Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan ide pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina, bukan untuk melucuti senjata Hamas.

Meski saat ini rencana pengiriman pasukan tengah ditangguhkan (on hold) karena situasi antara Iran dan Israel-AS.

"Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina. Saya selalu katakan, dalam pembicaraan saya dengan tokoh-tokoh barat, kita akan ikut (Board of Peace/BoP) dan kita siap kirim pasukan perdamaian, asal saya bilang semua pihak setuju keterlibatan Indonesia," kata Prabowo.

Penegasan itu dikemukakan dalam acara Presiden Prabowo Menjawab yang digelar di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Acara berformat diskusi terbuka tersebut menghadirkan sejumlah pakar dan jurnalis senior.

Prabowo juga menegaskan, syarat utama lain dari pengiriman pasukan perdamaian ini adalah persetujuan dari Hamas.

"Dan, saya juga mengatakan, de facto, Hamas harus menerima kita. Itu saya sampaikan. Karena we want to be a peacekeeping force," tegas Prabowo.

Indonesia berencana mengirim hingga 8.000 personel TNI ke Gaza, Palestina, untuk misi perdamaian dan stabilisasi kemanusiaan. Pasukan ini dipersiapkan untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF). Meskipun persiapan sudah dilakukan oleh TNI AD, pengiriman masih menunggu mandat resmi PBB dan situasi yang kondusif.

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658492/prabowo-tegaskan-kirim-pasukan-perdamaian-ke-gaza-tidak-untuk-lucuti-senjata-hamas
Transkrip
00:00Kita tegas, kita tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas.
00:05Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia.
00:08Dari dulu, kita selalu membela kemerdekaan Palestina.
00:14Dan itu mereka tahu.
00:15Dan saya selalu katakan, dalam pembicaraan saya dengan tokoh-tokoh barat,
00:20kita akan ikut.
00:21Dan kita siap kirim pasukan perdamaian.
00:24Asal, saya bilang, semua pihak setuju.
00:29Keterlibatan Indonesia.
00:30Dan saya juga mengatakan, de facto, Hamas harus menerima kita.
00:36Itu saya sampaikan.
00:38Karena we want to be a peacekeeping force.
00:41National caveats.
00:42Kita tegas, kita tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas.
00:47Kedua, kita tidak mau terlibat dalam mengambil senjata di weaponization dari Hamas.
00:58Hamas, kita tidak mau ikut.
01:00Yang kita mau adalah menjaga rakyat sipil dari serangan manapun.
01:06Itu komitmen kita.
01:10Setelah terjadi perang begini, kita konsultasi, tapi de facto-nya adalah everything on hold.
01:17Ya saya sudah umumkan.
01:45Kecepatan informasi dan akurasi data.
01:48Ini adalah komitmen kami.
01:50Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
01:54Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan