Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SEMARANG, KOMPAS.TV - Musim hujan yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan banjir dan berdampak pada panen padi petani. Kondisi tersebut turut memengaruhi proses penyerapan gabah.

Meski demikian, Perum Bulog Cabang Semarang memastikan stok beras tetap aman selama musim penghujan hingga memasuki bulan Ramadan.

Pemerintah daerah bersama Bulog terus memantau kondisi produksi dan distribusi beras guna menjaga ketersediaan serta stabilitas pasokan di masyarakat.

Lebih lengkap soal stok beras di Jawa Tengah jelang Ramadan di tengah cuaca ekstrem, simak dialog KompasTV bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Baca Juga Gubernur Jateng Berencana Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tegal di https://www.kompas.tv/regional/648635/gubernur-jateng-berencana-relokasi-warga-terdampak-tanah-bergerak-di-tegal

#stokberas #jateng #gubernurjateng

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648907/full-gubernur-jateng-ungkap-stok-beras-aman-di-tengah-cuaca-ekstrem-bulog-pantau-ketersediaan
Transkrip
00:00Saudara kita tersambung melalui saluran Zoom bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi.
00:05Selamat pagi Bapak Ahmad Lutfi.
00:07Pak ini kan bagaimana untuk bencana banjir dan longsor ini mempengaruhi ketahanan pangan di Jawa Tengah
00:13dan apa langkah dari Pemprov Jawa Tengah untuk menangani hal tersebut Bapak?
00:18Sama perlu kami sampaikan kepada pemirsa Angkorongan.
00:22Bapak bencana alam ini tidak harus signifikan terhadap pangan-pangan yang ada di Jawa Tengah.
00:31Terutama stok padi kita berhasilnya sangat cukup.
00:34Jadi kalau secara nasional itu adalah 15 persen, 15,5 persen kebutuhan stok padi nasional itu berhasil dari Jawa Tengah.
00:43Sehingga itu sangat tunjuk sekali, termasuk rapi, termasuk kekuatan bahan pokok penting di tempat kita terhubungi.
00:53Terkait dengan bencana tidak terharus terhadap peninggungan.
00:55Tapi yang pertama disampaikan kepada rekan-rekan sekalian dan pemerintah,
01:00memang tempat bencana ini ada dua hal yang perlu.
01:04Yang pertama adalah wilayah Gunung Muria,
01:09yaitu kita tersebut di wilayah Parti, kemudian Parah, Kutus, dan Tepat.
01:15Baru dua hal, dua persen yang berusaha kita, yaitu wilayah Parti,
01:20hampir sekitar 250 pengusaha Jawa Tengah yang menjadi Tepat.
01:25Yang kedua adalah wilayah Kutus.
01:27Dua wilayah Kutus menjadi proyek kita untuk wilayah Bandur.
01:31Jadi Muria dua tempat, dan Tepat.
01:35Kemudian yang kedua, yang tidak kalah pentingnya adalah Kutus Tanah Loksor.
01:39Yang dibuat Gunung Selamat dan Kutusannya,
01:42itu adalah wilayah Purwadza, kemudian Pemalang,
01:46kemudian yang kedua adalah wilayah Kutus yang hari ini,
01:49kami dengan Pak Wapres akan ditanya-tanya Tepat Kabupaten Tengah.
01:54Dampak dari Kutus Tanah Loksor itu khususnya untuk pengumsi,
01:58sentralnya hanya di dua tempat,
02:00sebab itu ada perubah lingga,
02:03tetap kegal lainnya tidak ada pengumsi.
02:06Kutus untuk perubah lingga,
02:08kita pulangin 80 perubah.
02:11Kita lakukan pemindahan dalam tangka relokasi,
02:18yang sekarang nanti kita siapkan runtara dan runtaknya.
02:21Termasuk di dalam pemalang,
02:22itu adalah berapa rumah yang nanti kita lakukan relokasi.
02:25serta di wilayah Kutus yang hari ini nanti akan kita tutupi,
02:30meskipun kemarin kita sudah dari sana,
02:32hari ini kita tutupi kembali untuk memastikan bahwa
02:35tanah retak atau bergeraknya tanah di wilayah Kutus menjadi wilayah.
02:40Sekarang yang kita lakukan adalah penindahan seperti ini.
02:43Terima kasih, Pak.
02:44Ya, Bapak.
02:45Lalu, apa bentuk bantuan dari Pemprov Jawa Tengah ini bagi Pak Tadi yang terdampak,
02:50dan juga bagaimana untuk menjaga stok supaya ini bisa sampai Ramadan, Bapak,
02:55dan juga harganya tetap stabil?
02:57Yang pertama yang saya sampaikan, Mbak,
03:01akibat banjir dari 6 kabupaten kota wilayah S.R.P.
03:085 kabupaten kota wilayah S.R.P.
03:11Dampaknya itu hampir 17.000 hektare banjir atau yang tidak paham.
03:17Tetapi yang kita lakukan penindahan adalah 10,16 hektare
03:23yang nanti dipastikan gagal panen.
03:26Kami upaya Pemprov telah melakukan identifikasi
03:29tindak-tindak sosial, profil, dan kabupaten
03:32untuk kita ajukan akuransi dan muda.
03:36Jadi BUMB kita yang nanti akan mengkampur
03:38kegiat dari baga masyarakat terhadap penyakit yang terdapat
03:42sehingga mereka bisa aktif.
03:44Itu yang pertama.
03:45Dan yang kedua, agar penetrasi harga di tempat kita terdiri
03:49terkait sampai menghadapi bulan-bulan Ramadan,
03:53serta lebaran,
03:54kita juga sudah mempunyai 2 SD kita namanya
03:58DIPEN maupun jam 3 kita yang lainnya.
04:01Untuk apa?
04:02Untuk melakukan penetrasi harga
04:04dengan jalan satu operasi pasar.
04:06Dan yang kedua,
04:08kita mempunyai stop pendistribusi
04:10bahan pokok penting yang diperlukan oleh BI maupun BUMB kita,
04:15misalnya,
04:16kita mempunyai 10 kabupaten total terkait dengan capi,
04:19maka,
04:20kalau tidak langsung,
04:21beberapa stop pasat di dalam kita
04:23sudah mempunyai kesehatan
04:25riset-riset
04:27tetapi kita di beberapa masa,
04:31termasuk bahan pokok penting lainnya,
04:33termasuk bawang merah,
04:34termasuk daging, dan lain sebagainya.
04:37Kita diharapkan,
04:38siapa kita lewat BUMB,
04:40dan Pak Operasi Pasar,
04:41akan bisa melakukan penetrasi harga
04:43untuk wilayah,
04:45Pemerintah Jawa Tengah.
04:46Demikian.
04:46Ya, Bapak,
04:47apakah akan ada intervensi khusus
04:49dari Pemprov Jawa Tengah,
04:51begitu Pak,
04:51seperti Operasi Pasar,
04:52dan juga bagaimana
04:53koordinasinya dengan bulog,
04:55pemerintah kota,
04:56dan kabupaten,
04:57dan nantinya bisa menjaga
05:00untuk stabilitas pangan ini, Bapak?
05:03Betul.
05:04Jadi,
05:04pemerintah provinsi
05:05tidak mungkin bisa berdiri-diri
05:07tanpa bedanya intervensi
05:09atau kolaborasi
05:10dengan 35 kabupaten total.
05:13Kita berdiri,
05:13kemudian kita jandeng pulog,
05:16kemudian kita jandeng satgas,
05:18satgas yang diperlambut.
05:20Jadi,
05:20kita menerjunkan satgas
05:29yang ditentu oleh Pemprov
05:30dalam rangka satgas
05:32bahan pokok penting.
05:33Kita terdiri dari Pol,
05:35dan kita,
05:36dan lain sebagainya.
05:37Yang melakukan pengamatan
05:38agar tidak terjadi
05:40adanya spektuan
05:41kurangan baru pokok di tempat kita.
05:43dari mulai rantai pasok
05:46sampai ke distribusi,
05:48sampai ke pasar,
05:50bahkan sampai ke konsumen,
05:51kita lakukan pengamatan, Bapak.
05:53Sehingga intervensi pulog,
05:54dan satgas kita,
05:56kemudian beberapa kabupaten
05:57untuk melakukan
05:58distribusian
05:59bahan pokok penting ini
06:01potong-potong menjadi
06:02jaminan kita
06:02untuk yang berlaku.
06:03terima kasih.
06:05Baik, Bapak.
06:06Mungkin dalam kesempatan ini
06:08ada hal yang disampaikan
06:10kepada masyarakat
06:10agar tidak perlu khawatir
06:12terkait pangan ini
06:13menjelang Ramadan,
06:14dan juga bagaimana
06:15dengan harganya nanti, Pak,
06:17di sepanjang bulan Ramadan.
06:18Halo?
06:20Mulai.
06:21Bapak Lutfi,
06:22apakah ada yang disampaikan
06:24kepada masyarakat
06:24terkait dengan hal ini
06:26pada kesempatan ini,
06:27terkait juga dengan
06:28bagaimana nantinya
06:29stabilitas pangan,
06:30menjelang Ramadan,
06:31dan selama bulan Ramadan, Bapak?
06:35Suaranya enggak.
06:36Gimana-gimana ulangi, Mbak?
06:37Mungkin ada hal yang disampaikan
06:39kepada masyarakat, Bapak,
06:40terkait dengan
06:40stabilitas pangan.
06:43Oke, yang pertama,
06:45masyarakat tidak usah
06:46resah,
06:47tidak usah
06:48risau bahwa
06:52tidak perlu melakukan penimbunan,
06:54tidak perlu melakukan
06:56kegelisahan terkait
06:59dengan bahan pokok penting
07:00juala kita.
07:01Prinsip Pemprov
07:02dengan kapal-kapal
07:03ekspota akan melakukan
07:04suatu penetrasi,
07:06baik itu operasi pasar
07:07maupun penggiatan-giatan lainnya,
07:09sehingga fluktuasi harga
07:10di tempat kita
07:11dapat terjangkau.
07:13Dan ini terbukti,
07:14tingkat inflasi Jawa Tengah
07:15sangat bagus sekali,
07:162,6.
07:17Demikian, Mbak,
07:18saya imbu kepada masyarakat kita
07:19dan pemerintah sekalian.
07:21Baik, terima kasih,
07:22Bapak Ahmad Lutfi,
07:23Gubernur Jawa Tengah
07:24sudah bergabung bersama KWD
07:26Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan