kita
11:13kita harus bangun storage dulu Pak
11:15kalau Bapak bikin 240 hari
11:17makanya kita sekarang mau bangun storage
11:19untuk minimal 3 bulan
11:20kalau kita impor sebanyak itu
11:22kita mau taruh dimana
11:24itu itu kira-kira problem kita
11:26dan ini terjadi bukan
11:27kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa
11:29memang faktanya begitu negara kita
11:31dan kita harus perbaiki kan gitu
11:32nah yang ketiga adalah
11:34terkait dengan apa tadi yang ketiga
11:37protectionism
11:38saya pikir begini ya
11:39kita tidak melakukan impor sama sekali dari Thailand
11:42kita tidak melakukan impor dari Thailand
11:44untuk BBM nya itu kita ambil dari Singapura
11:49sama Malaysia
11:51jadi dan kontrak kita sudah kontrak jangka panjang
11:55jadi relatif oke
11:57dan kita sudah cek 1%
12:07ya
12:10dokumen ART yang kita tekan itu kan salah satu komitmen kita adalah
12:13kita membeli BBM
12:15crude BBM dan LPG di Amerika kurang lebih sekitar 15 billion US dollar
12:19dan ini merupakan bagian
12:21yang telah kita
12:23yang sekalipun sudah diputuskan untuk di pengadilan mereka untuk di anulir
12:28tapi kan kita harus punya komitmen no
12:30dan apalagi kalau harganya itu ekonomis
12:34dan win-win
12:36ya kenapa tidak
12:38dan ini sudah
12:4725% dari total crude yang kita pesan dari Middle East itu akan dialihkan
12:52ya
12:5325%
12:55itu kan tentang
12:56penginyak dan merek
12:58lalu bagaimana pemerintah merekkan
13:00sekalipun di rumah tengah
13:01sekalipun di rumah tengah
13:01sekalipun di rumah tengah
13:07kalau menyangkut dengan harga itu kan dinamika pasar
13:11ya pasti akan terjadi dinamika naik turun ya
13:15tetapi kalau untuk Mikkel
13:17sekali lagi ini penataannya
13:19makanya RKAB nya betul-betul kita lakukan dengan hati-hati
13:22jangan sampai supply
13:24lebih besar daripada permintaan
13:26itu pasti harga turun
13:27nah sekarang kita menjaga keseimbangan agar harganya naik
13:30harapan saya sebagai Menteri SDM adalah harga naik
13:35kalau harga naik pengusahanya dapat untung
13:39rakyatnya juga dapat yang di sekitar tambang itu
13:42kalau mereka bekerja sebagai kontraktor tambang
13:45yang ketiga negara bisa mendapatkan pajak yang baik
13:49royalti yang baik
13:51itu idealnya ya
13:52oke saya pikir cukup
14:02BBM dalam negeri itu kan dibagi menjadi dua
14:05ada harga yang disubsidi
14:07ada harga yang diserangkan pada pasar
14:14itu mau naik berapapun
14:16tetap harganya sama
14:18sebelum ada perubahan dari pemerintah
14:21tetapi kalau
14:23untuk non-subsidi
14:25artinya
14:29dinamika harga pasar yang ada yang sudah terjadi sebelumnya
14:32kan itu kan sudah terjadi bukan baru sekarang kan
14:35dan itu sudah terjadi sebelum-sebelumnya
14:37berdasarkan permen tahun 2022
14:40bahwa harga itu bisa
14:42kalau yang non-subsidi itu bisa terjadi
14:44dinamika
14:44tapi kalau yang subsidi
14:46selama tidak ada kebijakan baru dari pemerintah
14:49maka harganya tetap sama
14:51termasuk dengan subsidi solar
14:54Pak berarti belum ada potensi untuk
14:56perubahan pemerintah
14:57sampai dengan kami rapat tadi belum ada
15:00jadi aman-aman saja
15:02hari raya yang baik
15:03puasa yang baik
15:04insyaallah belum
15:05harga BBM ya
15:06oke
15:07ini akan targetkan Fs lagi berjalan
15:15Fs lagi berjalan
15:18dan ditargetkan di bulan di tahun ini
15:21pembangunannya udah mulai dilakukan
15:23jangan tanya saya bulannya di bulan apa ya
15:26lokasinya di daerah Sumatera
15:28ya Sumateranya pun jangan tanya saya di kabupaten apa
15:31ya oke
15:33saya pikir
15:36apa itu deh
15:42tadi kan saya bilang storage dulu
15:45ya yang lain-lainnya kita bicarain
15:47kalau minyak jadi
15:49minyak selama ada krutnya
15:51sekarang kan pabriknya kita lagi dorong
15:53sekarang kan kita pingin untuk di dalam negeri semua
15:56sekarang solar sudah bisa kita bangun
15:58sekarang kita lagi dorong untuk
16:01BBM kita itu
16:03untuk di kilang-kilang kita di Pertamina
16:05untuk round 93, 95, 98
16:08ini kan akan jadi di 2027
16:10after juga kita akan dorong untuk bangun dalam negeri
16:13supaya ke depan yang kita impor itu tinggal krutnya
16:15kalau krutnya ada
16:18itu tinggal kita punya
16:20kilang refinery kita yang akan bangun
16:22sehingga dia masuk in out in out
16:23karena itu kan untuk kebutuhan dalam negeri kita
16:26baik teman-teman media semua
16:28saya ucapkan terima kasih banyak
16:30atas perhatiannya
16:33wassalamualaikum
16:33selamat datang.
16:36tidur
16:37dile proper
16:42tidakata
16:44berkini
Komentar

Dianjurkan