00:00Baik, kedatangan Ramadan kali ini hadir dengan perasaan bercampur baur buat warga Aceh, khususnya mangsa banjir numpur dan tanah runtuh
00:09yang melanda pada 26 November tahun lalu.
00:12Bencana itu menyebabkan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal dengan sebahagian masih berstatus pengungsi,
00:19manakala selebihnya terpaksa menetap di pusat pemindahan sementara kerana kediaman masih belum selamat didiami.
00:26Kerja pembersihan dan baik pulih masih belum selesai meskipun hampir tiga bulan berlalu.
00:36Menurut Sukarelawan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan TKSK, Fandi Irawan di Pdjaya sahaja,
00:43lebih 7,000 ketua keluarga belum dapat kembali mendiami kediaman masing-masing sesulan bencana banjir bandang.
00:51Keadaan itu melibatkan 4,079 kediaman yang rosak teruk, 2,987 alami kerosakan sederhana dan 2,873 mengalami kerosakan ringan.
01:05Itu yang menjadi rasa sedih kami di sini kerana kami menghadapi bulan Ramadan bukan di rumah kami sendiri.
01:16Jadi kami harus menjalani bulan puasa ini, Ramadan ini di Puntara.
01:23Ya mahu tidak mahu harus tetap dijalani walaupun ada rasa sedih, walaupun ke sekarang kita lebih senang bisa berpuasa itu
01:34di rumah.
01:36Karena kalau di rumah kita punya beberapa peralatan memang bisa menyimpan makanan untuk sahur dan untuk masak untuk berbuka.
01:44Jadi kalau di Huntara kemungkinan ya apa adanya dengan keterbatasan di Huntara.
01:50Walaupun keadaan kini sudah beransu pulih dan pelbagai bantuan dari kerajaan serta badan bukan kerajaan sama ada domestik atau antarabangsa
01:59telah meringankan beban mangsa, warga Aceh masih mengharapkan sokongan tambahan berupa peralatan pembersihan.
02:07Untuk saat ini kalau untuk bantuan memang masih kita butuhkan walaupun sekarang untuk logistik makanannya
02:15sudah bisa disalurkan.
02:17Ya di sini kami masyarakat masih kondisi trauma kalau hujan masih jalan-jalan kami sudah menjadi seperti sungai.
02:25Di sini sedikit hujan langsung akhirnya tergenang karena sungai-sungai kami ini masih tertimbul lumpur
02:33belum bisa dibersihkan untuk menjadi lebih dalam dari seperti semula Encik Kak Mal.
02:39Jadi kami sekarang masih tetap membutuhkan bantuan-bantuan
02:44karena menghadapi Ramadan ini juga Encik Kak Mal kami tidak bisa bekerja sepenuhnya
02:49secara normal seperti dahulu.
02:51Beliau berkata demikian ketika wawancara bersama Isra Awani pada Ahad.
Comments