Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Fenomena lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Aceh Tengah, meluas hingga mendekati tower SUTET milik PLN. Khawatir ancam pasokan listrik, PLN mulai membangun tower darurat. Puluhan petugas PLN bergerak cepat melakukan penyambungan kabel ke tower darurat.

Langkah ini sebagai antisipasi gangguan jaringan listrik akibat semakin meluasnya lubang raksasa di Aceh Tengah yang kian mendekati tower SUTET milik PLN. Selain tower darurat, PLN merelokasi tower SUTET sejauh 150 meter, menjauh dari area lubang raksasa.

Selama proses pemindahan jaringan kelistrikan ini, listrik di Aceh Tengah dan Bener Meriah dipadamkan dari pukul 8 pagi hingga 4 sore selama beberapa hari. Terbentuknya lubang raksasa atau sinkhole di Aceh Tengah semakin meluas.

Tak hanya memakan jalan, tapi juga mengancam permukiman warga. Kita akan bahas fenomena terbentuknya lubang raksasa atau sinkhole ini bersama dengan Dwikorita Karnawati, Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan UGM.

#lubangbesar #aceh #sinkhole

Baca Juga [FULL] Soal Penanganan Sampah, WALHI Tanggapi Sentilan Presiden Prabowo ke Kepala Daerah | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/648156/full-soal-penanganan-sampah-walhi-tanggapi-sentilan-presiden-prabowo-ke-kepala-daerah-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648157/full-pakar-geologi-ugm-ungkap-lubang-raksasa-di-aceh-ini-seperti-mahkota-longsor-sapa-pagi
Transkrip
00:00Bertomu kembali saudara, fenomena lubang raksasa di desa Pondok Balik Aceh Tengah meluas hingga mendekati tower sutet milik PLN.
00:09Khawatir mengancam pasokan listrik, PLN mulai membangun tower darurat.
00:19Puluhan petugas PLN bergerak cepat melakukan penyambungan kabel ke tower darurat.
00:24Langkah ini sebagai antisipasi gangguan jaringan listrik akibat semakin meluasnya lubang raksasa di Aceh Tengah yang kian mendekati tower sutet milik PLN.
00:34Selain tower darurat, PLN merelokasi tower sutet sejauh 150 meter menjauh dari area lubang raksasa.
00:41Selama proses pemindahan jaringan kelistrikan ini, listrik di Aceh Tengah dan Bener Meriah dipadamkan dari pukul 8 pagi hingga 4 sore selama beberapa hari.
00:50Ini sudah selesai pemasangan untuk tower daruratnya.
00:53Jadi tadi untuk secara kabel penghantar yang menyuplai arus listrik ke Takingon dan Bener Meriah itu sudah kita relokasi ke tower emergensi.
01:05Sehingga listrik masyarakat sudah terlayani dengan normal.
01:10Kejar-kejaran dengan waktu nih.
01:11Jadi kita memang ya, karena dampaknya semakin luas setiap hari, jadi sekitar malam jam 2 itu selalu terjadi penambahan luas lubang tersebut.
01:23Jadi target kami untuk yang sudah kami pindahkan kabelnya itu, tower tersebut akan kami bongkar secara utuh keseluruhan.
01:33Kemunculan lubang raksasa menjadi sorotan di pertengahan Januari 2026.
01:40Awalnya, jarak lubang raksasa hanya sekitar 3 meter dari badan jalan.
01:44Hanya dalam 2 pekan, lubang raksasa itu meluas dan memakan badan jalan hingga tidak dapat dilalui kendaraan.
01:51Lubang raksasa ini memiliki kedalaman bervariasi.
01:54Di beberapa titik, kedalaman mencapai 100 meter.
01:57Sedangkan, data per Januari 2026, luas area yang terdampak mencapai 27.000 meter persegi.
02:05Sejumlah antisipasi sudah dilakukan pemerintah daerah.
02:08Mulai dari menutup akses jalan yang melalui lubang raksasa, hingga merelokasi warga.
02:14Tim Liputan, Kompas TV
02:16Terbentuknya lubang raksasa atau sinkhole di Aceh Tengah semakin meluas.
02:25Tak hanya memakan badan jalan, tapi turut mengancam permukiman warga.
02:30Saya akan diskusikan fenomena terbentuknya lubang raksasa ini bersama Dwi Kurita Karnawati,
02:35selaku guru besar teknik geologi dan lingkungan Universitas Gajah Mada.
02:38Bu Dwi, selamat pagi dengan Tifal, Bu.
02:41Selamat pagi, Mas Tifal. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:44Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
02:46Terima kasih sudah bergabung, Bu.
02:47Membaca fenomena di Aceh Tengah ini,
02:50tepatkah kalau ini disebut sebagai lubang raksasa atau sinkhole, Bu?
02:52Atau Anda membaca ada fenomena lain, Bu?
02:55Kalau saya melihat dari video dan foto-foto gambar itu,
03:03ini nampaknya kok, mohon maaf, agak berbeda dengan sinkhole
03:07yang pernah ditemukan kalau nggak salah di Sumatera Barat
03:11dan di beberapa wilayah lainnya.
03:13Ini kan memanjang, Bapak.
03:15Itu dari video itu kan kelihatan.
03:17Jadi memang dalam, tapi dalamnya hanya sekitar 20-30 meter ya.
03:25Tidak sedalam sinkhole yang merupakan corong mulut masuknya sungai bawah tanah.
03:33Dan ini disebutnya sebagai apa ini, Bu?
03:35Seperti mahkota longsoran.
03:37Longsoran pada tanah pasir itu,
03:41saya lihat itu tanahnya seperti pasir
03:43dan atau batu pasir yang lapuk.
03:47Nah ini kan panjang, Mas.
03:48Itu memang panjang.
03:50Itu kayak lembah, kayak lembah alur galai atau sungai.
03:55Jadi ini ada semacam erosi menggogos ke arah mahkota, ke arah hulu.
04:04Jadi ini akan nampak jalannya itu bisa terpotong itu sebentar lagi.
04:08Jadi kenapa itu runtuh terus?
04:11Karena material tebingnya itu kohesinya sangat lemah.
04:16Itu seperti pelapukan batu pasir atau bahkan sudah menjadi tanah pasir.
04:23Nah ini kan memanjang, Pak.
04:25Jadi itu semacam lembah alur sungai yang menggogos ke arah hulu.
04:35Itu kita lihat.
04:36Kalau sinkhole itu ke arah vertikal.
04:38Ke arah dalam.
04:40Masuk ke dalam sungai bawah tanah,
04:42pada kedalaman bisa mencapai 100 meter lebih.
04:45Kalau ini tidak sampai 100 meter, ini hanya puluhan meter.
04:49Sehingga fenomenanya ini adalah semacam gerakan tanah longsor tebing.
04:55Kenapa longsor terus-menerus?
04:57Karena barangkali pernah ada getaran gempa di sekitarnya.
05:02Coba nanti dicek datanya.
05:03Dugaan saya pernah ada getaran gempa meskipun tidak dirasakan oleh manusia.
05:09Tapi sismograf mencatat dan tanah ini tidak kohesinya sangat lemah sehingga mudah runtuh.
05:16Dan jalan itu apakah sebelumnya rame atau sering dilewati.
05:22Jadi ada getaran-getaran kendaraan.
05:25Atau mungkin ada alat berat.
05:26Jadi ini kayaknya meskipun tidak ada hujan,
05:29tapi getaran-getaran pada lereng itu bisa mengakibatkan longsor itu terjadi.
05:36Dan ini nampaknya terus berkembang.
05:38Sehingga memang membahayakan itu masih terus bisa meluas.
05:43Meluasnya itu ke arah jalan itu kelihatannya.
05:46Melihat ini sudah memotong badan jalan.
05:48Kalau Anda melihatnya sederhananya, Bu.
05:50Fenomena ini muncul, sifatnya sama seperti sinkhole?
05:54Atau ya mahkota longsoran ini sifatnya karena faktor alam saja?
06:00Ini awalnya karena alam ya.
06:04Awalnya memang itu kan ada lembah panjang.
06:09Anda bisa melihat kayak parit alur sungai itu loh.
06:12Yang ini ya?
06:12Itu kan alam.
06:14Saya melihat polanya itu sepertinya alam.
06:17Coba nanti dicocokkan di lapangan.
06:19Apa ditanyakan di sana?
06:21Sepertinya tidak sengaja digali.
06:24Tapi itu menggogos sendiri karena getaran-getaran.
06:29Yang non-alamiah itu bisa karena getaran kendaraan di jalan raya itu.
06:33Yang alamiah karena getaran gempa.
06:37Gempanya tidak perlu dirasakan oleh manusia.
06:40Kadang hanya magnetudonya 4 atau 3,5, 3,4.
06:45Yang manusia tidak pekal untuk merasakan.
06:49Tapi bagi tebing itu tebing pasir sepertinya.
06:53Tebing pasir itu mudah runtuh.
06:55Ini kayak lembah sungai Bapak Mas Tifal.
06:58Ini seperti lembah alur sungai ini.
07:01Dan ini bisa meluas tidak hanya ke arah hulu.
07:03Ke pinggir-pinggir itu juga bisa.
07:05Ke hulu itu ke arah atas, ke arah jalan itu hulu ya.
07:09Oke, sorry saya potong Bu.
07:13Kalau melihat fenomena ini biasanya muncul di daerah yang tipikal seperti apa?
07:18Dan terbilang cukup sering nggak sih fenomena semacam ini terjadi di beberapa daerah?
07:23Mohon maaf.
07:27Kalau sering rasanya tidak ya.
07:30Jadi termasuk agak langka.
07:34Agak langka.
07:36Nah ini lembah-lembah sungai ini nampaknya.
07:38Agak langka namun erosi ke arah mahkota, ke arah hulu.
07:43Itu sebetulnya proses alamiah yang biasa, normal.
07:49Hanya kadang-kadang diperparah dengan usikan-usikan.
07:56Atau gangguan bisa oleh manusia.
07:59Karena getaran yang diciptakan manusia.
08:03Atau bisa juga getaran alamiah seperti gempa bumi.
08:06Dan aktivitas itu lebih banyak kalau aktivitas yang datang dari manusia Bu.
08:11Biasanya dalam bentuk apa?
08:12Kegiatan apa yang biasa memicu bisa ujungnya seperti tadi?
08:15Nah biasanya itu tadi.
08:17Mungkin kaki-kaki lerengnya pernah digali.
08:21Digali.
08:22Ya entah sengaja entah tidak.
08:24Kan orang kadang-kadang perlu memperluas lahan.
08:27Memang digali ya.
08:28Dilakukan penggalian atau mau diambil pasirnya.
08:31Atau jangan-jangan itu dulu tempat penambangan pasir.
08:34Nah itu juga perlu dicek.
08:35Kan pasir itu sangat dibutuhkan manusia untuk pembangunan.
08:39Barangkali pernah ada penambangan pasir ya.
08:42Nah itu berarti manusia berpengaruh.
08:45Atau secara alamiah pun bisa terjadi.
08:47Hanya kalau alamiah itu kecepatannya tidak tinggi.
08:52Nah kecepatan itu menjadi cepat runtuh itu biasanya awalnya dipicu oleh manusia.
08:58Jadi alam itu dipicu sekali saja oleh manusia.
09:03Dia akan efeknya itu berlanjut dan sulit direm.
09:07Padahal memicunya hanya sekali menggali.
09:10Tapi sekali runtuh.
09:12Ini jalan terus runtuh.
09:13Juga tergantung jenis tanahnya.
09:16Oke.
09:16Jadi ada beberapa faktor.
09:18Dan ini kadar bahayanya menurut Anda antara sinkhole dan mahkota longsor ini sama bahayanya?
09:25Atau ada salah satu di antara itu yang lebih berbahaya menurut Anda Bu?
09:27Kalau bahayanya sama, tapi mekanisme terjadinya bahaya berbeda.
09:35Kalau sinkhole itu kan kayak corong pintu masuk menuju alur sungai yang di bawah tanah.
09:43Jadi itu vertikal masuk ke tanah.
09:47Bahayanya apa?
09:48Kalau pintu itu tertimbun sedimen, tertutup, lalu di atasnya dibangun rumah untuk hundian manusia, kan nggak tahu.
09:57Tiba-tiba bisa ambrol, masuk ke bawah.
10:00Kan juga bahaya.
10:02Nah, kalau ini bahayanya beda lagi.
10:04Ini lebih kasat mata.
10:06Kalau sinkhole itu bahayanya kadang-kadang orang tidak tahu.
10:09Kalau ini kasat mata, bisa dilihat.
