- 2 menit yang lalu
- #gaza
- #palestina
- #boardofpeace
- #israel
GAZA, KOMPAS.TV - Di tengah fase kedua perjanjian gencatan senjata, Israel melanggar dan tetap menyerang warga Palestina di Jalur Gaza.
Lalu sejauh mana pilihan pemerintah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Trump, bisa mempercepat kemerdekaan Palestina?
Kita bahas bersama Ketua Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia, Profesor Suzie Sudarman dan Anggota Komisi I Fraksi PKB, Syamsu Rizal.
Baca Juga [FULL] Kata Tokoh Ormas Islam Usai Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Indonesia Gabung Board of Peace di https://www.kompas.tv/nasional/648310/full-kata-tokoh-ormas-islam-usai-bertemu-prabowo-di-istana-bahas-indonesia-gabung-board-of-peace
#gaza #palestina #boardofpeace #israel
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/648320/panas-profesor-suzie-sudarman-kritik-ri-gabung-board-of-peace-dan-anggaran-rp17-t-ini-respons-dpr
Lalu sejauh mana pilihan pemerintah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Trump, bisa mempercepat kemerdekaan Palestina?
Kita bahas bersama Ketua Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia, Profesor Suzie Sudarman dan Anggota Komisi I Fraksi PKB, Syamsu Rizal.
Baca Juga [FULL] Kata Tokoh Ormas Islam Usai Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Indonesia Gabung Board of Peace di https://www.kompas.tv/nasional/648310/full-kata-tokoh-ormas-islam-usai-bertemu-prabowo-di-istana-bahas-indonesia-gabung-board-of-peace
#gaza #palestina #boardofpeace #israel
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/648320/panas-profesor-suzie-sudarman-kritik-ri-gabung-board-of-peace-dan-anggaran-rp17-t-ini-respons-dpr
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00KOMPAS PETANG
00:30Gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober itu mengakhiri serangan Israel yang dimulai pada 8 Oktober 2023.
00:45Meskipun pemerintah Amerika Serikat mengumumkan fase kedua perjanjian gencatan senjata telah dimulai pada Januari lalu,
00:52langgaran terus berlanjut. Fase tersebut mencakup penarikan tambahan pasukan Israel dari Gaza dan peluncuran upaya rekonstruksi yang diperkirakan PBB
01:02menelan biaya sekitar 70 miliar dolar Amerika Serikat.
01:05Sementara itu seorang pria Palestina berusia 67 tahun, Khaled Al Saifi, meninggal dunia seminggu setelah dibebaskan dari penjara Israel
01:22dalam kondisi kesehatan yang sangat memburuk.
01:25Menurut kelompok hak asasi narapidana Palestina, Al Saifi dibebaskan setelah 4 bulan ditahan.
01:33Korban diduga menderita komplikasi kesehatan serius akibat pelanggaran selama penahanannya.
01:39Seperti dugaan diberi suntikan yang menyebabkan peradangan parah, setelah itu kondisinya memburuk.
01:44Israel membebaskan sekitar 1.700 tahanan dari Gaza pada 13 Oktober berdasarkan perjanjian gencatan senjata
01:52dan pertukaran tahanan dengan Hamas.
01:55Sembagaan besar dari mereka yang dibebaskan tiba dalam kondisi kesehatan yang buruk
01:58dan melaporkan penyiksaan, kelaparan, dan penghinaan selama penahanan mereka.
02:03Di tengah fase kedua perjanjian gencatan senjata, Israel melanggar dan tetap menyerang warga Palestina di jalur Gaza
02:17lalu sejauh mana pilihan pemerintah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Bentukan Trump
02:22bisa mempercepat kemerdekaan Palestina.
02:25Kita bahas bersama Ketua Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia,
02:28Prof. Suzy Sudarman, dan anggota Komisi 1 fraksi PKB
02:32Syamsu Rizal, Prof. Suzy, dan Bang Rizal, selamat petang semua.
02:40Baik, saya ingin ke Bang Rizal terlebih dahulu bahwa kita perlu klirkan dulu
02:45apakah Dewan Perdamaian Bentukan Trump ini khusus untuk Gaza atau konflik global lainnya, Bang Rizal?
02:52Ya, Mbak, Mas, tolong diulang, gak keren-keren.
02:56Oke, saya ulangi, Bang Rizal.
02:58Kita klirkan dulu, apakah kemudian Dewan Perdamaian Bentukan Trump ini khusus untuk konflik di Gaza
03:04atau konflik global lainnya?
03:08Ya, selama yang kami tahu, board office ini sebenarnya dibuat dan historikalnya itu untuk Gaza.
03:18Tapi dalam perkembangannya ini menjadi melebar.
03:20Melebar bukan hanya di konflik Gaza, di Timur Tengah, bahkan di seluruh dunia.
03:25Nah, makanya tidak salah kalau ada orang beranggapan, jangan-jangan ini replacement dari PBB.
03:30Jangan-jangan karena ini kemudian Amerika keluar dari beberapa badan PBB.
03:37Dan ini oleh sebagian kalangan menganggap bahwa ini adalah langkah yang mendegradasi
03:43beranggapan lembaga yang selama ini kita anggap sebagai satu salah satu atau satu-satunya lembaga yang bisa memberikan nuansa perdamaian.
03:53Dan ini juga yang menjadi salah satu kritik dari orang-orang yang menolak dari board office ini.
03:58Oke, baik. Saya ingin ke Prof. Susi dulu bahwa tadi sudah disampaikan oleh Bang Rizal.
04:05Nampaknya board office ini tidak hanya dibentuk untuk konflik Gaza, tapi meluas sesuai dengan fungsinya.
04:11Tetapi kita bahas soal alasan Trump.
04:13Membentuk Dewan Perdamaian ini karena Dewan Kamanan PBB dinilai sudah tidak lagi berfungsi.
04:19Sehingga untuk atasi konflik global, Trump bentuk Dewan ini.
04:21Apakah bisa lembaga ini sekuat Dewan Kamanan PBB atau ini hanya, mohon maaf, akal-akalan Trump saja?
04:29Jelas tidak sama dengan PBB.
04:31PBB kan dibentuk untuk melegitimisikan kekuasaan Amerika.
04:35Naked power turned into legitimate power.
04:38Tetapi sekarang board office ini lebih banyak mengenai monopoli dari keluarga Donald Trump.
04:45dan berasosiasi dengan keinginan Netanyahu untuk mengusir warga Palestina.
04:53Jadi sebetulnya ini tidak ada landasan dasarnya yang mirip seperti piagam PBB.
04:58Yang mengakui eksistensi negara-negara tanpa adanya upaya-upaya bersifat swasta
05:06untuk melakukan hal-hal yang menyangkut kemakmuran negara-negara lainnya di dunia.
05:13Kalau PBB kan jelas tujuannya adalah membantu.
05:17Membantu mendamaikan dan membantu mengatasi segala macam persoalan yang ada di dunia.
05:24Oke, bahwa tidak ada landasannya terkait dengan pembentukan board office.
05:27Dan kita tahu sampai dengan detik ini Presiden masih terus,
05:29ataupun tengah bertemu dengan sejumlah ormas Islam.
05:33Prof. Tusi, apa yang sebenarnya harus disuarakan oleh ormas Islam
05:37yang kemudian saat ini ada di istana untuk disampaikan kepada Presiden?
05:40Ormas Islam jelas harus berpegangan pada kenyataan bahwa sebetulnya
05:45Board of Peace ini dibentuk untuk memimik New York Declaration.
05:51New York Declaration diakui oleh PBB,
05:55tetapi di melencengkan oleh Donald Trump
05:58untuk kepentingan-kepentingan yang diluar dari deklarasi New York
06:02yang sebenarnya mengakui two state solutions.
06:05Nah, ini kan harus diatasi oleh negara-negara yang berkepentingan
06:09karena tidak bisa sebuah lembaga yang apsah digantikan begitu saja
06:14oleh lembaga yang menculik gagasan yang dideklarasikan di New York
06:21untuk dijadikan sesuatu alat untuk mengumpulkan dana
06:25dan mengusir warga yang bertempat tinggal di situ.
06:28Oke, saya ingin tanyakan ke Bang Rizal
06:32soal apa yang kemudian tadi disampaikan oleh Prof. Susi
06:34atau mungkin juga Anda memiliki bocoran
06:36apa yang sesungguhnya akan disampaikan oleh ormas Islam kepada Presiden?
06:39Saya belum punya, tetapi yang paling utama adalah
06:44sesuai dengan catatan kami di Komisi 1
06:46kita punya dua catatan untuk Pak Menlo
06:49untuk menyampaikan kepada Presiden
06:51yang pertama itu adalah memastikan bahwa BOP ini
06:55juga memberikan kemanfaatan bagi Indonesia
06:58memberikan peluang bagi Indonesia
07:01untuk bisa menjalankan langkah-langkah diplomasinya
07:04sekaligus juga peran Indonesia untuk ikut dalam perdamaian dunia
07:08yang kedua adalah bagaimana supaya Kementerian Luar Negeri
07:11dan beberapa kementerian yang lain yang relevan
07:15itu bisa membuat peta jalan untuk menjelaskan kepada publik
07:19sejelas-jelasnya apa yang melatar belakangi
07:23sampai Presiden itu kemudian terlibat dalam penandatanganan di Davos
07:28dan ini juga yang patut untuk dijelaskan
07:31Alhamdulillah Pak Presiden ternyata sudah merespon dengan baik
07:34segera mengundang ormas-ormas Islam untuk ke istana untuk mendengarkan perjalanan langsung
07:40tetapi yang kita ingin sampaikan bahwa ini adalah persimpangan
07:46apakah kita masuk dalam diplomasi dalam level yang lebih tinggi
07:51pada saat dunia yang benar-benar mengalami turbulensi
07:57atau kita justru bisa mengalami kemenduran
07:59yang bisa berakibat pada dukungan sosial dan dukungan politik
08:05terutama yang menyangkut legitimasi terhadap kekuatan
08:09atau power yang bisa ditunjukkan oleh Presiden Prabowo
08:13Oke, artinya pemerintah kita diharapkan mampu mendorong kemerdekaan Palestina
08:17tetapi ada biaya yang kemudian harus dikeluarkan
08:20kurang lebih sebesar 16,7 triliun atau 17 triliun rupiah
08:24apakah ini sepadan dan akan digunakan untuk apa?
08:27Nah ini, biaya yang kurang lebih 17 triliun ini memang menjadi pertanyaan kita
08:33dan itu dianggap sebagai entry card untuk bisa menjadi anggota tetap
08:38dalam BUP ini, anggota tetap itu yang berlaku sampai 3 tahun selamanya
08:43kalau kita tidak membayar ini, biaya rekonstruksi dan rehabilitasi ini
08:48maka keanggotaan kita itu 3 tahun lamanya
08:51dan boleh keluar kapan saja
08:53Nah, yang paling penting adalah bahwa Presiden juga bisa menjelaskan
08:57bahwa keanggotaan kita di BUP ini sifatnya tentatif
09:01sesuai dengan kepentingannya kita, sesuai dengan kebetulannya kita
09:04kalau ternyata tidak ada jaminan bahwa two-state solution ini
09:09akan menjadi salah satu solusi yang dikedepankan
09:11ngapain lagi kita masuk di situ
09:13tujuannya itu jelas
09:14bagaimana membuat perdamaian
09:16Oke, artinya akan keluar ketika memang tidak ada manfaatnya, Bang Riza?
09:21Ya, manfaatnya pasti ada
09:22karena pada saat di sini, ini satu-satunya pintu yang tersedia
09:26untuk membicarakan perdamaian di Gaza
09:29Satu-satunya pintu yang tersedia yang memungkinkan untuk membicarakan free Palestine
09:35Oke, baik
09:36Kalau kita tidak masuk, kita bisa ketinggalan kereta
09:38Baik, oke, itu tujuannya ya
09:40Tetapi memang masih ada anggaran yang kemudian menjadi pertanyaan
09:43Saya ingin ke Prof. Suzy, apakah kemudian
09:45anggaran sebesar 17 triliun ini sepadan ketika Indonesia masuk ke board office?
09:52Sama sekali tidak perlu membayar
09:54Karena begitu besar jumlahnya
09:57Dan ini beberapa kali dari iuran kita ke ASEAN misalnya
10:01Mungkin ASEAN lebih penting daripada BOP buatan keluarga Donald Trump
10:05Oke, artinya ketika harus dibayarkan itu tidak perlu
10:12Dan juga tadi Prof. Suzy menyebut bahwa tidak ada landasan dasar yang pembentukan board office ini
10:16Benar
10:18Artinya menurut Prof. Suzy sendiri, dana ini untuk apa Prof?
10:21Dananya untuk membangun Gaza
10:25Kenapa kita membangun sesuatu yang dihancurkan oleh Israel
10:28Itu kan tidak masuk akal sebetulnya
10:30Oke
10:31Oke, artinya apa yang harus dalam tanda kutip dilakukan pemerintah
10:36Untuk kemudian betul-betul memanfaatkan bergabungnya pemerintah kita ke board office?
10:45Kayaknya harus didorong dari dalam negeri
10:47Domestic politics didorong
10:49Sehingga kedengaran suaranya adalah suara rakyat
10:52Baru bertindak
10:54Kalau misalnya kita terlalu emosi dan mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
10:59Mereka juga bisa menyerang Indonesia
11:01Karena ini sangat sensitif
11:03Ini berkaitan dengan tarif dan ketakutan Indonesia akan diberikan tarif yang tinggi
11:07Oleh Donald Trump
11:09Sehingga dia menurut saja
11:10Padahal sebetulnya negara-negara lain tidak terlalu peduli
11:14Oke
11:15Anda sepakat dengan pernyataan Prof. Suzy
11:17Bang Rizal
11:17Soal bergabungnya pemerintah kita ke board office
11:20Karena ketakutan terhadap Amerika Serikat
11:22Kalau soal itu kita tidak takut sama Amerika
11:26Walaupun kita juga menganggap bahwa komponen Amerika itu adalah entitas yang sangat luar biasa pentingnya
11:32Tetapi bukan soal takut tidak takut
11:34Tetapi yang paling penting disitu adalah kans kita untuk mendapatkan
11:37Mendapatkan the first information from the situasi itu
11:41Karena begitu kita tidak masuk dalam anggota tetap itu
11:44Maka ada beberapa agenda yang tidak bisa kita ikuti seterusnya
11:48Bukan pada kesempatan pertama kita mendapatkan informasi itu
11:52Dan ini yang direbut oleh Bapak Presiden
11:55Bahwa kesempatan itu mungkin tidak akan datang lagi berikutnya
11:58Oke
11:58Sehingga ya beliau
12:00Baik
12:02Baik
12:03Tanggapan Anda Prof. Suzy Anda sepakat dengan pernyataan Bang Rizal?
12:06Dengan segala keberaniannya mengambil pernyataan ini
12:09Kalau mau tahu
12:10Kan Indonesia berkawan dengan kawan-kawannya Amerika di Middle East
12:14Misalnya Qatar atau UAE
12:17Kita tanya-tanya aja kepada mereka
12:20Tidak usah kita harus mendapatkan informasi pertama
12:22Karena tidak absah gitu ya
12:25Organisasi ini kurang mencerminkan apa yang diamanatkan oleh pembukaan Undang-Undang Dasar 45
12:32Oke
12:34Oke
12:34Saya ingin ke Bang Rizal lagi bahwa
12:36Tadi disebutkan
12:37Pemerintah ketika bergabung dengan BOP ini
12:40Semangatnya bisa menekan
12:42Ataupun mendorong kemerdekaan Palestina
12:43Tapi kita tahu juga Israel
12:45Yang juga menjadi bagian dari Board Office
12:46Menyerang Gaza
12:47Artinya melanggar kesepakatan
12:49Apa yang harus dilakukan Presiden?
12:51Betul
12:52Yang mesti kita lakukan ini adalah memastikan
12:54Apa yang dilakukan Israel ini
12:57Tidak boleh lagi
12:58Sama sekali dilakukan
12:59Bahkan
13:00Mesti ada penekanan dari chairmannya
13:02BOP ini untuk memastikan Israel ini
13:05Bisa mendapatkan tanda kutip sanksi
13:08Oleh karena itu
13:09Kita memang dari awal
13:10Itu selalu menegaskan bahwa
13:11Two-step solution ini
13:13Two-step solution ini adalah
13:14Arga mati dalam forum ini
13:16Nah
13:17Bapak Presiden ini
13:18Kalau dalam pemahaman kami
13:19Dan penjelasan dari Kementerian Luar Negeri
13:21Bahwa
13:21Kita tidak ingin
13:23Ada informasi sekecil apapun
13:25Yang kita tidak bisa dapatkan
13:27Atau kita tidak dapatkan
13:28Itu dalam kesempatan pertama
13:29Di sini lah strategisnya
13:31Baik
13:31Saya ingin tanyakan
13:32Ketika Indonesia nanti
13:34Sudah mengirimkan dana 17 triliun
13:36Apa jaminannya untuk negara kita
13:37Agar dana tersebut tidak sia-sia
13:39Karena kita tahu juga
13:40Negara kita masih membutuhkan
13:41Begitu banyak biaya
13:42Untuk segala keperluan yang ada
13:43Betul
13:45Ini skala prioritasnya kita
13:46Dengan entry car sebesar 17 triliun itu
13:49Kita harap
13:50Multiplier MTG itu akan terasa
13:52Salah satunya adalah
13:53Posisi diplomasinya kita
13:55Yang levelnya naik
13:56Dan itu menjadi kredibel
13:57Dari situ kemudian kita harap
13:59Bisa dimanfaatkan oleh seluruh diplomatnya kita
14:01Duta besarnya kita
14:02Di seluruh dunia ini
14:03Untuk membuat formulasi yang mampu
14:06Meng-converse kepercayaan
14:08Dan status ini
14:08Menjadi kepercayaan
14:10Bukan hanya dalam bidang pertahanan
14:12Diplomasi
14:12Tapi juga dalam bidang ekonomi
14:14Ekonomi sosial
14:15Sehingga nanti ada kerja sama-kerja sama
14:17Bilateral
14:17Multilateral
14:18Yang bisa kita dapatkan
14:20Jadi ada side efeknya
14:21Tetapi
14:21Kita punya catatan adalah
14:23Ingat
14:23Tujuan kita terlibat dalam proses semua ini
14:26Adalah
14:26Palestine
14:27Sehingga kita ingin supaya
14:30Semua yang kita lakukan ini
14:31Nguaranya
14:32Adalah bagaimana
14:33Menjamin ada jalan
14:34Oke saya ingin tanyakan ke proses
14:36Apakah diplomasi kita
14:37Sudah
14:38Mengambil langkah yang tepat
14:39Dengan bergabung dengan
14:40Board Office
14:41Tidak
14:43Kalau menurut saya sih
14:45Tidak banyak gunanya
14:46Harusnya mengikuti aja
14:47Deklarasi New York
14:48Yang Indonesia juga menandatangani
14:50Bersama Perancis
14:51Dan itu diakui oleh PBB
14:54Kita pegang itu
14:55Dan menyatakan
14:56Secara
14:57Perlahan-lahan
14:59Bahwa sebetulnya
15:00BOP ini
15:01Melanggar
15:02Karena tidak
15:02Melaksanakan
15:04Apa yang
15:05Disebutkan oleh
15:07Declaration New York
15:08Yaitu adanya
15:09Two state solution
15:10Sebagai
15:11Solusi dari
15:12Konflik yang terjadi
15:13Di Gaza
15:14Oke
15:15BOP disebutkan
15:16Bahwa
15:17Melanggar
15:18Apakah kemudian
15:19Lebih efektif
15:20Board Office
15:21Atau mungkin
15:21Jalur internasional
15:22Melalui PBB
15:23Menurut Anda
15:24Prof Susi
15:25Bisa
15:26Wakil kita di PBB
15:28Bisa
15:28Menginisiasi
15:30Di Dewan Keamanan
15:31Mungkin
15:31Berpidato
15:32Atau apa
15:33Bahwa sebetulnya
15:35Kenapa
15:35Declaration of New York
15:37Itu
15:37Dipenggal
15:38Untuk
15:40Tidak memasukkan
15:41Elemen
15:42Two state solution
15:43Yang diupayakan
15:44Dalam
15:45Declaration of New York
15:46Yang diakui oleh
15:47Dewan Keamanan
15:48PBB
15:48Oke
15:50Baik
15:50Saya ingin ke
15:51Bang Risa lagi
15:52Jika
15:52Kedepan
15:53Board Office ini
15:54Gagal untuk
15:54Kemudian menahan
15:55Serangan yang kemudian
15:56Terjadi di Gaza
15:57Apakah DPR akan
15:58Mendesak Indonesia
15:59Untuk keluar dari
15:59BOP
16:00Keluar
16:01Oke
16:03Lebih bagus
16:04Kita bisa keluar
16:05Daripada kita
16:06Tidak bisa masuk
16:06Dan ini adalah
16:08Salah satu
16:08Paneo diplomasi
16:09Daripada kita
16:10Tidak memiliki
16:11Kesempatan sama sekali
16:12Mending kita
16:13Merebut kesempatan itu
16:14Dan kalau
16:15Tidak sesuai dengan
16:15Apa yang kita inginkan
16:16Ya mau dia
16:17Apalagi kita keluar
16:18Meskipun ketika
16:19Uangnya sudah diserahkan
16:20Bang Rizal
16:21Kenapa?
16:22Meskipun ketika
16:23Uang sebesar
16:2417 triliun
16:25Nanti sudah diserahkan
16:25Nah disitu masalahnya
16:28Resikonya
16:28Makanya kita minta
16:29Catatannya adalah
16:30Memastikan semua
16:31Time and conditionnya itu
16:33Benar-benar secure
16:35Baru kemudian kita bayarkan
16:36Karena itu bukan
16:37Uang kecil
16:38Uang itu besar sekali
16:39Dan kita minta kepada
16:41Kementerian luar negeri
16:42Dan kementerian lainnya itu
16:43Untuk benar-benar
16:44Memastikan
16:44Nah itu tadi
16:45Kita punya rekomendasi dua
16:47Secara eksternal itu
16:48Untuk menghitung dengan baik
16:50Bagaimana
16:51Peta jalan
16:52Yang bisa didapatkan
16:53Oleh Indonesia
16:53Selain kemanfaatan
16:55Diplomasi dan kemerdekaan
16:56Palestine
16:56Kita bisa memfaatkan
16:58Untuk produktivitasnya kita
16:59Kita bisa-bisa membuka
17:01Beberapa barrier
17:02Karena
17:02Beberapa negara yang lain
17:04Yang kedua tadi
17:04Bagaimana supaya
17:06Kebijakan ini
17:07Benar-benar
17:08Tersosialisasi
17:08Ke masyarakat Indonesia
17:09Itu dilakukan oleh
17:11Bapak Presiden tadi
17:12Salah satunya
17:12Oke
17:13Saya ingin ke Profesi bawah
17:14Tadi
17:14Bang Rizal mengatakan
17:15Ketika BOP ini gagal
17:17Menahan
17:18Atau membendung serangan
17:19Yang terjadi di Gaza
17:20Indonesia akan keluar
17:21Tanggapan Anda
17:21Apakah harus menunggu
17:22Kegagalan tersebut
17:23Atau seperti apa
17:24Sebaiknya
17:26Pemerintah mendorong
17:27Domestic politics
17:28Untuk menyuarakan
17:29Menyuarakan bahwa
17:31Sebetulnya
17:32BOP itu
17:33Berbeda dengan
17:34Declaration of New York
17:35Yang sudah diakui
17:36Oleh Dewan Keamanan
17:37Jadi untuk safe-nya
17:38Seakan-akan
17:39Politik domestik kita
17:41Yang menarik kita
17:43Untuk keluar dari BOP
17:45Karena kalau kita sendiri
17:46Menyuarakannya
17:47Tentu kita kena
17:48Tarif yang tinggi
17:49Mungkin diberikan sanksi
17:50Oleh Donald Trump
17:51Kita tahu ya
17:52Masalah egonya dia
17:53Terlalu besar
17:54Jadi
17:54Pemerintah bisa mendorong
17:56Domestic politics itu
17:58Untuk bermain
17:59Demi
18:00Demi
18:01Kepentingan kita
18:02Seperti kalau di Amerika
18:03Domestic politicsnya
18:04Bisa dipakai juga
18:05Misalnya dia tidak mau
18:06Menggambarkan
18:07Di surat kabar
18:08Dia kasih tahu
18:10Surat kabar itu
18:11Jangan menggambarkan hal ini ya
18:12Nah itu kita juga bisa
18:14Bermain disitu
18:14Oke
18:15Singkat saja
18:16Prof. Susi
18:17Anda menyimpulkan
18:18Tujuan BOP ini
18:20Adalah murni
18:20Untuk kemudian
18:21Melahirkan kedamaian
18:22Di Gaza
18:23Atau ada tujuan lain
18:23Tujuannya adalah
18:26Menggolkan
18:27Cita-cita Netanyahu
18:29Dan Mossad
18:29Untuk mengusir
18:31Orang-orang Palestina
18:32Karena ternyata kan
18:33Pemboman masih berlangsung
18:34Sekarang ini
18:35Oke
18:35Anda sepakat dengan hal itu
18:37Bang Rizal
18:37Enggak
18:39Kalau saya tidak sepakat
18:40Maksudnya sepakatnya itu adalah
18:42Biar bagaimanapun juga
18:44Satu-satunya negara
18:45Yang oleh
18:46Uni
18:46Emirat Arab
18:48Qatar
18:48Turki
18:49Dan beberapa negara lainnya
18:50Yang mampu menginjak kakinya
18:52Presiden Netanyahu itu adalah
18:54Presiden Trump
18:55Itu yang kita gunakan
18:57Kekuatan itu
18:57Untuk menekan Israel
18:59Karena selama ini
19:00Tanpa tekanan
19:01Atau
19:01Jaminan dari
19:02Amerika
19:03Itu hampir gak mungkin
19:04Nah inilah kecerdasan
19:06Seorang presiden
19:06Kita itu
19:07Untuk menggunakan tangan
19:08Orang lain
19:08Untuk mengetok
19:09Palanya nih
19:09Netanyahu
19:10Oke
19:11Apakah Anda punya informasi
19:12Bang Rizal
19:12Kapan anggaran 17 triliun ini
19:14Harus diserahkan ke BOP
19:15Belum
19:17Nanti akan kita mintakan
19:18Ke Kementerian Pemegeri
19:19Bagaimana perencaraannya
19:20Baik
19:21Terima kasih
19:22Bang Syamsur Rizal
19:23Anggota Komisi 1
19:24Fraksi PKB
19:25Dan juga Ketua Pusat Kajian Wilayah
19:27Amerika
19:27Universitas Indonesia
19:28Profesor Susi Sudarman
19:30Telah bergabung di Kompas Petang
19:31Terima kasih telah menonton!
19:32Terima kasih telah menonton!
19:33Terima kasih telah menonton!
Komentar