Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 minggu yang lalu
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ibu Radiet Ardiansyah, mahasiswa di Lombok yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan, menceritakan kronologi kasus yang menimpa anaknya di Komisi III DPR RI, Kamis (26/2/2026).

Ibu Radiet didampingi pengacara Hotman Paris. Diketahui, Radiet Adiansyah, tersangka pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Ni Made Vaniradya, di Pantai Nipah, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga Hotman Paris Minta DPR Panggil Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi: Mereka Abaikan Fakta di https://www.kompas.tv/nasional/653299/hotman-paris-minta-dpr-panggil-jaksa-yang-tuntut-mati-abk-fandi-mereka-abaikan-fakta



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653302/tangis-ibu-radiet-di-dpr-ceritakan-kasus-anaknya-yang-jadi-tersangka-pembunuhan-mahasiswa-di-lombok
Transkrip
00:00di Lombok
00:30Hai dia ingin menjadi anak yang sukses dan dia berjanji kepada saya pengen sukses datang kuliah
00:38Pak dan dapat besok dengan biaya itu dia bisa membeli peralatan kuliahnya Pak karena seorang tidak mampu
00:51tapi tiba-tiba di tanggal 26 saya menelpon anak saya 26 Agustus saya menelpon anak saya HP
00:58tapi anak saya ndak aktif Pak sampai tengah malam saya perusaha menelpon ndak aktif Pak selesai salat
01:04subuh ada orang yang mengedor pintu memberitahu bahwa ada anak saya lagi dibegal katanya Pak makanya saya
01:11dari tanggal 28 Agustus saya berangkat ke Matarampa menemui anak saya di rumah sakit provinsi Matarampa
01:19sampai saat ini saya ndak pernah pulang ke sembahwa Pak tetap mendemani anak saya
01:29tapi di malam itu astagal 19 malam
01:36bulan 9 September
01:38Pak Kanit berdatang bersama rekan-rekannya membawa anak saya dan berkata akan
01:49anak saya akan dilindungi katanya Pak kenapa dilindungi kenapa harus anak saya dibawa
01:56saya bilang ya saya mau bawa ke KLU Bu dibilang akhirnya saya bilang kalau memang begitu anak saya diamankan Pak
02:03saya pingin ikut saya gitu harus ikut tempatnya anak saya
02:07setelah di perjalanan ke KLU Pak anak saya dikatakan Radit mengaku sudah mamamu
02:15dan berkata aku anak saya telah melakukan pembunuhan Pak
02:27tapi saya bilang sama anak saya jangan bilang apa-apa dan kamu betul kau melakukan itu sebenarnya saya nggak bentar
02:34Pak bersumpah
02:35Alhamdulillah saya berani bersumpah atas nama Allah sekarang dicabut nyawa saya sama Allah kalau saya melakukan katanya Radit Pak
02:50dia katanya mengamankan anak saya dari keluarganya Pira katanya tapi anak saya dijadikan tersangka
03:04besokan harinya apa di sana di BRP anak saya dan saya disuruh ke dalam bersembunyi supaya jangan saya melihat anak
03:11saya yang lagi di bergol
03:13dan memakai baju yang oran Pak
03:17anak saya malam itu tidak ada satupun pengacara yang berdampingi anak saya
03:24saya minta tolong tapi tidak ada yang datang membantu anak saya Pak
03:33besoknya baru pengacaranya datang berdampingi anak saya tapi dengan alasan minta pengurangan
03:40dia bilang pengurangan apa saya bilang begitu
03:44sampai detik ini saya seorang ibu
03:47mati saya mengatakan anak saya tidak pernah tidak bisa
03:51melakukan hal-hal seperti itu sampai detik ini
03:54karena Radit ini dari kecil dari SD belum pernah ada guru yang
03:59mengasih saya laporan kalau Radit pernah ada masalah sama temannya sampai
04:04SMA Pak belum ada Radit ini anaknya sangat patuh
04:12Radit sudah menyampaikan ciri-ciri pelakunya Pak kenapa mereka itu tidak berusaha untuk sketsa wajahnya
04:20malah anak saya dituduh sebagai tersangka saya mohon sekolipa saya udah tidak punya Pak
04:28saya mohon Pak anak saya bukan pelaku Pak
04:31sampai detik ini mati saya mengatakan Radit bukan pelaku Pak
04:39saya udah punya biaya untuk kuliah karena anak saya pikir tidak akan sukses anak saya Pak
04:47tapi dinyatakan anak saya terjangka
04:51saya berjanji ke Radit saya mama tidak akan pulang ke sebawah
04:55mama tetap berada di tembok penjara atau dimanapun kamu berada saya bilang
05:01saya tetap menemani kamu yang penting kamu harus tetap kuat terhadapi ini saya bilang
05:10saya mohon Pak saya mohon sekali Pak
05:14yakin anak saya Pak bukan pembudu Pak
05:17batin saya tetap mengatakan seperti itu Pak
05:22lihat Pak anak saya ini apa pantas anak saya dituduh seperti ini Pak
05:27dan mungkin anak saya memperkosa saya berusaha sebagai orang Ibu
05:32apa dia pernah melakukan hal-hal yang tidak baik terhadap Pira tidak Pak
05:36saya kira cukup
05:38cukup ya
05:39jadi yang kami mohon pelindungan hukum adalah secara pebuktian
05:48tidak ada satupun yang melihat tidak ada saksi fakta yang mengatakan bahwa
05:54anak Ibu ini sebagai pelaku tidak ada hanya keterangan ahli-ahli dan psikolog
05:59itu satu jadi sesuai dengan kata presiden kita
06:04beyond reasonable doubt itu benar-benar jauh dari itu
06:07yang kedua kalau anaknya sebagai pelaku dalam keadaan bonyok
06:12bahkan waktu ditemukan di papa di papa dibawa ke puskesmas dalam keadaan seperti ini
06:18dan mayat pacarnya kurang lebih 100 meter
06:22kalau memang dia pelaku
06:25ya tentu dia sudah kabur
06:27tapi waktu ditemukan pun dalam keadaan
06:30pingsan begini di papa ke puskesmas
06:34jadi dan
06:36siapa yang melukai ini
06:37ya pasti ada pihak ketiga
06:39dan gak mungkin
06:41tuduhan bahwa seolah-olah ini perlawanan dari si korban
06:45karena mereka hubungannya harmonis
06:47dan gak mungkin wanita
06:49yang sudah meninggal bisa menganiaya
06:51seperti ini
06:52dan juga
06:53dari TKP
06:54dia
06:55sampai ditemukan
06:57juga masih di TKP dalam keadaan pingsan
06:59dan luka-luka di mana-mana
07:01jadi yang kami minta agar
07:03kami mohon agar
07:05Komisi 3 berkenan
07:07memanggil JPU-nya dan penyidiknya
07:10hukum pembuktian apa yang dipakai
07:13ya hukum pembuktian apa yang dipakai
07:15yang jelas
07:16dua alat bukti
07:18melihat kejadiannya tidak ada
07:20sama sekali tidak ada
07:21ya
07:22ditemukan dalam keadaan sudah pingsan
07:24dan pacarnya 100 meter
07:26kira-kira
07:27dan sekarang proses persidangan
07:31sudah berjalan
07:33ya
07:34sudah tahap apa
07:34masih dalam tahap peledoi
07:37ya
07:38jadi
07:39kami memohon agar
07:41Bapak Berkenan
07:42memanggil
07:43JPU-nya
07:46apa dasarnya mendakwa orang
07:48yang sudah
07:50yang pingsan begini
07:51dituduh membunuh pacarnya
07:53bukti apa yang dia pakai
07:54kira-kira begitu
07:56lanjut ke yang dua
07:57iya yang kedua
07:58oke
07:59terima kasih
Komentar

Dianjurkan