00:26Jangan lupa SUBSCRIBE, LIKE, KOMEN dan SHARE...
00:30dan Uni Usaha Warga Desa, sekaligus pendorong pemerataan ekonomi nasional.
01:00Dan kepastian keuntungan itu kembali lagi ke rakyat, karena ini menggunakan dana APBN.
01:05Nah, oleh karena itu, yang sudah ada silahkan jalan.
01:08Kami tidak pernah mengatakan menutup Alpamat atau Inumara, yang sudah ada silahkan jalan.
01:13Tapi karena sekarang, Ritual Modernian ini sudah masuk ke desa-desa Moham,
01:18para pemanggung pentingan untuk tidak lagi membuat izin baru.
01:23Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengaku sudah membahas masalah
01:28Koperasi Desa Merah Putih dengan Mendes dan PDT Yandri Susanto.
01:33Menurut Mendak, Koperasi Desa Merah Putih bertujuan untuk memberdayakan ekonomi desa
01:37dengan mempercepat distribusi barang ke masyarakat di desa.
01:41Mendak meyakini, kehadiran Koperasi Desa justru membuka peluang kolaborasi bagi Ritual Modern
01:46untuk mendistribusikan atau mensuplai produk-produknya ke Koperasi Desa.
01:52Koperasi Desa atau Koperasi Desa yang sudah ada di daerah-daerah itu
01:58sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa.
02:04Nah, ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi
02:08dengan minima, dengan distributor untuk menyalurkan produknya melalui Koperasi Desa.
02:16Koperasi Desa ini praktek kolaborasi atau pemerintahan ini kan juga pernah
02:21dan sering dilakukan sampai sekarang masih berlaku dengan toko kelontong.
02:28Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia, APRINDO, menghormati langkah pemerintah
02:32untuk memperkuat ekonomi desa.
02:34Namun APRINDO berharap kebijakan ini tidak mengganggu distribusi dan ketersediaan barang
02:39terutama kebutuhan pokok
02:40dan konsumen mendapatkan pelayanan serta harga yang terbaik.
02:45APRINDO ini kan sebagai asosiasi yang menaungi para retail
02:50itu menghormati langkah pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa.
02:54Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan ini diarahkan pada kolaborasi konkret
02:58bukan pembatasan yang berpotensi mengganggu distribusi barang
03:02terutama barang kebutuhan pokok
03:04dan juga lapangan kerja di desa maupun di kelurahan.
03:09Kita kan yang penting itu konsumen mendapatkan yang terbaik
03:13layanan yang terbaik, harga yang terbaik
03:15kemudian juga ketersediaan barang yang juga continuous
03:20serta juga mereka bisa mendapatkan kapan saja.
03:24Nah selama itu dijalankan secara kompetitif
03:26siapapun kan boleh ada di sana.
03:30Wacana pembatasan retail modern di pedesaan
03:33sebagai bagian dari strategi pemerintah
03:35untuk melindungi keberlangsungan penjualan di warung kelontong tradisional
03:39serta memperkuat ekonomi desa
03:41melalui Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih.
03:45Tim Liputan, Kompas TV
03:55Upaya pemerataan ekonomi terus dilakukan pemerintah.
03:58Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
04:01mengusulkan agar ekspansi retail modern atau minimarket di wilayah desa dibatasi.
04:06Sementara Mendak meyakini kehadiran Kopdes membuka peluang kolaborasi bagi retail modern.
04:12Apakah pembatasan ekspansi retail modern ke wilayah desa bisa berhasil memperkuat ekonomi di wilayah desa
04:18dan bagaimana tanggapan dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia atau APRINDO
04:22sudah bergabung bersama kami Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia, Jimmy Ghani.
04:28Selamat pagi Mas Jimmy.
04:30Selamat pagi Mas Bermanamana.
04:32Ya, Mas Jimmy ini kan usulan dari Mendes PDT ya
04:35soal moratorium izin baru untuk minimarket.
04:38Nah, kalau dari APRINDO ini menilainya sebagai hambatan ekspansi
04:42atau mungkin ada potensi kehilangan oportuniti pendapatan di sana?
04:47Ya, terima kasih Mas Bermanamana.
04:49Ini isu yang menarik ya.
04:52Jadi, sebagaimana kami sampaikan, APRINDO itu menghormati pandangan dan keundangan pemerintah
04:57dalam memperkuat ekonomi desa dan kooperasi.
04:59Ya, masalah ini adalah satu hal yang mengurangi potensi pendapatan yaitu hal yang lain gitu.
05:09Namun, kami juga merasa bahwa perlu memandang pendekatan terbaik bukan penghentian ekspansi,
05:16penghentian ekspansi ya secara umum,
05:19melainkan penataan berbasis kebutuhan wilayah dan kajian yang komprehensif.
05:23Karena bagaimanapun kan yang namanya konsumen itu kan perlu mendapatkan akses
05:29terhadap pelayanan yang terbaik, harga yang paling kompetitif,
05:33kemudian juga kontinus supply daripada produk-produk yang dibutuhkan,
05:39terutama kebutuhan pokok.
05:41Nah, kalau misalnya kita dibatasi,
05:43ya tentu kita berharap barang-barang itu tetap tersedia
05:46dengan tadi poin-poin yang saya sampaikan.
05:51Jadi perlu dipahami bahwa dalam kondisi konsumen yang melambat dan daya beli yang tertekan,
05:57ekspansi bagi retail bukan semata agresivitas,
05:59melainkan strategi untuk menjaga keberlanjutan usaha.
06:03Tanpa ekspansi, pertumbuhan itu sulit untuk tercapai ketika penjualan stagnan
06:09atau cenderung menurun.
06:11Namun, ekspansi tetap harus dilakukan secara terukur,
06:14sesuai regulasi daerah dan kebutuhan pasar.
06:17Jadi, Mas Beryamana, framing yang tepat itu adalah kolaborasi dan keseimbangan,
06:23bukan pembatasan sepihak gitu ya.
06:25Jadi kan framing yang sekarang ada ini kan seakan-akan kita mesti membatasi gitu kan,
06:31karena ada nanti kooperasi merah-putih yang mau jalan
06:37dan perlu diberikan semacam karpet merah lah gitu kira-kira.
06:42Nah, sebaiknya ini kolaborasi bersama dengan kooperasi desa merah-putih
06:48atau kalau dari Aprindo, mendingan dibagi aja wilayahnya.
06:50Jadi, pisa-pisa tetap mau jalan sendiri-sendiri?
06:53Kami sih melihatnya sih, sebetulnya kolaborasi adalah hal yang sangat potential.
06:57Karena kan kalau kita bicara dalam perdagangan,
07:00itu kan mata ratai pasoknya itu, supply chain-nya itu kan panjang gitu ya.
07:05Mulai dari ujung hulunya,
07:09di mana produsen itu harus nanti mendistribusikan barang,
07:13itu nanti diambil oleh distributor,
07:15distributor kemudian nanti meneruskan kepada wholesaler,
07:20perdagang besar, kemudian ke perdagang kecil,
07:22baru ke retail gitu kan.
07:24Nah, di situ kan nanti tinggal kita coba untuk identifikasi.
07:28Kita kan bisa diskusi dan akhirnya mencari titik-titik kolaborasi yang sangat memungkinkan gitu.
07:35Nah, itu yang sebetulnya harusnya dilakukan
07:38daripada kita mempolemikan atau memframing bahwa ini adalah
07:47kooperasi desa versus retail modern gitu,
07:50yang saya rasa kurang tepat untuk kita melihatnya dari situ gitu.
07:54Kalau bisa sama-sama jalan, sama-sama untung, kenapa tidak ya berkolaborasi?
07:57Tetapi yang jadi pertanyaan kolaborasi yang paling memungkinkan,
08:01yang paling menguntungkan bagi kedua belah pihak,
08:03di sebelah mananya nih, Mas Jimmy?
08:05Oke, saya kasih gini ya, Mas Bermana ya.
08:09Analogi dulu ya.
08:10Jadi kita nggak keluar daripada dunia retail gitu.
08:13Kita lihat ke sektor finansial kan,
08:16ini seakan-akan misalnya ada perbankan.
08:18Perbankan yang besar gitu,
08:19tidak boleh masuk sampai ke desa-desa gitu kan.
08:22Kemudian diambil alih oleh kooperasi simpan pinjang gitu,
08:26yang ada di seluruh Indonesia.
08:28Nah, ini kan tentunya jadi pembatasan dan kemungkinan merugikan konsumen gitu kan.
08:35Nah, kalau kita lihat sebetulnya ada potensi untuk kolaborasi
08:40antara tadi, di sektor tadi.
08:42Begitu juga dengan di sektor retail,
08:45di mana kolaborasi itu sangat mungkin.
08:48Misalnya gitu ya, kita bisa memberikan pendampingan, manajemen.
08:53Karena ini penting loh.
08:55Membuka toko itu nggak mudah gitu.
08:57Saya pernah jadi di Ruta Sarina tahun 2009 sampai 2012.
09:03Memimpin retail itu nggak mudah gitu.
09:05Dan itu perlu orang yang cakep,
09:08yang manajemen yang luar biasa gitu kan.
09:11Kemudian kemampuan untuk mengelola stok yang baik.
09:17Kemudian juga sistem yang bagus di dalam IT-nya.
09:20Kemudian juga jangan lupa,
09:22harus juga ada funding yang cukup gitu untuk men-stok barang kan.
09:27Karena kan kita nggak bisa semua barang itu masuk
09:30tanpa kita harus membiayai dulu barang-barang itu.
09:34Banyak sekali, Mas Beremana, faktor-faktor yang menyebabkan
09:38toko retail itu perlu dikelola dengan baik gitu.
09:44Jadi nggak sesimpel seperti yang dibayangkan gitu ya.
09:48Bahwa nanti kooperasi membuka toko,
09:53kemudian tiba-tiba bisa jalan aja gitu loh.
09:55Dengan mengandalkan pembelinya adalah anggota-anggotanya.
10:01Saya nggak mengatakan tidak bisa ya.
10:02Tentu sangat memungkinkan gitu.
10:04Tapi juga jangan dibayangkan mudah untuk melakukannya kira-kira gitu.
10:09Tentunya karena retail modern sudah berpengalaman
10:12dan memiliki sistem sendiri ya untuk bisa menjalankan bisnisnya.
10:15Tapi kemudian yang menjadi pertanyaan muncul,
10:17ini kan kekhawatiran gitu.
10:19Kalau misalnya terlalu banyak retail modern yang ada di desa-desa terpencil
10:22ataupun yang seharusnya ada kooperasi di sana,
10:25ini bisa mematikan UMKM lokal ataupun juga warung tradisional.
10:29Kalau dari Aprindo sendiri melihatnya seperti apa, Mas Jimmy?
10:32Saya bisa memahami ya, persepsi itu.
10:35Tapi itu persepsi.
10:37Kenyataannya adalah bahwa teman-teman kita di retail
10:43itu justru banyak bekerjasama sama UMKM.
10:47Artinya kan tadi supply chain itu kan panjang kan.
10:51Kita nggak bisa mengadalkan hanya satu dua pihak aja,
10:54tapi banyak pihaknya.
10:55Nah UMKM baik itu yang sifatnya UMKM yang produksi gitu ya,
11:01itu kan perlu nanti sarana atau outlet untuk bisa menyalurkan barangnya
11:06sehingga dibeli oleh konsumen.
11:08Itu kita kerjasama banyak sekali.
11:10Bahkan di berbagai acara kita, di berbagai perayaan kita,
11:13misalnya hari retail nasional kita selalu mengusung
11:17bagaimana kita bisa berkolaborasi dengan UMKM secara baik gitu.
11:21Memberikan mereka pelatihan, memberikan mereka akses terhadap outlet,
11:27kemudian kita kurasi supaya mereka juga tahu apa kekurangan mereka,
11:32sehingga mereka naik kelas.
11:33Dan jangan lupa, Mas, bagaimana,
11:35retail-retail Indonesia itu bukan hanya eksis di Indonesia loh.
11:39Kita ini udah go internasional gitu.
11:42Nah, merek-merek ya saya nggak perlu nyebutkan,
11:44tapi boleh dicek gitu.
11:45Merek-merek retail Indonesia yang dibangun sudah puluhan tahun,
11:50itu sudah bukan berada hanya di Indonesia aja,
11:53tapi juga di luar negeri seperti di Filipina,
11:55sebarusan ada di Bangladesh, dan seterusnya.
11:58Ini merupakan peluang untuk digunakan oleh UMKM
12:02dalam rangka mereka go global ya,
12:05bukan hanya go nasional atau go regional.
12:09Jadi kembali lagi,
12:10kalau menurut saya janganlah kita framing gitu ya,
12:15bahwa UMKM ini justru tidak memberikan kesempatan kepada UMKM.
12:20Kira-kira gitu.
12:21Oke, itu tadi ya ada kesempatan-kesempatan
12:23yang bisa dimanfaatkan juga oleh UMKM kita
12:25untuk selain nitip barang lah,
12:27simpelnya ya nitip barang ke retail modern bisa sampai ke luar negeri.
12:30Tapi Mas Jimmy yang jadi pertanyaan juga ini soal
12:32kemungkinan persaingan usaha ke depannya,
12:35ketika misalnya nanti harus berdampingan retail modern
12:37dengan juga kooperasi desa merah putih.
12:39Memang izin barunya nanti misalnya gitu ya,
12:42dihentikan misalnya.
12:43Tapi kan masih ada retail modern yang existing gitu,
12:45yang mungkin berdampingan dengan kooperasi desa merah putih.
12:49Nah, Anda melihatnya persaingan ke depannya
12:51kalau misalnya nanti tetap dilarang
12:54ataupun di moratorium ekspansi nggak seperti apa, Mas?
12:57Ini Mas, bagaimana?
12:58Jadi kompetisi itu kan bukan hanya antara
13:01retail modern sama kooperasi merah putih.
13:05Di dalam retail modern sendiri kita bisa lihat gitu kan,
13:07ada retail-retail merek tertentu yang juga tidak bisa bertahan.
13:11Kenapa?
13:11Karena memang kompetisinya itu stiff,
13:13kompetisinya itu begitu fit, begitu kuat ya.
13:16Karena kita kan nggak bisa maksa konsumen,
13:20masyarakat untuk memilih tokoh-tokoh tertentu.
13:24Masyarakat itu punya preferensinya,
13:26apakah dari sisi harga,
13:28kedekatannya dari rumahnya,
13:30pelayanannya,
13:31kualitas produknya, dan seterusnya.
13:33Nah, kalau kita lihat,
13:35selama tadi ya,
13:38kan kita ikut dengan kemenangan pemerintah sebagai regulator.
13:42Jadi, akan regulator menentukan
13:48bagaimana regulasinya,
13:50tapi perlu diingat,
13:51perlu dikaji secara mendalam.
13:53Bukan hanya sekedar reaktif terhadap
13:57kondisi bahwa ini kooperasi merah putih akan jalan.
14:00Saya juga, kita juga kan di retail modern ini
14:05bukan hanya,
14:07bukan sekedar langsung buka gitu ya.
14:09Kan kita melewati satu proses dalam izin,
14:14dan juga mencoba untuk mereview
14:18apakah layak untuk kita buka di satu tempat gitu.
14:22Oke, usaha-usaha yang dilakukan oleh retail modern
14:26juga sangat banyak untuk sebelum bisa membuka usaha,
14:28dan juga, lagi-lagi tadi ya,
14:31kemudian bagaimana regulasi dari pemerintah ini
14:32juga bisa dikaji lebih mendalam,
14:34dan supaya tadi,
14:36dari APRINDO juga mendorong,
14:37bukan moratorium,
14:39tapi ya kolaborasi,
14:41biar sama-sama jalan gitu ya, Mas Jimmy ya.
14:43Baik, kami akan nanti bahas bersama
14:46Menteri Kooperasi Saudara,
14:47terima kasih.
14:48Mas Jimmy Gani,
14:49Ketua Dewan Pengawas APRINDO,
14:51sudah bergabung bersama kami
14:52di Sapa Indonesia Pagi.
14:55Dan Saudara, kami akan langsung bahas
14:58soal bagaimana wacana larangan ekspansi retail modern ke desa ini
15:01langsung dengan pihak Kementerian Kooperasi,
15:04usai cita berikut.
15:05Terima kasih.
Komentar