Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Situasi di Selat Hormus kembali memanas setelah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan wilayah udara dan pangkalan militer mereka untuk Amerika Serikat.

Langkah ini dinilai dapat memperpanjang eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya sempat mereda. Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah UI, Yon Machmudi, menilai Iran tidak akan menerima negosiasi yang disertai tekanan militer.

"Iran tidak akan melakukan persetujuan di bawah tekanan. Maka tentu dalam hal ini akan menjadi hambatan terbesar bagi Iran. Karena itu dianggap bahwa Amerika melakukan negosiasi dan setiap negosiasi sedang berjalan 'on the table' di situ Amerika melakukan pengeboman," kata Yon Machmudi dalam program Sapa Pagi, Sabtu (9/5/2026).

Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Keamanan UI, Stanislaus Riyanta, melihat strategi Amerika Serikat lebih dipengaruhi faktor politik domestik dibanding kepentingan perang itu sendiri.

Baca Juga Trump Ungkap Akan Bahas Iran Saat Bertemu Xi Jinping di https://www.kompas.tv/internasional/667357/trump-ungkap-akan-bahas-iran-saat-bertemu-xi-jinping



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667872/full-arab-saudi-kuwait-beri-akses-selat-hormuz-untuk-as-eskalasi-timur-tengah-terancam-membesar
Transkrip
00:00Saudara situasi Selat Hormuz kian memanas, kini Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara untuk Amerika
00:07Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz.
00:10Akankah langkah dua negara ini jadi hambatan antara Amerika Serikat dengan Iran untuk mencapai kesepakatan damai?
00:17Lalu bagaimana Iran bersikap untuk mengamankan Selat Hormuz?
00:20Kami akan membahasnya dengan sejumlah narasumber yang sudah hadir melalui sambungan daring.
00:24Ada Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah Universitas Indonesia, ada Pak Iwan Mahmudi.
00:30Dan juga ada pengamat intelijen keamanan Universitas Indonesia, ada Pak Astani Slaus Rianta.
00:34Selamat pagi Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
00:37Selamat pagi, Assalamualaikum.
00:40Saya ingin ke Pak Iwan dulu.
00:42Pak Iwan ini kalau kita lihat ya, Arab Saudi dan juga Kuwait langkah yang kemudian dilakukan untuk membuka kembali Amerika
00:52Serikat, membebaskan Amerika Serikat kembali.
00:54Ini bukannya malah memperkeruh keadaan yang saat ini kemarin sempat meredah begitu antara Amerika Serikat dan juga Iran.
01:04Bagaimana Anda melihat ini?
01:05Ya, apabila kemudian izin dari Arab Saudi dan Kuwait ini berlangsung, maka tentu dampak yang akan terjadi adalah potensi perang
01:20akan semakin berkepanjangan.
01:23Karena Iran sendiri tidak mau menyerah dengan tekanan ya dalam kaitan diplomasi.
01:31Nah, the bombing diplomasi, diplomasi bom yang dilakukan oleh Amerika itu benar-benar tidak bisa diterima oleh Iran.
01:38Iran tidak akan melakukan persetujuan di bawah tekanan.
01:42Maka, tentu dalam hal ini akan menjadi hambatan ya terbesar bagi Iran karena itu dianggap bahwa Amerika melakukan negosiasi dan
01:55setiap negosiasi sedang berjalan on the table, di situ Amerika melakukan pengaboman.
02:00Dan saat ini kemudian kita lihat Saudi dan Kuwait yang awalnya pada operasi pertama ya, freedom operation itu tidak mengizinkan.
02:13Tetapi kemudian setelah itu dalam perdebatan yang sangat alot akhirnya diizinkan ya ini akan berpotensi dalam eskalasi.
02:23Tapi tentu kita akan lihat ya sejauh mana izin itu apakah hanya airspace yang digunakan atau juga militer ya untuk
02:32dipakai ya sebagai pangkalan Amerika, pasukan dan juga asistanya di sana.
02:40Atau sebagai manuver saja ya untuk bisa masuk ya sebagai overflight di wilayah Amerika.
02:47Tetapi kalau kemudian diaktifkan kembali pangkalan militer yang sebelumnya sudah dikosongkan ya ini tentu dianggap sebagai ancaman baru bagi Iran
03:00bahwa ya dua negara itu Saudi, Kuwait dan tentu UAE ya dianggap secara terang-terangan terlibat di dalam peperangan ini.
03:09Yang selama ini mereka mencoba untuk menarik diri untuk terlibat tapi apakah sudah dihitung ya sejauh itu izin dari Saudi
03:19dan Kuwait dalam hal mendukung ya operasi pembebasan yang dilakukan oleh Amerika.
03:26Oke jadi apa yang sebenarnya menjadi pertimbangan kalau dari kacamata Anda ya Pak Yon? Apa yang menjadi pertimbangan kemudian Arab
03:34Saudi dan juga Kuwait ini akhirnya memau membuka kembali pangkalan militer mereka untuk Amerika Serikat?
03:43Kalau menurut Anda hal yang paling krusial yang menjadi pertimbangan dari kedua negara ini?
03:49Ya dari pihak Amerika kan mengatakan bahwa ini adalah operasi terbatas ya military operation bukan perang ya sebagai upaya dan
03:59diyakinkan bahwa dengan operasi ini Iran akan mau menandatangani perjanjian ya yang sudah ditawarkan oleh Amerika.
04:09Tapi kan ketika melihat respon dari Iran ya nampaknya ini diberikan jalan utama bahwa Iran tidak mau ditekan dengan melalui
04:17operasi militer itu yang dipandang sebagai pelanggaran terhadap kejatan-kejatan yang disepakati ya.
04:24Walaupun Amerika hanya mengatakan itu sebagai operasi militer terbatas dan Arab Saudi Kuwait mengizinkan ya guna untuk mendukung apa jalannya
04:34perundingan.
04:35Nah tapi pertanyaannya apakah kemudian perundingan itu bisa terlaksana dengan baik di tengah-tengah tekan operasi militer itu?
04:43Nah dan Arab Saudi pasti juga berpikir tidak akan mengizinkan ya apabila eskalasi berkelanjutan dalam hal penggunaan wilayah mereka ya
04:55untuk operasi yang dilakukan oleh Amerika.
04:58Oke kalau dari kacamata Pak Stanislaus selaku pengamat intelijen dan keamanan dari Universitas Indonesia Pak Stanis apa sebenarnya strategi yang
05:08sedang dimainkan oleh Amerika Serikat?
05:11Beberapa hari lalu mengatakan operasi militer sudah dihentikan, Epic Fury, kemudian kok endelalah Amerika Serikat menyerang kapal tanker milik Iran
05:20termasuk juga dukungan yang saat ini dilakukan oleh Arab Saudi dan juga Kuwait.
05:25Strategi apa yang saat ini tengah dimainkan oleh Amerika Serikat?
05:30Saya justru melihat bukan di perangnya tapi di internal Amerikanya jadi tekanan dari masyarakat terutama terkait tekan politik, tekan ekonomi
05:39bahkan beberapa dari pihak Amerika mengatakan perang ini sangat mahal biayanya kemudian dampaknya tidak seberapa ini mengakibatkan Trump harus tetap
05:48menjaga suasana perang dan meyakinkan bahwa Trump itu pemenang.
05:51Ini kan dia mau eksis strategi, eksis strategi Trump untuk meninggalkan Iran terutama nanti menghadapi pemilu selah juga harus ada
05:58banyak prestasi yang ditunjukkan kepada masyarakat.
06:02Makanya Trump ingin menunjukkan bahwa perang belum selesai, permusuhan tetap terjadi dan dia menang.
06:08Padahal kalau kita melihat sebenarnya Amerika sudah dua bulan ini belum berhasil mengalahkan Iran.
06:14Iran tidak kalah karena terbukti masih bisa melakukan perlawanan.
06:16Dan dengan menjaga situasi itu maka Amerika ingin melibatkan pihak lain supaya tetap menjaga suasana ini dan supaya tidak dianggap
06:25kalah.
06:25Jadi ini nampak lebih banyak dari faktor internal Amerika sendiri sehingga Trump tetap menjaga suasana di Hormuz tetap panas sebenarnya.
06:34Oke tapi yang justru bukannya sebaliknya ya ketika memang Amerika Serikat dalam hal ini adalah Trump menjaga Hormuz tetap panas
06:42untuk menunjukkan bahwa perang ini belum selesai.
06:45Kemudian Amerika Serikat masih punya kekuatan tapi di sisi lain di internal Amerika Serikat sendiri justru ini bukannya menjadi backfire
06:53terhadap Presiden Donald Trump dengan reputasinya yang justru semakin tergerus.
07:01Ya ini kan sudah terbelah memang terbelah suasana di Amerika tidak seperti di Iran yang justru malah semakin kompak bersatu
07:08bahkan ketika ada pendaftaran milisi udah hampir semua orang di Iran orang dewasa mendaftar milisi dan kompak untuk malah Amerika.
07:15Tapi di Amerika berbeda. Sebagian pihak mengatakan ini bukan perang Amerika ini perangnya Trump.
07:20Kemudian banyak protes juga terkait biaya.
07:23Tapi ketika Trump nanti meninggalkan Iran dengan kekalahan itu akan lebih memalukan lagi.
07:29Karena biaya sudah sangat besar kemudian sudah berhari-hari tidak bisa mengalahkan Iran.
07:33Maka tetap Trump berupaya agar dalam perudingan ini harus dimenangkan oleh Amerika.
07:39Jadi beberapa pasal-pasal yang diajukan Iran itu tidak boleh terlalu memenangkan Iran tapi juga tidak boleh mengalahkan Amerika.
07:49Jadi Amerika melakukan tekanan-tekanan termasuk dengan melakukan upaya bom dan lain-lain.
07:53Jadi menjaga hormus tetap panas ini salah satu strategi Amerika supaya tidak kalah di mata publik di Amerika.
08:00Bagaimana respon Pak Yon melihat perspektif dari Pak Stanis yang mengatakan
08:06Trump menjaga hormus tetap panas untuk bisa menjaga internal dari Amerika sendirikat sendiri?
08:15Ya memang kan betul ya bahwa Amerika sendirikan ingin menyampaikan kepada publik di dalam termasuk juga publik internasional
08:24bahwa negara-negara teluk itu mendukung apa yang dilakukan oleh Trump dalam upaya untuk membebaskan selat hormus.
08:32Jadi upaya untuk menegosiasikan dalam tanda kutip memaksa meyakinkan Saudi dan Kuwait untuk menerima
08:40dibuka ya penggunaan pangkalan militer ya mereka untuk operasi militer ya
08:48yang itu sebagai operasi sementara sebenarnya kan bukan dianggap
08:53Trump juga mengatakan ini bukan perang ini kan hanya operasi militer untuk kemudian memberikan tekanan kepada Iran.
09:01Nah dalam hal ini juga kita bisa membaca tentu Saudi dan Kuwait juga punya strategi ya
09:06tidak mudah begitu diseret oleh Amerika.
09:09Bisa saja permintaan Trump ini dalam hal permintaan terakhir lah begitu ya
09:15dalam hal ini begitu ya bisa menerima permintaan Amerika setelah itu nomor gitu ya
09:25tidak ada lagi permintaan yang dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan Trump
09:31dalam penguasaan dan pembebasan selat hormus.
09:35karena yang membuat selat hormus itu ditutup itu kan karena Trump itu sendiri
09:41karena sebelumnya sebelum perang selat hormus itu terbuka dan bebas gitu ya
09:46tapi setelah perang justru selat hormus ini menjadi tertutup ya
09:51kalau kemudian tujuan perang itu untuk membebasan selat hormus
09:55saya kira itu bukan capaian karena sebelum perang selat hormus sudah dibuka gitu sekarang
10:00tidak ada masalah
10:01ya sebagai apa kreditnya selat hormus sudah dibuka dan bebas
10:07saya kira kan ini jauh dari esensi kemenangan perang yang digaungkan ya Amerika
10:13dan juga Israel di awal-awal perang.
10:15saya menganggap ya bisa saja permintaan ke Arab Saudi dan Kuwait itu sebagai permintaan terakhirlah
10:21dari Trump sebagai negara bersabak tolong untuk hal ini ya bisa dipenuhi
10:27dan dia berjanji saya kira tidak akan mengarah kepada perang yang lebih besar.
10:33Oke jadi Anda melihat ini merupakan permintaan terakhirlah
10:36nomor lagi lah Trump soal ini begitu ya.
10:38Nah bagaimana kalau menurut Pak Stanis?
10:43Ya sebenarnya ini kan sudah perubahan intensi ya
10:47sejak pertama kali perang kan Amerika isunya adalah nuklir uranium
10:51tetapi ketika sudah mulai masuk ke minggu kedua, minggu ketiga
10:55sekarang sudah berpindah ke selat hormus
10:56sekarang isunya sudah bukan uranium lagi
10:58tetapi sudah masalah selat hormus yang mengganggu ekonomi dunia dan lain-lain ini
11:03Amerika nampak bahwa perang ini tidak jelas
11:06perang yang tujuannya tidak jelas maka hasilnya juga tidak akan jelas
11:10maka dia ingin membuat ini semakin jelas
11:12maka dengan mengajak beberapa negara
11:15kemudian dia juga perjanjian-perjanjian ini diatur seenaknya Amerika
11:19tidak mengakomodir kepentingannya Iran
11:23ini nampak semakin tidak jelas
11:24tapi ini melihat bahwa sebenarnya
11:26kalau kita melihat ini semua secara lengkap
11:30ya sebenarnya Amerika kalah
11:31atau Amerika tidak bisa mengalahkan Iran
11:34dan ini membuat malu Trump
11:35maka segala upaya akan dilakukan Trump
11:37supaya dia tidak malu
11:39ini kan penting sekali menjaga citra Trump
11:41supaya di pemilu sejala kemarin tidak kerepotan
11:45apalagi Trump juga ada kasus yang sangat merepotkan dia
11:50maka menjaga situasi tetap panas
11:52isunya tetap dia menang perang
11:54itu kan penting bagi Trump
11:55oke tapi kemudian yang jadi pertanyaan
11:58kenapa baru sekarang Arab Saudi dan juga Kuwait membuka
12:03membuka lagi akses bagi Amerika Serikat
12:09ketika Amerika Serikat dan juga Iran
12:12ini sedang menjajaki kesepakatan damai
12:16apa yang menjadi pertanyaannya adalah
12:22kenapa baru sekarang?
12:23apa pemicunya?
12:24ya Pak Stanis
12:25ya kan tidak hanya Arab dan Kuwait
12:28yang baru sekarang-sekarang ini mulai berkomunikasi
12:31China juga baru sekarang-sekarang ini berkomunikasi
12:33secara terbuka dengan Amerika dengan Iran
12:36ini kan sebenarnya ketika sudah ada arah menuju perdamaian
12:40maka banyak pihak akan membantu
12:42Jerman juga kan
12:43Pransi juga sudah mulai mengirimkan kapal
12:46ini saya kira upaya-upaya banyak pihak
12:48untuk segera mendamaikan situasi
12:50dan Selat Hormus segera dibuka
12:52jadi tujuannya ketika dibuka itu sebenarnya bukan untuk perang
12:57tetapi untuk berdamai
12:58saya yakin bahwa semua arahnya ke situ
12:59tetapi tidak untuk membantu Amerika secara terbuka
13:03kemudian untuk membantu perang melawan Iran
13:06tidak tetapi untuk tujuannya adalah membuka Selat Hormus
13:09oke tapi kalau saya bertanya ke Pak Yon
13:11Pak Yon jadi sebenarnya bagaimana sih sejarah hubungan
13:15hubungan antara Uni Emirat Arab begitu ya
13:19dalam hal ini adalah Arab Saudi
13:21kemudian adalah Kuwait dan juga Iran
13:23ada friksi-friksi yang kemudian harus dijelaskan kepada pemirsa
13:28mengapa kemudian akhirnya Kuwait dan juga Arab Saudi
13:34membuka untuk Amerika Serikat
13:37ya memang kan konstelasinya berubah-ubah
13:41sebelum Ayatullah berkuasa
13:44sah Iran itu adalah pendukung utama Amerika dan Israel
13:48sementara negara-negara Arab adalah
13:52konfrontasi dengan Amerika dengan Israel
13:54tetapi kan situasinya berubah
13:56sekarang Arab bersama dengan Amerika dan Israel
14:00kemudian Iran memusuhi
14:02tetapi itu terjadi perubahan setelah perang
14:05Amerika-Israel dengan Iran
14:07bahwa ternyata negara-negara Arab juga tidak mau
14:10sepenuhnya dijadikan korban oleh Amerika
14:13dalam kaitannya perang ini
14:15sehingga semua saya kira di regional itu
14:17sudah mulai berpikir secara rasional
14:19mengukur ya untuk ruginya
14:21resiko-resiko dihadapi apabila
14:24harus mendukung Amerika
14:25nampaknya Trump saja yang kemudian secara emosional
14:28gitu ya memaksakan
14:29perang ini dan
14:31ketika akan mengakhiri
14:33ini nanti kan ada foto session itu
14:35dalam mengakhiri perang ini
14:37Trump inginnya di belakang Trump itu
14:40ada negara-negara Arab yang tetap mendukung
14:43atau bersamanya
14:45walaupun secara psikologis negara-negara Arab itu
14:47sudah tidak happy lagi begitu ya
14:49dengan Trump
14:51tetapi kan ini strategi untuk menyelamatkan
14:54facing the face ya Trump itu sendiri
14:56dan dengan itu
14:58negara-negara Arab berpikir bahwa
15:01perang akan diakhiri
15:02kemudian juga
15:05negosiasi itu akan menghasilkan ya
15:08ya saya katakan tadi ini adalah
15:11permintaan terakhir gitu ya
15:12Trump mungkin
15:13dengan mengatakan please gitu ya
15:16saya berjanji bahwa ini terakhir
15:19dan semua akan baik saja
15:21permus akan dibukul
15:22saya kira itu
15:23tapi kalau mengajak untuk berperang
15:25pasti akan ditolak oleh negara-negara Arab
15:27oke termasuk juga
15:28apa yang disampaikan oleh
15:30pihak Iran kalau memang
15:32perang ini
15:33perang yang dipaksakan
15:35itu artinya
15:36Kuwait dan juga
15:37Arab Saudi juga
15:38terpaksa
15:39menurut Anda seperti itu?
15:41ya akan
15:42dan mereka juga
15:43tidak akan
15:44terlibat dalam suatu posisi
15:46yang memaksa mereka
15:48begitu ya
15:48berperang
15:49sementara strategis
15:51ya mereka
15:51melihat
15:52itu tidak
15:53menguntungkan mereka
15:55Iran sendiri kan juga
15:56mengatakan
15:57klaim Amerika
15:58bahwa kehanjuran itu telah
15:59nyata ya
16:01tentara dan juga
16:02balestiknya sudah hancur
16:04tetapi kan
16:05Menteri Luar Negeri mengatakan
16:06tidak sebaliknya
16:07kami sudah
16:08kondisinya 120%
16:10dibanding sebelumnya
16:12begitu ya
16:13kekuatan yang kami
16:14miliki
16:15nah ini kan juga
16:15perang urat syarab
16:16juga dilakukan
16:18dan apakah
16:19negara-negara Arab
16:20mau bersama Amerika
16:22dalam kondisi
16:23seperti ini
16:24dan
16:25kondisi memang
16:26perang
16:26harus dan akan
16:28disudahi
16:29tetapi bagaimana
16:30menyudahi itu
16:31saya kira
16:31yang sedang
16:33dinegosiasi ya
16:34dalam
16:35apa
16:35perundingan-perundingan
16:37beberapa hari ini
16:38oke
16:38jadi formulasi
16:39untuk menyudahi
16:40perang ini
16:41inilah yang kemudian
16:42sedang digodok
16:43bersama
16:44begitu ya
16:45tidak hanya
16:45oleh Amerika Serikat
16:47dan juga Iran
16:47tapi kemudian juga
16:48negara-negara
16:49teluk di sana
16:51begitu
16:51harus berstrategi
16:52kalau Pak Stanis
16:54sendiri melihat
16:54apakah
16:55pemicunya
16:56salah satunya
16:57Amerika Serikat
16:58ini dalam tanda kutip
17:00memanas lagi
17:01di Hormuz
17:02adalah
17:02oke ini permintaan terakhir
17:04dan segala macam
17:04tapi
17:05dibentuknya
17:07badan pengendali
17:08Hormuz
17:08yang
17:09dikatakan oleh
17:10Iran
17:11ini membuka
17:12justru membuka
17:14apa ya
17:14membuka
17:15perang lagi
17:16di selat
17:16Hormuz
17:17semakin
17:17tajam
17:18dan juga
17:18semakin memanas
17:21ya ini kan
17:22sebenarnya
17:22kegagalan Amerika
17:23untuk
17:24berperang
17:25di dalam ilmu perang
17:26kan sebenarnya
17:26kalau kita bisa
17:27mengenali musuh kita
17:28dengan detail
17:29maka kita bisa
17:30mengalahkan
17:31tapi Amerika
17:31tidak bisa
17:32melihat
17:33bagaimana Iran
17:34saat ini
17:35bahkan ketika
17:36Amerika
17:36melakukan
17:37klaim
17:37telah menghancurkan
17:38Iran
17:39ternyata
17:39kita lihat
17:40di media
17:40beberapa hari ini
17:42ada bocoran
17:42dari CIA
17:43yang mengatakan
17:44bahwa
17:44kekuatan Iran
17:46itu 70%
17:46masih utuh
17:47bahkan sekarang
17:48milisi-milisi
17:49milisi-milisi
17:49mulai
17:50bergabung
17:51ini menunjukkan
17:52sebenarnya
17:52Iran makin solid
17:54di dalam perang ini
17:55sementara Amerika
17:56malah makin tidak solid
17:57makin banyak pertentangan
17:58untuk Trump
17:59nah akhirnya
18:00strategi
18:01Trump itu
18:01berubah-ubah
18:02labil
18:03dari sejak pertama
18:04mau melakukan serangan udara
18:05mau pendaratan
18:06di darat
18:07di pantai
18:08kemudian
18:08serangan macam-macam
18:10itu tapi tidak pernah dilakukan
18:11atau mungkin
18:12hanya nyaris
18:12hanya kecil saja
18:13sehingga
18:14dramanya berubah-berubah
18:16terus
18:16serinya berubah-berubah
18:17sampai sekarang
18:17mau membuat
18:18badan pengendali hormus
18:19ya pasti tentu ditolak
18:20karena Amerika
18:21siapa dia
18:22ini kan di kawasan
18:23kawasan timur tengah
18:24dia bukan siapa-siapa
18:25disitu
18:26kenapa mau membuat
18:26seperti itu
18:27dan pasti akan banyak
18:28dikentang
18:29jadi saya kira
18:30ini drama-drama ini
18:31sebenarnya adalah
18:32bentuk
18:32ketidak konsistenan
18:34Trump
18:34atau bentuk
18:35kepanikan Trump
18:35yang tidak bisa
18:36mengalahkan Iran
18:37oke
18:39oke jadi ya
18:39kalau kita lihat
18:40memang dari awal
18:41perang ini dilakukan
18:42terlihat sekali
18:43inkonsistensi
18:44dari seorang
18:45pemimpin negara
18:46Amerika Serikat
18:47Donald Trump
18:48begitu ya
18:48untuk bisa melakukan
18:49penyerangan
18:50ke Iran
18:52tapi
18:52terakhir
18:53yang ingin
18:54saya tanyakan
18:55adalah
18:55soal formulasi
18:57apa
18:57sebenarnya
18:58yang bisa
18:59diterima oleh
19:01Amerika Serikat
19:01dan juga
19:02Iran
19:03untuk bisa
19:04secepatnya
19:05mencapai
19:06kata
19:06sepakat
19:07yang paling
19:08realistis
19:09menurut Anda
19:09Pak Stanis
19:11ya Amerika
19:12tentu ingin
19:12mengatakan
19:13bahwa dia bisa menang
19:13dia menang
19:14kemudian
19:15Iran mengibarkan
19:16bendera putih
19:17dan ini tidak bisa terjadi
19:18saya yakin
19:19Iran adalah
19:20negara dengan
19:21ideologi yang kuat
19:22dan siap untuk perang
19:22jadi tidak mungkin
19:23mengibarkan bendera putih
19:25mendingan mereka
19:25gugur dalam
19:27perperangan
19:27daripada menyerah
19:28jadi ini sangat sulit
19:29saya kira nanti
19:30jalan terbaiknya
19:31adalah sama-sama
19:32menghentikan perang
19:33kemudian jeda
19:34tanpa batas waktu
19:35kemudian
19:36semua saling mengklaim
19:37menang
19:37itu yang akan terjadi
19:38kalau Pak Yon
19:40bagaimana pandangan Anda
19:41Pak Yon
19:41formulasi yang menurut Anda
19:43paling realistis
19:45saat ini
19:45bisa dijalankan
19:46oleh Amerika Serikat
19:47tapi juga bisa
19:48diterima oleh Iran
19:49ya tentu kan
19:51pilihannya adalah
19:53yang pertama
19:53pilihan perang
19:54tidak lagi menjadi
19:55sesuatu yang diminati
19:56baik oleh
19:57Amerika
19:58atau Iran
19:59itu sendiri
20:00maka negosiasi
20:01menuju perdamaian
20:02itu yang kemudian
20:03sedang dikejar
20:04nah bagaimana
20:05kedua-duanya
20:06bisa mencapai
20:07win-win solution
20:08bahwa
20:08Amerika juga
20:10tidak disebut
20:11sebagai
20:11the loser
20:12Iran juga
20:13kemudian tidak menyerah
20:14kepada
20:15Amerika
20:16ini kan
20:17kuncinya
20:17dan salah satu
20:18aspek penting
20:19itu kan
20:20negosiasi tentang
20:21pengayaan nuklir itu
20:22bahwa Amerika
20:23tetap
20:24tidak ada pengayaan
20:25siapapun
20:26akan
20:27berpikir bahwa
20:28tidak ada yang
20:29mengatakan
20:31bahwa Iran
20:31capable
20:32nah ini kan
20:32klaim yang dilakukan
20:33oleh Amerika
20:34termasuk juga
20:35bahan-bahan
20:36pengayaan
20:37yang akan
20:37diambil oleh
20:38oleh Amerika
20:39tapi Iran
20:40mengatakan
20:40yaitu diserahkan
20:41pada negara ketiga
20:43yaitu bisa saja
20:43ke Rusia
20:45nah proses
20:46ke negosiasi
20:47nampaknya kan
20:47sudah mulai
20:48ada
20:48mencair ya
20:50tidak pada
20:51tadi tekanan
20:52yang sebelumnya
20:53ya
20:53no more
20:53uranium
20:54dan lain sebagainya
20:55tetapi
20:56batas waktunya
20:57kalau Amerika
20:5720 tahun
20:58kemudian Iran
20:59menawar 10 tahun
21:00berarti kan
21:01sudah mulai
21:02titik-titik negosiasi
21:03yang harusnya
21:04itu bisa
21:05segera
21:06dicapai
21:07Amerika sebenarnya
21:08tidak ada kepentingan
21:09untuk melarang
21:10pengayaan uranium
21:11karena kan jauh
21:12dari Amerika
21:14tapi pasti
21:15yang menjadi
21:16hambatan adalah
21:17kepentingan Israel
21:18karena itu
21:18akan mengancam
21:19Israel
21:20nah ini
21:20saya kira
21:21hal yang akan
21:22menjadi titik
21:23krusial
21:24dan dalam
21:25seminggu-dua minggu
21:26harusnya sih bisa
21:27tercapai
21:28deal
21:28untuk penghentian perang
21:29oke
21:30paling tidak
21:31seminggu-dua minggu
21:32ke depan
21:32kita harapkan
21:33kesepakatan ini
21:34bisa ada
21:35titik terang
21:35itu soal uranium
21:37lalu bagaimana
21:38dengan hormus
21:38yang tampaknya
21:39kedua belah pihak ini
21:41masih
21:42apa ya
21:42kekeh
21:43dengan pendirian mereka
21:45masing-masing
21:45ya
21:47kalau itu
21:48sudah mulai
21:48disepakati
21:49maka konsekuensinya
21:51hormus akan
21:51dibuka
21:52jadi
21:53ketika
21:54Iran
21:55mendapatkan
21:56jaminan
21:56bahwa Amerika
21:57tidak akan
21:58lagi mengulangi
21:59serangan
22:00ke depannya
22:01kemudian
22:02Iran
22:03mau
22:04menegosiasikan
22:05masalah
22:05uranium
22:06maka
22:08secara otomatis
22:09ya hormus
22:09akan dibuka
22:11saya kira
22:11posisi ini ya
22:12hormus yang dibuka
22:13itu adalah
22:14yang ditunggu-tunggu
22:15oleh
22:15dunia internasional
22:16sementara
22:17masalah nuklir
22:18kan ya
22:18sesuatu yang
22:19sebenarnya
22:19tidak
22:20tidak penting
22:21ya
22:21tapi
22:22Amerika
22:22sudah
22:23dianggap
22:24sebagai
22:24negara yang
22:25bertanggung jawab
22:26diatas
22:26tragedi
22:27penutupan
22:28selat
22:29hormus
22:29oke
22:29baik
22:30terima kasih
22:30guru besar
22:31sejarah dan
22:31geopolitik
22:32timur tengah
22:32dari Universitas
22:33Indonesia
22:33Pak Ion Mahmudi
22:34kemudian
22:35juga ada
22:35pengamat
22:36intelijen
22:36dan keamanan
22:37Universitas
22:38Indonesia
22:38Pak
22:38Stanislaus
22:39Rianta
22:40telah bergabung
22:40bersama kami
22:41sangat selalu
22:41Bapak-Bapak
22:42Assalamualaikum
22:43Selamat pagi
22:43Assalamualaikum
22:45Makasih
Komentar

Dianjurkan