00:00Saudara Ajang Stand Up Komedi Indonesia ke-12 Kompas TV menggelar audisi.
00:06Kali ini digelar di Kota Bandung, Jawa Barat.
00:09Sebanyak 400 peserta antusias mengikuti audisi.
00:17Antrean untuk mewujudkan mimpi jadi komika ternama terlihat.
00:22Di Balai Kota Bandung, lokasi audisi Stand Up Komedi Indonesia atau Suci ke-12 Kompas TV digelar.
00:30Sejak pagi, peserta sudah antre untuk ikut audisi.
00:34Sebanyak 400 peserta dari berbagai komunitas stand up dan juga perseorangan terlihat antusias ikut audisi.
00:43Audisi Suci ke-12 ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
00:48Farhan mengapresiasi Suci Kompas TV yang mampu melahirkan komedian bertalenta hingga dikenal luas masyarakat Indonesia.
00:55Farhan juga memuji warga Bandung yang berani mengambil kesempatan melalui audisi ini untuk meraih mimpinya.
01:04Wujudin mimpinya bisa di mana saja, bisa di Jakarta, di Surabaya, di New York, di manapun.
01:08Tapi memulai membangun mimpi itu dari Kota Bandung, itu yang saya alami sendiri dan saya rasakan sendiri.
01:12Saya balik lagi ke Bandung, melihat teman-teman berada datang ke Bandung, membuka pintu-pintu untuk mewujudkan mimpi, itu saya senang banget.
01:19Itu sebabnya makasih banget bahwa Suci sekarang ini yang ke-12 mulai membuka untuk audisi di sini.
01:26Walaupun audisinya kejam ya.
01:29Kata-kata terima kasih yang seharusnya terdengar nyaman justru terdengar.
01:33Menakutkan!
01:34Sementara itu salah satu juri Suci ke-12 Kompas TV, Abdel Akhrian, yang biasa dipanggil Cing Abdel, bilang peserta yang mengikuti audisi kali ini lebih beragam.
01:46Waktu pertama ikut jadi juri kan saat itu masih COVID ya.
01:50COVID jadi berasa perkembangannya mungkin karena memang medianya juga beda waktu itu online terus penontonnya gak ada.
01:59Terus mulai pakai penonton, udah lumayan berubah dan pesertanya juga sekarang misalnya yang dari Indonesia Timur gak cuma mengandalkan apa stereotip yang udah ada gitu.
02:12Jadi kayaknya lebih beragam lah sekarang.
02:15Setelah kota Bandung, audisi Suci ke-12 Kompas TV akan digelar di Jakarta yakni pada tanggal 7 Februari 2026.
02:23Reza Pratama, Kompas TV Bandung, Jawa Barat.
02:29Kompas TV Bandung, Jawa Barat.
02:59Selamat siang pemirsa di seluruh tanah air.
03:12Selamat datang di program Beritawa.
03:14Berita sangat serius, tapi kok bikin ketawa ya?
03:18Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan berita yang mungkin akan membuat kita prihatin kalau tidak disisipi dengan humor.
03:24Langsung saja, Mahkamah Konstitusi, MK, memutuskan.
03:29Wartawan tak dapat langsung dituntut pidana karena kerja jurnalistiknya.
03:34Ini kabar gembira untuk kita semua.
03:36Ada lagunya ini.
03:38Kabar gembira untuk kita semua.
03:42Pers di sini gak boleh diteror babi.
03:46Gak boleh ya, gak boleh.
03:47Tikus juga gak boleh.
03:48Mentang-mentang kantornya banyak tikus berdasi.
03:50Karena MK juga menegaskan, sebagaimana diatur dalam UU 40-1999, segala sengketa pers wajib diselesaikan lewat Dewan Pers lebih dulu.
04:03Putusan ini menutup celah kriminalisasi, menjaga ruang kritik, dan memastikan hak publik atas informasi tetap terlindungi.
04:10Jadi kalau tersinggung karena baca berita tuh, tidak bisa langsung lapor polisi.
04:16Karena ini bukan ranah pidana maupun perdata.
04:20Toh Pak Polisi dan Bu Polisi tuh juga sudah sibuk ngurus laporan mensreanya Panji.
04:25Itu menurut keyakinan saya.
04:27Gak tahu Mas Anang.
04:28Enggak, aku tahu.
