00:00Karena waktunya kedaulatan rakyat.
00:30Hanya difilter sehingga orang merasa jangan-jangan Pak Prabowo ini atau Presiden tidak mendengar informasi yang utuh.
00:37Kalau dari interaksi Pak Syed Ridu gimana tuh?
00:41Benar gak kalau informasi yang diterima Pak Presiden itu memang dipilih-pilih gitu?
00:47Saya bisa menyatakan iya bisa tidak.
00:50Ada dua kejadian.
00:50Jadi semua data, bocor dari mana, anggaran, berapa jumlahnya, sampai tidak bisa dipilih.
00:56Judi online itu menyatakan 12 miliar dolar.
01:00Itu dia sebutkan itu.
01:02BUMN itu angkanya dia 20 miliar dolar.
01:05Itulah keluar pernyataan hati-hati bekas direksi pimpinan BUMN jangan tidur ninyak.
01:11Karena dia memang akan kejar.
01:13Tapi pada saat saya menyampaikan Pak Presiden, kenapa itu PIK 2 masih menggusur lahan pertanian dan tambang?
01:23Oh Pak, saya didulah nanya.
01:24Ya, langsung. Eh kok masih jalan?
01:27Eh, Pak Presiden itu mantikan ya.
01:30Nah, maksud saya berarti sebenarnya dan reaktif langsung bukan berpikir.
01:36Artinya di hati dia itu berarti ada informasi yang difilter dong sehingga dia gak nyampe itu.
01:41Jadi saya menyatakan informasi inti dia punya sampai nama-nama.
01:47Nah, dia menyatakan saya untuk menghadapi hukum supaya saya objektif.
01:53Kalau ada laporan penertiban hukum maka namanya kututup.
01:58Supaya siapa tahu ada saudara saya.
02:00Saya gak pandang siapa.
02:00Ya, itu memang diucapkan juga secara terbuka.
02:02Nah, jadi berbagai hal yang saya termasuk ini.
02:09Saya kan ingin mendapatkan informasi karena sampai cawapres itu kan masih sekarang masih agak kontraversi.
02:20Apakah Prabowo memang memilih secara objektif bahwa memang dia terbaik ataukah dipaksa atau terpaksa memilih.
02:28Maksudnya wakpres Gibran sekarang, wakpresnya Pak Prabowo.
02:31Nah, saya kan ingin mendapatkan, saya kan biasanya ya, saya peneliti.
02:37Jadi saya ingin mendapatkan apa sebenarnya yang terjadi.
02:39Nah, setelah dia menyelaskan bahwa dia menyatakan,
02:46saya beberapa calon wakpres yang saya inginkan jadi wakpres saat itu,
02:52beberapa nama disebutkan dikriminalisasi.
02:56Dikriminalisasi.
02:57Artinya, ada suatu kejadian dong.
02:59Nah, di sini kriminalisasi calonnya dia, di sini berjalan untuk memuluskan Gibran.
03:05Di MK.
03:07Nah, masih ingat dulu kejadian.
03:09Nah, saya biasanya sudah mengenalisis kalau seperti ini.
03:12Ingat kejadian ada kata-kata Gibran pada saat Pak Prabowo, Bapak tenang.
03:19Saya sudah di sini waktu itu.
03:21Bapak sudah aman.
03:21Bapak sudah di sini.
03:21Nah, bagi saya ini ada sesuatu pasti di balik ini, seakan-akan Pak Prabowo itu sedang terancam dan diselamatkan oleh
03:29Gibran.
03:29Nah, kita harus ingat, waktu Ketua MK, Pak Usman, menyatakan, setelah memutuskan yang batas bawah umur,
03:41dia akan menyatakan, dan itu dikemukakan oleh Pak Gatot di tempat lain,
03:47dia kemukakan, batas atas, batas bawah sudah, Alhamdulillah hari ini batas bawah sudah selesai, batas atas yang belum.
03:54Itu sama dengan ancaman sebenarnya.
03:56Eh, hati-hati kalau nggak batas bawah ini-ini.
04:00Nah, lihat deklarasi Pak Prabowo di Kertanegara, itu kan tanpa Gibran.
04:09Nah, baru ini disenayan kan baru ini.
04:11Nah, oh berarti ini, saya dugaan saya, analisis saya, memang ini, itulah yang ditafsirkan, ini strategi.
04:21Hanya-hanya asumsi Bapak ini bisa juga dibantah dengan sangat mudah.
04:25Karena satu, dalam banyak kesempatan, Pak Prabowo lah yang menginginkan Mas Gibran sebagai calon wakil presidennya,
04:34dan beberapa kali meminta itu kepada Pak Jokowi,
04:37jadi itu bisa dibantah bahwa itu keinginan murni dari Pak Prabowo sebagai calon presiden pada waktu itu.
04:42Dan kalau kita lihat juga secara terbuka, Presiden Prabowo sungguh menjaga maruah Pak Jokowi,
04:49dengan bahkan mengatakan hidup Jokowi, hidup Jokowi.
04:51Jadi saya rasa asumsi Pak Zaididu bisa dengan mudah dibantah.
04:55Jadi saya ingin menyatakan bahwa itu oke, itu kan, itu strategi semua.
05:01Saya kasih contoh lagi.
05:03Dia ingat kasus Garuda Biru.
05:08Agustus, ya, tahun lalu.
05:10Yang mahkamah agung meluluskan, saya katakan meluluskan kaisan bisa jadi Gunguru Jawa Tengah.
05:21Dan ingat saat itu?
05:22Itu soal demo ketika undang-undang mau diubah, soal batas umur calon kepala daerah.
05:29Dan saat itu, Dasko sebagai Kota DPR sudah menyatakan besok akan sidang pleno
05:34untuk merubah undang-undang pilkada sesuai dengan putusan mahkamah agung.
05:40Nah, tak tahu besoknya dibatalkan.
05:43Dan kita tahu yang bisa, mohon maaf, yang bisa memerintah Dasko insya Allah hanya Pak Prabowo.
05:50Artinya, Pak Prabowo memang kalau orang menyatakan bahwa dia tunduk sekali Pak Jokowi,
05:56saya menyatakan tidak.
05:58Saya menyatakan tidak.
06:00Dia, jadi Pak Prabowo sekarang menuju menjadi dirinya sendiri.
06:06Apa relevansinya, Pak, saya dido?
06:08Antara demo menolak waktu itu batas umur untuk calon kepala daerah
06:14yang waktu itu memang ditengah raih, ini adalah jalan untuk Mas Kaisang menjadi kepala daerah.
06:20Apa hubungannya?
06:20Kalau Pak Prabowo itu memang dibawa bayang-bayang Jokowi, dia enggak lakukan dong.
06:27Dan pada saat pertemuan itu, dia menjelaskan bahwa jangan menganggap saya ini dibawa bayang-bayang Jokowi.
06:35Dan ada cerita bahwa beberapa usulan Pak Jokowi itu ditolak sama dia.
06:40Cuma saya enggak buka di publik.
06:43Nah, itu berbagi.
06:45Jadi, saya menyatakan ketidaksabaran publik, seakan-akan Pak Presiden Prabowo ini masih dibawa bayang-bayang Jokowi,
06:56saya ingin menyatakan sepertinya memang mungkin itu adalah penghormatan cara Prabowo menghormati Jokowi Dodo.
07:06Bukan berarti dibawa bayang-bayang Jokowi Dodo.
07:09Oh, seperti bahasa Jawa Mikul.
07:11Mikul Dodo.
07:12Mendem Jok.
07:13Mendem Jok.
07:13Mendem Jok.
07:14Jadi, tidak dengan cara menjelek-menjelekkan pendahulunya, tetapi ia tetap punya sikap sendiri.
