00:18selamat menikmati
00:30melakukan rapat DEN khusus membahas tentang dinamika global yang terkait dengan energi
00:41Alhamdulillah rapat kami cukup alot membahas selama 2 jam dari jam 2 tadi
00:48dan kami melakukan rapat DEN perdana atas arahan Bapak Presiden dengan melihat berbagai perkembangan yang ada
00:57Alhamdulillah teman-teman semua kita tahu bahwa selat Hormuz sekarang lagi ditutup akibat dinamika perang
01:07antara Israel Amerika dan Iran
01:14dan ini dampaknya tidak hanya pada dampak peran tapi juga berdampak pada energi global
01:21kita tahu bahwa di selat Hormuz itu melewati kurang lebih sekitar 20,1 juta bareng per day
01:32jadi selat Hormuz itu suplai global itu 20,1 juta bareng per day
01:39dimana 20,1 juta bareng per day itu termasuk dalamnya adalah Indonesia melakukan improve food dari Middle East yang melewati
01:51selat Hormuz
01:55namun dengan berbagai macam dinamika yang ada Alhamdulillah ternyata setelah tadi kita detailing
02:03dari total improve food kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-29%
02:10selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Anggola, dari Amerika
02:16kemudian dari beberapa naik negara lain seperti Brazil
02:20jadi secara keseluruhan impor kita untuk crude 20-29% dari selat Hormuz
02:28selebihnya tidak dari sana
02:31apa strategi yang harus kita lakukan agar kita tidak terperangkap dengan dinamika global
02:37jujur saya katakan bahwa dari intelijen kami, dari kajian kami, dari komunikasi kami dengan berbagai negara di dunia
02:48sekalipun informasi disampaikan bahwa ketegangan ini akan selesai dalam waktu ada yang mengatakan 5 hari
02:54ada yang mengatakan 4 minggu
03:04sekali lagi saya katakan bahwa ketegangan ini tidak bisa kita merambalkan kapan selesai
03:10bisa cepat, bisa lambat
03:13nah dalam rangka itu kami mengambil alternatif terjelek
03:16katakanlah ini lambat
03:18maka apa skenario nya
03:20skenario nya adalah sekarang ini
03:23untuk crude yang kita ambil dari Middle East
03:25sebagian kita alihkan
03:27untuk ambil di Amerika
03:31supaya apa
03:32ada kepastian ketersediaan crude kita
03:35yang kedua
03:37impor kita
03:38impor kita kan untuk solar kan sudah selesai
03:40yang kita impor sekarang bensin
03:43RON 90, 93, 95, 98
03:47Alhamdulillah secara kebetulan
03:49untuk mengimpor jenis bahan BBM seperti ini
03:53tidak kita lakukan dari Middle East
03:55tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Middle East
03:58termasuk dalamnya adalah Asia Tenggara
04:00jadi ini relatif
04:02tidak ada masalah
04:05yang ketiga
04:06adalah persoalan LPG
04:09LPG kita impor 7,3 juta ton per tahun
04:13dan tahun ini dinaikkan menjadi 7,8 juta ton
04:1770% nya sekarang kita ambil dari Amerika
04:2130% nya dari Middle East
04:23dari Saudi Aramco
04:25kita tahu bahwa dari informasi
04:27dinamika ketegangan di Timur Tengah
04:30juga terkait dengan Saudi Aramco
04:32itu juga kena kemarin
04:36dinamika di sana
04:37maka alternatifnya adalah
04:39kita sweet lagi
04:40supaya kita tidak mau ambil risiko
04:42sebagiannya kita sweet lagi
04:44untuk kita belanja di negara
04:46yang tidak ada kaitannya dengan selat hormus
04:51yang keempat
04:53adalah pasti dampaknya
04:55dampaknya kepada persoalan harga
04:58kita tahu
05:00bahwa di dalam
05:02APBN kita
05:04harga SCP
05:05itu 70 dolar per barel
05:08dan sekarang sudah naik menjadi
05:1078 sampai 80 dolar per barel
05:13ini yang akan kita harus hati-hati
05:16ini berdampak pada
05:18kenaikan subsidi
05:21yang akan ditanggung oleh negara
05:24tapi di sisi lain
05:26dengan kenaikan harga
05:27SCP
05:27itu juga negara mendapatkan pendapatan
05:30karena kan kita berkontribusikan
05:32kurang lebih sekitar 600 ribu barel
05:34sampai 600 ribu lebih barel pedih
05:37nah selisih ini yang sedang kita hitung
05:40arahan Bapak Presiden kepada kami
05:42adalah
05:43kita harus sangat berhati-hati
05:45untuk menghitung semuanya
05:47dengan tetap memastikan
05:49ketersediaan BBM dalam negeri
05:51untuk memberikan kepastian
05:53kepada pelayanan kepada masyarakat kita
05:56khusus untuk menyangkut dengan persiapan
05:59Hari Raya
06:01Raya Idul Fitri bulan puasa
06:03Alhamdulillah teman-teman
06:05saya menyampaikan bahwa
06:07untuk stok BBM kita
06:08krup BBM LPG
06:10itu semua rata-rata di atas
06:12standar minimum nasional
06:15kita tahu bahwa standar minimum nasional
06:17adalah 21 hari
06:19ini semuanya di atas 21 hari
06:22dan memang secara faktanya
06:24ketahanan energi kita
06:25storage kita
06:26itu maksimal di angka 25-26 hari
06:29gak lebih dari itu
06:30makanya sekarang pemerintah
06:32lagi sedang berusaha untuk membangun storage
06:35yang kapasitasnya
06:36bisa sampai dengan 3 bulan
06:38karena itu standar internasional
06:41berikut pasti ada pertanyaan adalah
06:44bagaimana dengan persoalan PLN
06:47saya mencoba untuk
06:50melihat dinamika itu juga
06:52teman-teman media
06:53bahwa RKAB
06:55untuk batubara dan nikel
06:57itu memang kita lagi menata
06:59kita melakukan penyesuaian
07:01kenapa kita menata
07:02karena memang ini kita hitung betul
07:04antara supply and demand
07:07idealnya adalah
07:09batubara kita produksi banyak
07:11volumenya besar
07:13tapi harganya juga harus bagus
07:15tapi apa yang terjadi
07:17sekarang kita produksi banyak
07:19tapi harganya kan lagi jatuh
07:2143% dari total
07:24batubara yang diperdagangkan
07:25itu disuplai dari Indonesia
07:27total batubara yang diperdagangkan di dunia
07:30itu 1,3 miliar ton
07:32dan kita menyuplai kurang lebih sekitar 500-550 juta ton
07:36tapi apa yang terjadi
07:38harganya bukan kita yang mengendalikan
07:40harganya di luar yang mengendalikan
07:43ideal harganya bagus
07:45karena supply and demand
07:47supply-nya besar
07:48demand-nya jadi murah
07:51bahwa pengelolaan sumber daya elam kita
07:54ini barang milik negara
07:56dan negaranya dikelola harus dengan hati-hati
08:00pemerintahan tidak akan pernah berhenti
08:03pemimpinnya yang berganti suatu saat bukan lagi saya jadi menteri
08:07kita mempersiapkan ini kepada generasi berikut
08:10jadi jangan kita mengobrol murah
08:12barang-barang kita
08:13nah kaitannya dengan itu
08:15dengan kita melakukan penyataan terhadap RKAB
08:18dengan memprioritaskan
08:20untuk memaksimalkan
08:22memenuhi kebutuhan nasional
08:25termasuk dalamnya kebutuhan PLN
08:28untuk kebutuhan PLN
08:29teman-teman media dan seluruh rakyat Indonesia
08:32saya memastikan
08:34bahwa sampai dengan bulan Maret April no issue
08:38karena kita mengikuti terus
08:41perkembangan kebutuhan
08:43batu barat terhadap PLN
08:46dengan tetap memperhatikan kualitas dan harga yang ekonomis
08:51ini yang sekarang kita lagi tata
08:54tujuannya apa
08:56agar jaminan pasokan dalam negeri bisa kita
