Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
ACEH, KOMPAS.TV - 20 hektare lebih areal sawah di Desa Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih tertimbun pasir sisa banjir bandang akhir 2025 lalu.

Para petani tak lagi bisa menggarap lahan yang seharusnya sudah memasuki musim tanam.

Hamparan sawah di Desa Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, kini berubah kering dan rata, menyerupai pantai.

Sawah tertimbun pasir sisa banjir bandang. Kondisi tersebut memaksa petani kehilangan mata pencaharian.

Petani mencoba bertahan dengan menanam semangka dan jagung di atas lahan kering dan berpasir.

Meski ada risiko gagal panen, namun warga tak punya pilihan agar bisa memanen sebelum memasuki Ramadhan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Harga Cabai Rawit Melonjak Tembus Rp 80 Ribu di https://www.kompas.tv/regional/648531/harga-cabai-rawit-melonjak-tembus-rp-80-ribu

#aceh #bencanaaceh #sawah #banjiraceh

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648548/20-hektar-sawah-di-bireuen-tertutup-pasir-sisa-banjir-petani-kehilangan-mata-pencaharian
Transkrip
00:00Saudara 20 hektare lebih areal sawah di desa Tepin Raya, kecamatan Pesangan, Siblah, Krueng, Kabupaten Biren, Aceh.
00:08Hingga kini masih tertimbun pasir sisa bajir bandang akhir 2025 lalu.
00:13Para petani tak lagi bisa menggarap lahan yang seharusnya sudah memasuki musim taman tanam.
00:19Hamparan sawah di desa Tepin Raya, kecamatan Pesangan, Siblah, Krueng, Kabupaten Biren, kini berubah kering dan rata menyerupai pantai.
00:33Sawah tertimbun pasir sisa banjir bandang. Kondisi tersebut memaksa petani kehilangan mata pencaharian mereka.
00:40Petani mencoba bertahan dengan menanam semangka dan jagung di atas lahan kering dan berpasir.
00:46Meski ada resiko gagal panen, namun warga tak punya pilihan agar bisa memanen sebelum memasuki Ramadan.
00:53Ya, aku tes, aku tes, bagaimana aku tanam bibit ini, timun, apa, semangka ya, apa?
01:11Timun, timun.
01:12Timun suri.
01:13Timun suri.
01:14Tidak pernah aku tanam di dalam pasir, aku tes, bagaimana kalau di dalam pasir, membawaannya.
Komentar

Dianjurkan