Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Roy Suryo menjelaskan persiapannya jelang sidang gugatan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melalui citizen lawsuit di Pengadilan Negeri (PN) Solo.

"Artinya teman-teman semua ini adalah fakta yang besok tidak terpatahkan, tidak terbantahkan. Besok akan saya tampilkan pada sidang citizen lawot di Solo pada hari Rabu tanggal 18," kata Roy Suryo konferensi pers terkait ijazah Jokowi, Senin (16/2/2026).

#roysuryo #ijazahjokowi #sidangijazahjokowi #pnsolo

Baca Juga Tiba-Tiba Tuntut Roy Cs di Kasus Ijazah Jokowi, Purnawirawan TNI Moeryono Beber Dukungan Jenderal? di https://www.kompas.tv/nasional/651051/tiba-tiba-tuntut-roy-cs-di-kasus-ijazah-jokowi-purnawirawan-tni-moeryono-beber-dukungan-jenderal



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651061/roy-suryo-beberkan-persiapan-jelang-sidang-citizen-lawsuit-ijazah-jokowi
Transkrip
00:00Tadi sudah sangat detail yang disampaikan oleh Dr. Tifa, tapi saya ingin sampaikan penegasan juga.
00:05Jadi, kalau saja apa yang dikatakan Pak Komjen Pol, penawiran Pak Ugrosino tadi memang benar, ya gitu, artinya dijalankan dengan
00:15benar,
00:15maka SP3 yang namanya Surat Perintah Penghentian Penyidikan, ya itu diambil suratnya, ya selesai.
00:21Jadi, tuyulnya ada 8, ya, ini tuyulnya cuma 2.
00:25Jadi, karena tuyulnya cuma 2, maka ini aneh, ya gitu.
00:29Maka ini sekali lagi, dulu ada kiasan yang sampai ke oleh sahabat kita dari Bonjowi, Pak Lukas Luarso,
00:362 tuyul menunggu jin ifrit, ya.
00:38Saya nggak tahu yang sebut 2 tuyul itu siapa, jin ifritnya siapa, ya.
00:42Tanya ke pembuat kartu dini, ya.
00:44Nah, ini intinya yang ingin kami sampaikan.
00:47Jadi, yang disampaikan tadi adalah apa?
00:49Kami sebenarnya sudah mencurigai sejak lama, makanya kami tuliskan dalam bentuk tulisan ilmiah
00:56akhirnya sudah diuji oleh beberapa dokter dan juga profesor.
01:00Ada Dr. Hido Ahmadi, ada Profesor Tono Saksono, ada Profesor Din Samsudin, ada juga Profesor Daniel Mutakin,
01:09ada juga misalnya Prof. Henry Subiakto dalam buku Jokowi's White Paper.
01:14Artinya apa?
01:15Ada memang beberapa spesimen ijasa yang berbeda-beda.
01:18Saya nanti akan tambahkan, bukan hanya soal ijasa.
01:21Dan ini yang mungkin akan saya tampilkan, karena itu yang kami lihat sebagai primary evidence
01:25atau bukti primer yang kami pegang sendiri, kami sentuh sendiri,
01:30dan bahkan kami terima langsung dari pejabat yang berwenang.
01:33Maka, saya ingin ulangi sedikit, mereview sedikit.
01:36Ini yang disebut tadi penampakan ijasa Jokowi, ya.
01:39Tanggal 24 Oktober 2022.
01:43Websitenya masih ada sampai dengan sekarang.
01:45Ya, saya nggak perlu bacakan di situ.
01:47Ya, itu ada.
01:48Jadi, ini memang resmi.
01:50Artinya apa?
01:50Artinya tidak terkena pasal 32 dan 35.
01:54Karena yang ditampilkan adalah Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Sigit Sunarta.
01:58Dan itu ditampilkan waktu itu.
02:00Itu kenapa kami belum bergerak melakukan penelitian.
02:04Karena apa?
02:05Ini masih berupa fotokopi hitam putih.
02:08Jadi ini yang saya tambahkan dari dokut Tifa.
02:10Karena hitam putih, kami belum bisa memeriksa yang namanya tekstur,
02:14Kami belum bisa memeriksa bedaan warna.
02:18Ya, tapi setelah perilaku, Dr. Tifa sudah mengamati.
02:21Bagaimana perilakunya Dr. Sigit Sunarta, perilaku orang-orang yang ada di belakang ini.
02:26Itu sudah kelihatan mereka.
02:28Dan waktu itu pun sebenarnya kelihatan.
02:30Bagaimana gaya dia menunjukkan,
02:32Semperdua dia juga menunjukkan dalam video itu,
02:35Adalah ijasa yang disebut-sebut miliknya Almarhum Harimulyono.
02:39Waktu itu.
02:39Jadi, waktu itu kenapa Dr. Tifa sudah melihat perilakunya.
02:43Dan baru, kami meneliti itu ketika seseorang kader PSI,
02:47Nah ini saya tampilkan utuhnya.
02:49Kalau tadi Dr. Tifa menampilkan potongannya,
02:52Saya tampilkan utuhnya.
02:53Tanggal 1 April 2025,
02:56Dia tulis,
02:57Buat yang ributin fotokopi ijasa Pak Jokowi,
03:02Yang saya ulas, upload pada utas.
03:05Jadi ini peristiwanya mirip-mirip sekarang ini.
03:09Mendekati bulan suci Ramadan.
03:10Karena dia tulis,
03:12Biar kalian tenang lebarannya,
03:15Ini saya upload yang asli.
03:17Dia tulis yang asli, ini.
03:19Tapi di sini jelas betul.
03:21Karena ini dari foto,
03:22Persis tadi apa yang disampaikan oleh Dr. Tifa,
03:25Saya kuatkan lagi.
03:26Dan itu juga statementnya Dr. Ismond.
03:27Karena ini pakai kamera di potret,
03:29Harus yang namanya emboss,
03:31Yang namanya watermark,
03:33Nampak.
03:33Kalau memang di situ lebaran tinta juga nampak.
03:36Tapi ini tidak tampak sama sekali.
03:39Kenapa tidak tampak?
03:40Saya juga sudah uji.
03:41Dengan menggunakan proses yang namanya ELA,
03:44Error Level Analysis.
03:46Kemudian dengan proses namanya Luminance and Gradients.
03:49Ini Luminance and Gradients.
03:51Luminance and Gradients itu tampak reliefnya.
03:53Tidak ada yang namanya watermark,
03:55Tidak ada yang namanya emboss.
03:58Bahkan salah seorang kader,
04:00Bukan kader ya,
04:03Apa namanya?
04:03Pendukung.
04:04Pendukung berat.
04:06Dari Jokowi,
04:08Dari Juhman,
04:09Andi Aswan namanya,
04:10Berani menampilkan,
04:12Dan maaf saya ulangi dengan garis tegas,
04:14Berani berbohong.
04:15Di depan publik,
04:16Di depan salah satu TV,
04:17Ada mikrofonnya di sini.
04:19Ya,
04:20Pada tanggal,
04:21Gak boleh sebut Anyus ya?
04:22Gak boleh.
04:23Ada saksinya,
04:25Dr. Refli Arun juga ada,
04:26Pada tanggal 18 Oktober,
04:28Saya sendiri pada tanggal 25,
04:3019 November,
04:32Saya 25 November,
04:33Itu adalah sama dengan Dian Sandi tadi.
04:36Tapi dia bilang,
04:37Itu scan asli.
04:39Scan asli.
04:40Dia bohong.
04:41Kalau scan asli,
04:42Harusnya pada histogramnya juga berbeda.
04:44Ini histogramnya sama,
04:46Dengan yang punya Dian Sandi.