07:20Punya sikap sendiri.
07:21Yang kemudian bisa dilihat banyak orang misalnya, seperti Anda, mengatakan,
07:25ini apa benar masih di bawah bayang-bayang Presiden sebelumnya.
07:29Nah, tapi kan gini, saya tidak yakin, Pak Sayedidu, saya tidak yakin kalau Presiden sampai mengatakan pada Anda dan para
07:39tokoh lainnya,
07:39jangan dikira saya masih di bawah bayang-bayang Pak Jokowi.
07:43Ijinkan saya untuk tidak percaya Pak Presiden mengatakan itu.
07:46Saya ingin menyatakan bahwa, ini dia menunjukkan fakta-fakta yang ingin menunjukkan bahwa,
07:54begini, saya begini, ada suatu dialog menyatakan, Denny, tentang dua periode.
08:03Tuan Dodo periode.
08:04Dia bilang, jangan pernah berhak, jangan pikirkan dua periode.
08:08Sementara, di luar sudah menyatakan, Mahkam Jokowi menyatakan,
08:12oke kami dukung Prabowo dua periode bersama Gibran.
08:16Nah, tapi pada malam itu, Pak Presiden menyatakan,
08:20saya belum berniat untuk menyatakan dua periode.
08:24Malam lebih ini, Mbak Rosi, dia menyatakan begini,
08:28kalau memang saya gagal dan dianggap salah, saya bersedia mendapat hukuman dari rakyat.
08:35Alhamdulillah, ini baru pemimpin.
08:37Jadi, bukan memikirkan dua periode.
08:39Jadi, pihak-pihak yang ini menyatakan,
08:42Pak Prabowo masih sampai di titik, dia mau bekerja sangat baik untuk rakyat.
08:47Dan kalau rakyat merasa dia gagal dan salah,
08:51maka dia menyatakan, saya bersedia dihukum oleh rakyat.
08:53Itu kata-katanya yang saya, oh oke ini.
08:57Oke, jadi dia tidak memikirkan dua periode.
08:59Ini yang membuat Pak Saididu merasa bahwa Presiden tidak cuma omon-omon.
09:03Yang saya menyatakan tidak omon-omon, kan begini,
09:08langkah, begini,
09:09saya di depan mata saya,
09:11pada saat pemberian pemberhentian OJK,
09:15pengunduran diri.
09:16Itu malam yang sama ya?
09:17Nah, hari yang sama.
09:17Pengunduran diri.
09:18Ya, pada saat menekati jam 18,
09:21dia keluar, terima telepon,
09:22pas dia, Pak Presiden masuk,
09:24bagus nih, OJK mengundurkan diri.
09:27Nah, saya kan orang jahil.
09:29Kenapa, Pak?
09:30Emang, ini harus,
09:32saya kasih ultimatum dia,
09:33harus mundur 10 jam 18.
09:35Saya bilang, ini baru pemimpin.
09:37Nah, maksud saya ini,
09:38biar Pak Blik tahu bahwa sebenarnya,
09:40Pak Presiden itu mengambil keputusan
09:42setiap saat dengan cepat asal informasinya benar.
09:45Nah, jadi,
09:47untuk memperbaiki dia cepat mengambil keputusan.
09:50Nah, sama dengan yang pengambil alihan sawit, tambang,
09:55itu tiap hari dilakukan.
09:57Tiap hari dilakukan dan ingat.
09:59Nah, saya bilang,
10:01banyak sekali contoh bahwa Presiden Prabowo
10:04bukan keberlanjutan dari Jokowi.
10:06Banyak sekali contoh.
10:07Contoh yang pemanya.
10:09Pada saat sawit itu,
10:10itu kan kelanjutan dari Jokowi dong,
10:13yang 3,3 juta hektare,
10:15yang dulu dipimpin Luhut Binsar Panjaitan,
10:17yang Pak Luhut menyatakan akan dinegosiasi ulang
10:21dengan pemilik lama,
10:22pas masuk Prabowo,
10:23enggak dinegosiasi ulang,
10:24diambil ali oleh negara.
10:26Itu fakta bahwa dia tidak kelanjutan dari itu.
10:30Oh, Anda ingin mengatakan,
10:31inilah contoh kasusnya.
10:32Contoh kasusnya.
10:32Yang tidak perlu diucapkan.
10:33Tidak perlu diucapkan.
10:34Tetapi dilakukan by action.
10:36Ya.
10:36Tapi Pak, bisa begini nggak pertanyaannya?
10:39Ketika misalnya,
10:40oh ya bagus,
10:40kalau mengundurkan diri saja,
10:42daripada saya tangkap,
10:43atau kemudian akan ambil ali,
10:45atau jangan enak-enak saja,
10:48nanti akan didatangi kejaksaan.
10:50Bagaimana Anda menjelaskan bahwa
10:52ini management by fear?
10:55Oke.
10:56Management yang menakut-nakuti
10:58dengan ditangkap,
11:01lalu akan nanti dipanggil kejaksaan.
11:04Tidakkah ini menambah kekhawatiran
11:07para pelaku pasar, investor,
11:10bahwa mungkin maksudnya baik,
11:12tapi kalau dilakukan dengan cara-cara
11:15dimasuk penjara,
11:17dihukum,
11:18dipanggil kejaksaan,
11:20bagaimana pelaku pasar bisa tenang?
11:23Nah, sepertinya beliau itu punya data.
11:27Karena dia sampaikan saat itu.
11:29Ini yang main,
11:30ini yang harus dihentikan.
11:32Kalau ini tidak di stop segera,
11:33ini hancur.
11:34Jadi, saya menyatakan...
11:35Termasuk kayaknya waktu soal goreng-menggoreng saham,
11:38dan kemudian pengunduran diri.
11:40Pak Prabowo menyebut siapa saja
11:42yang sering menggoreng saham,
11:43beliau tahu semua nama-namanya.
11:45Dan sebutkan namanya.
11:46Dan saya ada namanya.
11:49Ini tukang goreng, ini apa.
11:50Ini tidak boleh katanya.
11:51Jadi, maksud saya,
11:53istilahnya menurut saya,
11:55ini kebakaran yang harus disemprot.
11:58Itu tidak bisa lagi di...
12:00tidak ada jalan lain.
12:02Karena tiap hari akan berlanjut terus.
12:05Nah, jadi saya menyatakan,
12:07ini memang Pak Presiden,
12:08kalau darurat diambil keputusan yang sangat-sangat cepat.
12:10Tapi jawab secara singkat, Pak Sadidu.
12:12Bagaimana menjelaskan bahwa
12:13ini bukan manajemen by fear?
12:16Saya menyatakan,
12:17ini pasti akan dibahas seperti itu.
12:20Tapi, kalau sistemnya sudah sangat rusak,
12:23itu tidak ada yang lain.
12:25Tidak ada yang lain.
12:25Nah, kita contohlah.
12:27Pak Hartu dulu
12:30menyewa,
12:31apa namanya,
12:32beacukai dari Swiss,
12:34karena sudah...
12:35Saking korupnya.
12:35Saking korupnya.
12:36Jadi,
12:37tidak cukai pada waktu itu.
12:38Seperti saat itu.
12:39Oke.
12:39Nah, kira-kira begitu.
12:40Oke.
12:40Yang masih harus jawab,
12:42apakah nama-nama yang disebut,
12:43itu termasuk yang juga datang,
12:46bertemu dengan Presiden,
12:47dua malam yang lalu,
12:48yang disebut dengan Taipan Besar,
12:50itu yang nanti harus dijawab.
12:51Kami kembali saat lagi.
12:52Masih ingat.
13:01Tapi yang asbi,
13:02tokoh-tokoh nasional itu,
13:04sudah...
Komentar