00:00Saudara kita tersambung melalui saluran Zoom bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi.
00:05Selamat pagi Bapak Ahmad Lutfi.
00:07Pak ini kan bagaimana untuk bencana banjir dan longsor ini mempengaruhi ketahanan pangan di Jawa Tengah
00:13dan apa langkah dari Pemprov Jawa Tengah untuk menangani hal tersebut Bapak?
00:18Sama perlu kami sampaikan kepada pemirsa Angkorongan.
00:22Bapak bencana alam ini tidak harus signifikan terhadap pangan-pangan yang ada di Jawa Tengah.
00:31Terutama stok padi kita berhasilnya sangat cukup.
00:34Jadi kalau secara nasional itu adalah 15 persen, 15,5 persen kebutuhan stok padi nasional itu berhasil dari Jawa Tengah.
00:43Sehingga itu sangat tunjuk sekali, termasuk rapi, termasuk kekuatan bahan pokok penting di tempat kita terhubungi.
00:53Terkait dengan bencana tidak terharus terhadap peninggungan.
00:55Tapi yang pertama disampaikan kepada rekan-rekan sekalian dan pemerintah,
01:00memang tempat bencana ini ada dua hal yang perlu.
01:04Yang pertama adalah wilayah Gunung Muria,
01:09yaitu kita tersebut di wilayah Parti, kemudian Parah, Kutus, dan Tepat.
01:15Baru dua hal, dua persen yang berusaha kita, yaitu wilayah Parti,
01:20hampir sekitar 250 pengusaha Jawa Tengah yang menjadi Tepat.
01:25Yang kedua adalah wilayah Kutus.
01:27Dua wilayah Kutus menjadi proyek kita untuk wilayah Bandur.
01:31Jadi Muria dua tempat, dan Tepat.
01:35Kemudian yang kedua, yang tidak kalah pentingnya adalah Kutus Tanah Loksor.
01:39Yang dibuat Gunung Selamat dan Kutusannya,
01:42itu adalah wilayah Purwadza, kemudian Pemalang,
01:46kemudian yang kedua adalah wilayah Kutus yang hari ini,
01:49kami dengan Pak Wapres akan ditanya-tanya Tepat Kabupaten Tengah.
01:54Dampak dari Kutus Tanah Loksor itu khususnya untuk pengumsi,
01:58sentralnya hanya di dua tempat,
02:00sebab itu ada perubah lingga,
02:03tetap kegal lainnya tidak ada pengumsi.
02:06Kutus untuk perubah lingga,
02:08kita pulangin 80 perubah.
02:11Kita lakukan pemindahan dalam tangka relokasi,
02:18yang sekarang nanti kita siapkan runtara dan runtaknya.
02:21Termasuk di dalam pemalang,
02:22itu adalah berapa rumah yang nanti kita lakukan relokasi.
02:25serta di wilayah Kutus yang hari ini nanti akan kita tutupi,
02:30meskipun kemarin kita sudah dari sana,
02:32hari ini kita tutupi kembali untuk memastikan bahwa
02:35tanah retak atau bergeraknya tanah di wilayah Kutus menjadi wilayah.
02:40Sekarang yang kita lakukan adalah penindahan seperti ini.
02:43Terima kasih, Pak.
02:44Ya, Bapak.
02:45Lalu, apa bentuk bantuan dari Pemprov Jawa Tengah ini bagi Pak Tadi yang terdampak,
02:50dan juga bagaimana untuk menjaga stok supaya ini bisa sampai Ramadan, Bapak,
02:55dan juga harganya tetap stabil?
02:57Yang pertama yang saya sampaikan, Mbak,
03:01akibat banjir dari 6 kabupaten kota wilayah S.R.P.
03:085 kabupaten kota wilayah S.R.P.
03:11Dampaknya itu hampir 17.000 hektare banjir atau yang tidak paham.
03:17Tetapi yang kita lakukan penindahan adalah 10,16 hektare
03:23yang nanti dipastikan gagal panen.
03:26Kami upaya Pemprov telah melakukan identifikasi
03:29tindak-tindak sosial, profil, dan kabupaten
03:32untuk kita ajukan akuransi dan muda.
03:36Jadi BUMB kita yang nanti akan mengkampur
03:38kegiat dari baga masyarakat terhadap penyakit yang terdapat
03:42sehingga mereka bisa aktif.
03:44Itu yang pertama.
03:45Dan yang kedua, agar penetrasi harga di tempat kita terdiri
03:49terkait sampai menghadapi bulan-bulan Ramadan,
03:53serta lebaran,
03:54kita juga sudah mempunyai 2 SD kita namanya
03:58DIPEN maupun jam 3 kita yang lainnya.
04:01Untuk apa?
04:02Untuk melakukan penetrasi harga
04:04dengan jalan satu operasi pasar.
04:06Dan yang kedua,
04:08kita mempunyai stop pendistribusi
04:10bahan pokok penting yang diperlukan oleh BI maupun BUMB kita,
04:15misalnya,
04:16kita mempunyai 10 kabupaten total terkait dengan capi,
04:19maka,
04:20kalau tidak langsung,
04:21beberapa stop pasat di dalam kita
04:23sudah mempunyai kesehatan
04:25riset-riset
04:27tetapi kita di beberapa masa,
04:31termasuk bahan pokok penting lainnya,
04:33termasuk bawang merah,
04:34termasuk daging, dan lain sebagainya.
04:37Kita diharapkan,
04:38siapa kita lewat BUMB,
04:40dan Pak Operasi Pasar,
04:41akan bisa melakukan penetrasi harga
04:43untuk wilayah,
04:45Pemerintah Jawa Tengah.
04:46Demikian.
04:46Ya, Bapak,
04:47apakah akan ada intervensi khusus
04:49dari Pemprov Jawa Tengah,
04:51begitu Pak,
04:51seperti Operasi Pasar,
04:52dan juga bagaimana
04:53koordinasinya dengan bulog,
04:55pemerintah kota,
04:56dan kabupaten,
04:57dan nantinya bisa menjaga
05:00untuk stabilitas pangan ini, Bapak?
05:03Betul.
05:04Jadi,
05:04pemerintah provinsi
05:05tidak mungkin bisa berdiri-diri
05:07tanpa bedanya intervensi
05:09atau kolaborasi
05:10dengan 35 kabupaten total.
05:13Kita berdiri,
05:13kemudian kita jandeng pulog,
05:16kemudian kita jandeng satgas,
05:18satgas yang diperlambut.
05:20Jadi,
05:20kita menerjunkan satgas
05:29yang ditentu oleh Pemprov
05:30dalam rangka satgas
05:32bahan pokok penting.
05:33Kita terdiri dari Pol,
05:35dan kita,
05:36dan lain sebagainya.
05:37Yang melakukan pengamatan
05:38agar tidak terjadi
05:40adanya spektuan
05:41kurangan baru pokok di tempat kita.
05:43dari mulai rantai pasok
05:46sampai ke distribusi,
05:48sampai ke pasar,
05:50bahkan sampai ke konsumen,
05:51kita lakukan pengamatan, Bapak.
05:53Sehingga intervensi pulog,
05:54dan satgas kita,
05:56kemudian beberapa kabupaten
05:57untuk melakukan
05:58distribusian
05:59bahan pokok penting ini
06:01potong-potong menjadi
06:02jaminan kita
06:02untuk yang berlaku.
06:03terima kasih.
06:05Baik, Bapak.
06:06Mungkin dalam kesempatan ini
06:08ada hal yang disampaikan
06:10kepada masyarakat
06:10agar tidak perlu khawatir
06:12terkait pangan ini
06:13menjelang Ramadan,
06:14dan juga bagaimana
06:15dengan harganya nanti, Pak,
06:17di sepanjang bulan Ramadan.
06:18Halo?
06:20Mulai.
06:21Bapak Lutfi,
06:22apakah ada yang disampaikan
06:24kepada masyarakat
06:24terkait dengan hal ini
06:26pada kesempatan ini,
06:27terkait juga dengan
06:28bagaimana nantinya
06:29stabilitas pangan,
06:30menjelang Ramadan,
06:31dan selama bulan Ramadan, Bapak?
06:35Suaranya enggak.
06:36Gimana-gimana ulangi, Mbak?
06:37Mungkin ada hal yang disampaikan
06:39kepada masyarakat, Bapak,
06:40terkait dengan
06:40stabilitas pangan.
06:43Oke, yang pertama,
06:45masyarakat tidak usah
06:46resah,
06:47tidak usah
06:48risau bahwa
06:52tidak perlu melakukan penimbunan,
06:54tidak perlu melakukan
06:56kegelisahan terkait
06:59dengan bahan pokok penting
07:00juala kita.
07:01Prinsip Pemprov
07:02dengan kapal-kapal
07:03ekspota akan melakukan
07:04suatu penetrasi,
07:06baik itu operasi pasar
07:07maupun penggiatan-giatan lainnya,
07:09sehingga fluktuasi harga
07:10di tempat kita
07:11dapat terjangkau.
07:13Dan ini terbukti,
07:14tingkat inflasi Jawa Tengah
07:15sangat bagus sekali,
07:162,6.
07:17Demikian, Mbak,
07:18saya imbu kepada masyarakat kita
07:19dan pemerintah sekalian.
07:21Baik, terima kasih,
07:22Bapak Ahmad Lutfi,
07:23Gubernur Jawa Tengah
07:24sudah bergabung bersama KWD
07:26Kompas TV.
Komentar