Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tim peneliti Program Teknologi Pangan Universitas Ciputra Surabaya berhasil mengembangkan kolagen halal berbahan dasar limbah cangkang telur.

Menariknya, bubuk kolagen yang dihasilkan bisa diolah menjadi berbagai produk turunan pangan hingga kecantikan.

Tim peneliti yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Teknologi Pangan Universitas Ciputra Surabaya berhasil mengembangkan bubuk kolagen halal dari membran cangkang telur.

Inovasi ini dilatarbelakangi menumpuknya limbah atau sampah cangkang telur sisa pedagang makanan dan rumah tangga.

Pembuatan kolagen halal ini membutuhkan ketelitian tinggi.

Awalnya, cangkang telur direndam menggunakan air cuka hingga membran terpisah dari cangkangnya.

Membran dikeringkan di dalam oven untuk menjaga kualitas protein.

Yang dilanjutkan dengan proses ekstraksi menggunakan larutan khusus dan enzim pepsin.

Terakhir, pengeringan di suhu dingin mencapai minus 40 derajat Celsius selama tiga hari.

Inovasi ini mampu menghasilkan 20 persen kolagen dari total bahan baku yang diekstraksi menggunakan enzim pepsin.

#cangkangtelur #cangkang #limbah

Baca Juga Trump Kritik Trevor Noah soal Lelucon Epstein di Grammy Awards di https://www.kompas.tv/internasional/648484/trump-kritik-trevor-noah-soal-lelucon-epstein-di-grammy-awards



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648490/limbah-jadi-manfaat-inovasi-kolagen-halal-dari-cangkang-telur-sapa-siang
Transkrip
00:00Tim peneliti program teknologi pangan Universitas Ciputra Surabaya berhasil mengembangkan kolagen halal berbahan dasar limbah cangkang telur.
00:09Menariknya, bubuk kolagen yang dihasilkan bisa diolah menjadi berbagai produk turunan pangan hingga kecantikan.
00:19Tim peneliti yang terdiri dari mahasiswa dan dosen teknologi pangan Universitas Ciputra Surabaya berhasil mengembangkan bubuk kolagen halal dari membran cangkang telur.
00:30Inovasi ini dilatar belakangi menumpuknya limbah atau sampah cangkang telur, sisa pedagang makanan dan rumah tangga.
00:38Pembuatan kolagen halal ini membutuhkan ketelitian tinggi.
00:42Awalnya, cangkang telur direndam menggunakan air cuka hingga membran terpisah dari cangkangnya.
00:48Membran dikeringkan di dalam oven untuk menjaga kualitas protein,
00:53yang kemudian dilanjut dengan proses ekstraksi menggunakan larutan khusus dan enzim pepsin.
01:00Terakhir, pengeringan di suhu dingin mencapai minus 40 derajat Celcius selama 3 hari.
01:06Inovasi ini mampu menghasilkan 20% kolagen dari total bahan baku yang diekstraksi menggunakan enzim pepsin.
01:13Bahwa ternyata mengandung suatu produk yang sangat bernilai,
01:19yaitu disebut dengan kolagen dari membran cangkang telur,
01:24disebut dengan kolagen ESM, Excel Membran.
01:29Nah, kolagen ESM ini manfaatnya luar biasa.
01:32Bisa untuk menggantikan seluruh produk kolagen yang sementara ini masih lebih banyak diimpor dari luar,
01:40dan bahan-bahan yang digunakan dari luar itu kita tidak tahu ya, terutama masalah kehalalannya.
01:48Selain dapat dimanfaatkan menjadi produk kecantikan, kolagen hasil inovasi juga bisa diolah menjadi olahan pangan.
01:54Salah satunya, susu yang dicampur dengan bubuk kolagen, yang dipercaya memiliki khasiat baik untuk tubuh.
02:02Susunya enak sih, jadi dia nggak ada rasa aftertaste yang aneh waktu diminum, jadi tidak ada rasa ganggu sama saya.
02:09Tapi sebelumnya pernah minum atau makan yang bercampur dengan kolagen?
02:15Belum. Yang penambahan belum, tapi yang secara natural sudah.
02:21Ada nggak perbedaannya?
02:22Perbedaan sih nggak ada sih.
02:24Melalui penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan hasil kolagen ekstraksi yang telah masuk ke dalam daftar positif,
02:32sehingga aman digunakan untuk berbagai jenis produk turunan.
02:37Tentu hal ini jadi angin segar, bagi industri yang membutuhkan bahan baku halal.
Komentar

Dianjurkan