Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Tim medis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru berhasil mengeluarkan paku sepanjang dua inci dari paru-paru seorang pasien asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tanpa tindakan operasi.

Penanganan dilakukan dengan metode Advanced Laryngoscopy, teknik medis yang minim risiko dan tanpa sayatan.

Dokter spesialis paru RSUD Arifin Achmad, dr. Nori Purnama, Sp.P, menjelaskan pasien dirujuk dari RSUD Inhil pada Selasa, 3 Februari 2026. Kondisi pasien cukup serius karena paku tersebut sudah berada di dalam tubuh sejak 26 Januari 2026 atau sekitar sembilan hari sebelum dirujuk.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #RSUDArifinAchmad #pakudiparu

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Paku 2 inci bersarang di paru, tim RSUD Arifin Ahmad keluarkan tanpa operasi.
00:05Tim medis RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru berhasil mengeluarkan paku sepanjang 2 inci
00:11dari paru-paru seorang pasien asal Kabupaten Indra Giri Hilir, tanpa tindakan operasi.
00:17Penanganan dilakukan dengan metode advanced laryngoscopy, teknik medis yang minim risiko dan tanpa sayatan.
00:25Dokter spesialis paru RSUD Arifin Ahmad, Dr. Nori Purnama SPP menjelaskan
00:30pasien dirujuk dari RSUD Inhil pada selasa 3 Februari 2026.
00:35Kondisi pasien cukup serius karena paku tersebut sudah berada di dalam tubuh sejak 26 Januari 2026
00:41atau sekitar 9 hari sebelum dirujuk.
00:44Ia menyebutkan kasus ini merupakan yang pertama di Provinsi Riau
00:47untuk benda asing merupakan paku yang masuk ke paru-paru.
00:50Meski begitu, tim medis RSUD Arifin Ahmad sudah memiliki pengalaman menangani kasus serupa
00:56seperti jarum pentul yang masuk ke tenggorokan pasien.
01:00Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Ahmad, Yusi Pratining Sih menghimbau
01:05masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak membiasakan menggigit atau menelitakan benda tajam
01:10maupun tumpul di mulut.
01:12Ia berharap kasus ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir terjadi di Riau.
01:17Seraya menegaskan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Komentar

Dianjurkan