04:47Ini sangat ilmiah ya.
04:48Dan ijazahnya sudah disita,
04:51Pada tanggal 23 Juli.
04:53Jadi karena dia tampilkan ini,
04:54Pada tanggal 25 November,
04:56Dia dapat ijazahnya dari mana?
04:58Itu kan kebohongan-kebohongan yang luar biasa.
05:00Nah,
05:01Kalau dia lihat,
05:02Inilah yang ditampilkan oleh,
05:03Saudara Andi Aswan.
05:06Kenapa ini saya katakan palsu?
05:0999,9% palsu.
05:11Ini ijazahnya tadinya miring,
05:12Ijazahnya Dian Sandi ini.
05:14Maaf dok.
05:15Sama dengan ini.
05:17Hanya saja,
05:18Kemudian ditarik-tarik sama dia,
05:20Kanan-kirinya ditarik,
05:21Sehingga apa?
05:21Logonya jadi meletot.
05:24Ini meletot namanya,
05:26Logonya-nya.
05:26Pateng peletot.
05:27Jadi ini,
05:28Kami selaku alumnus UGM,
05:30Marah betul.
05:31Ada orang namanya Andi Aswan,
05:33Bukan lulusan UGM,
05:34Merusak logo yang sudah dibuat oleh RJK Tamsi.
05:37Logo UGM itu dibuat oleh Pak RJK Tamsi,
05:40Seorang seniman dari asli,
05:41Akademi Seni Rupa Indonesia,
05:43Atau Institut Seni Indonesia sekarang.
05:44Kemudian disempurnakan oleh Prof. Muhammad Adnan,
05:47Pada tahun 93.
05:48Sekarang jadi bulet logonya.
05:50Dulunya seperti ini.
05:51Dan ini menjadi rusak,
05:52Meletot ini.
05:53Teman-teman bisa lihat,
05:54Logo yang asli.
05:56Seperti ini.
05:57Dan ini,
05:57Untuk pertama kalinya saya tampilkan juga yang asli.
06:00Karena tadi dokter Tifa menampilkan ini,
06:02Saya tampilkan lebih sempurnanya.
06:04Ini nampak,
06:05Tidak di piksel.
06:07Siapa nama orangnya?
06:08Fotonya kayak apa?
06:10Ini pertama kalinya saya tampilkan.
06:12Jadi artinya apa?
06:13Artinya orangnya jelas.
06:14Almarhum Bambang Rudi Harto.
06:16Ini atas kebaikan,
06:18Kita,
06:19Alihwarisnya,
06:20Pak Rujito.
06:21Jadi kita sekaligus berdoa,
06:23Semoga Pak Almarhum Bambang Rudi Harto,
06:25Tenang di sisinya.
06:27Dan beliau sangat membantu kita.
06:29Yang ingin saya sampaikan,
06:30Pak teman-teman.
06:30Perhatikan watermarknya.
06:32Jelas banget ini watermarknya.
06:34Perhatikan embosnya.
06:36Jelas banget ini embosnya.
06:39Apapun,
06:40Kalau itu asli,
06:41Ya memang asli.
06:42Tidak akan bisa dipalsukan.
06:44Kalau memang palsu,
06:46Ya memang palsu.
06:47Dan ini adalah yang sudah ditampilkan juga pada sidang,
06:50Citizen Law Shoot di Solo.
06:52Beberapa waktu yang lalu,
06:54Yang bersangkutan sendiri,
06:55Oleh Pak Rujito.
06:57Selaku adik dari Almarhum Bambang Rudi Harto.
07:00Tapi ini pun,
07:01Besok tanggal 18,
07:02Dua hari lagi,
07:03Akan saya tampilkan kembali di Solo,
07:05Dengan analisisnya.
07:06Saya insya Allah,
07:07Bersama Dr. Rizmon Hasilon Sini APR,
07:09Akan sama seperti Pak Ugro,
07:10Yang Pak Ugro juga waktu itu menyampilkan di Solo,
07:13Ini bukan fotonya Jokowi,
07:14Yang tadi itu.
