Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas di kawasan niaga SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa sore.

Penggeledahan dilakukan terkait dugaan tindak pidana saham gorengan atau manipulasi saham di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Penggeledahan ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan manipulasi harga saham atau saham gorengan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Dalam kasus tersebut, terdapat lima tersangka. Dua di antaranya telah berstatus terpidana, yakni Direktur PT MML berinisial J serta MBP yang merupakan mantan Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP 1 PT Bursa Efek Indonesia.

Selain J dan MBP, Bareskrim Polri juga menetapkan tiga tersangka baru, yakni BH yang merupakan mantan staf Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi 3 PP 3 PT Bursa Efek Indonesia, DA selaku penasihat keuangan (financial advisor), serta RE yang merupakan project manager PT MML.

Baca Juga OJK Dukung Penindakan Saham Gorengan, Penyidikan Mulai Sentuh IPO Bermasalah di https://www.kompas.tv/nasional/648537/ojk-dukung-penindakan-saham-gorengan-penyidikan-mulai-sentuh-ipo-bermasalah

#sahamgorengan #ihsg #pasarmodal #bareskrim

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648660/usut-kasus-saham-gorengan-bareskrim-tetapkan-3-tersangka-baru-sapa-pagi
Transkrip
00:00Saya menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya, Yan Rahman.
00:04Saudara Direkturat Tindak Pidana Ekonomi khusus Baris Krim Polri menggeledah kantor PT Sinhan Sekuritas di kawasan Niaga SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa Sore.
00:14Penggeledahan dilakukan atas dugaan tindak pidana saham gorengan atau manipulasi saham di tengah anjroknya indeks harga saham gabungan atau IHSG.
00:23Penggeledahan ini merupakan pengembangan terkait adanya dugaan tindak pidana manipulasi harga saham atau saham gorengan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.
00:33Dalam kasus ini terdapat lima tersangka di mana dua di antaranya telah berstatus terpidana yaitu Direktur PT. MML berinisial J dan MBP yang merupakan mantan kepala unit evaluasi dan pemantauan perusahaan tercatat 2 Divisi PP1 PT. Bursa Efek Indonesia.
00:52Selain J dan MBP, Baris Rimpori menetapkan tiga tersangka baru yaitu BH yang merupakan mantan staf unit evaluasi dan pemantauan perusahaan tercatat 2 Divisi 3PP, 3 PT. Bursa Efek Indonesia.
01:05DA sebagai Financial Advisor dan RA yang merupakan Project Manager PT. MML.
01:11Jadi untuk penyidikan saat ini, penyidik telah menetapkan tiga tersangka baru dalam perkara akwo yang merupakan pengembangan dari penyidikan terhadap perkara yang sudah inkrah sebelumnya.
01:31Dari proses penyidikan di atas, penyidik menemukan fakta bahwa sebenarnya PT. MML dengan kode saham PIPA tidak layak untuk melantai di Bursa Efek Indonesia.
01:48Dikarenakan valuasi aset perusahaan tidak memenuhi persyaratan.
01:55Dan prolen dana PT. MML pada saat IPO, inisial public offering atau penawaran umum perdana sebesar Rp97.000.000.
02:11Dimana pada saat itu perusahaan sekuritas atau penjamin MC Effect atau yang sebut dengan Underwriter adalah PT. Sinan Sekuritas.
02:21Yang saat ini, oleh tim penyidik Direkturat Tindak Bindahan Ekonomi dan Khusus Basis Polri, dilakukan penggeledahan di kantor PT. Sinan Sekuritas.
02:38Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa sempat bilang soal saham gorengan.
02:42Purbaya bilang, ia sudah sentil manajemen pasar saham berapa bulan lalu untuk membersihkan pasar dari praktik saham gorengan dan manipulasi harga saham.
02:52Karena jika dibiarkan, yang paling terdampak adalah investor retail.
02:55Kan selalu bilang, bersihkan pasar dari menggoreng saham.
03:02Karena nanti investor kecil kasihan kalau masuk salah beli saham yang gorengan, itu aja.
03:08Itu memangnya harus dipilih sebelum-sebelumnya, cuma mereka enggak kerjain pengharian aja.
03:12Jadi begini kita.
03:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan