00:00Terima kasih saudara Anda masih bersama kami Desa Pen Indonesia Pagi.
00:04Banjir yang merendam ratusan rumah dan sawah di Karawang Jawa Barat hingga kini belum surut.
00:09Banjir juga memutus akses jalan penghubung dua desa.
00:15Visual yang Anda saksikan merupakan banjir yang masih merendam ratusan hektare sawah di desa Sukamakmur,
00:23kecamatan Teluk Jambai Timur Karawang Jawa Barat.
00:26Ketika banjir mulai dari 50 cm hingga 1,5 meter.
00:31Selain masih merendam sawah, banjir juga masih memutus akses jalan yang menghubungkan dua desa antara
00:38Desa Sukamakmur, kecamatan Teluk Jambai Timur dan Desa Karangligar, kecamatan Teluk Jambai Barat.
00:45Belum surutnya banjir disebabkan sejumlah faktor, mulai dari adanya pendangkalan saluran pembuangan kali,
00:52Kedung Hurang hingga masih tingginya debit air sungai Cibeet dan Citarun.
00:57Salah satu titik banjir ada di desa Karangligar, kecamatan Teluk Jambai Barat yang saat ini masih terendam dengan ketinggian air antara 50 cm hingga 2 meter.
01:17Banjir yang belum surut membuat ribuan warga masih harus bertahan di pengusian yang disebab di sejumlah titik.
01:23Banjir juga membuat sebagian warga tidak bisa bekerja karena lahan pertanian mereka masih terendam banjir.
01:34Tiga kali belum surut semua udah langsung naik lagi.
01:39Ya akhirnya cukup lumayan lama, jadi sejumlah ini 1,5 meter.
01:44Berarti yang kalau ke dalam bisa mencapai 2 meter?
01:46Ya, ke ujung bisa nyampe.
01:48Bisa nyampe?
01:49Aktifitas hanya di pengusian dulu sementara sambil menunggu air surut.
01:53Tiga kali belum surut.
01:57Sudah masuk pekan ketiga banjir di Karawang belum kunjung surut.
02:01Untuk mengetahui informasi terkini kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Adi Wahadi di Karawang, Jawa Barat.
02:07Adi, selamat pagi, sudah masuk pekan ketiga.
02:10Kenapa banjir di Karawang tidak kunjung surut?
02:12Sampai mana penanganan banjir di sana?
02:13Dan juga saudara, penyebab banjir belum juga surut yang merendam ratusan rumah warga di desa Karangligar dan sebagian di desa Sukangmakur, kecamatan Teluk Jambetimur.
02:26Ini disebabkan oleh sejumlah faktor berdasarkan pantauan langsung dan wawancara kami dengan Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah Kabupaten Karawang.
02:36Ini terjadi imbas dari lokasi banjir atau lokasi desa ini yang berada di Cepkungan, kemudian dihimpit oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Citarum dan Sungai Cibet.
02:50Kemudian juga buruknya atau dangkalnya saluran pembuang Kali Kedung Hurang yang menjadi satu-satunya akses melintas air menuju ke pembuangan Kali Citarum dan Sungai Cibet.
03:03Okta dan juga saudara, berdasarkan data yang kami terima, ini lebih dari 220 rumah hingga saat ini masih terendam banjir dan total ada sekitar 900 jiwa yang masih terdampak dan mereka masih harus mengungsi.
03:17Di sejumlah tempat, mulai dari tenda-tenda yang dibangun, warga secara mandiri, di jalan yang cukup tinggi, kemudian aula kantor desa, serta tenda-tenda yang dibangun oleh BBBD dan Dina Sosial.
03:29Himbas dari masih tingginya kondisi banjir yang saat ini merendam, mereka masih harus bertahan dan faktor lainnya yang mengganggu aktivitas warga adalah
03:39Mereka tidak bisa melakukan pekerjaan selayaknya kehidupan normal tanpa banjir hingga bantuan makanan serta kebutuhan lainnya.
03:49Ini menjadi salah satu harapan warga agar kemudian pemerintah daerah serta donatur masih memberikan bantuannya untuk mencukupi atau menuhi kebutuhan seperti makan dan kebutuhan lainnya.
04:00Mengingat ini sudah masuk di pekan ketiga banjir, mereka belum bisa melakukan aktivitas apapun.
04:07Okta dan juga saudara, harapan warga agar kemudian banjir yang merendam rumah-rumah mereka bisa segera surut.
04:14Ini meminta agar pemerintah daerah Kabupaten Karawang serta BBWS ini menormalisasi saluran pembuang kali kedung hurang yang menurut pantauan serta keterangan yang kami ambil
04:27baik dari BBBD maupun warga setempat ini dalam kondisi adanya penyempitan dan pendangkalan.
04:34Dan ini menjadi faktor utama dari lamanya banjir yang merendam di desa Karangligar dan desa Sukangmakpur.
04:42Selain dari banjir yang belum surut merendam ratusan rumah, kami pantau juga akses jalan yang menghubungkan dua desa antara desa Karangligar kecamatan Teluk Jambi Barat
04:52serta desa Sukangmakpur kecamatan Teluk Jambi Timur ini masih terputus.
04:56Dan ini berimbas pada terganggunya aktivitas warga mulai aktivitas para pelajar yang harus mencari alternatif jalur lain
05:05agar kemudian bisa sampai ke sekolah serta sejumlah karyawan dan guru yang akan bekerja ini juga harus mencari akses lain.
05:13Kondisi ini sudah berlangsung hampir tiga pekan terjadi dan belum juga normal.
05:19Artinya warga ini sudah bertahan dengan kondisi ini selama tiga pekan namun demikian kondisi banjir belum juga surut.
05:28Seperti yang Anda saksikan langsung tempat saya melaporkan ini adalah lebih dari 100 hektare sawah terendam
05:34dan ini milik warga desa Sukangmakpur dan desa Karangligar.
05:39Dan kondisi ketigaan air di lokasi tempat saya melaporkan ini bervariasi mulai dari 50 cm hingga 1,5 meter ke dalamannya.
05:47Sehingga padi yang sebelumnya sudah ditanam ini harus membusuk dan dipastikan petani ini mengalami gagal panen
05:56dan mengalami kerugian lebih dari 20 juta per hektarnya.
06:00Sementara luas area yang terdampak akibat banjir ini cukup luas sehingga petani ini masih menunggu surutnya air
06:07untuk kemudian memulai kembali memulai awal melakukan penanaman agar kemudian produksi beras atau padi ini masih tetap aman bagi warga atau petani.
06:17Baik, kondisinya belum normal. Masih ada 220 rumah terendam dan 900 jiwa terdampak akibat banjir Karawan Jawa.
06:23Terima kasih.
06:24Jurnal S. Kompas TV Adiwadi melaporkan dari Karawan Jawa. Selamat bertugas kembali.
06:27Jurnal S. Kompas TV Adiwadi.
Komentar