KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia menelusuri Kabupaten Tangerang, tepatnya di Jalan Raya Pasar Kemis. Sehari-hari, jalur ini padat oleh aktivitas warga dan lalu lalang truk bertonase besar.
Dipo menelisik titik di mana seorang siswi SMA terlibat kecelakaan akibat berusaha menghindari lubang di jalan. Apakah peristiwa ini murni kecelakaan atau kelalaian penyelenggara jalan?
Penelusuran berlanjut ke Jalan Raya Rajeg, tepatnya di depan kantor Polsek Rajeg. Tampak lubang besar menganga. Jalan Raya Pakuhaji lebih mengenaskan.
Jalan rusak dengan lubang berdiameter hingga tiga meter dengan kedalaman 10 hingga 20 sentimeter di sejumlah titik. Warga sekitar mengaku berulang kali telah menyampaikan keluhan. Namun, perbaikan jalan hanya dilakukan dengan cara tambal sulam.
Dipo menelusuri Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur. Tempat ini menjadi lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa siswa SMK, Aldi Surya Putra. Ia diduga terjatuh saat menghindari lubang jalan.
Apakah keluarga akan menempuh jalur hukum sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan?
Gerakan warga bermunculan akibat banyaknya jalan rusak. Salah satunya oleh Rafli Zulkarnain atau Ijoeel, inisiator gerakan #SadarDiriAje.
Secara sukarela, ia menandai lubang dan jalan rusak dengan cat semprot agar pengendara lebih waspada. Aksi ini lahir dari pengalaman pribadi sekaligus menjadi kritik sosial.
Menjawab sorotan publik, Dipo menemui Kapusdatin Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, serta tim "Pasukan Kuning" yang sedang menambal jalan rusak. Apa penyebab jalan yang baru ditambal kerap rusak kembali?
Saksikan Program Dipo Investigasi episode Nyawa Hilang di Jalan Berlubang. Tayang Senin, 2 Maret 2026 di KompasTV!
#jalanrusak #tangerang #korban
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/654233/hati-hati-korban-berjatuhan-akibat-jalan-berlubang-siapa-tanggung-jawab-dipo-investigasi
Komentar