00:00Saudara masih ingatkah Anda terkait dengan kasus kejadian satu keluarga yang tewas di rumah kontrakan di Jalan Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara bulan Januari lalu?
00:11Ternyata sekeluarga ini saudara tewas karena diracuni oleh anak ketiganya.
00:17Inilah rekaman CCTV saudara yang memperlihatkan pelaku sendirian keluar dari rumah kontrakan menggunakan motor.
00:35Pelaku membawa panci atau teko yang dipakai untuk meracuni keluarganya.
00:42Dari rekaman CCTV tertulis kejadian terjadi pada pukul 9 pagi saudara.
00:49Kemudian saudara tersangka diantar bersama dengan temannya pulang ke rumah kontrakan.
01:12Saat tiba di rumah pelaku berpura-pura kaget sekeluarga diracun.
01:27Ibu dan dua saudara kandungnya meninggal di tempat sementara satu saudara kandung kritis.
01:33Anak ketiga korban juga sempat ikut mengubur keluarga sambil menangis.
01:39Sebab saat itu polisi masih menyelidiki penyebab kematian para korban dan pelaku saat itu masih menjadi saksi.
01:53Pelaku atau anak ketiga korban ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana saudara.
01:59Pelaku melakukan pembunuhan karena dendam kerap dimarahi oleh ibunya.
02:04Kemudian timbul niat melakukan pembunuhan.
02:07Pelaku dia merasa jengkel, merasa diperlawan berbeda.
02:29Itu pun juga sebetulnya karena berlaku dari pelaku sendiri.
02:33Pelaku ini sering pulang malam, sering tidak pulang bahkan dari cari impunya gitu.
02:42Seh tersebut yang sudah mengadukkan kerasen itu disuapkan menggunakan sendok ke mulut para korban.
02:48Sebelumnya saudara, tiga orang sekeluarga ditemukan tewas di kamar kontrakan di Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 2 Januari 2026.
03:10Sementara itu satu anak dalam kondisi kritis.
03:13Korban meninggal dengan mulut berbusa.
03:15Kala itu beberapa barang bukti dibawa seperti botol air mineral dan juga teko yang berada di dapur.
03:31Lebih lengkap soal kasus kematian satu keluarga di Warakas yang ternyata pelakunya adalah anak tengah korban.
03:38Kita berbincang dengan Kasat Reskrim, Polres Metro Jakarta Utara, AKBP, Onkoseno.
03:46Selamat petang.
03:50Selamat petang Pak Kasat.
03:51Boleh dibuka?
03:56Selamat petang.
04:00Suara saya jelas ya Bang ya.
04:03Dari awal memang...
04:04Pertanyaannya jadi dari awal memang pelaku ini merencanakan pembunuhan kepada ibu dan juga saudaranya atau seperti apa temuan yang didapatkan polisi?
04:13Ya dari serangkaian penyelidikan dan penyelidikan yang kita lakukan memang pelaku sudah merencanakan untuk membunuh keluarganya yang ada di situ dengan cara membubuhi ratun tikus ke dalam minuman.
04:33Ini kan kasusnya awal Januari kemudian akhirnya terbongkar.
04:41Sekarang ini awal mula akhirnya terbongkar.
04:44Ini seperti apa?
04:44Apakah langsung pelaku ini mengakui atau bagaimana?
04:48Ya pada awalnya sempat dikabarkan bahwa pelaku di situ mengalami kritis itu pada saat itu pada saat penemuan pertama memang pelaku sendiripun ada di TKP kejadian.
05:06Nah untuk itu kita pun juga membawa pelaku ini ke rumah sakit kemudian di rumah sakit dilakukan observasi kesehatan.
05:14Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan di tubuh pelaku tidak ditemukan racun.
05:22Sehingga kemudian kemudian selanjutnya kita juga lakukan observasi kejiwaan terhadap pelaku ini.
05:32Nah disinilah kita menemukan bahwa adanya rasa jengkel dan dendam terhadap tubuh pelaku.
05:44Karena pelaku sering dimarahi oleh ibunya atau korban.
05:50Nah selain itu kita juga mendapati bukti-bukti lain.
05:56ya bahwa ada juga pelaku menyiapkan batu-bukti tersebut kemudian merebusnya di dalam tebusan teh yang kemudian disuapkan kepada para korban.
06:15Berarti kalau kita lihat ini juga ada tayangan yang tadi sama-sama kita saksikan.
06:21Ini pelaku menangis di makam ibu dan juga saudaranya.
06:25Ini berarti bagian dari rencananya?
06:27Ya itu merupakan alibi dari pelaku.
06:35Termasuk pelaku mencoba melukai dirinya menggunakan ketasan.
06:42Ketasan kembang api lah.
06:43Berarti dari awal selain tadi akhirnya polisi mengetahui bahwa ternyata di tubuh pelaku ini tidak ditemukan indikasi racun.
06:52Begitu dari situ akhirnya apalagi bukti-bukti yang didapatkan polisi sebelum akhirnya polisi mendapatkan pengakuan dari pelaku?
06:59Bagaimana ulangin perang jelas?
07:05Tadi kan abang bilang kan berarti tidak ditemukan racun di tubuh pelaku sehingga menjadi bukti awal.
07:14Nah akhirnya bagaimana akhirnya mengetahui bukti-bukti lain terkait dengan kasus ini?
07:20Ya tentunya selain itu kita rangkaikan dengan petunjuk dan barang bukti lainnya termasuk ada pemeriksaan dari laboratorium perintik dan kita lakukan otopsi juga ke tubuh para korban sehingga adanya persesuaian barang bukti dan alat bukti.
07:40Sehingga kita bisa menetapkan si pelaku AS ini sebagai tersangka pembunuhan terhadap tiga korban atau tiga anggota korbannya tersebut.
07:52Saya konfirmasi lagi Pak Kasat ini pelaku merupakan anak kandung dan anak keberapa ya Pak?
07:58Anak kandung dan pelaku merupakan anak ketiga.
08:02Anak ketiga ya. Tadi juga sempat dijelaskan motif. Jadi setelah itu didapatkan motif pelaku sebenarnya apa Bang?
08:10Ya motifnya karena persangka ini jengkel dengan ibunya karena sering dimarahin karena pelaku ini sering tidak pulang atau sering pulang ke rumah larut malam.
08:25Sebetulnya kalau kita lihat juga ibunya ini memarahi atau memperingatkan karena sebagai bentuk rasa sayang-sayang ya tapi ditanggapi lain harus ditanggap berbeda oleh pelaku.
08:35Termasuk juga dia beberapa kali cekcok dengan kakak atau adiknya tersebut hanya karena hal-hal sepele seperti berebut bermain HP semacam itu.
08:49Baik terakhir Pak Kasat, jeratan pasal yang disangkakan apa? Pembunuhan perencana?
08:54Ya kami kenakan pasal 459 tentang pembunuhan perencana dan pasal 458 tentang pembunuhan.
09:04Baik terima kasih Kasat Resfilm Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandi Arso telah bergabung dan memberikan informasinya di Kompas Petang.
09:13Salam sehat Bang.
09:14Selamat menikmati.
Komentar