00:00Kita akan bahas penanganan sampah di Pantai Kutep bersama Kabupaten Kebersihan DLHK Kabupaten Badung Bali, Anak Agung Dalem.
00:07Selamat siang Pak Agung, bagaimana penanganan sampah usai teguran Presiden Prabowo kemarin Bapak?
00:15Ya, terima kasih Bella atas kesempatan siang ini.
00:19Barangkali yang memang sekarang sedang viral gitu masyarakat mengetahui bagaimana Bapak Presiden
00:26melakukan penegasan atau mengingatkan atau mengkoreksi bahwa daerah harus segera menyelesaikan sampahnya.
00:34Nah, berkaitan dengan sampah yang ada di Kutep, kami perlu ingatkan kembali bahwa Kutep memiliki musim sampah.
00:44Itu berkaitan dengan muson barat dan muson timur.
00:49Ketika muson barat yang tadi sudah disampaikan oleh koordinator kami di lapangan,
00:53yaitu mulai September sampai Maret itu adalah muson barat.
00:57Itu akan menimbulkan arus susur laut yang dari barat.
01:00Dan ketika dalam arus susur laut dan gelombang laut dari barat tersebut
01:05meng-cover ada sampah yang mengapung di lautan,
01:11maka dia akan terangkut ke arah timur.
01:15Kebetulan Kutep berada di sisi barat Kabupaten Badung
01:18dan kemudian dia merupakan cerukan karena adanya landasan pacu pesawat,
01:26Bandara Ngurah Rai, dan di bawahnya lagi adalah ada ceruk yang akibat dari
01:30Pura Uluwatu menjorok ke tengah.
01:33Itu yang menyebabkan sampah-sampah laut yang ada di arus susur air laut
01:39kemudian terdampar di Pantai Kutep.
01:42Ini adalah musiman yang tiap tahun akan berulang.
01:46Begitu juga ketika susur laut timur pada muson timur
01:50itu akan mengangkut sampah-sampah dari Indonesia Timur.
01:53Itu biasanya adalah ganggang laut.
01:56Beda dengan yang dari barat.
01:58Dari barat yang melalui Pulau Jawa, Pulau Sumatera tentu
02:01merupakan daerah padat penghasil sampah
02:03yang pada daerah-daerah tertentu seperti tadi disebutkan
02:07bahwa di Hulu masih belum optimal, mungkin dibuang ke saluran,
02:12ke sungai, kemudian dihanyut, ke samudera, samudera,
02:14kemudian terangkut ke Pantai Kutep.
02:17Itu yang merupakan musiman yang sebenarnya kami sudah tanggulangi,
02:23sudah tangani secara berkelanjutan.
02:26Itu kita lakukan dengan kerjasama dengan NGO,
02:30dengan siswa-siswa, bahkan yang terakhir ini selama dua tahun ini dengan TNI.
02:36Nah, terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah menekankan kembali
02:41bahwa ini merupakan masalah kita bersama,
02:43sehingga secara nasional kemungkinan ini akan menjadi suatu hal
02:48merupakan batu loncatan untuk kita melakukan integrasi kembali,
02:55penguatan integrasi untuk menangani sampah laut dengan instansi-instansi.
03:01Di Bali, dengan serta-merta kemudian Gubernur sudah membentuk Satgas
03:06untuk penanggulangan sampah ini.
03:08Kemudian di Badung, tadi subuh kita sudah bergerak melakukan penanganan sampah
03:14di dua lokasi, yaitu Pantai Kutep dan Pantai Kedonganan.
03:18Itu ada seribu orang di Kutep, ada 500 orang di Kedonganan
03:24untuk bisa segera membersihkan sampah-sampah yang masih ada di Pantai Kutep.
03:30Demikian mungkin untuk diketahui.
03:33Pak Agung, kalau tadi kan memang ada faktor juga dari musim seperti itu ya,
03:38juga mungkin ada sampah-sampah yang dibuang sembarangan,
03:42kemudian masuk ke sungai dan kemudian terbawa ke laut.
03:45Nah, sebenarnya apa upaya PMK Badung terutama untuk menangani sampah ini?
03:52Karena kita lihat ini tidak bisa hanya misalnya,
03:55oh antisipasi menjelang musim ini kita harus melakukan apa.
03:59Tapi upaya yang benar-benar dilakukan supaya tidak terjadi lagi seperti itu Pak.
04:05Ya, upaya yang kita lakukan tentu kita berkoordinasi dengan provinsi,
04:09dengan Bapak Gubernur, kemudian dengan kementerian.
04:12Karena di Bali ada Pus Dal, merupakan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
04:19Untuk diketahui bahwa sampah yang datang dari arah barat itu tentu dari Pulau Jawa,
04:25Pulau Sumatera, dan ini akan berputar kemudian akan berakhir di Pulau Madagaskar, Afrika.
04:31Itu sudah ada penelitiannya bahwa kemasan-kemasan yang hanyut itu,
04:35kalau kita teliti ada dari Banyuwangi, ada dari Genteng, ada dari Banyumas, ada dari Garut,
04:42itu terkumpul pada sampah-sampah kemasan yang merapat di Pantai Kutu.
04:48Sehingga kita berkoordinasi bagaimana seharusnya sampah itu sudah bisa berkurang yang masuk ke laut.
04:54Ini tentunya dengan daerah-daerah di barat Pulau Bali harus memang melakukan pengurangan sampah di hulu.
05:01Harus bisa melakukan pengolahan sampah sebelum dibuang ke lingkungan.
05:08Ini sangat penting.
05:09Kalau itu bisa ditahan atau dikurangi tentu sampah yang masuk ke sungai dan ke samudera akan menjadi berkurang.
05:16Nah, kalau seandainya dia harus merapat ke Pantai Kutu,
05:20kita juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur bahwa kita melakukan upaya
05:27percepatan penanganan sampah di Pantai.
05:32Karena tidak mungkin Pantai yang menjadi warungnya Kabupaten Badung dan Bali
05:36yang sudah mengundang begitu banyak pariwisata,
05:39bahkan saat ini masih dinobatkan sebagai destinwil pariwisata nomor satu di dunia
05:44dengan 7.000 wisatawan kemudian menyajikan sampah laut.
05:50Nah, ini sampah laut yang tidak bisa kita stop karena dia datang menit demi menit
05:55harus kita segera selesaikan dengan penanganan bersama seluruh unsur.
06:00Dan kita sudah siapkan alat berat, kita siapkan tenaga,
06:05tetapi kemudian yang jadi persoalan adalah bagaimana mengolahnya.
06:08Ini mengolah menjadi hal penting yang harus kita pikirkan bersama dari pusat hingga ke Kabupaten.
06:14Karena untuk TPA suung yang sekarang overload sebenarnya adalah untuk menampung residu sampah rumah tangga
06:21atau sampah sejenis sampah rumah tangga.
06:23Tentu tidak diperuntukkan untuk sampah laut.
06:27Nah, sampah laut ini harus kita bisa buat pengolahan yang bisa menjadikan dia sesuatu yang bernilai.
06:36Saat ini kita secara bertahap juga memang melakukan pemilihan sampah tersebut yang anorganik
06:43tentunya kita bawa ke TPA atau yang bernilai akan diambil oleh NGU untuk bisa dimanfaatkan.
06:50Tetapi kemudian kayu-kayu gelondongan yang banyak jumlahnya dan sekarang ini sekitar 3.000 ton
06:56sudah kita kumpulkan dan kita angkut.
06:59Kita bawa ke pusat daur ulang kami di Mengwitani.
07:03Di sana kami cacah dengan mesin cacah kemudian menjadi serbuk.
07:07Setelah jadi serbuk bisa kita manfaatkan untuk kompos, untuk urugan, untuk material-material yang lain.
07:13Jadi ini memang masih sulit sehingga perlu campur tangan barangkali secara nasional
07:18bagaimana membuat pengolah sampah laut sehingga dia tidak harus dibuang ke TPA.
07:25Demikian.
07:25Pak Gung, lalu ke depannya apa yang mau dilakukan supaya tidak terjadi lagi penumpukan sampah
07:30baik karena musim tadi ataupun juga masyarakat yang belum teredukasi secara sempurna bagaimana memilah sampah
07:36supaya teguran Presiden ini juga tidak terjadi kembali.
07:39Apa yang mau dilakukan, Bapak?
07:42Ya, kunci yang paling penting harus kita lakukan adalah berkurang menghasilkan sampah.
07:48Jadi ayo kita masyarakat Indonesia dimanapun berada,
07:51jangan sampai banyak kita membuat barang-barang atau membawa barang yang kemudian terbuang menjadi sampah.
07:57Kalau sebagian besar masyarakat bisa mengurangi timbulan sampah itu,
08:02kita sudah mendapatkan poin yang besar dalam pengelolaan sampah.
08:06Tapi ketika harus ada sampah, ayo kita kelola.
08:08Yang paling utama adalah harus kita pilah.
08:10Ketika sudah dipilah menjadi organik,
08:13senyatanya organik itu dengan sendirinya akan menjadi kompos.
08:17Kalau kita sudah pilah dengan baik,
08:19kemudian kita tempatkan pada komposter atau tepuh modern yang sekarang dibuat di Bali secara sistematis.
08:28Kemudian anorganiknya itu bernilai.
08:31Ada kardus, ada surat kabar, ada plastik.
08:34Itu sudah pasti ada bank sampah yang akan ngambil.
08:36Hanya 15 persen residu, residu yang hanya kita harus bawa ke TPA
08:41dan tidak harus dibuang ke sungai.
08:44Kalau itu kita lakukan secara masif oleh masyarakat Indonesia,
08:48tentu akan berkurang sampah yang dibuang ke lingkungan, ke sungai, ke samudera,
08:53dan kemudian akan berkurang sampah yang merapat di obyek-obyek pantai pariwisata kita.
08:59Itu yang harus kita kebanyakan secara terus menerus.
09:02Begitu Bella.
09:03Baik, memang yang paling penting adalah bagaimana masyarakat secara umum bisa memilah sampah
09:08seperti yang tadi Bapak sampaikan,
09:10mana sampah yang organik dan juga mana sampah yang anorganik
09:13supaya tidak lagi terjadi penumpukan, terutama daerah-daerah wisata,
09:17karena wisata dan juga wisata ini sangat penting sekali untuk Indonesia.
09:22Terima kasih atas perbincangannya siang hari ini.
09:25Anak Agung Dalem, Kabit Kebersihan DLHK, Kabupaten Badung, Bali.
09:29Selamat beraktivitas kembali Bapak, terima kasih.
09:31Terima kasih Bella.
09:33Salam Indonesia untuk semua masyarakat Indonesia.
09:36Baik, terima kasih.
Komentar