Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Viral di media sosial, kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surakarta mendadak muncul dengan julukan “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps. Nama tak biasa itu langsung memicu perbincangan luas publik.

Menanggapi fenomena ini, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Aria Bima menyebutnya sebagai bagian dari ekspresi publik dalam demokrasi. Namun ia mengingatkan, viralnya sesuatu di media sosial belum tentu jelas tujuannya, bisa jadi bentuk dukungan, tapi bisa juga mengarah pada opini negatif.

Di sisi lain, ajudan pribadi AKBP Syarif Fitriansyah menegaskan pihak internal tidak merasa tersinggung dengan penamaan tersebut. Lalu, apakah ini sekadar tren digital… atau gambaran perubahan cara publik memandang pemimpin? Simak penjelasan lengkapnya di video ini.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/19/212956/rumah-jokowi-berubah-jadi-tembok-ratapan-solo-begini-kata-pdip

Creative/Video Editor: Nura/Leo

#Tembok #PDIP #Solo
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Viral julukan Tembok Ratapan Solo, PDIP beri tanggapan
00:04Fenomena viral terjadi di kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surakarta
00:10setelah lokasi rumah tersebut di Google Maps mendadak diberi nama Tembok Ratapan Solo
00:16oleh pengguna platform dan ramai diperbincangkan di media sosial
00:21Menanggapi hal itu, politisi PDIP Perjuangan, Arya Bima
00:26menyatakan fenomena tersebut merupakan bagian dari ekspresi pabrik dalam demokrasi
00:32Namun, ia mengingatkan bahwa informasi yang viral di media sosial belum tentu jelas motifnya
00:39Apakah bentuk dukungan atau justru upaya menjerumuskan seseorang menjadi bahan hijatan pabrik?
00:46Menurut Arya Bima, tren masyarakat, terutama generasi muda
00:51ini lebih mengedepankan meritokrasi dibanding pengkultusan individu
00:56terhadap pemimpin
00:57Ia menilai masyarakat semakin kritis dan menilai pemimpin berdasarkan visi, misi, serta kinerjanya
01:04Sementara itu, ajudan pribadi AKBP Syarif Fitriansyah
01:09menyatakan bahwa pihak internal tidak merasa tersinggung dengan penamaan tersebut
01:14Saat dihubungi alat media pada Senin, 16 Februari 2026
01:20Selamat menikmati!
01:26Terima kasih telah menonton!
01:30Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan