Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Maraknya kasus kekerasan yang terjadi dalam keluarga belakangan hari ini memantik pertanyaan, bagaimana keluarga seharusnya mengelola konflik yang muncul agar tidak membuat anggota keluarga menjadi korban.

Lebih dalam terkait fenomena ini, kita berbincang dengan Sani Budiantini Hermawan, psikolog anak, remaja, dan keluarga.



#kekerasananak #kekerasa #penganiayaan

Baca Juga Polisi Beber Hasil Tes Urine Pengemudi Mobil Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Jakpus di https://www.kompas.tv/regional/653261/polisi-beber-hasil-tes-urine-pengemudi-mobil-ugal-ugalan-di-gunung-sahari-jakpus



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/653263/psikolog-soal-ibu-tiri-aniaya-bocah-sukabumi-hingga-tewas-anak-tidak-bisa-jadi-objek-kekerasan
Transkrip
00:01Saudara polisi menetapkan Ibu Tiri sebagai tersangka penganiayaan anak di Sukabumi, Jawa Barat.
00:07Polisi menyebut korban kerap dianiaya oleh Ibu Tirinya sejak 2023.
00:40Kasus penganiayaan Ibu Tiri terhadap seorang anak hingga meninggal dunia memasuki babak baru.
00:46Polisi menetapkan sang Ibu Tiri sebagai tersangka penganiayaan.
00:51Polisi mengungkap kekerasan terhadap korban dilakukan sejak tahun 2023.
00:55Pada 2024 tersangka sempat dilaporkan dengan kasus yang sama, namun saat itu diselesaikan secara kekeluargaan.
01:04Namun polisi masih mengusut motif kekerasan itu.
01:09Selain menetapkan Ibu Tiri sebagai tersangka, polisi juga akan memeriksa ayah kandung korban terkait laporan dugaan pembiaran dan penelantaran korban.
01:18Dari Polisi Sukabumi saat restri sudah menetapkan tersangka sekolah RITR yang merupakan Ibu Tiri.
01:28Seperti di tanggal 4 November 2024 itu berada juga laporan, namun laporan itu sudah kita proses dan ada perdamaian.
01:40Dan itu tentunya akan kita dalami lagi, akan kita tindak lanjuti.
01:45Dan sebelumnya hasil dari keterangan korban NS pada saat DLP yang 2024, 2023 juga mengalami kekerasan yang sama.
01:57Kejaksaan Negeri Sukabumi juga menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan SPDP,
02:03kasus kematian remaja usia 13 tahun yang diduga dianyaya Ibu Tiri.
02:08Dan kami sudah menunjuk beberapa jaksa untuk mengikuti dan meneliti perkembangan dari penyidikan yang sedang dilakukan oleh teman-teman Polres
02:19Pelabuhan Sukabumi, Polres Sukabumi di Pelabuhan Rantuan.
02:23Oke, detail dari SPDP ini sendiri Pak?
02:24SPDP-nya itu atas nama terlapornya itu saudari TR, selaku ibu tiri dari korban.
02:35Sementara pasal yang dikenakan di SPDP itu pasal 80 ayat 1, ayat 2, junto pasal 76C, larangannya 76C.
02:45Yang intinya itu kekerasan, melakukan kekerasan terhadap anak, yang ayat 1-nya itu luka biasa, yang ayat 2-nya itu
02:54luka biasa.
02:56Sebelumnya, Lisnawati, ibu kandung korban, melaporkan mantan suaminya yang juga ayah kandung korban ke Polres Sukabumi.
03:04Dasar pelaporan adanya unsur pembiaran, kelalaian, dan penelantaran terhadap almarhum.
03:10Ibu kandung korban mengaku sudah 4 tahun tidak bertemu korban, karena dihalang-halangi mantan suaminya.
03:29Namun, Amran, kakak TNI, sang ibu tiri, menyangkal tudingan adanya penganiayaan terhadap korban.
03:35Menurut Amran, korban tak mungkin mau pulang ke rumah jika ibu tirinya kejam.
03:41Amran menyebut, adiknya justru kerap memberikan perhatian layaknya ibu kandung kepada korban.
03:46Kalau seandainya emang nggak nyaman, karena di sini istilahnya nggak nyaman, karena ibu tirinya benar-benar kejam,
03:54ya pasti kan dia juga pergi dan nggak bakalan pulang ke sini.
03:58Kenapa? Karena logikanya anak itu udah 12 tahun, bukan anak kecil lagi.
