00:00Kepulauan gas yang berbau menyengat tersebut membuat warga yang tinggal tak jauh dari kawasan pabrik mengeluh sesak nafas hingga mual, terutama lansia dan anak-anak.
00:12Informasi lebih lengkap kita akan bahas bersama Wali Kota Cilegona, Bantan ada Pak Robin Sar. Selamat malam Pak.
00:19Selamat malam Pak.
00:20Iya Pak Robin, jadi asap yang membuat 56 warga ya, kami konfirmasi di sini sekalian, ini sesak nafas itu berasal dari mana?
00:30Iya, jadi semuanya, semuanya, kita harus putus memahaskan itu semua.
00:52Pak Robinson, maaf audio yang kami dengar kurang jelas.
01:18Mungkin sambil diperbaiki juga, agak didekatkan saja dengan sumber perangkat elektroniknya.
01:25Jadi ini kan memang tidak ada kebocoran gas, tapi ada dugaan reaksi kimia yang terjadi di sini.
01:31Benarkah ini Pak, kami sekaligus konfirmasi pada Anda?
01:33Ya, ini memang saya menyebutkan kebocoran gas.
01:39Tentang ada kumpulan masyarakat, itu terjadi di pembakar.
01:44Itu memang kumpulan masyarakat, itu memang kumpulan masyarakat.
01:51Jadi itu sedang ada pembakar dan lebih banyak.
01:57Jadi simpulasi tersebut, simpulasi tersebut.
02:01kumpulan masyarakat, itu terjadi,
02:08kumpulan masyarakat tersebut,
02:13kumpulan masyarakat,
02:16kumpulan masyarakat,
02:20terjadi,
02:23kumpulan masyarakat,
02:25jika kumpulan masyarakat tersebut,
02:27akhirnya,
02:29kumpulan masyarakat,
02:30kumpulan masyarakat,
02:31kumpulan masyarakat.
02:32dan kumpulan masyarakat.
02:33Dan juga dari tank yang dikumpulkan, apa, segini yang memiliki.
02:42Baik, Pak ini terjadi gangguan komunikasi, nanti kami akan bertanya lagi terkait juga dengan bagaimana kemudian kesimpulan dari Dinas Lingkungan Hidup yang infonya telah memasang alat pemantau udara.
02:55Informasinya kami akan berikan ke masyarakat usai jeda berikut tetap bersama kami di Kompas Malam.
03:00Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Malam.
03:03Sebenarnya masih tergabung bersama kami di Kompas Malam ini ada Wali Kota Cilegon, Bapak Robinsar yang kemudian akan menjelaskan apa yang menjadi sebab adanya kepulan asap berwarna orange di area Cilegon, Banten.
03:15Pak Robinsar, jadi tadi ada gangguan komunikasi dan sekarang saya ingin kembali make sure, kembali meminta penjelasan Anda.
03:24Jadi sumber asap yang dihirup warga hingga menyebabkan 56 orang di antaranya ini mengalami gangguan sesak nafas, sudah clear Pak dari mana sumbernya?
03:34Ya, itu dipaksikan bahwa sumber kumpulan asap tersebut bukan dari jaringan pipa ataupun dari tensi yang ada,
03:44tapi memang kumpulan asap tersebut itu dari kempu, Pak, atau semacam germ gitu, germ penampung bahan cairan semia,
03:52yang ketika memang normatiknya sesuai biasa, penahari itu bercampur dengan base oil, akhirnya agak mengembang dan ketika dibuka keluar sumber asap tersebut, Pak.
04:02Makanya ketika kopak langsung memberikan pemadaman dan memang tidak ada letakkan, hanya arek, ini yang terjadi di dalam toren atau di dalam kumpul tersebut.
04:12Oke, baik Pak, diduga ada korban yang mengalami sesak nafas akibat asap ini begitu, bagaimana penanganannya terhadap mereka?
04:21Ya, betul. Pertama memang ketika terjadi ekstrim tersebut, kami dengan pemerintah Kajalegor, Mbak Dinas Kesehatan,
04:29terus langsung mendata masyarakat yang terdampak.
04:33Langsung kita akomodir, kita bawa ke masjidat kesehatan terdekat, yaitu di Pesekasus Pulau Merak.
04:38Itu total ada 56 masyarakat kami yang memang merasak nafas, tapi alhamdulillah langsung tidak kelanjuti, tidak tangani.
04:45Alhamdulillah semuanya pada sore hari pun sudah bisa pulang ke rumah masing-masing.
04:49Jadi alhamdulillah 56 tersebut sudah kami tangani, Mbak, dengan baik.
04:53Dan juga memang kami juga ingin memastikan lecture bahwa memang masyarakat itu tidak terkontaminasi secara utuh gitu, Mbak.
05:01Jadi makanya kami sudah ambil tempel darahnya dari dua korban yang sekarang hari ini sedang kita periksaan di lab untuk kunci darah tersebut, Mbak.
05:09Oke, atas peristiwa yang terjadi di salah satu pabrik yang ada di Cilegon ini, Pak,
05:13berarti sudah dikatakan bahwa lingkungan sekitar dari pabrik ini aman, apakah ada imbawan khusus bagi warga yang tinggal di sana?
05:23Ya, untuk kemasikan itu, Mbak, betul kita menaruh atau menempatkan ada dua jenis, Mbak, alat pemantau udara.
05:30Yang pertama kita menaruh atau menempatkan alat pemantau gas, dan yang kedua alat pemantau ambient udara, Mbak.
05:39Nah, dari laporan dari gas yang iklan itu, Pota Cilegon, itu dari alat pemantau gas, semuanya hasilnya di bawah aman batas, Mbak.
05:48Itu alat pemantau gas.
05:49Nah, jadi kalau gas alhamdulillah ter-tipasikan itu di bawah aman batas, dan juga untuk ambient udara, itu insya Allah jam 2 malam ini baru ada hasilnya, Mbak.
05:59Nah, itu mungkin besok kita akan laporkan juga kepada Pota Cilegon, kita share juga kepada masyarakat, gitu.
06:04Gitu, Mbak.
06:06Adakah sanksi, Pak, yang diberikan hasil audiensi dengan pihak pabrik seperti apa?
06:13Gimana, Mbak?
06:14Adakah sanksi yang diberikan terhadap pabrik yang membuat warga mungkin mengalami dampaknya, Pak?
06:22Oh, iya, betul. Jadi memang kami dari dasingan hidup juga akan memastikan bahwa semua SOP-nya berjalan.
06:29Besok tim kami dari NJLH akan turun, ya, melihat, mengprosek langsung, mungkin SOP, ataupun mungkin kelengkapan fasilitas yang ada,
06:38untuk memastikan bahwa semua perangkat yang ada di fasilitas bapak tersebut memang clear and clean, Mbak.
06:42Jadi besok kita akan turun dari NJLH untuk memastikan itu, baru dari hasil tersebut, kita akan simpulkan apakah memang ada kelalaian ataupun error di situ,
06:50baru kita akan melakukan sali sanksi yang memang diperlukan, ataupun memang yang disesuaikan aturannya gitu, Pak.
06:58Baik, terima kasih sudah berbagi informasi bersama kami di Kompas Malam, Wali Kota Cilegon, Bapak Robinsar.
07:05Salam sehat selalu, Pak, untuk Anda.
07:06Iya, selamat juga.
07:07Baik, terima kasih sudah menonton!
Komentar