00:00Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut armada negaranya bergerak ke Iran, menurut Trump pengiriman armada perang itu dilakukan untuk berjaga-jaga terkait situasi di Iran.
00:12Terima kasih.
00:42Dalam keterangannya, Trump mengaku armada perang yang dikirim ke Teluk adalah tindakan berjaga-jaga.
00:47Ia sendiri mengaku lebih suka jika tak terjadi apa-apa di Teluk walaupun ia tetap mengirimkan armada perang ke wilayah itu.
01:12Ia akan melihat apa-apa di sini.
01:14Dan kita lihat apa yang berlaku.
01:16It's a big force.
01:18We have a big force menyebutkan Iran.
01:21I'd rather not see anything happen.
01:23Tapi kita lihat very closely.
01:25I saw 837 hangings on Thursday.
01:31They would have been dead.
01:33Every one of them would have been hung.
01:35This is like from a thousand years ago.
01:38This is an ancient culture.
01:40And I said if you hang those people, you're gonna be hit harder than you've ever been hit.
01:46They'll make what we did to your Iran nuclear look like peanuts.
01:50But we have an armada.
01:52We have a massive, we have a massive fleet heading in that direction.
01:56And maybe we won't have to use it.
01:59We'll see.
02:00Dron Shahed
02:03Memperingati acara tahunan untuk pasukan garda revolusi paramiliter yang berperan penting dalam menumpas protes nasional.
02:11Dalam acara tersebut, mereka menyalahkan mesin beberapa drone Shahed yang salah satu variannya telah digunakan secara luas oleh Rusia dalam perang melawan Ukraina.
02:21Dron Shahed telah digunakan dalam konflik Iran dengan Israel termasuk perang 12 hari pada Juni tahun lalu.
02:28Acara tersebut berlangsung saat militer Amerika Serikat memindahkan lebih banyak aset militer ke timur tengah termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln.
02:38Dan kapal perang yang menyertainya yang berlayar dari Laut Cina Selatan.
02:43Pendidikan perempuan selamat 189.
02:46Tata penguins
02:55Tata penguins
03:06Terima kasih.
03:36Terima kasih.
04:06Terima kasih.
04:36Terima kasih.
04:38Terima kasih.
05:06Terima kasih.
05:08Terima kasih.
05:10Terima kasih.
05:12Terima kasih.
05:14Terima kasih.
05:16Terima kasih.
05:46Terima kasih.
05:48Terima kasih.
05:50Terima kasih.
05:52Terima kasih.
05:54Terima kasih.
05:56Terima kasih.
05:58Terima kasih.
06:00Terima kasih.
06:02Terima kasih.
06:04Terima kasih.
06:06Terima kasih.
06:08Terima kasih.
06:10Terima kasih.
06:12Terima kasih.
06:14Terima kasih.
06:16Terima kasih.
06:18Terima kasih.
06:20Terima kasih.
06:22Terima kasih.
06:24Terima kasih.
06:26Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:30Terima kasih.
06:32Terima kasih.
06:34Terima kasih.
06:36Terima kasih.
06:38Terima kasih.
06:40Terima kasih.
06:42Terima kasih.
06:44Terima kasih.
06:46Terima kasih.
06:48Terima kasih.
06:50Terima kasih.
06:52Terima kasih.
06:54menghasilkan demonstrasi dari pihak kawan-kawan yang lebih besar daripada pihak lawannya.
07:02Baik, tentu kita tidak berharap bahwa akan terjadi perang antara Amerika Serikat dan juga Iran.
07:06Tetapi ketika membaca strategi Iran menghadapi geretakan Trump,
07:10misalnya dengan memamerkan drone canggih, termasuk juga sikap dari sekutu-sekutu Iran,
07:16bagaimana Anda memaknai hal ini, Pak Agung?
07:18Amerika Serikat dan kawan-kawannya sebetulnya tidak takut sama Iran.
07:26Namun serangan itu dibatalkan ataupun ditunda ataupun hanya ancaman,
07:31tentu ada risiko, kalkulasi risiko.
07:33Serangan tidak serangan itu betul-betul dikalkulasi risiko.
07:36Semua pihak yang ada di Timur Tengah itu perlu menghitung untung ruginya.
07:40Dan saat ini kelihatannya tidak ada untungnya bagi Amerika untuk menyerang Iran,
07:44karena alasannya juga tidak ada dan setelah itu ngapain?
07:47Karena tidak ada hal yang prinsipin yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan
07:50dan betul-betul meminimalisir risiko,
07:53baik risiko korban jiwa, korban politik, korban cita, dan lain sebagainya.
07:59Artinya Anda memaknai sikap Iran yang kemudian memamerkan drone canggih ini seperti apa, Pak Agung?
08:06Tentu sebagai deterrent juga.
08:07Amerika menggunakan kapal Indos sebagai deterrent powercible.
08:11Ya, Iran menggunakan deterrentnya yang paling manjur,
08:13yaitu rudal dan rudal jelajah atau rudal balistik dan khususnya drone.
08:19Karena drone Iran yang memang drone sahib yang rusak menjadi geranium,
08:24itu drone yang kelihatan sekarang drone nomor satu di dunia,
08:27yang paling terbukti, ampuh untuk digunakan untuk menyerang.
08:32Oke, bahwa alasan Trump mengirim armada perang ke wilayah Iran,
08:36salah satunya adalah untuk memastikan pendembo di Iran tidak dieksekusi militer Iran.
08:40Apakah Anda memaknai bahwa Amerika mendukung para demonstran?
08:46Itu adalah retorika.
08:48Karena sesungguhnya soal demonstran tidak,
08:50yang penting bagi Amerika adalah Iran berjalan sesuai dengan koridor yang ditentukan.
08:55Tidak membuat tindakan-tindakan yang akan merugikan atau menghambat
08:58ataupun mengurangi power daripada Amerika dan sekutunya.
09:03Soal Iran mau melakukan apapun, itu sebenarnya tidak masalah.
09:06Kan terbukti bahwa negara yang paling tidak demokratis pun di Timur Tengah,
09:10yang sama sekali tidak ada pemilihan umum,
09:12juga Amerika tidak keberatan.
09:13Dan di Iran pun masih ada demokrasi,
09:16meskipun mungkin demokrasinya tidak terlalu maksimal,
09:18tapi kan itu biasa di negara-negara itu terjadi konflik seperti itu
09:22dan juga diketahui bahwa konflik ini juga dikompori oleh beberapa intelijen negara asing.
09:28Jadi sebetulnya Amerika sudah disebutkan oleh Presiden Tramba,
09:32mereka sudah memaklumi dan oke tidak ada jadi eksekusi.
09:36Karena mungkin yang di eksekusi itu betul-betul adalah
09:38apa namanya tenaga-tenaga yang membuat demonstrasi damai menjadi tidak damai.
09:43Nah itu yang jangan sampai tidak ada yang mau menolong negara barat lagi
09:47atau negara musuh Iran untuk ini kalau semua dihabisi seperti itu.
09:51Menurut Anda, Pak Agung, hal-hal sensitif apa saja yang bisa memicu ketegangan AS dan Iran semakin tajam?
10:00Ketegangan itu kan tibul tenggelam sesuai dengan situasi.
10:04Sesungguhnya sebetulnya ancaman langsung Iran ke Amerika tidak ada.
10:08Ancaman Iran adalah kepada negara-negara kawan Amerika.
10:12Dan itu pun juga terkakibat dari perilaku daripada kawannya Amerika itu.
10:18Jadi sebetulnya ada timbal baliknya, gitu saja.
10:21Oke, tentu sekali lagi kita berharap tidak akan terjadi perang antara Amerika Serikat dan juga Iran.
10:26Terima kasih pakar strategi pertahanan lulusan US World College, Mars Matenipunawirawan, Agung Sasongko.
Komentar