04:03Sekarang menurut informasi, itu adalah dari korek kemudian dibawa ke korek.
04:12Sebelum meninggal, korban sempat menyebut dianyaya ibu tiri.
04:16Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami sejumlah luka di sekujur tubuh dan gangguan pola napas.
04:22Di meliputan Kompas TV.
04:27Untuk membahas kasus ini, kita sudah terhubung dengan psikolog anak remaja dan keluarga Sani Budiantini Hermawan.
04:33Selamat siang, Mbak Sani dengan Bella di studio.
04:37Selamat siang.
04:38Mbak Sani, ini kita sangat miris ya kejadian yang terjadi di Sukabumi dan juga ada beberapa kasus lain.
04:43Keluarga yang harusnya jadi ruang aman, malah jadi lingkaran terdekat yang punya potensi jadi pelaku kekerasan.
04:50Sebenarnya apa sih yang bisa melatar belakangi keluarga yang kemudian menjadi pelaku, Mbak Sani?
04:58Iya.
04:59Dalam kesempatan ini juga saya sangat menghimbau pada semua orang tua bahwa kekerasan pada anak ini tidak dibenarkan dengan alasan
05:09apapun.
05:10Mbak adalah individu yang mestinya dilindungi, dibesarkan dengan kasih sayang sehingga tidak bisa dijadikan menjadi objek kekerasan.
05:22Nah inilah yang melatar belakangi kenapa orang tua atau di dalam rumah itu membuat anak menjadi target karena anak dirasa
05:32sebagai objek, bukan sub-subjek.
05:34Objek di mana orang tua merasa anak adalah sumber pelampiasan ketika orang tuanya marah, anak yang kena sasar.
05:42Ketika anak tidak disiplin misalnya, maka orang tua merasa pantas anak itu diberikan hukuman.
05:49Nah dari persepsi orang tua yang melihat anak sebagai objek dan bukan subjek, inilah awal dari mudahnya kekerasan di dalam
05:57rumah itu terjadi.
05:59Baik kekerasan fisik, psikologis maupun kekerasan verbal.
06:04Mbak Sani, lalu sebenarnya faktor apa yang paling sering menjadi pemicu? Apakah ekonomi atau mungkin ada semacam dia punya sejarah
06:15masa lalunya yang juga pernah mengalami hal yang sama?
06:20Maaf, ini putus-putus tadi bagaimana?
06:23Apakah memang faktor ekonomi bisa menjadi pemicu utama Mbak Sani?
06:28Iya, putus-putus bisa jadi ada beberapa faktor begitu ya menurut saya.
06:33Karena kan kalau kita lihat, salah satu orang tua yang tidak bisa mengontrol emosi itu biasanya akan melampiaskan kekesalahan itu
06:41terhadap orang di sekitarnya.
06:43Nah orang yang paling mudah dilampiaskan, yang dianggap paling rentan adalah kan misalnya anak.
06:48Dan anak dilakukan hal ini juga merasa orang tua punya otoritas terhadap dirinya.
06:53Sehingga anak bisa saja diam saja, dia tidak bisa lari, bahkan ketakutan tanpa dia tahu bagaimana cara keluar dari permasalahan
07:00ini.
07:01Dan orang tua yang kepribadiannya seperti ini, ini sangat membahayakan anaknya.
07:06Atau anak sambungnya misalnya, atau anak kecil di sekitarnya misalnya.
07:10Jadi ada multifaktor, salah satunya adalah ketidakmampuan kontrol emosi, juga ada kepribadian yang sifatnya sadistis.
07:18Memang suka menyakiti orang lain.
07:22Seperti juga misalnya menyakiti binatang, tidak peduli dengan orang, tidak berempati.
07:28Ya tadi bahkan senang kalau misalnya emosinya sudah tersalur dengan cara menyakiti orang lain.
07:35Ini kan kadang korban juga mungkin tidak berani untuk melapor karena pelakunya masih keluarga.
07:40Lalu apa yang harus dilakukan?
07:41Terutama misalnya kalau di Sukabumi kan warga sekitar sudah bilang tuh kalau sebenarnya sudah ada tanda-tandanya.
07:48Nah bagaimana warga sekitar bisa membantu korban tapi tidak juga masuk ke dalam ranah privatnya, Mbak Sani?
07:57Iya, ini sepenanggapan saya ya pertanyaannya adalah bagaimana tadi ya pertolongan terhadap korban gitu ya sebenarnya.
08:04Nah kalau saya melihat, kita ini kan anak ini kan memang ada first homenya adalah keluarga, second homenya adalah sekolah.
08:12Ada juga misalnya circle dua yaitu keluarga dari misalnya tante, om gitu ya atau dan sebagainya.
08:19Nah ini yang menurut saya perlu adanya memang saling berkomunikasi.
08:23Ketika second homenya itu sekolah melihat anak ini misalnya diam atau mengelus sakit,
08:29nah ini juga bisa menelusuri kenapa atau apa yang terjadi pada anak tersebut.
08:34Kemudian juga tadi keluarga circle kedua ya tadi ya misalnya bisa dihubungi, bagaimana kabarnya.
08:40Dengan komunikasi kan juga tahu keadaan anak tersebut.
08:43Nah kemudian juga ada warga di sekitar yaitu komunitas yang ada di lingkungan rumahnya.
08:47Bisa saja tetangga atau RTL yang tahu keadaan ini atau mendengar berita ini bisa menelusuri.
08:57Jadi di sini juga perlu yang namanya social responsibility,
09:00di mana akhirnya bisa terkantisipasi anak-anak yang tidak lagi jadi korban kekerasan dalam rumah tangga.
09:06Karena KDRT ini masih banyak dan marak di sekitar kita dan ini menjadi darurat kekerasan pada anak.
09:14Mbak Sani, terkadang kan memang ada juga mungkin keluarga atau kerabat atau mungkin tetangga yang tidak berani untuk ikut campur
09:21lebih jauh.
09:22Mungkin ada penonton Kompas TV juga yang sedang mengalami hal yang sama.
09:25Dia tahu ada anak yang menjadi korban.
09:27Apa yang lebih dulu harus dilakukan agar tidak terjadi lagi nih kasus-kasus anak sampai meninggal dunia karena kekerasan oleh
09:35orang terdekatnya?
09:38Ya, ini tadi ya, ini karena terlihat terputus tadi ya.
09:41Jadi intinya adalah kekerasan itu kan tidak bisa dipenangkan di sini.
09:45Nah jadi ketika kita sebagai orang tua harus perlu tahu sebagai peran orang tua itu seperti apa.
09:52Kita harus ada penjiwaan sebagai peran orang tua untuk mendidik anak kita dengan baik dan benar gitu ya.
09:59Dan juga sesuai dengan koridornya.
10:01Nah tadi warga atau sekitar itu bisa saja menjadi berbasis komunitas ya.
10:07Untuk kita tingkatkan kemampuannya atau berbasis komunitas kita bisa menjadikan warga itu menjadi juga penjaga anak di sekitar kita begitu.
10:19Jadi ketika tetangga atau misalnya tadi ada rukun keluarga misalnya itu mengetahui ada sesuatu itu bisa dilaporkan.
10:26Nah dengan demikian itu tidak akan terjadi luka yang terjadi pada anak.
10:30Nah luka itu bisa dua, luka batin dan luka fisik.
10:32Nah ketika ada luka fisik maka nyawa pun bisa teranggut di situ karena kita tidak tahu batasan kesadisan perilaku dari
10:42orang dewasa itu sebatas mana.
10:44Karena ketika anak tidak ada perlindungan, tahu anak ini tidak melawan, tahu anak ini cuma sebatang karak artinya tidak ada
10:51orang yang mengetahui keadaannya.
10:53Maka kesadisan perilaku itu menjadi unlimited.
10:57Dia tidak tahu bagaimana menyetopnya.
11:00Karena merasa ketika anak sebagai objek itu terlampiaskan emosinya dia puas.
11:07Nah ini akhirnya menjadi tidak terbatas dan bisa meranggut nyawa seseorang.
11:12Itu tadi yang paling penting adalah awareness atau kesadaran bahwa kalau misalnya memang ada permasalahan secara psikologis segera menghubungi orang
11:20terdekat.
11:20Kalau keluarga atau kerabat atau mungkin tetangga penonton kompas TV merasa ada yang salah dengan anak tetangganya atau kerabatnya segera
11:28melapor.
11:29Karena dari laporan itulah kita bisa mencegah agar kejadian seperti ini tidak terjadi kembali.
11:33Terima kasih atas diskusinya di siang hari ini.
11:36Sani Budiantini Hermawan, psikolog anak remaja dan keluarga selamat beraktifitas kembali.

Dianjurkan