00:00Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menata pengelolaan kegiatan Car Free Day, CFD,
00:07agar lebih tertib dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan asli daerah, PAD.
00:13Kepala Disperinda Kota Pekanbaru, Iwan Sima Tupang, mengatakan selama ini CFD belum dikelola secara struktural,
00:19meskipun kegiatan tersebut berada di bawah naungan Disperinda dan memiliki potensi besar sebagai sumber PAD.
00:24Selama ini Car Free Day tidak ada yang mengelola secara struktural, padahal CFD itu merupakan sumber PAD dan berada di bawah Disperinda.
00:32Karena tidak terkelola dengan baik, PAD dari CFD juga tidak maksimal, ujar Iwan, Senin 9 Februari 2026.
00:40Melihat kondisi tersebut, Disperinda kemudian mengambil kebijakan untuk menyerahkan pengelolaan CFD kepada badan usaha.
00:47Saat ini, pengelolaan CFD dipercayakan kepada Koperasi Kodim.
00:52Kenapa Koperasi Kodim yang ditunjuk?
00:54Karena Koperasi ini juga sudah mengelola kawasan kuliner malam Kat Nyakdin.
00:59Jadi dari sisi pengalaman dan pengelolaan, mereka sudah cukup siap, jelasnya.
01:04Iwan menegaskan, meski pengelolaan CFD dilakukan oleh Koperasi Kodim,
01:08retribusi yang dipungut dari para pedagang tetap akan masuk ke kas daerah sebagai PAD Kota Pekanbaru.
01:13Walaupun dikelola oleh Koperasi Kodim, retribusi dari pedagang tetap disetor ke kas daerah.
01:18Jadi tidak mengurangi hak pemerintah daerah, justru diharapkan bisa lebih tertib dan maksimal, tegasnya.
01:26Saat ini, Disperinda juga meminta pihak Koperasi Kodim untuk terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang berjualan di area CFD.
01:33Sosialisasi tersebut meliputi mekanisme pengelolaan, besaran iuran, hingga penataan lapak pedagang.
01:40Kami minta badan usaha yang mengelola untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang,
01:45termasuk soal besaran iuran dan sistem pengelolaannya, agar tidak ada kesalahpahaman, katanya.
01:50Terima kasih telah menonton!
Komentar