04:29Saya akan menyampaikan data betapa pentingnya putusan ini untuk perlindungan pers.
04:33Sehingga ke depan tidak takut lagi menulis sesuatu yang sensitif.
04:37Seperti kapanikah, IPK berapa, ijazah asli atau borongan.
04:43Wah, sensitif semua itu.
04:45Pada 2020 lalu, tiga jurnalis dipidanakan dengan jeratan UU ITE.
04:50Ada Muhammad Asrul dijatuhi fonis penjara tiga bulan oleh pengadilan negeri Palopo, Sulawesi Selatan.
04:56Setelah berusaha membongkar dugaan kasus korupsi di Palopo lewat tiga tulisannya.
05:01Lalu, Diananta Putra Sumedi ditahan selama 3,5 bulan di rutan Polres Kota Baru.
05:08Diananta ditahan karena dianggap menulis berita yang diduga menyinggung Sara dan dijerat pasal 28 UU ITE.
05:15Terakhir, jurnalis Muhammad Sadli Saleh difonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pasar Wajo Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
05:25Di sini Sadli digugat langsung oleh Bupati Buton Tengah.
05:28Dengan adanya putusan MK yang baru saja saya sampaikan, sekarang para wartawan tidak usah khawatir di Borgol karena sejatinya hampir setiap hari di Borgol oleh Deadline.
05:39Berita terakhir, keributan keraton solo, dua kubu raja kembar cekcok di depan Fadli Zone.
05:48Di depan Fadli Zone, di sini bukan depan persis ya pemirsa, ya agak serong kanan dikit lah.
05:53Agak serong, bukan main serong. Kalau main serong kan pejabat lain itu.
05:57Adalah pokoknya, jangan terlalu diiniin.
05:59Dua kubu raja kembar keraton solo yakni pihak Paku Buwono, PB14 Purbaya dan PB14 Mangku Bumi
06:07terlibat cekcok saat kedatangan Menteri Kebudayaan, Menbud, RI Fadli Zone, Minggu 18 Januari 2026.
06:15Bahkan beberapa saat sebelumnya, situasi sempat memanas ketika pihak Lembaga Dewan Adat, LDA,
06:21yang berjalan menuju area keraton, diadang kubu Purbaya.
06:26Jadi, ini ceritanya penghadangan dilakukan oleh pihak raja.
06:30Usut punya usut, menghadangnya itu pakai kuda yang jalannya L.
06:34Dan yang dihadang sempat teriak, skak!
06:36Akhirnya situasi kembali tidak memanas ketika benteng memakan kuda.
06:42Kedatangan Fadli Zone bertujuan menyerahkan surat keputusan Menteri Kebudayaan.
06:46SK Menteri Kebudayaan ini menunjuk KGPHT Jobulan
06:50sebagai pelaksana.
06:52Namun, Usut Fadli Zone memberikan sambutan.
06:55Pengageng Sasana Wilapa, Keraton, Surakarta,
06:58yang juga kakak PB14 Purbaya, GKR Panembahan Timur,
07:02menghampiri menbud dan menyatakan protes
07:04atas penunjukkan KGPH Panembahan Agung T. Jobulan
07:07menjadi pelaksana pengembangan keraton Solo.
07:11Walah, paham.
07:12Jadi, ini tuh perkaranya soal siapa yang jadi pelaksana pengembangan keraton?
07:18Saya ini juga orang Jawa.
07:19dan biasanya orang Jawa itu penuh dengan upload, download,
07:24unggah, unduh.
07:25Jadi, kalau cek-cok begini kan,
07:29jangan sampai jadi konsumsi publik,
07:31musawarah,
07:33yang bagus gitu.
07:34Kalau depan jangan sampai mengeluarkan kris ya.
07:36Nanti kan ini apa,
07:37nyeken gitu.
07:38Tid, tit, tit, tit, gitu.
07:39Tete, tete, tete, tete.
07:41Gitu lah pokoknya.
07:42Ya itulah berita terakhir yang saya sampaikan.
07:44Sebelum saya tutup,
07:46saya akan membacakan pantun sedikit saja.
07:49Ibu kota Indonesia, Jakarta.
07:51Jaga kewarasan,
07:53jaga logika.
07:54Terima kasih.
07:54Saya Fajar Mukti,
07:55menyampaikan dari Beritawa Undur Diri.
07:58Selamat siap.
07:58Sub indo by broth3rmax
Komentar