00:00Setelah kasus tewasnya, satu keluarga di Warakas Tanjung Priok pada 2 Januari Srila menemui titik terang.
00:06Polisi mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan anak korban karena dendam.
00:12Setelah dilakukan pemeriksaan alat bukti dan keterangan pelaku,
00:15polisi menyampaikan jika korban sengaja meracuni ibu dan dua saudaranya karena dendam
00:20atas perlakuan berbeda sang ibu ke pelaku.
00:23Pelaku merencanakan pembunuhan korban dengan cara diracuni.
00:30Dari hasil pembunuhan korban, motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya
00:41karena merasa hidup terlalu berbeda dan sering di marah itu.
00:522 Januari 2026, warga digegarkan dengan tewasnya 3 orang dalam satu keluarga
00:59di rumah kontrakannya di Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara.
01:03Saat ditemukan, ketiga korban tewas dengan kondisi mulut berbusa.
01:07Sementara satu anak korban kondisinya lemas dan dibawa ke rumah sakit.
01:12Setelah lebih dari satu bulan investigasi dilakukan polisi,
01:15ternyata anak korban yang terbalik lemas tersebut
01:17merupakan pelaku pembunuhan tiga anggota keluarganya.
01:20Pelaku Abdullah Sawki Jamaluddin membunuh ibu dan saudara-saudaranya menggunakan racun.
01:27Dari rekaman CCTV di lokasi kejadian menunjukkan,
01:30pelaku Abdullah Sawki Jamaluddin tiba di rumah kontrakan keluarganya di Warakas.
01:36Terekam pelaku keluar dari rumah kontrakan dengan membawa salah satu panci
01:39yang sudah disiapkan untuk meracuni keluarganya.
01:42Dalam pengakuannya kepada polisi, pelaku meracuni ketiga korban
01:47dengan racun tikus dan kapur barus.
01:50Aksi kejam kepada keluarga itu dipicu oleh dendam
01:52karena kerap mendapat perlakuan berbeda dari sang ibu.
01:56Akibat perbuatannya, kini pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana
02:21dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
02:24Tim Liputan Kompas TV
02:27Rasa dendam menjadi pemicu pelaku nekat membunuh keluarganya.
02:35Lebih lengkap terkait dengan kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas ini
02:38kita akan bahas bersama dengan psikolog anak remaja dan keluarga Sani Budiantini.
02:44Assalamualaikum, selamat malam Bu Sani.
02:47Assalamualaikum, selamat malam.
02:50Bu Sani, jadi ini sejauh mana rasa iri, cemburu, bisa berkembang menjadi sebuah dendam
02:57yang memicu aksi nekat pelaku ini, Bu Sani?
03:00Dalam kasus-kasus pembunuhan memang biasanya kerap kali dendam itu menjadi motif utama.
03:07Tapi saya rasa perjalanan menjadi dendam itu pastinya perlu juga waktu.
03:16Jadi tidak satu kondisi saja.
03:18Mungkin sudah beberapa saat atau beberapa lama si pelaku ini menaruh kecewa.
03:26Mungkin ya kecewa, mungkin dia juga tidak bisa mengungkapkan.
03:30Kemudian timbul yang namanya bongkahan emosi negatif yang mengumpul.
03:33Nah memang di satu situasi, orang-orang yang memiliki bongkahan emosi yang negatif itu bisa meledak.
03:42Nah ledakannya itu biasanya memunculkan sikap agresif.
03:47Ini memang sangat memperhatinkan karena yang dibunuh atau dilukai adalah keluarga kandungnya sendiri.
03:54Nah biasanya pelaku dalam kasus ini tidak melihat keluarga sebagai hubungan keluarga
04:01atau hubungan darah yang perlu disayangi, tapi menjadi sumber penderitaan si pelaku.
04:07Sehingga pelaku akhirnya melakukan pemusnahan ini demi menghilangkan sumber penderitaan.
04:15Itu yang biasanya difikirkan.
04:17Bu Sani, kalau dari profil pelaku ini usianya di antara 23 sampai 24 tahun,
04:26biasanya kan usia seperti ini mulai memiliki pikiran-pikiran atau emosi yang matang.
04:32Atau seperti apa biasanya?
04:33Ya, memang membangun emosi matang atau meregulasi emosi secara sehat itu tidak selalu dilihat dari usia.
04:44Ada juga usia yang tua tapi emosinya kekanak-kanakan.
04:49Ada juga yang lebih muda tapi lebih matang.
04:51Tapi di sini adalah sebenarnya bagaimana seseorang bisa memahami situasi dan kemudian bisa meregulasi emosi.
04:58Saya yakin ketika seseorang bisa berkomunikasi mengutarakan kekecewaannya mungkin atau ketidakveran yang diterima mungkin,
05:08itu bisa membuat amarah seseorang itu bisa meredah begitu.
05:13Makanya saya mengharapkan sekali memang hubungan atau komunikasi antar keluarga itu harus ditingkatkan.
05:19Sebenarnya ini untuk tidak terjadinya akumulasi amarah atau emosi negatif yang bisa memuncak dan bisa menimbulkan perilaku yang agresif.
05:30Agresif itu juga bisa berbagai macam.
05:32Bisa agresif horrible, bisa fisik, bahkan sampai melukai atau menghilangkan nyawa seseorang.
05:39Nah ini yang dikhawatirkan.
05:41Nah menurut saya adalah memang perlunya tadi sekarang ini bagaimana investigasi juga kepolisian untuk melihat kasus ini secara komprehensif.
05:50Termasuk pemeriksaan psikologis dari orang tersebut, dari pelaku tersebut.
05:55Kalau catatan Anda apakah ada juga bagaimana kajian?
05:59Apakah memang masih banyak orang tua yang tidak menyadari jika mereka memperlakukan anak-anaknya secara berbeda?
06:07Ya, saya yakin tidak ada orang tua yang mau menyakiti anaknya.
06:12Namun terkadang orang tua tidak nge atau tidak sengaja melakukan hal-hal yang sebenarnya itu melukai perasaan anak.
06:20Contoh, mengabaikan emosi anak itu pintu gerbang anak itu depresi atau stres.
06:26Karena diabaikan.
06:27Apalagi kemudian dibandingkan.
06:29Biasanya kasus-kasus ini itu muncul karena parenting style yang tidak ramah anak.
06:35Walaupun itu tidak disengajai.
06:37Makanya sekarang banyak orang tua yang kemudian disadarkan bahwa parenting itu adalah sangat penting demi membangun kepribadian anak.
06:46Termasuk bagaimana emosi anak menjadi sehat.
06:49Hubungan antara anak juga baik.
06:51Karena bagaimanapun anak itu kan tergantung orang tuanya.
06:54Nah, di sini kalau saya lihat memang usia 22 tahun itu bukan usia muda, bukan usia anak-anak lagi, sudah usia dewasa.
07:01Tapi apa yang dia terima mungkin sudah lama-selama ini.
07:05Sehingga ini yang menjadi akumulasi.
07:07Tapi kita juga kenal yang namanya anti-social personality disorder atau sociopath.
07:12Orang yang sebenarnya itu tidak sensitif, tidak empati juga ada.
07:17Jadi ada yang tadi emosi terakumulasi kemudian meledak.
07:22Ada juga memang memiliki anti-social personality disorder.
07:26Di mana dia tidak peka atau tidak memiliki empati.
07:30Dan biasanya ada unsur manipulatif.
07:33Dia juga abis terhadap hukum.
07:34Makanya ini semua harus ditegakkan diagnosanya.
07:37Ke arah mana si anak ini, kenapa menjadi pelaku melukai atau tidak melukai keluarga kandungnya sendiri.
07:44Oke, semoga ini menjadi alarm terutama bagaimana kita belajar parenting, memposisikan seperti apa anak kita.
07:52Terima kasih psikolog anak remaja dan juga keluarga Sani Budiantini telah menyampaikan pandangannya di program Kompas Malam hari ini.
Komentar