07:15Ya,
07:16Karena ini,
07:17Pak Ugro sendiri melihat,
07:18Memperbandingkan,
07:19Jokowi gak kayak gini gitu dulu.
07:21Dan beliau itu adalah,
07:23Berpengalaman 35 tahun loh,
07:25Sebagai seorang,
07:26Aparat negara.
07:27Jadi penyidik juga sudah pasti sangat apal lah.
07:30Orang kecilnya kayak apa ya Pak Ugro ya,
07:32Besarnya kayak apa juga pasti tahu gak akan bisa berbeda.
07:35Dan hari ini,
07:36Yang juga saya tampilkan,
07:37Saya bocorin dikit.
07:38Apa yang nanti akan saya tampilkan di Rabu,
07:40Adalah tentang skripsi.
07:43Skripsi adalah ini,
07:44Yang namanya primary evidence.
07:45Yang kami terima langsung bertiga,
07:47Saya, Dr. Tifa,
07:48Dr. Ismon,
07:49Langsung dari,
07:51Wakil Rektor UGM 1,
07:52Yaitu Prof. Pening Udasworo,
07:55Dan Wakil Rektor UGM 4,
07:57Dr. Ari Sujito.
08:00Kami terima langsung,
08:01Bentuk skripsinya.
08:03Dan kemudian kami uji,
08:04Halaman-halamannya.
08:06Dan ini jelasnya.
08:07Nah, ini untuk,
08:08Pertama kali-nya juga saya tunjukkan.
08:11Kayak gini nih skripsinya.
08:13Artinya apa?
08:13Ini dalam ukuran asli skripsinya.
08:15Saya foto dengan kamera profesional.
08:18Hasilnya bukan berupa JPEG.
08:20Kalau teman-teman yang tahu teknik,
08:22Pasti tahu.
08:23Ini bukan Joint Picture Expert Group,
08:24Tapi ini RAW.
08:26RAW adalah RAW material yang sangat tajam,
08:29Sangat dalam.
08:30Itu gunanya untuk proses identifikasi.
08:32Apa bedanya RAW dan JPEG?
08:34Kalau JPEG itu sudah terkompresi.
08:37Kalau RAW masih aslinya,
08:38Sehingga dia akan nampakkan warna aslinya.
08:40Kalau teman-teman mau terpakai handphone,
08:42Itu akan lebih bagus dari aslinya.
08:44Kalau dipotret dengan RAW,
08:45Hasilnya kayak gini.
08:47Ini adalah kertas,
08:49Yang sangat indah.
08:51Kertas baru.
08:53Karena ini sudah dicetak dengan mesin cetak baru.
08:57Pakai inkjet ini.
08:59Padahal mesin inkjet itu belum ada di tahun 85.
09:02Adanya adalah,
09:03Tahun 85 adalah mesin ketik ini.
09:06Teman-teman bisa lihat.
09:08Kertasnya saja beda.
09:10Kertas belah kanan,
09:11Sudah kusam.
09:13Atau belawus dalam bahasa daerah.
09:15Kertas sebelah kiri masih tampak baru.
09:17Dan itu deskripsi yang sama,
09:19Logis tidak.
09:20Dalam satu skripsi ada peretas yang berbeda.
09:23Kertasnya saja beda.
09:25Dan paling beda lagi adalah ketiknya.
09:27Di sebelah kanan ini mesin ketik.
09:28Ini adalah skripsi asli,
09:31Milik someone,
09:33Yang kita tidak tahu milik siapa.
09:35Sebelah kiri,
09:36Dituliskan,
09:37Joko Widodo,
09:391681KT.
09:40Dan ini di print.
09:42Ini ketikan.
09:43Dan yang lebih lucu lagi.
09:45Ini seri mulat saja kalah lucu.
09:47Di sebelah kanan yang asli,
09:49Pak Ugro,
09:49Ini nama pertama yang ditulis sebagai ucapan terima kasih adalah,
09:53Dr. Insinyur Ahmad Sumitro.
09:56Ini,
09:57Tempusnya adalah bulan November,
10:00Tahun 85.
10:01Betul.
10:02Ahmad Sumitro,
10:04Bulan November masih dokter.
10:06Sebelah kiri,
10:08Ini sudah ditulis,
10:09Profesor Dr. Ahmad Sumitro.
10:13Padahal Profesor Dr. Insinyur Ahmad Sumitro,
10:16Baru dikukuhkan menjadi Profesor,
10:17Bulan Maret 86.
10:19Jadi kalau bulan November,
10:21Sudah ditulis Profesor,
10:23Kalau kita sendiri malu,
10:25Meskipun ada termul-termul yang menyatakan,
10:28Prof sudah dapat SK-nya.
10:30Mana SK-nya?
10:31Tunjukkan ke saya.
10:32Gak ada.
10:33Hanya bilang aja itu sudah itu.
10:34Bahkan Rektor pun berani mengatakan itu.
10:37Tapi gak ada buktinya.
10:39Dan kalaupun sudah terima SK,
10:42Belum pidato pengukuhan,
10:44Saya tantang sekarang.
10:45Coba mana Profesor yang berani nulis gelar Profesor sebelum pidato pengukuhan?
10:49Gak ada.
10:50Kita saja gak berani nulis gelar dokter sebelum saya lulus dulu.
10:54Kandidat dokter aja,
10:55Mungkin takut-takut kalau orang lain saya nyebut.
10:57Dokter Tifa kandidat dokter,
10:58Boleh.
10:58Saya orang lain yang nyebut.
10:59Tapi dokter Tifa menuliskan kandidat dokter,
11:02Pasti malu-malu.
11:03Atau gak berani gitu loh.
11:04Walaupun sudah kandidat dokter.
11:07Jadi artinya,
11:08Itu etika kita.
11:09Artinya teman-teman semua,
11:11Ini adalah fakta yang besok tidak terpatahkan,
11:14Tidak terbantahkan.
11:15Besok akan saya tampilkan pada
11:17Sidang Citizen Lawshoot di Solo,
11:20Pada hari Rabu tanggal 18,
11:22Yang malam harinya saya masih ada di TV ini.
11:24Gak boleh sebut TV-nya ya.
11:25Jangan sebut Ayus.
11:27Jangan sebut Ayus,
11:27Jangan sebut Ayus suara.
11:29Malam harinya.
11:30Siangnya ada di Solo,
11:32Untuk Sidang.
11:33Malam harinya ada di Head to Head CNN.
11:36Gak boleh sebut CNN lagi.
11:39Mana CNN gak ada.
11:40Jadi itu teman-teman semua.
11:42Jadi artinya kalau ingin saya katakan adalah,
11:44Kalau orang itu mau berbohong,
11:47Ya tetap bohong Pak Ugro.
11:49Orang itu mau menampilkan tidak benaran,
11:52Pak Jagir,
11:53Ya tetap gak tidak benar.
11:54Orang itu mau menampilkan kepalsuan,
11:57Ya Pak Laksamana,
12:00Tetap,
12:01Artinya apa?
12:01Artinya apa?
12:02Artinya orang itu tetap,
12:04Boncos.
12:06Jadi kalau mau bohong ya,
12:08Boncos ya.
12:09Ini kata-kata ini,
12:10Kata-kata ini sering dicapkan oleh Mas Hersu sama Mbak Agi.
12:14Pada,
12:14Of the record.
12:16Boncos.
12:17Sekali boncos,
12:19Tetap boncos.
12:20Sekali kita benar,
12:21Insya Allah,
12:21Tetap benar.
12:22Terima kasih.
12:23Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan