- 3 menit yang lalu
- #tpa
- #sampah
- #bali
- #presidenprabowo
KOMPAS.TV - Bali kotor menjadi teguran keras Presiden dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah di Sentul, kemarin. Padahal Prabowo bilang, pariwisata menjadi salah satu andalan bidang yang menyediakan banyak lapangan kerja.
Sampah memang menjadi persoalan di Bali. Di musim hujan seperti saat ini, di Pantai Kuta misalnya, sampah plastik hingga potongan kayu memenuhi pantai. Sampah bukan hanya dari wisatawan, tapi juga kiriman yang kerap muncul di bulan November hingga Maret.
Sampah bukan hanya menjadi masalah Bali. Di Tangerang Selatan, Banten, pemda bahkan menerapkan status darurat sampah pada Januari lalu. Kondisi ini diperparah pula dengan penutupan TPA Cipeucang hingga September mendatang.
Sebagai solusi darurat, sampah dari Tangsel kini dibuang ke wilayah Aspek Kumbong, Bogor, dan Cilowong, Serang.
#TPA #sampah #bali #presidenprabowo
Baca Juga [FULL] Langkah Investor Ritel di Tengah Tekanan IHSG, Apa Strateginya? | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/648155/full-langkah-investor-ritel-di-tengah-tekanan-ihsg-apa-strateginya-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648156/full-soal-penanganan-sampah-walhi-tanggapi-sentilan-presiden-prabowo-ke-kepala-daerah-sapa-pagi
Sampah memang menjadi persoalan di Bali. Di musim hujan seperti saat ini, di Pantai Kuta misalnya, sampah plastik hingga potongan kayu memenuhi pantai. Sampah bukan hanya dari wisatawan, tapi juga kiriman yang kerap muncul di bulan November hingga Maret.
Sampah bukan hanya menjadi masalah Bali. Di Tangerang Selatan, Banten, pemda bahkan menerapkan status darurat sampah pada Januari lalu. Kondisi ini diperparah pula dengan penutupan TPA Cipeucang hingga September mendatang.
Sebagai solusi darurat, sampah dari Tangsel kini dibuang ke wilayah Aspek Kumbong, Bogor, dan Cilowong, Serang.
#TPA #sampah #bali #presidenprabowo
Baca Juga [FULL] Langkah Investor Ritel di Tengah Tekanan IHSG, Apa Strateginya? | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/648155/full-langkah-investor-ritel-di-tengah-tekanan-ihsg-apa-strateginya-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648156/full-soal-penanganan-sampah-walhi-tanggapi-sentilan-presiden-prabowo-ke-kepala-daerah-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara, seperti yang kita tahu memang Presiden Prabowo Subianto ini sempat menyinggung secara tegas terkait dengan sampah yang ada di wilayah Bali
00:08dan kami akan lanjutkan dialog kita bersama dengan pengkampanye Urban Perkeadilan Eksekutif Nasional WALHI
00:15bersama Wahyu Eka Setiawan melalui sambungan daring.
00:19Selamat pagi Mas Wahyu.
00:22Selamat pagi Adisti.
00:24Ya, Mas Wahyu, tadi kita sudah melihat bagaimana jurnalis Kompas TV melaporkan setelah ada teguran secara tegas di Rakornas oleh Presiden Prabowo Subianto
00:35soal sampah di Bali yang dikatakan Bali sangat kotor, saat ini ada kemudian aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh TNI dan juga Polri.
00:47Bagaimana Wahyu merespon soal ini?
00:50Ya, tentu kalau kita berbicara dengan yang disampaikan oleh teman-teman di Bali tadi dan melihat beritanya
01:01apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo sebenarnya acara kegiatan rutin ya, kegiatan rutin yang memang seringkali terjadi
01:12kalau di kegiatan-kegiatan hari peringatan sampah nasional ataupun kegiatan-kegiatan seromonial begitu.
01:19Dan itu melihatkan apa yang disampaikan oleh Presiden itu berarti mengakui bahwasannya
01:24persoalan sampah yang menumpuk di sepanjang pesisir, terutama di wilayah Kuta
01:29hingga sepanjang pesisir utara baik di Jawa maupun di wilayah Sumatera
01:34ini menjadi problem yang sangat berat begitu dan membuktikan bahwasannya Presiden mengakui problem sampah ini
01:43menjadi salah satu urgensi yang memang harus di...
01:46selesai ke seremonial teman-teman muda itu juga sudah banyak yang mengerjakan tersebut seperti itu.
02:02Oke, nah ini juga kan kita menjadi perhatian bersama tidak hanya soalnya tidak hanya Bali
02:07tapi beberapa wilayah juga sempat disoroti soal sampah
02:12tapi kita lihat Prabowo bahkan menyentil secara khusus Bali dan kepala daerah soal penanganan sampah
02:18bahkan Pak Prabowo sempat mengatakan akan mengancam, akan mengerahkan TNI
02:23jika kemudian Pemda ini tidak mampu. Apa yang Anda tangkap dari pernyataan ini?
02:30Ya, pernyataan dari Presiden kan menunjukkan satu situasi yang urgent gitu yang berkaitan dengan persoalan sampah
02:37tetapi cara pandang Presiden Prabowo masih menekankan pada persoalan sampah di hilir gitu
02:45tapi tidak melihat sampah di hulu dan beliau terlihat belum melihat persoalan sampah ini
02:52sebagai problem kegagalan struktural dalam hal ini kita bicara terkait dengan tata kelola
02:58tentu Presiden perlu mengecek kembali dalam Undang-Undang 18 tahun 2008
03:02yang memang memandatkan pengurangan sampah di hulu atau kita bicara di sumber
03:08nah sedangkan selain itu kalau kita bicara pada konteks khusus di wilayah kute Bali
03:14ataupun wilayah wisata lainnya tentu disini kan kita bicara sumbernya juga dari produsen
03:21nah ini kan tentu ada kewenangan dalam hal ini kalau kita bicara pada wilayah produsen
03:29ada aturannya begitu salah satunya adalah Permen LHK 75 tahun 2019
03:35soal adanya peta jalan pengurangan sampah terutama dalam produsen
03:42nah di Bali itu didominasi oleh usaha wisata terutama food and beverage
03:47dan juga usaha-usaha yang berkaitan itu
03:50nah tentu ya harus memastikan disini adalah peta jalannya
03:54baik dari level kementerian hingga ke Pemda
03:56ini pun juga berlaku pada wilayah-wilayah lain
03:59seperti Jogja, Kota Malang dan wilayah-wilayah yang sumber pendapatannya
04:04memang berasal dari wisata ataupun FNP seperti itu
04:08oke jadi Anda tadi sempat menyinggung soal ada tata kelola yang kemudian harus diperbaiki
04:14seperti apa kalau dari rekomendasi wali terkait dengan Permen LHK ini
04:19tadi Anda sebutkan soal tata kelola yang sebaiknya harus dievaluasi
04:23mulai dari hulunya tidak hanya soal hilirnya saja
04:26soal bagaimana pengelolaan sampah termasuk juga soal pengangkutan dan sampai di TPA-nya
04:32ya sistem yang kita pakai ini kan masih klasik
04:36sistem angkut kumpul buang sehingga apa?
04:42sehingga sampah menumpuk di TPA
04:44perpres 18 dalam konteks sejarah itu dia berangkat dari tumpukan sampah yang menggunung di TPA Lewi Gajah
04:53yang menyebabkan tragedi pada 2005 silam
04:56dan kejadian itu menyebabkan nyawa hilang seperti itu
05:00dan situasi sekarang itu menggambarkan kondisi yang serupa dengan TPA Lewi Gajah
05:0617 tahun undang-undang pengelolaan sampah tidak dijalankan dengan baik
05:10nah padahal salah satu tumbuhannya itu ada di prinsip TKR
05:14reduce, reuse, dan recycle
05:17yakni kurangi sampah di sumber
05:18bahkan melarang TPA yang sifatnya open dumping
05:21melarang pembakaran
05:23dan tentu menekankan bahwasannya bagaimana secara implisit tanggung jawab soal produsen
05:30nah selama ini kita hanya fokus di lihat bagaimana menghilangkan sampah dan memusnahkannya
05:35tapi tidak menguranginya begitu
05:37nah ada yang hilang terutama dalam Permen LHK75
05:41yakni skema EPR
05:43Extended Producer Responsibility begitu
05:45bahwasannya ya produsen tidak lagi membiarkan produknya untuk terbuang begitu
05:55tapi bagaimana tanggung jawab mereka begitu untuk mengelola limbah kemasan mereka
06:00ataupun dalam hal ini dorongan kami adalah redesign industry begitu menjadi salah satu kumpulan
06:07terutama mengacu pada konteks ekonomi hijau
06:11dan kita tahu dulu sudah jamak praktik tersebut
06:15dan sekarang sudah mulai
06:16ya dimana air minum, kemasan sudah mulai berganti dengan sistem refill dan lain-lainnya
06:22dan ini menunjukkan bahwasannya memang ya harus ada satu kebijakan tegas
06:27dimana dalam hal ini produsen pun juga harus diikat begitu
06:32karena mau gak mau kalau kita bicara sampah juga berkaitan dengan produsen juga seperti itu
06:37oke kalau berbicara sampah itu berarti juga dengan kaitannya, rat kaitannya dengan produsen
06:41selama ini Anda melihat dari pemerintah pusat
06:43ada tidak sebenarnya peraturan yang tegas
06:46agar produsen-produsen ini bisa menghasilkan plastik-plastik yang kemudian ramah lingkungan begitu?
06:55bukan plastik ramah lingkungan ya
06:57tapi pengurangannya begitu
06:59ataupun yang dalam hal ini adalah sifatnya dia dapat direuse gitu
07:05ataupun dikurangi dalam hal ini
07:06aturan tersebut itu memang secara eksplisit ada di Permen LHK 25
07:13namun memang belum secara detail begitu
07:16bicara terkait dengan peta jalannya gitu
07:19nah tentu disini kami menekankan
07:21peta jalan itu memang harus dimiliki setiap industri begitu
07:25terutama industri yang bergerak di bidang F&P maupun di bidang-bidang lainnya
07:30karena kalau kita bicara sampah ini tidak hanya plastik saja
07:33tapi juga ada sampah organik
07:35bagaimana pengelolaannya
07:37bagaimana pemilahannya
07:38dan ini memang harus didukung oleh sistem tata kelola yang mumpuni
07:42seperti adanya TPST 3R
07:44adanya pekerja sampah yang teredukasi dan juga terjamin hak-haknya
07:50juga komitmen dari pemerintah pusat
07:53dan juga pemerintah daerah dalam hal ini
07:56untuk mendorong komitmen tersebut
07:58oke nah kalau Anda melihat begini ya
08:01kan kita tahu pemerintah akan membangun proyek
08:04was to energy di 34 kota
08:06dengan kemudian kita tahu nilai investasinya tidak main-main
08:093,4 miliar dolar Amerika
08:12nah bagaimana Anda melihat
08:14walhi melihat ini merupakan salah satu upaya
08:17untuk kemudian dalam tanda kutip
08:19mengurangi soal sampah ini
08:21ya itu kan logika yang dipakai pemerintah
08:25kan selalu mereka tergila-gila
08:28seolah-olah tergila-gila dengan teknologi
08:30nah kalau kita bicara penggunaan teknologi itu sah-sah saja
08:34dan itu menjadi bagian memang
08:35dalam satu solusi
08:38tapi sifatnya misal terkait dengan PSEL
08:41dalam hal ini misal waste to energy maupun FDF
08:44itu harusnya memang menjadi solusi jangka pendek
08:47karena apa?
08:48karena fokusnya hanya memusnahkan
08:50ataupun mengubah untuk menjadi barang tertentu
08:53nah kalau dalam pandangan kami
08:56tentu yang menjadi baku disini adalah
08:58pengurangan sampah dari hulunya
09:00yang memang harus diselesaikan
09:02meskipun teknologi yang itu diklaim
09:05punya teknologi yang besar
09:07yang muntakir
09:09tapi tetap menimbulkan residu
09:12salah satunya ada catatan kami
09:15ada particulate matter gitu
09:17baik yang 1.0 maupun yang 10 maupun yang 2.5
09:23lalu juga soal paparan racun
09:26seperti kuran, dioksin begitu itu menjadi kendala
09:30selain itu
09:30dampak dari pembakaran tersebut
09:33itu juga nanti akan menjadi
09:35menjadi semacam residu
09:37yakni seperti padatan dan juga abu
09:39begitu yang itu juga akan ditumpuk juga di TPA
09:42artinya juga ada sampahnya juga
09:45nah kalau itu diklaim untuk mengurangi sampah
09:48tentu kurang sepakat kami
09:50itu karena sifatnya dia hanya memusnahkan
09:53yakni kalau mengurangi
09:55seharusnya dia membutuhkan misal seribu
09:57oke
10:00oke mas Wahyu
10:04buton
10:05pastensi ajak
10:06dimana
10:06dimana sampah itu harus dikirim
10:09sebesar seribu ton
10:10untuk menunjang
10:12proses dari pembakaran
10:14yang nanti akan dikonvensi menjadi
10:15listrik
10:17sehingga cukup paradoks kami melihat
10:19begitu
10:19di tengah semangat untuk mengurangi sampah
10:21tapi yang terjadi bukan mengurangi
10:23tapi
10:24memusnahkan sampah saja
10:26oke jadi bukan mengurangi
10:28tapi kemudian memusnahkan sampah
10:29tapi kalau menurut Anda
10:30West2Energy yang kemudian dibangun
10:33di 34 kota ini
10:34apakah ada
10:36dampak lingkungannya yang bisa
10:39di
10:39apa ya
10:40dalam tanda kutip
10:41berdampak terhadap
10:43masyarakat di sekitar
10:44proyek tersebut
10:45tentu
10:48akan berdampak ya
10:49tadi
10:49semisal pengalaman kami
10:51di Surabaya
10:52waktu
10:52beberapa waktu lalu
10:54maupun diputri cempol
10:55begitu tentu
10:57proyek ini adalah
10:58proyek yang
10:59boleh dikatakan
11:00resikonya cukup tinggi
11:02karena apa
11:03karena tadi saya sebutkan
11:04ada
11:04ada
11:06potensi
11:07paparan dari
11:08puran
11:08maupun dioksin
11:09yang sifatnya
11:10diakumulatif
11:11ya tidak terlihat
11:12dalam
11:13satu minggu
11:14dua bulan
11:14ataupun satu tahun
11:15tapi bisa sampai
11:17dua tahun
11:17tiga tahun
11:18baru diketahui
11:19terkait dengan
11:20paparan itu
11:21yang terhadap
11:21tubuh manusia
11:22seperti itu
11:23dan tentu tadi
11:24ada semacam
11:25residu semacam
11:26quiet ash
11:27maupun bottom ash
11:28abu-abu tergang
11:30maupun abu yang
11:31ditimbulkan dari
11:32proses pembakaran
11:32itu nanti akan
11:34ditumpuk di TPA juga
11:35ketika menumpuk
11:36maka
11:37bisa jadi
11:38begitu ya
11:39akan menumpuk juga
11:40TPA nya
11:41dan seringkali
11:42ketika abu hasil
11:43pembakaran
11:44ini seringkali
11:45juga akan diolah
11:46menjadi produk-produk
11:47tertentu
11:47mas Wahyu
11:55pembakaran sampah
11:56menghasilkan racun
11:57pembakaran sampah
11:59menghasilkan racun
12:00dan itu
12:01yang ingin
12:01dipertahankan
12:02tentu kami
12:03tidak ingin
12:03seperti itu
12:04karena menyelesaikan sampah
12:05berarti bukan
12:06meninggalkan racun
12:07tapi bagaimana
12:08mengurangi sampah itu
12:09secara pelan-pelan
12:11begitu
12:11terutama dalam
12:12ini adalah
12:12pengurahan dari sumbernya
12:14seperti itu
12:14oke
12:15kalau saya ingin
12:16tanyakan
12:16kemudian
12:17apa rekomendasi
12:18walhi yang bisa
12:19diberikan oleh
12:19pemerintah provinsi
12:21tidak hanya di Bali
12:22tapi pemerintah provinsi
12:23di sejumlah wilayah
12:24untuk soal
12:25penanganan sampah ini
12:27termasuk juga
12:28untuk pemerintah pusat
12:29dari jangka pendek
12:30ke jangka panjang
12:32ya
12:33tentu
12:34ini memang
12:35membutuhkan
12:36sedergi dan kolaborasi
12:38dalam hal ini
12:38pemerintah pusat
12:40melalui kementeri
12:41yang terkait
12:42begitu
12:43terutama
12:43kemudian lingkungan
12:45yang memang
12:45sudah punya
12:46yang namanya
12:47rencana kerja
12:48strategis nasional
12:49dengan rencana
12:50strategis daerah
12:51yang memang
12:52harus dikolaborasikan
12:54dan diintegrasikan
12:55seringkali
12:56problem tersebut adalah
12:57jakseranas ini
12:59strategi nasional ini
13:01jalan sendiri
13:01daerah jalan sendiri
13:03dan tentu
13:03harus melihat
13:04kemampuan daerah
13:05ada beberapa
13:06pemerintah daerah
13:07yang
13:07belum mampu
13:08mengelola sampahnya
13:09karena kekurangan
13:10pengetahuan
13:11dan kekurangan
13:11kendanaan
13:12serta setiap wilayah
13:14itu memiliki
13:14ciri khas sampah
13:15yang berbeda
13:16sehingga butuh
13:17pendekatan yang berbeda
13:18terutama dalam lokalitas
13:19tentu dalam hal ini
13:21kami memang
13:21mendorong
13:22dalam hal ini
13:23adalah sinergi
13:24dan juga
13:24kolaborasi
13:25antara PEMDA
13:26dan juga
13:27pemerintah
13:28pusat
13:28dan leadingnya
13:30memang harus dari
13:31kementerian lingkungan
13:32poin kedua
13:33yang kami rekomendasikan
13:34adalah tadi
13:35skema tanggung jawab
13:36produsen
13:37ini memang harus
13:37menjadi
13:38tumpuannya
13:39karena ini
13:40belum pernah dilihat
13:41produsen ini
13:42melenggang bebas saja
13:43begitu
13:43tanpa bertanggung jawab
13:45atas kemasan-kemasan
13:46yang dibuatnya
13:47ketiga
13:49rekomendasi kami
13:50adalah bagaimana
13:51menerapkan
13:52prinsip 3R
13:53tentu dengan
13:54penerapan
13:55pengetahuan pendidikan
13:56baik di usia dini
13:57maupun pendidikan
13:58di komunitas-komunitas
14:00serta
14:00memastikan
14:01peta jalannya
14:02sesuai
14:02terutama
14:03insentif
14:03seringkali
14:04inisiatif baik
14:06seperti bang sampah
14:07ini tidak didukung
14:07baik oleh infrastruktur
14:10maupun insentif
14:12sehingga banyak sekali
14:14program itu
14:14kadang gagal
14:15nah keempat
14:16pemerintah bisa belajar
14:18dari komunitas
14:19banyak jaringan-jaringan kami
14:21teman-teman kami
14:22baik di Solo
14:23baik di Surabaya
14:25ini mampu
14:26meskipun dalam
14:27skala kecil
14:28tapi ternyata
14:28pengurangan sampah
14:29dari sumber ini
14:30bisa loh
14:31melalui
14:32sampah
14:33melalui
14:33melalui
14:35prinsip tadi
14:35mengolahan
14:36yang organik
14:37sampai kampanye
14:38habiskan makananmu
14:40gitu
14:40ternyata berhasil
14:41gitu
14:41dan skema-skema
14:42dan skema-skema
14:43maupun praktik
14:44baik dari komunitas
14:45itulah
14:45yang harusnya
14:46membuat pemerintah
14:47itu belajar
14:48dan terakhir
14:49itu kami mendorong
14:50tadi
14:51soal kebijakan
14:52ini dijalankan
14:53terutama
14:54kembali lagi
14:54pengelolahannya
14:55sesuai dengan
14:56Undang-Undang 18
14:57tahun 2008
14:58Permen LH 175
15:00serta dalam hal ini
15:02juga
15:02mendorong
15:03kebijakan-kebijakan
15:04yang membatasi
15:05berkait dengan
15:07pengurangan
15:08sampah plastik
15:09gitu
15:09di Surabaya
15:10sudah ada
15:10pengurangan
15:11sampah plastik
15:12sekali pakai
15:13di Bali
15:13di Jakarta
15:14di Bogor
15:15nah kemarin
15:16di Bali
15:16juga sudah
15:17ada inisiatif
15:18baik
15:18seperti
15:19pelarangan
15:20untuk penggunaan
15:21botol kemasan
15:22yang dibawah
15:241,0 liter
15:24namun
15:25ditentang produsen
15:26nah artinya
15:27inisiatif ini
15:27yang memang
15:28harus dijukung
15:29kebijakan-kebijakan
15:30pelan-pelan
15:31untuk mengubah
15:31tata kelola sampah kita
15:33untuk mengubah
15:34jalan
15:35sampah kita
15:36ini memang harus
15:37dicukung
15:37terutama
15:38fokus
15:39pengurangan
15:40dari sumbernya
15:41seperti itu
15:42oke ini harus
15:43peran serta
15:43tidak hanya
15:44dari pemerintah
15:45pusat
15:46tapi juga dari
15:46pemerintah
15:47provinsi
15:47daerah
15:48termasuk juga
15:49soal
15:49informasi
15:51soal sampah
15:51ini juga harus
15:52diketahui dari
15:52lingkup paling terkecil
15:54adalah keluarga
15:55terima kasih
15:56pengkampanye
15:56urban berkeadilan
15:57eksekutif nasional
15:58Mas Wahyu Eka
16:00setiawan telah bergabung
16:01bersama kami
16:02sehat selalu Mas Wahyu
16:03Assalamualaikum
16:04selamat pagi
Komentar