09:00pastikan tersedia
09:02tapi juga harga
09:04juga bagus supaya pengusaha juga bisa dapat harga yang baik
09:08tapi juga mampu kita mengelola
09:10sumber dalam kita dengan
09:13berkesinambungan yang baik
09:14kita harus menjaga ini agar anak cucu kita
09:18yang suatu saat akan memimpin negara ini juga
09:21mereka harus juga
09:23bisa melanjutkan dengan baik
09:24lingkungan kita juga harus melakukan dengan baik
09:26tidak boleh kita melakukan penambangan dengan jorjoran
09:29tanpa memperhatikan nilai yang baik
09:32dan lingkungan yang baik
09:33saya pikir itu beberapa hal penting
09:36yang perlu saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini
09:39terkait dengan hasil
09:40rapat Dewan Energi Nasional
09:43yang diperintahkan oleh Bapak Presiden
09:45sebagai Ketua Umum Dewan Energi Nasional kepada kami
09:48untuk mampu menjabarkan
09:51membuat hal-hal yang penting strategis
09:54untuk keberlangsungan dan stabilitas energi nasional kita
09:57silahkan kalau ada yang pertanyaan
09:59soal review 2 atau Senter Pernamina
10:01itu mengatakan berapa banyak
10:03dan apakah itu kepentingan
10:04dan berpandangan di mana
10:06kedua pas selalu secure dari
10:08sebuah jenis lain
10:08dan kawasan di Asia Tenggara dan Amerika
10:10apakah Indonesia akan mengantisipasi
10:12proteksionis dari negara-negara
10:14Thailand sudah mengatakan
10:15dan apakah Indonesia akan mengantisipasi kompetisi juga Pak
10:20itu sejujurnya Pak
10:2220 hari itu masih Pak
10:23karena arasnya sekarang
10:30yang pertama adalah menyangkut dengan 2 kapal
10:34yang dari Selat Hormus yang sekarang lagi balik
10:37tadi juga dibahas oleh Pertamina
10:39kita lagi upaya diplomasi
10:41agar ada cara yang lebih baik
10:44untuk mereka bisa dikeluarkan
10:46Anda kan perlu tidak dikeluarkan
10:48kita sudah cara alternatif
10:50untuk mencari sumber kruter yang lain
10:52dan sudah dapat
10:53sudah dapat
10:54kita sudah dapat
10:56jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang
10:59itu problem tapi bukan sesuatu itu masalah yang sangat penting
11:04yang kedua terkait dengan persoalan
11:07minyak kita yang 20 hari
11:09sekarang 23 hari
11:10memang standar nasional kita
11:12storage kita
11:13kita harus bangun storage dulu Pak
11:15kalau Bapak bikin 240 hari
11:17makanya kita sekarang mau bangun storage
11:19untuk minimal 3 bulan
11:20kalau kita impor sebanyak itu
11:22kita mau taruh dimana
11:24itu itu kira-kira problem kita
11:26dan ini terjadi bukan
11:27kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa
11:29memang faktanya begitu negara kita
11:31dan kita harus perbaiki kan gitu
11:32nah yang ketiga adalah
11:34terkait dengan apa tadi yang ketiga
11:37protectionism
11:38saya pikir begini ya
11:39kita tidak melakukan impor sama sekali dari Thailand
11:42kita tidak melakukan impor dari Thailand
11:44untuk BBM nya itu kita ambil dari Singapura
11:49sama Malaysia
11:51jadi dan kontrak kita sudah kontrak jangka panjang
11:55jadi relatif oke
11:57dan kita sudah cek 1%
12:07ya
12:10dokumen ART yang kita tekan itu kan salah satu komitmen kita adalah
12:13kita membeli BBM
12:15crude BBM dan LPG di Amerika kurang lebih sekitar 15 billion US dollar
12:19dan ini merupakan bagian
12:21yang telah kita
12:23yang sekalipun sudah diputuskan untuk di pengadilan mereka untuk di anulir
12:28tapi kan kita harus punya komitmen no
12:30dan apalagi kalau harganya itu ekonomis
12:34dan win-win
12:36ya kenapa tidak
12:38dan ini sudah
12:4725% dari total crude yang kita pesan dari Middle East itu akan dialihkan
12:52ya
12:5325%
12:55itu kan tentang
12:56penginyak dan merek
12:58lalu bagaimana pemerintah merekkan
13:00sekalipun di rumah tengah
13:01sekalipun di rumah tengah
13:01sekalipun di rumah tengah
13:07kalau menyangkut dengan harga itu kan dinamika pasar
13:11ya pasti akan terjadi dinamika naik turun ya
13:15tetapi kalau untuk Mikkel
13:17sekali lagi ini penataannya
13:19makanya RKAB nya betul-betul kita lakukan dengan hati-hati
13:22jangan sampai supply
13:24lebih besar daripada permintaan
13:26itu pasti harga turun
13:27nah sekarang kita menjaga keseimbangan agar harganya naik
13:30harapan saya sebagai Menteri SDM adalah harga naik
13:35kalau harga naik pengusahanya dapat untung
13:39rakyatnya juga dapat yang di sekitar tambang itu
13:42kalau mereka bekerja sebagai kontraktor tambang
13:45yang ketiga negara bisa mendapatkan pajak yang baik
13:49royalti yang baik
13:51itu idealnya ya
13:52oke saya pikir cukup
14:02BBM dalam negeri itu kan dibagi menjadi dua
14:05ada harga yang disubsidi
14:07ada harga yang diserangkan pada pasar
14:14itu mau naik berapapun
14:16tetap harganya sama
14:18sebelum ada perubahan dari pemerintah
14:21tetapi kalau
14:23untuk non-subsidi
14:25artinya
14:29dinamika harga pasar yang ada yang sudah terjadi sebelumnya
14:32kan itu kan sudah terjadi bukan baru sekarang kan
14:35dan itu sudah terjadi sebelum-sebelumnya
14:37berdasarkan permen tahun 2022
14:40bahwa harga itu bisa
14:42kalau yang non-subsidi itu bisa terjadi
14:44dinamika
14:44tapi kalau yang subsidi
14:46selama tidak ada kebijakan baru dari pemerintah
14:49maka harganya tetap sama
14:51termasuk dengan subsidi solar
14:54Pak berarti belum ada potensi untuk
14:56perubahan pemerintah
14:57sampai dengan kami rapat tadi belum ada
15:00jadi aman-aman saja
15:02hari raya yang baik
15:03puasa yang baik
15:04insyaallah belum
15:05harga BBM ya
15:06oke
15:07ini akan targetkan Fs lagi berjalan
15:15Fs lagi berjalan
15:18dan ditargetkan di bulan di tahun ini
15:21pembangunannya udah mulai dilakukan
15:23jangan tanya saya bulannya di bulan apa ya
15:26lokasinya di daerah Sumatera
15:28ya Sumateranya pun jangan tanya saya di kabupaten apa
15:31ya oke
15:33saya pikir
15:36apa itu deh
15:42tadi kan saya bilang storage dulu
15:45ya yang lain-lainnya kita bicarain
15:47kalau minyak jadi
15:49minyak selama ada krutnya
15:51sekarang kan pabriknya kita lagi dorong
15:53sekarang kan kita pingin untuk di dalam negeri semua
15:56sekarang solar sudah bisa kita bangun
15:58sekarang kita lagi dorong untuk
16:01BBM kita itu
16:03untuk di kilang-kilang kita di Pertamina
16:05untuk round 93, 95, 98
16:08ini kan akan jadi di 2027
16:10after juga kita akan dorong untuk bangun dalam negeri
16:13supaya ke depan yang kita impor itu tinggal krutnya
16:15kalau krutnya ada
16:18itu tinggal kita punya
16:20kilang refinery kita yang akan bangun
16:22sehingga dia masuk in out in out
16:23karena itu kan untuk kebutuhan dalam negeri kita
16:26baik teman-teman media semua
16:28saya ucapkan terima kasih banyak
16:30atas perhatiannya
16:33wassalamualaikum
16:33selamat datang.
16:36tidur
16:37dile proper
16:42tidakata
16:44berkini
Komentar