10:11Bahayanya ini terus bergerak ke arah jalan.
10:14Dan ini kalau dibiarkan kan lahannya kan bisa habis tuh.
10:19Bisa habis.
10:21Nah, kita mengalah jalannya dipindahkan.
10:23Karena kalau itu diperkuat sebetulnya bisa ya secara rekayasa serahkan kepada ahli geoteknik.
10:32Mereka punya ilmu, punya rekayasa untuk mengendalikan.
10:38Persoalannya apakah teknologi untuk mengendalikan itu lebih murah dibandingkan jalan itu dipindah.
10:48Biayanya mana yang lebih besar.
10:51Karena kalau itu dikendalikan, tidak menjamin akan terus berhenti.
10:56Mungkin berhenti selama beberapa tahun lalu.
11:00Jalan lagi, bisa saja.
11:02Sehingga perlu diteliti, dikaji oleh ahli geoteknik.
11:07Itu di Aceh ada Universitas Yahkuala.
11:11Saya yakin banyak ahli teknik sipil, ahli geoteknik, ahli kebumian.
11:16Yang bisa mengkaji hal tersebut.
11:19Atau bekerjasama dengan dinas yang PU ya.
11:23Yang mengurusi tentang jalan itu ya.
11:27Penanggulangannya menurut Anda apakah sifatnya sama Bu?
11:31Seperti penanganan singhol untuk memastikan areanya tidak semakin meluas lagi?
11:35Agak berbeda ya.
11:38Karena mekanisme kejadiannya berbeda sekali.
11:42Kalau singhol itu benar-benar total alamiah ya.
11:45Itu karena akibat pelarutan batu gamping ya.
11:50Pada bentang alam kars, larut ya.
11:54Jadi gamping itu kan kalau kena air hujan, itu bereaksi dan bisa larut.
11:59Dan itu prosesnya sudah terjadi ratusan ribuan bahkan bisa berpuluh-puluh tahun ya.
12:07Ratusan ribuan tahun.
12:10Kalau ini kejadiannya hanya dalam jangka kehidupan manusia.
12:16Tidak perlu ratusan tahun untuk menjadikan seperti ini.
12:19Sehingga kalau kondisinya seperti ini Bu, saya bisa katakan bahwa ini potensinya akan meluas kalau itu tidak ditangani segera.
12:29Begitu ya Bu ya?
12:30Betul, akan meluas.
12:32Namun sebaiknya sebelum ditangani, dipastikan dulu, diteliti dulu.
12:38Jadi begini, ahli geoteknik sudah tahu apa yang dia harus lakukan.
12:41Itu kekuatan kestabilan lerengnya dengan kondisi tanahnya seperti itu, diuji di lapangan, diuji di lab.
12:50Apakah bisa diperkuat?
12:53Atau diperkuat ada banyak metode untuk memperkuat tebing lereng itu.
12:58Nah, agar tidak meluas dan biaya untuk memperkuat, agar tidak meluas ini perlu dibandingkan dengan biaya kalau memindahkan jalan itu.
13:10Jadi biasanya engineer kan bekerjanya begitu.
13:14Membandingkan untuk mencegah apakah lebih murah daripada memindahkan.
13:20Oke, kalau untuk membandingkannya atau jarak aman ke permukiman Bu, ini kira-kira ada nggak jarak aman yang rasanya bisa membuat warga tetap tidak khawatir begitu?
13:30Kalau kemudian singkhol ini meluas.
13:32Kira-kira jarak amannya berapa jauh Bu, dari titik mahkota longsoran itu?
13:36Wah, itu permukimannya ada di mana itu?
13:42Kurang lebih satu kilometer gitu ya.
13:45Itu kayaknya masih cukup jauh ya.
13:47Itu sawah yang kemakan.
13:49Jadi kalau permukimannya mungkin satu kilometer lebih ya.
13:52Kalau masih satu kilometer lebih, itu kira-kira insya Allah ya.
13:56Makanya itu harus diukur Bapak, Mas Tifal.
14:01Ada perhitungannya lebih dahulu.
14:03Jadi kondisi tanahnya seperti apa ya.
14:06Nanti bisa dihitung kecepatan berkembangnya seberapa cepat.
14:11Lalu bisa ditentukan berapa jarak amannya.
14:15Jadi saya menjawabnya juga tergantung hasil pengukuran.
14:19Analisisnya lagi ya Bu.
14:21Iya, demikian.
14:23Tapi akan makan waktu berapa lama ya Bu untuk menganalisis ini?
14:27Dan rasa-rasanya, ini kan sedikit banyaknya warga bakal pikir-pikir.
14:30Ini aman nggak ya tempat saya?
14:32Atau mungkin aktivitas ekonomi warga di sekitar situ kira-kira aman nggak ya?
14:36Apa langkah yang bisa diambil warga untuk bisa tetap tenang?
14:42Antisipasinya juga lebih kuat?
14:45Sebaiknya jangan mendekat ke sana ya.
14:47Sebaiknya jangan mendekat ke sana.
14:49Dan ini tentunya pemerintah setempat ya, dinas terkait yang melakukan tindakan segera di uji lab.
14:58Uji labnya itu mudah, paling seminggu selesai untuk uji lab ya.
15:03Kemudian dianalisis oleh ahlinya, itu ahli geoteknik.
15:07Di Aceh banyak ahli geoteknik, serahkan ke Universitas Yakwala di lab geoteknik.
15:14Insya Allah satu bulan mereka sudah bisa ya, kalau tidak banyak antrean ya.
15:20Satu bulan itu insya Allah ahli geoteknik sudah bisa menghitung berapa kestabilan lerengnya.
15:28Lalu kira-kira curah hujan.
15:29Ini padahal nggak ada hujan kan?
15:32Kira-kira perkembangannya akan seberapa cepat.
15:34Nah setelah diketahui kecepatan perkembangannya, lalu diperhitungkan apakah bisa itu dicegah, diperkuat lerengnya.
15:46Apakah bisa secara rekayasa.
15:49Nah itu ahlinya akan menjawab bisa atau tidak.
15:52Nah kalau ternyata berkembang terus ya, ya dihitung kecepatan pergerakannya.
15:59Tapi semua itu harus berdasarkan perhitungan, diawali dengan mengambil sampel tanah,
16:05atau mengukur kekuatan tanah pada tebing, dan itu harus hati-hati.
16:09Karena tebing itu bisa runtuh.
16:11Sedang diukur di situ, tiba-tiba yang ngambil keruntuhan.
16:15Jadi ini memang harus hati-hati, tolong serahkan ke ahlinya.
16:22Ke ahlinya, itu pakar geoteknik ya.
16:25Pakar geoteknik yang ada di sana, itu jadi baru diputuskan.
16:30Tapi ini sebaiknya dinas terkait yang ikut terlibat melakukan.
16:36Karena ini kan bagian dari tanggung jawab negara ya.
16:40Seperti itu.
16:41Demikian mas.
16:42Sederhananya, ini terakhir Bu, sederhananya warga perlu khawatir tidak dengan fenomena ini?
16:49Tidak perlu panik.
16:51Khawatir, oke lah ya.
16:53Khawatir kan wajar ya, kita tinggal di situ.
16:55Tidak perlu panik.
16:56Maka solusinya jangan menonton di situ.
16:59Jauhilah, jadi itu sebaiknya ditutup zonanya.
17:02Karena pinggirnya itu pasti bisa bergerak.
17:05Tergerus lagi ya.
17:06Yang khawatir, anak-anak kecil kan nggak ngerti.
17:08Main-main di situ, panjat-panjat, itu yang bahaya.
17:13Jadi terutama warga itu anak-anak yang nggak paham bahaya.
17:17Itu tetap harus diamankan.
17:19Sebaiknya ditutup zona itu untuk sementara.
17:22Jangan didatangi biar nggak ada anak-anak bermain-main ke sana.
17:27Demikian.
17:27Antisipasi harus tapi panik.
17:29Jangan karena harus ada penanganan.
17:31Jangan panik.
17:31Itu dia.
17:32Apapun fenomenanya, tetap percayakan pada yang ahli dan menunggu apa kepastian terkait dengan fenomena ini.
17:39Bu Dwi, terima kasih banyak sudah berbagi perspektif bersama kami.
17:42Selamat pagi ya Bu.
17:42Assalamualaikum.
17:43Assalamualaikum.
17:43Assalamualaikum.
17:44Assalamualaikum.
Komentar

Dianjurkan