Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin angkat bicara menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai pembiayaan bank syariah masih relatif mahal dibanding bank konvensional.

Pernyataan ini disampaikan Ma’ruf kepada wartawan di Jakarta Selatan pada Rabu, 25 Februari 2026. Ia menegaskan, mahal atau tidaknya pembiayaan syariah perlu dilihat secara menyeluruh, terutama dari karakteristik sistem bagi hasil yang berbeda dengan bunga pada bank konvensional.

Kritik tersebut memicu diskusi di kalangan pelaku industri dan ekonom mengenai struktur biaya dan skala bisnis bank syariah di Indonesia.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/bisnis/2026/02/25/083341/maruf-amin-respons-menkeu-purbaya-soal-mahalnya-bank-syariah

Creative/Video Editor: Awa/Leo

#Ma'ruf #Purbaya #BankSyariah
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Ma'aruf Amin tanggapi menku purbaya soal bank syariah mahal, ini penjelasannya.
00:06Mantan Wakil Presiden Ma'aruf Amin angkat bicara menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa
00:12yang menilai pembiayaan bank syariah masih relatif mahal dibanding bank konvensional.
00:18Pernyataan yang disampaikan Ma'aruf kepada wartawan di Jakarta Selatan pada Rabu 25 Februari 2026.
00:24Ia menegaskan mahal atau tidaknya pembiayaan syariah perlu dilihat secara menyeluruh
00:29terutama dari karakteristik sistem bagi hasil yang berbeda dengan bunga pada bank konvensional.
00:35Menurut Ma'aruf, skema bagi hasil memang bisa membuat imbalan bank terlihat lebih tinggi saat keuntungan besar.
00:41Namun di sisi lain, resiko yang ditanggung lembaga keuangan syariah juga lebih besar.
00:47Karena itu perbandingan biaya tidak bisa dilakukan secara sederhana.
00:51Ia juga mengakui bahwa salah satu penyebab biaya pembiayaan syariah masih tinggi adalah faktor operasional.
00:59Volumen usaha perbankan syariah dinilai belum sebesar bank konvensional sehingga efisiensi belum optimal.
01:06Kedepan, ia mendorong adanya pembenahan agar layanan syariah bisa semakin kompetitif.
01:12Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyoroti bahwa pembiayaan perbankan syariah cenderung lebih mahal.
01:19Kritik tersebut memicu diskusi di kalangan pelaku industri dan ekonom mengenai struktur biaya dan skala bisnis bank syariah di Indonesia.
Komentar

Dianjurkan