00:00Setelah sembilan korban tanah longsor di desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarwa, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
00:18Sembilan korban ditemukan di area longsor yang menimbun 3.000 ataupun 30 rumah warga.
00:26Pencarian korban hari ini terkendala cuaca, alat berat juga belum diturunkan karena kondisi tanah yang masih lapil.
00:41Masalah cuaca ya, artinya intensitas hujan yang terus-menerus turun, itu juga mempengaruhi terhadap tim sahar gabungan yang ingin melaksanakan evakuasi,
00:55pencarian korban. Saat ini tidak memungkinkan alat berat untuk bisa masuk ke area longsor karena memang materialnya adalah lumpur dan air.
01:07Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Deddy Mulyadi, meninjau lokasi longsor di kampung Pasir Kuning, desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarwa, Kabupaten Bandung Barat.
01:16Deddy Mulyadi bilang akan merelokasi warga di wilayah yang memiliki potensi bencana.
01:22Deddy juga menekankan akan adanya pembendahan tata ruang agar peristiwa longsor tidak terulang kembali.
01:29Kita sudah salah dari awal, dari salah dari awal adalah tata ruangnya harus segera dibenahi berulang-ulang.
01:40Saya katakan daerah-daerah yang seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu.
01:46Sudah lama kita ini tidak sesuai, sudah lama kita ini membangun tidak didasarkan pada mitigasi bencana.
01:53Terima kasih.
02:23Penuh lunggur, dia hipotermi, kedinginan, kita kasih dibersihin, kasih oksigen, kemudian diperiksa dokter, dari dokter dianjurkan untuk rumah sakit.
02:40Rumah sakit mana?
02:42Rumah sakit rempang.
02:43Kita pantau pencarian korban tanah longsor di Kabupaten Badung, Barat, Jawa Barat yang sekarang ini bertambah korbannya menjadi 9 korban yang sudah dinyatakan meninggal dunia.
02:52Lebih lengkapnya kita bergabung dengan jurnalis kompasivi Mita Handayani dan jurukamera Reza Pratama.
02:58Mita artinya dengan proses untuk penambahan atau penemuan satu korban lagi, artinya pencarian para korban yang hilang ini terus dimaksimalkan sore hari ini.
03:10Mita.
03:11Ya betul Audrey untuk pencarian korban hingga saat ini terus dimaksimalkan dan untuk pencarian korban itu tadi sudah selesai di pukul 4 sore.
03:25Mengingat karena tadi untuk cuaca ini cuacanya tidak mendukung untuk dilakukan pencarian lebih lanjut.
03:32Apabila saat ini kondisi cuacanya ini cukup cerah dibandingkan tadi pukul 4 karena memang pukul 4 sore tadi itu untuk cuaca lumayan mendung dan untuk hujan itu gerimis masih terus berlangsung dari pagi sampai dengan sore hari.
03:49Tadi yang menjadi kendala dalam proses evakuasi korban adalah medan yang memang untuk tanahnya saat ini masih belum stabil seperti itu.
04:00Apalagi ini karena adanya curah hujan yang masih cukup tinggi ini dari alah arah hulu ini mengirimkan air dan lumpur seperti itu.
04:13Jadi untuk proses evakuasi sendiri memang sulit. Ini kalau misalnya juru kamera kami Reza Pratama bisa menunjukkan kepada Anda ini adalah longsoran yang menimpa 30 rumah di desa Pasir Langu seperti itu.
04:30Dan ini memang bisa dilihat untuk lumpur-lumpur sendiri masih sangat banyak seperti itu dan bisa dilihat ke bawah ini adalah sisa-sisa lumpur yang memang sudah tadi dibersihkan untuk pencarian korban.
04:46Untuk akses masuk pencarian korban sendiri memang sejauh yang kami lihat yang kami pantau memang masih dari satu pintu ini saja.
04:55Dan apabila kami bisa dilihat untuk lumpur sendiri ini memang sangat tidak stabil seperti itu.
05:07Jadi tadi untuk proses evakuasi sendiri terkendalanya adalah selain curah hujan yang cukup lumayan masih tinggi dan lumpur yang masih banyak terutama dari hulu yang terus turun ke bawah seperti itu.
05:21Tadi kami melakukan pantauan seperti itu bagaimana proses evakuasi dilakukan oleh para petugas sampai dengan pukul 4 sore.
05:29Ini tadi alat yang digunakan adalah alat yang masih sederhana hanya digunakan pacul seperti itu dan alat berat sendiri meskipun sudah disiapkan oleh petugas.
05:42Ini belum bisa diturunkan karena memang untuk medan sendiri belum bisa dilewati atau ditaruh alat berat seperti itu.
05:53Dan nanti rencananya pada esok hari proses evakuasi akan dilanjutkan pada pukul 8 pagi apabila memang kondisi cuaca masih cukup baik.
06:03Tadi Gubernur Jawa Barat juga sudah datang ke lokasi untuk melakukan pementauan seperti itu.
06:08Dan beliau mengatakan bahwa nanti untuk para kepala keluarga yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar 25 juta rupiah.
06:17Dan diinformasikan juga tadi oleh Gubernur Jawa Barat bahwa untuk lokasi ini memang tidak ideal untuk dijadikan tempat tinggal
06:25karena apabila dari pantauan kami ini memang ada alif fungsi di mana ini dijadikan tempat untuk menanam seperti itu.
06:33Nanti Gubernur Jawa Barat rencananya akan merelokasi dan untuk lahan ini akan dijadikan hutan.
06:42Mita, jadi kalau kan selain di lokasi untuk pencarian korban ada juga posko untuk mencari sana keluarganya yang masih dinyatakan hilang.
06:52Dari laporan Anda 81 korban hilang apakah ada kemungkinan bertambah lagi jumlah laporan korban hilang akibat longsor?
07:07Audrey mohon maaf sekali untuk suara Anda tadi agak terputus namun apabila yang tadi saya dengar di awal
07:13ini bagaimana posko dari para korban yang saat ini belum ditemukan seperti itu.
07:20Hingga sampai dengan saat ini ada kurang lebih 81 korban yang dinyatakan hilang.
07:25Meskipun memang definisi dinyatakan hilang ini apakah memang masih tertimbun di dalam longsoran
07:30atau memang para korban ini sudah mengungsi kekerabat mereka seperti itu.
07:35Namun di sini disediakan posko di mana poskonya adalah di kantor kelurahan.
07:41Di situ nanti anggota keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga lainnya dapat menginformasikan ke posko tersebut.
07:49Dan nanti untuk proses evakuasi dari korban yang ditemukan sendiri juga di sini akan dikirimkan ke puskesmas terdekat
07:58karena untuk DVI sendiri ada di sana. Audrey?
08:01Ya Mita tadi kan baru saja beberapa saat yang lalu Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi datang ke lokasi ya
08:07dan tadi ini Deddy Mulyadi mengatakan bahwa sejak awal ini salah dugaannya karena alif fungsi lahan.
08:16Sebenarnya pada saat yang Anda ketahui dulunya ini lahan di sekitar lokasi ini lahan apa?
08:22Sebelum dijadikan sebagai tempat hunian atau tempat tinggal?
08:28Ya Audrey, tadi Gubernur Jawa Barat menyampaikan ini indikasinya memang ada alif fungsi.
08:36Namun sebenarnya untuk korban atau dari 30 rumah yang ada di sini sebenarnya
08:42menurut informasi dari warga di sini yang kami terima 30 rumah tersebut bukanlah rumah permanen seperti itu Audrey.
08:51Jadi memang rumah korban yang tertimpun longsor ini adalah rumah semi permanen
08:57yang mereka ini menanam tanaman yang tidak terlalu kuat seperti itu.
09:03Jadi memang untuk Gubernur Jawa Barat sendiri menginformasikan bahwa ini benar-benar tidak boleh
09:08untuk dijadikan lahan tempat tinggal.
09:10Dan kalau misalnya kita lihat ini untuk secara geografis sendiri ini memang cukup curam Audrey.
09:17Jadi memang tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal karena dikhawatirkannya
09:22seperti yang saat ini berlangsung terjadi longsor.
09:25Audrey.
09:26Iya, Mita kalau tadi kan Anda menunjukkan bagaimana tanah yang sangat labil ya, susah begitu.
09:31Nah kemudian juga alat berat masih belum diturunkan.
09:35Kapan kira-kira kemudian dinyatakan alat berat diperbolehkan untuk turun
09:39untuk membantu segera proses pencarian para korban yang mudah-mudahan kita tentunya berharap
09:43semua korban yang hilang ini masih ada begitu?
09:51Ya Audrey, untuk alat berat memang belum diturunkan sampai dengan saat ini
09:55mengingat memang untuk kondisi TKP sendiri memang masih belum stabil seperti itu.
10:02Dan untuk lumpur sendiri ini masih mendapat kiriman dari hulu seperti itu
10:07dan tadi juga kami sempat menanyakan kepada Kepala Sarbendung, Bapak Ade Diana Permana
10:14kapan kira-kira untuk alat berat ini akan diturunkan?
10:17Namun menurutnya ini belum dapat dipastikan mengingat untuk saat ini tanah itu belum stabil.
10:24Terima kasih laporannya Jurnalis Kompasivi Mita Hadayani dan Juru Kamera Reza Pratama
10:32melaporkan langsung dari tempat kejadian longsor di Kabupaten Baduk Barat, Jawa Barat.
Komentar