Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
GARUT, KOMPAS.TV - Polisi menangkap pemilik wedding organizer di Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena diduga menipu dua calon pengantin.

Kasus ini bermula saat korban yang merupakan calon pengantin menggunakan jasa wedding organizer milik tersangka untuk acara pernikahan yang akan digelar di Tarogong Kidul, Garut, dengan membayar biaya sebesar Rp72 juta.

Namun, menjelang hari pernikahan, muncul informasi bahwa sejumlah vendor pernikahan belum dibayarkan oleh terduga pelaku. Karena tidak ada itikad baik, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyebutkan uang milik korban diduga digunakan tersangka untuk menutup utang serta keperluan pribadi. Polisi juga menduga masih ada korban lainnya dalam kasus ini.

Baca Juga Pelajar 16 Tahun Bawa Mobil Dinas Pemkab Mamuju Tabrak Warung , 2 Orang Terluka | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/649188/pelajar-16-tahun-bawa-mobil-dinas-pemkab-mamuju-tabrak-warung-2-orang-terluka-kompas-petang

#weddingorganizer #penipuanwo #garut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649197/modus-pemilik-wedding-organizer-di-garut-diduga-tipu-2-calon-pengantin-sapa-malam
Transkrip
00:00Polisi menangkap pemilik wedding organizer di Garut, Jawa Barat karena diduga menipu dua calon pengantin.
00:10Kasus berawal saat korban yang merupakan calon pengantin ini menggunakan jasa wedding organizer dari tersangka
00:17untuk acara pernikahan yang akan digelar di Tarogong Kidul, Garut dengan membayar biaya sebesar 72 juta rupiah.
00:25Namun jelang pernikahan ada informasi bahwa vendor-vendor pernikahan belum dibayar oleh terduga pelaku.
00:34Karena tak ada etikat baik, korban melaporkan kejadian ini ke polisi.
00:39Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyebut uang korban diduga digunakan tersangka untuk menutup utang dan keperluan pribadi.
00:49Polisi menuga masih ada korban-korban lainnya.
00:55Korban ini memberikan uang untuk biaya pernikahan.
01:03Dan ternyata ketika ditanyakan kepada pelaku bahwa memang pelaku ini tidak memberikan uang yang telah menjadi kesepakatan kepada para vendor.
01:16Dan sampai hari H, pelaku ini tidak menepati janjinya.
01:21Korban itu kan berapa orang yang sudah lapor?
01:24Yang sudah lapor baru dua orang.
Komentar

Dianjurkan