Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan, masih bergejolak hanpir sepekan setelah Morgan Stanley Composit International (MSCI) mebekukan evaluasi bursa RI. Ketentuan dan regulasi apa yang tidak disukai MSCI?

MSCI menekankan kebutuhan informasi kepemilikan yang lebih granular dan menyinggung kekhawatiran perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga wajar.

Lantas, mengapa BEl terkena sanksi berat padahal MSCI bukan regulator pasar saham global? Benarkah MSCI tahu "tersangka" pembohongan data kepemilikan publik demi masuk ke dalam indeksnya? Apakah MSCI mencegah "terjeblosnya" dan triliunan rupiah milik asing agar tak nyangkut di saham dengan kepemilikan tak transparan? Ahli Pasar Modal Universitas Indonesia Profesor Budi Frensidy menjelaskan.

Baca Juga Terbaru! Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan Manipulasi Saham, Ada 3 Tersangka Baru di https://www.kompas.tv/ekonomi/648694/terbaru-bareskrim-geledah-shinhan-sekuritas-terkait-dugaan-manipulasi-saham-ada-3-tersangka-baru

#msci #pasarmodal #saham

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/648701/full-msci-diduga-tahu-data-bohong-kepemilikan-saham-publik-di-indonesia-ini-kata-ahli-pasar-modal
Transkrip
00:00Bursa Efek Indonesia
00:30Bisa transparansi sehingga either kita bisa menyebut sebagai krisis atau ujian transparansi bursa kita
00:35Apa yang diperingatkan oleh MSCI belum lama ini
00:39Baik pertanyaan yang lebih dalam lagi sebenarnya
00:42Apakah dengan masuk ke dalam daftar MSCI sebuah saham sudah pasti kredibel dan transparan Prof?
00:51Ya kita sepakat bahwa tidak mudah masuk ke dalam indeks global MSCI
00:57Karena saat ini itu baru 74 emiten kita yang memenuhi kriteria itu
01:03Kenapa? Karena kriteria juga tidak mudah
01:06Paling tidak harus memenuhi kapitalisasi minimum
01:09Baik untuk large dan mid maupun untuk small cap
01:12Jadi kalau large dan mid sudah pasti lebih besar lagi batas kapitalisasi pasar minimumnya
01:17Kemudian juga harus dipenuhi syarat likuiditas harian atau transaksi harian
01:26Dari masing-masing saham ini memang cukup besar
01:30Sehingga MSCI ini merekomendasikan atau memasukkan sebuah saham
01:34Kalau saham itu sudah banyak yang beli dan juga jualnya juga mudah
01:38Jadi transaksi hariannya itu cukup besar
01:42Karena yang tidak disukai oleh MSCI adalah bisa masuk tidak bisa keluar
01:47Atau bahkan masuk saja transaksi hariannya yang over itu juga sangat terbatas
01:51MSCI hanya suka dengan saham yang likuid
01:54Tidak ada nyangkut-nyangkutan di dalamnya seperti itu Prof?
01:57Ya sebenarnya selain dari batas likuiditas minimum
02:02Sebenarnya MSCI juga mensyaratkan transparansi daripada para pemegang saham
02:10Ya itu yang mungkin saat ini menjadi isu besar
02:13Bahwa ya saham-saham di bursa kita banyak yang sulit untuk dikejar siapa sih ultimate beneficiary owner
02:21Ah itu menarik tapi jangan dibahas dulu Prof saya
02:24Balik lagi ke basicnya MSCI
02:26Ini MSCI kan bukan regulator ya Prof ya
02:30Dia kita bisa katakan ini adalah lembaga riset
02:33Yang merekomendasikan seperti itu ya
02:35Sebuah saham layak beli atau tidak seperti itu kan Prof
02:38Tapi kenapa MSCI bisa sedemikian rupa
02:42Seolah menghukum begitu keras dengan hentakannya
02:45Memfreeze evaluasi di pasar saham Indonesia Prof?
02:50Ya karena dia menjadi acuan
02:53Rujukan dari para investor global
02:55Yang mengelola dana sangat besar sampai 1,4 triliun di emerging market
03:01Sehingga apa yang direkomendasikan
03:03Apa yang diubah ya dimasukkan atau dikeluarkan itu menjadi sinyal juga
03:10Buat para investor global untuk masuk dan keluar dari saham-saham itu
03:13Atau dari pusat tertentu
03:15Katakan kalau Indonesia masuk ke dalam emerging market
03:19Maka ada bobot dari keseluruhan dana emerging market
03:22Kita saat ini memang relatif rendah dibandingkan banyak negara sekelas kita ya
03:26Kita hanya data terakhir yang saya lihat 1,17 atau 1,2 persen
03:31Yang dari 1,4 triliun masih cukup besar 16 miliar USD
03:36Sehingga ya kita berkepentingan untuk mempunyai semakin banyak emiten ke dalam masuk ke dalam indeks ini
03:46Kenapa? Karena ini berarti semakin banyak dana yang bisa masuk ke dalam emiten-emiten kita
03:52Ataupun ya secara keseluruhan di dalam bursa kita
03:55Oke yang saya catat adalah bobot yang rendah
03:58Prof Budi tadi meng-highlight bobot rendah
04:01Apakah ini menjadi sebuah kegagalannya BEI
04:04Sehingga MSCI menghukum sedemikian rupa BEI?
04:07Ya ini saya pikir PR kita bersama untuk meningkatkan likuiditas dari masing-masing saham
04:16Dan juga pada akhirnya transaksi harian di bursa kita
04:19Jadi kita memang transaksi harian kita masih 1,1 ataupun kalaupun meningkat 1,17 miliar USD per hari
04:29Ini relatif masih kalah dengan beberapa negara tetangga
04:33Apalagi kalau kita bandingkan dengan India
04:35Ini kita punya datanya nih Prof
04:36Ya apalagi kita bandingkan dengan India
04:39Jadi kita dengan India ini 11,4 atau 11,8 mungkin kalau digabung dari dua bursa mereka
04:47Sehingga ya kalau kita ingin meningkatkan transaksi harian kita ini
04:52Salah satu syaratnya adalah jumlah emiten kita yang masuk ke dalam indeks MSCI ya harus ditingkatkan
04:57Jadi saya pikir saya tidak ingin menyalahkan regulator sekalian
05:01Tapi ini tugas bersama kita ya semua ya stakeholders dari bursa saham
05:06Jumlah emiten kita yang masuk ke indeks MSCI kurang lebih ada 56 emiten ya Prof?
05:1256 plus 18,74 ya karena ada dua klasifikasi yaitu last and mid satu lagi small
05:17Kalau itu digabung 74 dan itu jauh sekali dibandingkan dengan India
05:23Kalau tidak salah 644 apalagi dengan negara-negara besar di Asia itu ada yang 800 lebih, 900 lebih
05:31Sehingga wajar saja kalau transaksi harian kita juga jauh tertinggal dibandingkan India dan negara-negara
05:38Seperti Taiwan, Korea Selatan, China, Jepang itu wajar saja kalau kita kalah dengan mereka
05:45Karena juga jumlah saham kita yang masuk ke dalam MSCI indeks itu sedikit ya jauh di bawah mereka
05:53Oke baik, sebenarnya regulator pasar modal di Indonesia BI dan OJK sudah menyadari ini gak sih
06:01Permasalahan strukturalnya adalah transaksi harian kita yang masih di bawah negara-negara lain
06:08Dan apakah regulator pasar modal di sini juga sadar yang terjadi saat ini adalah krisis transparansi data?
06:15Saya pikir mengenai kita masih rendah sudah disadari tapi bahwa apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan ini
06:22Yang belum banyak diperhatikan dalam arti salah satunya adalah ya mestinya menjadi KPI nih
06:28KPI dari pengelola bursa bahwa jumlah saham atau emiten kita yang masuk ke dalam indeks MSCI ini
06:34Yang menjadi KPI ya supaya jangan puas dengan jumlah emiten yang IPO di setiap tahun
06:42Karena ini hanya kuantitas dan juga ya itu saya pikir tidak menjadi acuan KPI di bursa-bursa lainnya
06:48Karena ini berhubungan dengan dana asing masuk ke bursa kita
06:51Ya netbuy katakan, kemudian juga berhubungan dengan transaksi harian
06:55Nah jadi semuanya sebenarnya merefer ke hal yang sama bahwa jumlah emiten itulah yang harus ditingkatkan
07:03Sehingga kita bisa katakan meningkatkan transaksi harian-transaksi harian kita sih
07:08Dengan angka ini sebenarnya sudah melebihi target karena target bursa efek kita kalau tidak salah 14,5 triliun
07:14Tapi masalahnya ya kalau kita bandingkan dengan bursa negara lain ya kita belum apa-apa dan itu juga harus menjadi catatan kita bersama
07:21Baik, yang saya tangkap dari penjalanan Prof Budi adalah sebenarnya regulator kita sudah cukup memahami permasalahan struktural di bursa kita
07:28Makanya terakhir BI, OJK bertemu dengan MSCI dan akhirnya kita mengajukan proposal
07:36Salah satunya adalah free float naik dari 7,5% ke 15% Prof
07:41Apakah pemahaman regulator tadi yang kita bahas mereka cukup memahami ini transparansi data krisisnya
07:48Cukup terjawab dengan proposal kenaikan free float ini menjadi 15% Prof
07:54Ya ini ya saya bisa katakan ini memenuhi aspek kuantitatif tapi sebenarnya ini tidak dikejar atau diminta oleh MSCI
08:03Karena MSCI ya balik lagi ya yang kita tahu adalah transparansi bahwa sulit sekali untuk mengejar siapa sih ultimate benefit owner
08:14Dan diantara para pemegang saham siapa yang katakan benar-benar publik dan siapa yang terafiliasi ataupun investor strategis
08:25Sehingga kalau kita bicara 15% ini sepenuhnya akan memenuhi ya saya pikir masih ada syarat lain yang harus dilakukan
08:35Karena ada satu saham yaitu Aramco
08:383% bahkan ada yang mengatakan kurang dari itu masuk ke dalam MSCI
08:43Nah itu dia artinya kan permasalahan disini bukan soal tentang angka free float kan Prof
08:49Karena ternyata Aramco aja dengan free float yang minimalis dulu IPO juga minimalis
08:55Tidak sebesar dengan emiten-emiten yang IPO di Indonesia ternyata cukup diterima dengan baik oleh MSCI
09:02Gitu loh Prof
09:03Dalam struktur pasar saham Indonesia yang didominasi pemegang saham pengendali
09:08Apa tantangan struktural terbesar untuk memenuhi angka free float ini
09:14Tanpa mengganggu harga saham dan stabilitas emiten itu sendiri Prof?
09:19Ya kita harus katakan kita sekarang dengan kenaikan minimum free float dari 7,5 menjadi 15%
09:27Berarti yang sudah di atas 15% jelas tidak relatif tidak ada tekanan apa-apa tidak ada pengaruh apa-apalah dengan ketenuan baru ini
09:35Tidak ada gejolak ya Prof?
09:36Ya tidak gejolak mestinya ya yang di atas 15% tapi masalahnya cukup banyak yang masih di bawah 15% dan daftar lengkapnya itu 243 emiten kita yang masih belum memenuhi angka 15%
09:51Artinya 243 emiten ini itu harus memenuhi atau meningkatkannya menjadi 15%
10:00Nah itu hanya bisa dilakukan dengan dua cara
10:02Pertama mereka melakukan rate issue
10:04Oke pada penerbitan saham baru
10:06Ya penerbitan saham baru
10:08Dan itu ya intinya untuk menambah porsi dari kepemilikan publik
10:14Kalau itu tidak dilakukan ada alternatif lain yaitu si pemegang saham pengendali harus ya melepaskan kepemilikannya itu disebut dengan divestasi
10:23Ya lawan dari investasi ke publik jadi artinya dia mengurangi porsi kepemilikannya
10:29Dan ini akan mengakibatkan supply akan berlebih ya dan angkanya itu banyak sudah menghitung ya dan saya juga sudah menuliskan 203 triliun
10:41Oke dan sehingga kalau dalam catatan saya kalau ini dipaksakan terburu-buru dalam waktu dekat harus dipenuhi agak berat ya
10:49Artinya tekanan jual lebih besar daripada tekanan beli kecuali dikasih tengkat waktu katakan 2 tahun apalagi untuk big cap mungkin bisa lebih dari itu
10:56Kenapa? Karena pengalaman kita waktu itu menaikkan sampai 7,5% aja 2 tahun lebih masih ada yang tidak menuhi
11:02Kemudian itu dari sisi supply ya kan banyak sekali yang menawarkan artinya harus menakukan rate issue ataupun divestasi
11:09Jadi kalau kita lihat dari sisi demand sama saja demand kita dalam negeri hanya ya katakan 60-65% dari transaksi harian ini
11:17Harian yang sekarang ada ini ya kalau asingnya mengurangi ya apakah domestik terutama institusi bisa meningkatkan
11:25Kalau mereka bisa meningkatkan mungkin lumayan artinya paling tidak meningkatkan transaksi asing yang keluar
11:32Bisa mengimbangi ya?
11:34Iya bisa mengimbangi tapi kalau bisa untuk menampung 200-300 saya pikir harus lebih dari itu
11:40Ya jadi artinya bid-nya atau demand-nya ini harus ditingkatkan gitu
11:44Meng-create demand-nya itu?
11:45Iya jangan over supply-nya berlebihan dan besar sekali
11:48Oke Prof tapi bukankah pemerintah kita juga sudah berusaha meningkatkan atau meng-create demand ini ya?
11:54Ini adalah dengan membolehkan dana pensiun, asuransi, meningkatkan investasi mereka di pasar saham sampai 20% Prof
12:02Iya saya pikir untuk instansi pemerintah itu kita harapkan efektif ya artinya akan diikuti oleh para pengambil keputusan di perusahaan-perusahaan ini
12:12Jadi untuk swasta kan ya mereka ya punya hitungan sendiri terutama katakan asuransi harus memperhatikan konsep matching duration dari asset dan liability
12:22Tapi untuk yang instansi pemerintah katakan ya kita sangat berharap pada dana antara dan saya percaya pengelolanya paham benar ya ada tokoh-tokoh dan juga yang sangat berpengalaman
12:33Jadi Pak Pandu, Pak Ronsan, kemudian juga katakan yang melalui dana besar juga di Indonesia adalah BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jam Sostek
12:42Pokoknya yang saya tahu di atas 800 triliun, katakan kalau 20% berarti 160 triliun ini dari angka yang sebelumnya mungkin 8% atau 10% ini jumlah yang besar untuk menggerakkan atau meningkatkan bid
12:54Sehingga bukan saja mengimbangi keluarnya dana asing tapi juga akan lebih besar dari itu sehingga transaksi harian kita harap akan meningkat
13:03Dan cukuplah menahan gejolak tekanan dari jual yang besar tadi
13:08Saya masih penasaran dengan free float itu terutama untuk BUMN, saya disini punya data tentang komposisi saham ini salah satunya lah Prof BSI, BRIS
13:20Free float nya kalau pakai aturan lama dia sudah memenuhi karena sudah hampir 10% kan Prof di atas 7,5%
13:27Tetapi dengan aturan baru kalau nantinya jadi 15% artinya kan ini salah satu emiten yang akan harus punya dua opsi, rate issue atau divestasi kan Prof ya
13:38Ya kalau dia melakukan rate issue, benar tadi yang dikatakan kalau dia melakukan rate issue berarti secara jumlah mungkin tetap tapi secara percetasekan turun
13:49Terdilusi
13:50Terdilusi itu yang dalam istilah keuangannya adalah mengalami dilusi
13:53Tapi bahwa mereka akan nyaman, umumnya emiten termasuk BUMN akan nyaman selama dia masih mengendalikan
14:01Selama dia masih menjadi PSP, pemegang saham pengendali
14:05Dan itu kontrol itu yang penting ya, artinya yang mereka akan pertahankan
14:11Persentase turun sedikit dari katakan nanti 90 atau 91 menjadi 85
14:19Relatif tidak terlalu menjadi perhatian serius ataupun tidak terlalu harus dipikirkan
14:24Prof, tapi kan penerbitan saham baru atau rate issue lalu divestasi ini kan aksi korporasi yang sangat strategis ya
14:31Hitungannya cukup rigid, panjang dan bahkan sangat rahasia ya Prof
14:36Kalau mengacunya ke BUMN, ini salah satu emitennya adalah BRIS, kode saham BRIS
14:43Cukup kuat nggak BRIS menahan volatilitas jangka pendek ketika harus free float itu dipenuhi Prof?
14:50Nah ini tadi, kita berharap dari sisi demand juga ada imbangan ya, ada lawan lah
14:59Karena kalau tidak, dan ini terutama kalau dipaksakan harus cepat ya, tergesa-gesa guru-guru
15:04Yang kita khawatirkan adalah tekanan jual lebih mendominasi daripada mereka yang berniat membeli atau bid ya
15:12Itu yang kita khawatirkan
15:14Prof, kita bahas lagi ke apa namanya proposal selanjutnya nih Prof tentang keterbukaan data keperbelikan saham ini rasanya seksi juga nih Prof
15:42Untuk di kupas ya, keterbukaan data karena ini kan match dengan permasalahan di bursa adalah krisis transparansi data Prof
15:50Saya ke OBU ini Prof, ke Ultimate Benevisional Owner
15:55Prof, sebenarnya apa namanya, ini kan kepemilikan manfaat terakhir kan OBU itu kan
16:01Yang identitasnya itu kan tersembunyi seperti itu
16:05Tetapi pertanyaan saya untuk ke basic dulu
16:08MSCI itu kan menekankan pentingnya transparansi OBU itu
16:13Ultimate Benevisional Owner itu
16:15Dalam praktik di Indonesia sejauh mana struktur nomini pinjam nama untuk pembelian saham
16:23Lalu Cross Ownership atau kepemilikan saham silang
16:27PT ini mempunyai anak usaha PT ini ternyata memiliki saham disini
16:32Memiliki ini yaitu Cross Ownership itu Prof
16:36Dan Special Purpose Vehicle SPV
16:39Perusahaan Cangkang Kendaraan
16:41Seberapa mengaburkan siapa pemilik real saham
16:45Gitu Prof
16:47Ya itu yang dipermasalahkan oleh MSCI ya
16:50Bahwa ya ada nomini dengan adanya nomini ini kan semakin sulit
16:54Mereka memisahkan mana sebenarnya yang investor benar-benar publik
16:57Dan mana yang terafiliasi dan mana yang investor strategis dan sebagainya
17:04Apalagi kalau nanti seperti di Indonesia berlapis-lapis kan
17:08Negang sahamnya adalah PT kemudian begitu ingin di breakdown siapa PT
17:13Yubo di belakang PT itu masih PT lagi
17:16Dan ada yang meneliti kadang-kadang tidak tertutup mungkin sampai 7 lapis itu masih
17:22Masih tidak terbuka
17:24Jadi memang ini yang dipertanyakan ya bahwa
17:29Siapa ultimate beneficial owner ini di bursa kita tidak mudah gitu mereka ketahui
17:37Sampai 7 lapis tetapi ini MSCI minta dibuka sedetail mungkin
17:43Prof disini bukankah itu berisiko over disclosure juga Prof
17:47Tentang siapa pemilik saham itu bukankah itu juga berbahaya Prof
17:51Nah itu saya pikir tetap akan diperhatikan bahwa ini tidak kemudian melanggar masalah
17:59Tidak ugal-ugalan kayak gitu membukanya ya Prof
18:01Privasi ya masalah data privasi itu gimana Prof
18:03Ya jadi sementara ini karena begitu menghargai privasi
18:09KC ini sampai tidak meminta coba breakdown yang detail atau istilah dari MSCI ini granular
18:17Tapi sebenernya itu diminta perincian lebih lengkap sebenernya ada di perusahaan sekuritas
18:23Anggota bursa sehingga khusus untuk investor domestik ini sebenernya permintaan persyaratan yang diajukan oleh MSCI ini sebenernya bisa dipenuhi dengan
18:34KC katakan meminta data minta dukungan kerjasama dari perusahaan sekuritas anggota bursa
18:42Tapi masalahnya adalah begitu investor saham di bursa kita ini adalah custody asing
18:50Itu benar-benar sampai saat ini dikhawatirkan masalah privasi tadi sulit untuk dikejar siapa
18:58Jadi dalam hal yang domestik mestinya sih tidak sulit ya untuk dipenuhi tapi dalam hal luar negeri dan luar negeri yang membelinya juga institusi asing
19:08Terutama namanya custody mereka sampai saat ini ya berusaha untuk menjaga kerjasama tidak bersedia mengungkapkan
19:17Dan ini yang harus mungkin harus dikejar
19:19Prof sebenarnya praktek lazim tentang beneficial owner ini di luar negeri seperti apa sih kita bisa mengacunya ke negara mana
19:26Bursa mana misalnya Prof ya ini berhubungan dengan tata kelola mestinya bahwa peringkat kita memang rendah
19:31Dan ya mungkin kalau kita ingin mengacu kepada negara mana harus melihat indeks transparansi scoring ya
19:41Sudah pasti negara maju lah yang bisa bisa menjadi acuan model untuk tata kelola kita
19:47Karena ada scoring bahkan bukan hanya peringkat atau tapi scoring negara kita relatif ya seperti biasa di peringkat-peringkat yang bawah ya
19:54Apalagi dibandingkan negara maju
19:56Hmm baik
19:57Saya ngevrap dulu nih Prof tentang aturan free flow dan keterbukaan data
20:02Ini kita bahasakan dalam investor retail awam itu kan
20:07Aturan ini dibikin untuk mencegah saham-saham dengan mudah digoreng
20:11Prof pertanyaannya adalah bukan tentang digoreng itu
20:14Apa bedanya saham yang dimanipulasi dan saham yang digoreng
20:18Apa bedanya Prof?
20:20Nah ini istilah pertama sebenarnya saya harus luruskan digoreng itu adalah istilah yang rame sekali digunakan dalam konteks pasar Indonesia
20:30Atau media dan banyak investor pelaku pasar disini
20:34Tapi istilah baku dan dikenal luas adalah sebenarnya manipulasi pasar
20:38Ya jadi ya sebenarnya goreng yang dimaksud dengan goreng menggoreng ini sebenarnya kalau istilah baku atau textbook
20:46Itu adalah manipulasi
20:48Jadi kita jangan diminta untuk memisahkan
20:51Tapi ini sebenarnya istilah lain aja di Indonesia manipulasi pasar ini diganti dengan gorengan penggorengan
20:58Pompom
21:00Oke
21:01Prof saya juga ingat Pak Pandu Syahrir itu kan bilang ya tentang saham yang diduga digoreng dimanipulasi dipompom seperti itu
21:09Don't hate the player don't hate siapa aktornya lah tetapi bencilah gamenya
21:17Nah itu Prof ini bisa diartikannya seperti apa sih untuk investor publik awam dan retail misalnya Prof?
21:24Ya saya mungkin ingin menekankan dulu atau mendukung apa yang disampaikan itu bahwa
21:30Ya yang namanya regulator termasuk pemerintah ini harus menangkul semua pelaku pasar
21:36Jadi jangan musuhi mereka
21:38Jangan persulit mereka juga untuk atau menghampat mereka untuk bertransaksi lebih besar
21:44Kenapa dengan aturan-aturan dari yang lama ini
21:47Itu sebenarnya MSCA juga tidak suka dan juga investor dalam negeri juga ada
21:52Dan juga MSCA juga suka yaitu aturan yang tidak transparan mengenai katakan FCA
21:57Suspensi ini bukan membantuin investor retail
22:00Ya walaupun mereka selalu mengatakan sih si regulator ataupun
22:04Disuspend dulu busanya gitu gimana
22:06Iya suspend kemudian suspend juga nggak jelas alasannya apa
22:09Berapa lama kemudian FCA yang membuat tidak liquid
22:12Dan salah satu alasan dari MSCI memperingati kita
22:17Atau memberikan saksi berat
22:19Adalah bukan hanya isu transparansi
22:21Tapi juga berhubungan dengan peraturan-peraturan
22:24Yang menyulitkan likuidita atau menghambat likuiditas
22:28Yang mereka tidak suka dan tidak terjadi di bursa lain
22:31Terutama ketentuannya aturan-aturannya gitu
22:34Panduannya kenapa masuk ke dalam FCA
22:36Berapa lama dia akan keluar kemudian juga suspensi
22:39Ini benar-benar hal lain daripada isu transparansi
22:43Yang juga di address atau dipersyaratkan atau ditanyakan lah oleh MSCI
22:50Sebenarnya kan kalau balik lagi masalah masuk ke indeks MSCI itu kan emiten kita yang punya konglomerat BUMN juga kan banyak ya Prof ya
22:58Tetapi yang belum masuk ke MSCI juga ternyata banyak meskipun itu emiten-emiten konglomerasi Prof
23:04Apakah Prof Budi membaca atau mengendus paling tidak ada emiten yang sengaja bohong ke MSCI tentang jumlah free float saham bahwa dia melaporkan misalnya free float nya ada 40% seperti itu
23:22Tetapi ternyata di belakangnya adalah pemilik-pemilik terafiliasi juga apakah Prof Budi mengendus bahwa MSCI tahu nih siapa yang bohong emiten di Indonesia
23:32Ya justru ini mereka minta diselidiki bahwa ada beberapa itu susah dipisahkan ya antara benar-benar publik ya
23:42Atau sebenarnya ya nomini ya atau investor strategis ya ataupun terafiliasi
23:50Kenapa? Karena dengan menggunakan nomini kan jadi kabur makanya mungkin salah satu yang ditingkatkan jadi 27 ini ya untuk lebih jelas ya lebih spesifik lebih granular
24:00Siapa siapa saja sih jadi pemisahannya jelas gitu antar yang benar-benar publik dan sebagainya
24:06Tapi bahwa beberapa emiten berusaha untuk
24:10Masuk?
24:12Mengelabui free float itu ya tujuan untuk masuk
24:14Saya pikir tentu ada dan kita ya beberapa kita juga sudah mencurigai beberapa emiten melakukan itu
24:20Padahal mestinya mereka tahu bahwa nilai atau besarnya free float itu bukan menjadi acuan
24:27Kenapa?
24:28Karena yang menjadi acuan adalah masalah likuiditas dan juga market cap
24:34Kapitalisasi pasar dari emiten itu
24:37Semakin likuiditas semakin orang bisa jual beli dengan mudah tidak ada nyangkut-nyangkutan sebenarnya itu yang disukain oleh MSCI
24:43Semakin likuid berarti kan semakin mudah beli dan jual tanpa mengaruhi pasar tanpa market impact istilahnya
24:49Artinya tanpa tekanan harga atau harga mengalami volatilitas yang besar
24:54Kita awamkan lagi ya Prof ya izin ya Prof
24:56Bahwa yang disukain oleh MSCI adalah ketika seseorang retail misalnya masuk ke sebuah saham
25:02Harganya 500
25:04Kemudian tidak secara ugal-ugalan atau secara cepat turun menjadi ke 300, 200, 100 yang pada akhirnya itu dana dia, duit dia nyangkut seperti itu ya Prof
25:14Iya, iya
25:15Jadi apalagi sampai mengalami kerugian
25:17Sampai sulit keluar saja itu tidak disukai
25:20Jangan sampai gampang masuk kemudian susah keluar itu juga tidak disukai
25:24Itu, telat beli telat jual
25:26Nah itu literasi-literasi seperti itu yang harus dimiliki oleh investor retail kita Prof
25:32Prof satu lagi proposal yang diajukan oleh regulator kita ke MSCI adalah keterbukaan data kepemilikan
25:38Oh ini bukan ini, sebenarnya ini judulnya sama dengan ini
25:42Ini maksudnya adalah subtipe investor
25:45Kita kan selama ini memakai KC memakai 9 subtipe ya Prof
25:49Ini akan dinaikkan menjadi 27 subtipe
25:53Apakah KC cukup siap infrastrukturnya dan kualitas data sedetail ini Prof?
26:01Mungkin ini suatu yang baru tapi dengan IT yang dimiliki ya
26:07Saya pikir ini akan cepat bisa diatasi
26:09Prof
26:11Proyeksinya nih Prof
26:13Sampai tengkat waktu yang ditentukan oleh MSCI
26:15Kemana arah bursa kita bergerak Prof?
26:17Saya pikir masih volatile ya
26:19Karena ya kita tidak tahu
26:21Tapi begitu MSCI mengatakan
26:23Oke permintaan kami sudah terpenuhi
26:25Dan kita tidak lagi melakukan bebekuan
26:29Bahwa akan ada nanti tambahan emiten yang masuk ke indeks
26:33Ataupun naik kelas dari beberapa emiten kita
26:37Dan itu akan menjadi titik balik ya
26:43Turning point dari kepanikan menjadi kembali optimisme
26:47Baik saya simpulkan Prof ini MSCI menghukum bursa kita bukan berarti fonis
26:55Hukuman berbeda dengan fonis
26:57Dan transparansi data kepemilikan
27:01Itu adalah momentum untuk mereformasi apa yang terjadi di bursa kita
27:06Terutama dari sisi regulasi ya Prof
27:08Dan dividen termahal di bursa saham Indonesia adalah transparansi data
27:13Betul Prof ya?
27:14Setuju
27:15Baik terima kasih Prof Budi Frensidi
27:17Ahli pasar modal Universitas Indonesia
27:20Sehat selalu Prof
27:21Ya terima kasih
27:22Sama-sama
Komentar

Dianjurkan