Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu menceritakan soal isu-isu soal Pencalonan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024 hingga soal Presiden Prabowo di bayang-bayang Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sebelumnya, pada Jumat (30/1/2026), Presiden Prabowo melakukan pertemuan tertutup dengan tokoh-tokoh yang dianggap kritis pada pemerintah. Apa sebenarnya motif dan tujuan dari pertemuan ini?

Rosianna Silalahi mengundang salah satu tokoh "oposisi" yang bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu.

Saksikan dalam #ROSIKompasTV episode "PRABOWO BERTEMU PARA TOKOH, APA MAKNANYA?" Tayang Kamis, 12 Februari 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di @KompasTV!

: kompas.tv/live

#presidenprabowo #saiddidu #pemerintah #rosikompastv

Produser: Theo Reza

Video Editor: Laurensius Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650921/said-didu-bicara-pencalonan-gibran-prabowo-di-bayang-bayang-jokowi-hingga-dua-periode
Transkrip
00:00Karena waktunya kedaulatan rakyat.
00:30Hanya difilter sehingga orang merasa jangan-jangan Pak Prabowo ini atau Presiden tidak mendengar informasi yang utuh.
00:37Kalau dari interaksi Pak Syed Ridu gimana tuh?
00:41Benar gak kalau informasi yang diterima Pak Presiden itu memang dipilih-pilih gitu?
00:47Saya bisa menyatakan iya bisa tidak.
00:50Ada dua kejadian.
00:50Jadi semua data, bocor dari mana, anggaran, berapa jumlahnya, sampai tidak bisa dipilih.
00:56Judi online itu menyatakan 12 miliar dolar.
01:00Itu dia sebutkan itu.
01:02BUMN itu angkanya dia 20 miliar dolar.
01:05Itulah keluar pernyataan hati-hati bekas direksi pimpinan BUMN jangan tidur ninyak.
01:11Karena dia memang akan kejar.
01:13Tapi pada saat saya menyampaikan Pak Presiden, kenapa itu PIK 2 masih menggusur lahan pertanian dan tambang?
01:23Oh Pak, saya didulah nanya.
01:24Ya, langsung. Eh kok masih jalan?
01:27Eh, Pak Presiden itu mantikan ya.
01:30Nah, maksud saya berarti sebenarnya dan reaktif langsung bukan berpikir.
01:36Artinya di hati dia itu berarti ada informasi yang difilter dong sehingga dia gak nyampe itu.
01:41Jadi saya menyatakan informasi inti dia punya sampai nama-nama.
01:47Nah, dia menyatakan saya untuk menghadapi hukum supaya saya objektif.
01:53Kalau ada laporan penertiban hukum maka namanya kututup.
01:58Supaya siapa tahu ada saudara saya.
02:00Saya gak pandang siapa.
02:00Ya, itu memang diucapkan juga secara terbuka.
02:02Nah, jadi berbagai hal yang saya termasuk ini.
02:09Saya kan ingin mendapatkan informasi karena sampai cawapres itu kan masih sekarang masih agak kontraversi.
02:20Apakah Prabowo memang memilih secara objektif bahwa memang dia terbaik ataukah dipaksa atau terpaksa memilih.
02:28Maksudnya wakpres Gibran sekarang, wakpresnya Pak Prabowo.
02:31Nah, saya kan ingin mendapatkan, saya kan biasanya ya, saya peneliti.
02:37Jadi saya ingin mendapatkan apa sebenarnya yang terjadi.
02:39Nah, setelah dia menyelaskan bahwa dia menyatakan,
02:46saya beberapa calon wakpres yang saya inginkan jadi wakpres saat itu,
02:52beberapa nama disebutkan dikriminalisasi.
02:56Dikriminalisasi.
02:57Artinya, ada suatu kejadian dong.
02:59Nah, di sini kriminalisasi calonnya dia, di sini berjalan untuk memuluskan Gibran.
03:05Di MK.
03:07Nah, masih ingat dulu kejadian.
03:09Nah, saya biasanya sudah mengenalisis kalau seperti ini.
03:12Ingat kejadian ada kata-kata Gibran pada saat Pak Prabowo, Bapak tenang.
03:19Saya sudah di sini waktu itu.
03:21Bapak sudah aman.
03:21Bapak sudah di sini.
03:21Nah, bagi saya ini ada sesuatu pasti di balik ini, seakan-akan Pak Prabowo itu sedang terancam dan diselamatkan oleh
03:29Gibran.
03:29Nah, kita harus ingat, waktu Ketua MK, Pak Usman, menyatakan, setelah memutuskan yang batas bawah umur,
03:41dia akan menyatakan, dan itu dikemukakan oleh Pak Gatot di tempat lain,
03:47dia kemukakan, batas atas, batas bawah sudah, Alhamdulillah hari ini batas bawah sudah selesai, batas atas yang belum.
03:54Itu sama dengan ancaman sebenarnya.
03:56Eh, hati-hati kalau nggak batas bawah ini-ini.
04:00Nah, lihat deklarasi Pak Prabowo di Kertanegara, itu kan tanpa Gibran.
04:09Nah, baru ini disenayan kan baru ini.
04:11Nah, oh berarti ini, saya dugaan saya, analisis saya, memang ini, itulah yang ditafsirkan, ini strategi.
04:21Hanya-hanya asumsi Bapak ini bisa juga dibantah dengan sangat mudah.
04:25Karena satu, dalam banyak kesempatan, Pak Prabowo lah yang menginginkan Mas Gibran sebagai calon wakil presidennya,
04:34dan beberapa kali meminta itu kepada Pak Jokowi,
04:37jadi itu bisa dibantah bahwa itu keinginan murni dari Pak Prabowo sebagai calon presiden pada waktu itu.
04:42Dan kalau kita lihat juga secara terbuka, Presiden Prabowo sungguh menjaga maruah Pak Jokowi,
04:49dengan bahkan mengatakan hidup Jokowi, hidup Jokowi.
04:51Jadi saya rasa asumsi Pak Zaididu bisa dengan mudah dibantah.
04:55Jadi saya ingin menyatakan bahwa itu oke, itu kan, itu strategi semua.
05:01Saya kasih contoh lagi.
05:03Dia ingat kasus Garuda Biru.
05:08Agustus, ya, tahun lalu.
05:10Yang mahkamah agung meluluskan, saya katakan meluluskan kaisan bisa jadi Gunguru Jawa Tengah.
05:21Dan ingat saat itu?
05:22Itu soal demo ketika undang-undang mau diubah, soal batas umur calon kepala daerah.
05:29Dan saat itu, Dasko sebagai Kota DPR sudah menyatakan besok akan sidang pleno
05:34untuk merubah undang-undang pilkada sesuai dengan putusan mahkamah agung.
05:40Nah, tak tahu besoknya dibatalkan.
05:43Dan kita tahu yang bisa, mohon maaf, yang bisa memerintah Dasko insya Allah hanya Pak Prabowo.
05:50Artinya, Pak Prabowo memang kalau orang menyatakan bahwa dia tunduk sekali Pak Jokowi,
05:56saya menyatakan tidak.
05:58Saya menyatakan tidak.
06:00Dia, jadi Pak Prabowo sekarang menuju menjadi dirinya sendiri.
06:06Apa relevansinya, Pak, saya dido?
06:08Antara demo menolak waktu itu batas umur untuk calon kepala daerah
06:14yang waktu itu memang ditengah raih, ini adalah jalan untuk Mas Kaisang menjadi kepala daerah.
06:20Apa hubungannya?
06:20Kalau Pak Prabowo itu memang dibawa bayang-bayang Jokowi, dia enggak lakukan dong.
06:27Dan pada saat pertemuan itu, dia menjelaskan bahwa jangan menganggap saya ini dibawa bayang-bayang Jokowi.
06:35Dan ada cerita bahwa beberapa usulan Pak Jokowi itu ditolak sama dia.
06:40Cuma saya enggak buka di publik.
06:43Nah, itu berbagi.
06:45Jadi, saya menyatakan ketidaksabaran publik, seakan-akan Pak Presiden Prabowo ini masih dibawa bayang-bayang Jokowi,
06:56saya ingin menyatakan sepertinya memang mungkin itu adalah penghormatan cara Prabowo menghormati Jokowi Dodo.
07:06Bukan berarti dibawa bayang-bayang Jokowi Dodo.
07:09Oh, seperti bahasa Jawa Mikul.
07:11Mikul Dodo.
07:12Mendem Jok.
07:13Mendem Jok.
07:13Mendem Jok.
07:14Jadi, tidak dengan cara menjelek-menjelekkan pendahulunya, tetapi ia tetap punya sikap sendiri.
07:20Punya sikap sendiri.
07:21Yang kemudian bisa dilihat banyak orang misalnya, seperti Anda, mengatakan,
07:25ini apa benar masih di bawah bayang-bayang Presiden sebelumnya.
07:29Nah, tapi kan gini, saya tidak yakin, Pak Sayedidu, saya tidak yakin kalau Presiden sampai mengatakan pada Anda dan para
07:39tokoh lainnya,
07:39jangan dikira saya masih di bawah bayang-bayang Pak Jokowi.
07:43Ijinkan saya untuk tidak percaya Pak Presiden mengatakan itu.
07:46Saya ingin menyatakan bahwa, ini dia menunjukkan fakta-fakta yang ingin menunjukkan bahwa,
07:54begini, saya begini, ada suatu dialog menyatakan, Denny, tentang dua periode.
08:03Tuan Dodo periode.
08:04Dia bilang, jangan pernah berhak, jangan pikirkan dua periode.
08:08Sementara, di luar sudah menyatakan, Mahkam Jokowi menyatakan,
08:12oke kami dukung Prabowo dua periode bersama Gibran.
08:16Nah, tapi pada malam itu, Pak Presiden menyatakan,
08:20saya belum berniat untuk menyatakan dua periode.
08:24Malam lebih ini, Mbak Rosi, dia menyatakan begini,
08:28kalau memang saya gagal dan dianggap salah, saya bersedia mendapat hukuman dari rakyat.
08:35Alhamdulillah, ini baru pemimpin.
08:37Jadi, bukan memikirkan dua periode.
08:39Jadi, pihak-pihak yang ini menyatakan,
08:42Pak Prabowo masih sampai di titik, dia mau bekerja sangat baik untuk rakyat.
08:47Dan kalau rakyat merasa dia gagal dan salah,
08:51maka dia menyatakan, saya bersedia dihukum oleh rakyat.
08:53Itu kata-katanya yang saya, oh oke ini.
08:57Oke, jadi dia tidak memikirkan dua periode.
08:59Ini yang membuat Pak Saididu merasa bahwa Presiden tidak cuma omon-omon.
09:03Yang saya menyatakan tidak omon-omon, kan begini,
09:08langkah, begini,
09:09saya di depan mata saya,
09:11pada saat pemberian pemberhentian OJK,
09:15pengunduran diri.
09:16Itu malam yang sama ya?
09:17Nah, hari yang sama.
09:17Pengunduran diri.
09:18Ya, pada saat menekati jam 18,
09:21dia keluar, terima telepon,
09:22pas dia, Pak Presiden masuk,
09:24bagus nih, OJK mengundurkan diri.
09:27Nah, saya kan orang jahil.
09:29Kenapa, Pak?
09:30Emang, ini harus,
09:32saya kasih ultimatum dia,
09:33harus mundur 10 jam 18.
09:35Saya bilang, ini baru pemimpin.
09:37Nah, maksud saya ini,
09:38biar Pak Blik tahu bahwa sebenarnya,
09:40Pak Presiden itu mengambil keputusan
09:42setiap saat dengan cepat asal informasinya benar.
09:45Nah, jadi,
09:47untuk memperbaiki dia cepat mengambil keputusan.
09:50Nah, sama dengan yang pengambil alihan sawit, tambang,
09:55itu tiap hari dilakukan.
09:57Tiap hari dilakukan dan ingat.
09:59Nah, saya bilang,
10:01banyak sekali contoh bahwa Presiden Prabowo
10:04bukan keberlanjutan dari Jokowi.
10:06Banyak sekali contoh.
10:07Contoh yang pemanya.
10:09Pada saat sawit itu,
10:10itu kan kelanjutan dari Jokowi dong,
10:13yang 3,3 juta hektare,
10:15yang dulu dipimpin Luhut Binsar Panjaitan,
10:17yang Pak Luhut menyatakan akan dinegosiasi ulang
10:21dengan pemilik lama,
10:22pas masuk Prabowo,
10:23enggak dinegosiasi ulang,
10:24diambil ali oleh negara.
10:26Itu fakta bahwa dia tidak kelanjutan dari itu.
10:30Oh, Anda ingin mengatakan,
10:31inilah contoh kasusnya.
10:32Contoh kasusnya.
10:32Yang tidak perlu diucapkan.
10:33Tidak perlu diucapkan.
10:34Tetapi dilakukan by action.
10:36Ya.
10:36Tapi Pak, bisa begini nggak pertanyaannya?
10:39Ketika misalnya,
10:40oh ya bagus,
10:40kalau mengundurkan diri saja,
10:42daripada saya tangkap,
10:43atau kemudian akan ambil ali,
10:45atau jangan enak-enak saja,
10:48nanti akan didatangi kejaksaan.
10:50Bagaimana Anda menjelaskan bahwa
10:52ini management by fear?
10:55Oke.
10:56Management yang menakut-nakuti
10:58dengan ditangkap,
11:01lalu akan nanti dipanggil kejaksaan.
11:04Tidakkah ini menambah kekhawatiran
11:07para pelaku pasar, investor,
11:10bahwa mungkin maksudnya baik,
11:12tapi kalau dilakukan dengan cara-cara
11:15dimasuk penjara,
11:17dihukum,
11:18dipanggil kejaksaan,
11:20bagaimana pelaku pasar bisa tenang?
11:23Nah, sepertinya beliau itu punya data.
11:27Karena dia sampaikan saat itu.
11:29Ini yang main,
11:30ini yang harus dihentikan.
11:32Kalau ini tidak di stop segera,
11:33ini hancur.
11:34Jadi, saya menyatakan...
11:35Termasuk kayaknya waktu soal goreng-menggoreng saham,
11:38dan kemudian pengunduran diri.
11:40Pak Prabowo menyebut siapa saja
11:42yang sering menggoreng saham,
11:43beliau tahu semua nama-namanya.
11:45Dan sebutkan namanya.
11:46Dan saya ada namanya.
11:49Ini tukang goreng, ini apa.
11:50Ini tidak boleh katanya.
11:51Jadi, maksud saya,
11:53istilahnya menurut saya,
11:55ini kebakaran yang harus disemprot.
11:58Itu tidak bisa lagi di...
12:00tidak ada jalan lain.
12:02Karena tiap hari akan berlanjut terus.
12:05Nah, jadi saya menyatakan,
12:07ini memang Pak Presiden,
12:08kalau darurat diambil keputusan yang sangat-sangat cepat.
12:10Tapi jawab secara singkat, Pak Sadidu.
12:12Bagaimana menjelaskan bahwa
12:13ini bukan manajemen by fear?
12:16Saya menyatakan,
12:17ini pasti akan dibahas seperti itu.
12:20Tapi, kalau sistemnya sudah sangat rusak,
12:23itu tidak ada yang lain.
12:25Tidak ada yang lain.
12:25Nah, kita contohlah.
12:27Pak Hartu dulu
12:30menyewa,
12:31apa namanya,
12:32beacukai dari Swiss,
12:34karena sudah...
12:35Saking korupnya.
12:35Saking korupnya.
12:36Jadi,
12:37tidak cukai pada waktu itu.
12:38Seperti saat itu.
12:39Oke.
12:39Nah, kira-kira begitu.
12:40Oke.
12:40Yang masih harus jawab,
12:42apakah nama-nama yang disebut,
12:43itu termasuk yang juga datang,
12:46bertemu dengan Presiden,
12:47dua malam yang lalu,
12:48yang disebut dengan Taipan Besar,
12:50itu yang nanti harus dijawab.
12:51Kami kembali saat lagi.
12:52Masih ingat.
13:01Tapi yang asbi,
13:02tokoh-tokoh nasional itu,
13:04sudah...
Komentar

Dianjurkan