00:02Bupati Pekalongan Fadia Arafik beserta terjaring operasi tangkap tangan OTT KPK di Jawa Tengah selasa didihari.
00:11Sejumlah pejabat dan kepala dinas juga turut ditangkap.
00:16Ruang kerja Bupati Pekalongan Fadia Arafik selasa pagi disegel KPK.
00:22Tidak ada aktivitas seperti penjagaan dari Satpo PP seperti biasanya.
00:26Pintu ruang kerja sekretaris daerah juga disegel.
00:29Selain ruang kerja Bupati dan Segda, ruang kerja kepala dinas pekerjaan umum Kabupaten Pekalongan juga disegel.
00:37Informasi dari tim Kompas TV di Pekalongan pagi ini, hampir semua ruang kerja kepala dinas disegel KPK.
00:44Sejumlah mobil dinas terparkir di halaman Polres Pekalongan Kota, hampir semua kepala dinas diperiksa.
00:56Dalam pesan singkat yang diterima tim Kompas TV, jurubicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi dan menyebut,
01:04benar dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati.
01:13Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
01:22Meski Bupati Pekalongan terjerat operasi tangkap tangan, aktivitas ASN di kantor Bupati nampak berjalan seperti biasa.
01:30Apel pagi tetap digelar seperti apel pagi di jalan kantor pekerjaan umum Kabupaten Pekalongan.
01:38Dalam apel pagi, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum mengingatkan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan seperti biasanya.
01:50Pada seluruh ASN, BPU Tarun dan Pekalongan, saya hanya berpesan untuk semuanya tenang,
01:58tidak perlu yang harus bagaimana, semuanya bekerja, sesuai dengan timeline, sesuai dengan apa, tiga sekolah pemerintah kita.
02:09Lebih lengkap soal operasi tangkap tangan yang menjerat Bupati Pekalongan, kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV,
02:16Ari Himawang, di Pekalongan, Jawa Tengah.
02:18Ari, apakah, maksud kami Ari Himawang, bagaimana situasi saat ini?
02:25Apakah Bupati dan sejumlah orang yang tertangkap tangan sudah dibawa ke Jakarta?
02:31Selamat siang, putu dan juga saudara.
02:34Benar sekali, Bupati Pekalongan, Sampadia Aramik dan Sengla Suisa saat ini masih dalam perjalanan menuju
02:43gedung merah putih KPK di Jakarta.
02:47Bupati Pekalongan dibawa KPK setelah berjerat OTT pada selasa dini hari dan dibawa pada subuh
02:57berserta pihak-pihak lain dan rencana S yang ini sampai di gedung KPK.
03:03Di belakang saya merupakan kantor Bupati dan di kantor Bupati ini ASN bekerja normal,
03:11pelayanan kepada masyarakat dilakukan seperti biasa, namun ruang kerja Bupati disegel oleh KPK.
03:19Selain itu, ruang sekretaris daerah juga disegel oleh KPK.
03:26Tidak hanya ruang kerja Bupati maupun sekretaris daerah saja yang disegel oleh KPK, putu dan juga saudara,
03:32hampir semua ruang kerja kepala dinas yang ada di Kabupaten Pekalongan ini disegel oleh KPK.
03:41Mereka kebanyakan diperiksa di Pores Pekalongan kota hingga siang hari ini,
03:47namun belum ada yang bisa kami konfirmasi di Kabupaten Pekalongan terkait operasi tanggap tangan
03:54yang menjerat Bupati Pekalongan Fadiah Arafik begitu putu.
04:00Anda tadi menyampaikan bahwa ruangan yang disegel bukan hanya ruangan Bupati saja,
04:05tapi ruangan segda, kemudian ruangan kepala dinas begitu.
04:08Dan ini hampir semuanya. Mobil-mobil juga ada banyak di Polres begitu ya.
04:14Dari pantauan Anda selama berada di Pekalongan, apakah ada indikasi kasus yang terjadi dan saat ini diulik oleh KPK?
04:23Ya, putu dan juga saudara, informasi yang kami dapat belum ada tanda-tanda kasus apa yang melibatkan Bupati
04:35maupun sejumlah kepala dinas yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.
04:40Namun banyak yang orang mengatakan beberapa kasus seperti outsourcing maupun jual-beli jabatan
04:49juga ramai dibicarakan oleh warga di Kabupaten Pekalongan terkait OTT tangan-tangan yang dilakukan oleh KPK pada selasa dini hari
05:00begitu putu.
05:01Baik, ada banyak hal yang kemudian jadi kecurigaan. Kita tunggu nanti statement resmi dari KPK
05:07apa sebetulnya kasus yang menyeret nama Bupati Pekalongan.
05:12Terima kasih, Ari Himawan, Jurnalis Kompas TV melaporkan langsung dari Pekalongan, Jawa Tengah.
05:17Terima kasih, Ari Himawan.
Komentar