Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Satu bulan berlalu, misteri kematian satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya terungkap.

Dalang di balik tragedi ini tidak lain adalah Abdullah Syauqi Jamaludin, salah satu anak korban. Dendam menjadi motif pembunuhan tersebut. Pelaku mengaku kerap diperlakukan berbeda oleh sang ibu.

Hingga pada satu waktu yang keliru, amarah mengalahkan nalar. Pria berusia 22 tahun itu meracuni ibu dan dua saudaranya hingga tewas.

Baca Juga Viral! "Pak Ogah" Nekat Bongkar Beton Pembatas Jalan dan Tagih Pungli di Kawasan Kota Tua | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/649226/viral-pak-ogah-nekat-bongkar-beton-pembatas-jalan-dan-tagih-pungli-di-kawasan-kota-tua-berut

#pembunuhan #warakas #tanjungpriok

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649227/full-deret-fakta-kematian-keluarga-di-warakas-anak-bunuh-ibu-dan-saudaranya-pakai-racun-tikus
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih menyaksikan berita utama.
00:04Saudara, satu bulan berlalu, misteri kematian satu keluarga di Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara akhirnya terungkap.
00:14Dalang dibalik tragedi ini tidak lain adalah Abdullah Syauki Jamaluddin, salah satu anak korban.
00:21Dendam jadi motif, pelaku merasa kerap diperlakukan berbeda oleh sang ibu.
00:27Hingga pada satu waktu yang keliru, Amarah mengalahkan Nalar.
00:33Pria 22 tahun itu meracuni ibu dan dua saudaranya hingga tewas.
00:43Saat kejadian, salah satu korban ditemukan dalam kondisi lemas di kamar mandi dan langsung dibawa ke rumah sakit.
00:52Ia adalah Abdullah Syauki Jamaluddin, anak kedua dari empat persaudara.
00:57Namun belakangan terungkap, Syauki adalah pelaku pembunuhan tersebut.
01:09Lebih dari satu bulan, polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus kematian satu keluarga di Warakas.
01:19Di rumah kontrakan itu, polisi memeriksa 43 barang bukti.
01:25Antara lain, air minum dalam kemasan, bekas makanan hingga ponsel.
01:30Polisi juga memeriksa 10 saksi.
01:33Salah satunya adalah anak korban yang saat itu menjadi korban selamat.
01:38Penyelidikan lewat metode sains mengungkap bahwa ditemukan senyawa kimia di dalam tubuh korban yang dikenal juga sebagai racun tikus.
01:49Berdasarkan hasil penyelidikan, anak korban yang terbaring lemas di kamar mandi saat kejadian adalah pelaku pembunuhan.
02:05Hal ini terkuat setelah penyelidikan memeriksa Syauki secara lebih intensif.
02:11Pelaku mengakui perbuatannya telah meracuni ibu dan saudaranya hingga tewas menggunakan racun tikus.
02:20Atas hasil penyelidikan memeriksaan dari platform, doktor, dan juga penyelidikan persikologi serta hasil penyelidikan perlaku pembunuhan.
02:34Jadi, hasil penyelidikan memeriksaan dari platform, doktor, dan juga penyelidikan persikologi serta hasil penyelidikan.
02:37Terima kasih.
03:05Ini adalah rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku sendirian keluar dari rumah kontrakan menggunakan motor.
03:14Pelaku membawa panci atau teko yang dipakai untuk meracuni keluarganya.
03:21Dari rekaman CCTV tertulis, kejadian terjadi pukul 9 pagi.
03:27Kemudian pelaku diantar bersama temannya pulang ke rumah kontrakan.
03:35Kamis malam 1 Januari 2026, pelaku meracik kapur barus dan racun tikus di sebuah panci berisi air teh.
03:49Saat melihat ibu dan saudara kandungnya terkapar lemas, pelaku mencekoki teh beracun ke mulut para korban.
03:59Dokter forensik rumah sakit Polri Krametjati memastikan ketiga korban tewas tidak mengalami kekerasan fisik.
04:06Kematian ketiga korban disebabkan zat kimia beracun masuk ke dalam tubuh dalam jumlah melebihi batas toleransi.
04:15Di dalam lambung, didapat sayur utang soplakan, didapatkan peperan udara, dan bau yang sangat menyenangkan ketika isi lambung atau lambung dibuka.
04:30Didapatkan sekurang makin akibat sinyawa kimia atau zat yang tidak azim masuk ke dalam tubuh
04:39yang lebih di batas toleransi tersebut yang mengaktifatkan korban tersebut mati luas.
04:47Polisi menyebut peristiwa tewasnya satu keluarga di Warakas Jakarta Utara adalah pembunuhan berencana.
04:57Berdasarkan pemeriksaan kejiwaan, pelaku mengakui perbuatannya.
05:01Pelaku memberi racun di sebuah warung, kemudian dicampur bersama teh.
05:06Pembunuhan berencana ini diperkuat dari hasil forensik, rekaman CCTV, dan sejumlah barang bukti.
05:14Kepulauan Bersambung
05:18Korban Bersambung
05:21Korban Bersambung
05:22Belum tinggal dunia, dia menyebutkan
05:25Raja Mbabi ke bawah
05:27Mula kepada korban
05:29Jadi, disini bisa kita lihat
05:33Bahwa memang
05:34Pelaku sudah merencanakan
05:36Dan ini semua hasil dari
05:38BAP
05:39Tersahat
05:41Kejahatan ini dilakukan lantaran pelaku dendam dengan ibu dan saudaranya
05:49Pelaku mengaku kerap diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya
05:55Pelaku juga sering cekcok dengan saudara kandungnya
05:59Motivasi dari pelaku adalah dendam kepada uangannya karena merasa hidup terapan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya
Komentar

Dianjurkan