Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut armada negaranya bergerak ke Iran. Menurut Trump, pengiriman armada perang itu dilakukan untuk berjaga-jaga terkait situasi di Iran.

Pejabat AS yang enggan disebut identitasnya menyatakan armada yang dikirim ke Teluk itu termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali.

Armada ini disebut akan tiba di Teluk dalam beberapa hari ke depan. Armada perang ini dilaporkan telah bermanuver dari Laut Cina Selatan menuju Timur Tengah. Dalam keterangannya, Trump mengaku armada perang yang dikirim ke Teluk adalah tindakan berjaga-jaga.

Ia sendiri mengaku "lebih suka jika tak terjadi apa-apa" di Teluk, walaupun ia tetap mengirimkan armada perang ke wilayah itu.

Lalu seberapa besar kemungkinan Amerika akan menyerang Iran? Sudah bergabung pakar strategi pertahanan lulusan "US War College", Marsma TNI Purnawirawan Agung Sasongko.

#presidenprabowo #AS #trump

Baca Juga Trump Kerahkan Armada Kapal Perang ke Timur Tengah, Diyakini untuk Awasi Iran di https://www.kompas.tv/internasional/645942/trump-kerahkan-armada-kapal-perang-ke-timur-tengah-diyakini-untuk-awasi-iran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/646005/full-marsma-tni-purnawirawan-bicara-soal-as-kerahkan-armada-besar-ke-teluk-apa-yang-akan-terjadi
Transkrip
00:00Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut armada negaranya bergerak ke Iran, menurut Trump pengiriman armada perang itu dilakukan untuk berjaga-jaga terkait situasi di Iran.
00:12Terima kasih.
00:42Dalam keterangannya, Trump mengaku armada perang yang dikirim ke Teluk adalah tindakan berjaga-jaga.
00:47Ia sendiri mengaku lebih suka jika tak terjadi apa-apa di Teluk walaupun ia tetap mengirimkan armada perang ke wilayah itu.
01:12Ia akan melihat apa-apa di sini.
01:14Dan kita lihat apa yang berlaku.
01:16It's a big force.
01:18We have a big force menyebutkan Iran.
01:21I'd rather not see anything happen.
01:23Tapi kita lihat very closely.
01:25I saw 837 hangings on Thursday.
01:31They would have been dead.
01:33Every one of them would have been hung.
01:35This is like from a thousand years ago.
01:38This is an ancient culture.
01:40And I said if you hang those people, you're gonna be hit harder than you've ever been hit.
01:46They'll make what we did to your Iran nuclear look like peanuts.
01:50But we have an armada.
01:52We have a massive, we have a massive fleet heading in that direction.
01:56And maybe we won't have to use it.
01:59We'll see.
02:00Dron Shahed
02:03Memperingati acara tahunan untuk pasukan garda revolusi paramiliter yang berperan penting dalam menumpas protes nasional.
02:11Dalam acara tersebut, mereka menyalahkan mesin beberapa drone Shahed yang salah satu variannya telah digunakan secara luas oleh Rusia dalam perang melawan Ukraina.
02:21Dron Shahed telah digunakan dalam konflik Iran dengan Israel termasuk perang 12 hari pada Juni tahun lalu.
02:28Acara tersebut berlangsung saat militer Amerika Serikat memindahkan lebih banyak aset militer ke timur tengah termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln.
02:38Dan kapal perang yang menyertainya yang berlayar dari Laut Cina Selatan.
02:43Pendidikan perempuan selamat 189.
02:46Tata penguins
02:55Tata penguins
03:06Terima kasih.
03:36Terima kasih.
04:06Terima kasih.
04:36Terima kasih.
04:38Terima kasih.
05:06Terima kasih.
05:08Terima kasih.
05:10Terima kasih.
05:12Terima kasih.
05:14Terima kasih.
05:16Terima kasih.
05:46Terima kasih.
05:48Terima kasih.
05:50Terima kasih.
05:52Terima kasih.
05:54Terima kasih.
05:56Terima kasih.
05:58Terima kasih.
06:00Terima kasih.
06:02Terima kasih.
06:04Terima kasih.
06:06Terima kasih.
06:08Terima kasih.
06:10Terima kasih.
06:12Terima kasih.
06:14Terima kasih.
06:16Terima kasih.
06:18Terima kasih.
06:20Terima kasih.
06:22Terima kasih.
06:24Terima kasih.
06:26Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:30Terima kasih.
06:32Terima kasih.
06:34Terima kasih.
06:36Terima kasih.
06:38Terima kasih.
06:40Terima kasih.
06:42Terima kasih.
06:44Terima kasih.
06:46Terima kasih.
06:48Terima kasih.
06:50Terima kasih.
06:52Terima kasih.
06:54menghasilkan demonstrasi dari pihak kawan-kawan yang lebih besar daripada pihak lawannya.
07:02Baik, tentu kita tidak berharap bahwa akan terjadi perang antara Amerika Serikat dan juga Iran.
07:06Tetapi ketika membaca strategi Iran menghadapi geretakan Trump,
07:10misalnya dengan memamerkan drone canggih, termasuk juga sikap dari sekutu-sekutu Iran,
07:16bagaimana Anda memaknai hal ini, Pak Agung?
07:18Amerika Serikat dan kawan-kawannya sebetulnya tidak takut sama Iran.
07:26Namun serangan itu dibatalkan ataupun ditunda ataupun hanya ancaman,
07:31tentu ada risiko, kalkulasi risiko.
07:33Serangan tidak serangan itu betul-betul dikalkulasi risiko.
07:36Semua pihak yang ada di Timur Tengah itu perlu menghitung untung ruginya.
07:40Dan saat ini kelihatannya tidak ada untungnya bagi Amerika untuk menyerang Iran,
07:44karena alasannya juga tidak ada dan setelah itu ngapain?
07:47Karena tidak ada hal yang prinsipin yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan
07:50dan betul-betul meminimalisir risiko,
07:53baik risiko korban jiwa, korban politik, korban cita, dan lain sebagainya.
07:59Artinya Anda memaknai sikap Iran yang kemudian memamerkan drone canggih ini seperti apa, Pak Agung?
08:06Tentu sebagai deterrent juga.
08:07Amerika menggunakan kapal Indos sebagai deterrent powercible.
08:11Ya, Iran menggunakan deterrentnya yang paling manjur,
08:13yaitu rudal dan rudal jelajah atau rudal balistik dan khususnya drone.
08:19Karena drone Iran yang memang drone sahib yang rusak menjadi geranium,
08:24itu drone yang kelihatan sekarang drone nomor satu di dunia,
08:27yang paling terbukti, ampuh untuk digunakan untuk menyerang.
08:32Oke, bahwa alasan Trump mengirim armada perang ke wilayah Iran,
08:36salah satunya adalah untuk memastikan pendembo di Iran tidak dieksekusi militer Iran.
08:40Apakah Anda memaknai bahwa Amerika mendukung para demonstran?
08:46Itu adalah retorika.
08:48Karena sesungguhnya soal demonstran tidak,
08:50yang penting bagi Amerika adalah Iran berjalan sesuai dengan koridor yang ditentukan.
08:55Tidak membuat tindakan-tindakan yang akan merugikan atau menghambat
08:58ataupun mengurangi power daripada Amerika dan sekutunya.
09:03Soal Iran mau melakukan apapun, itu sebenarnya tidak masalah.
09:06Kan terbukti bahwa negara yang paling tidak demokratis pun di Timur Tengah,
09:10yang sama sekali tidak ada pemilihan umum,
09:12juga Amerika tidak keberatan.
09:13Dan di Iran pun masih ada demokrasi,
09:16meskipun mungkin demokrasinya tidak terlalu maksimal,
09:18tapi kan itu biasa di negara-negara itu terjadi konflik seperti itu
09:22dan juga diketahui bahwa konflik ini juga dikompori oleh beberapa intelijen negara asing.
09:28Jadi sebetulnya Amerika sudah disebutkan oleh Presiden Tramba,
09:32mereka sudah memaklumi dan oke tidak ada jadi eksekusi.
09:36Karena mungkin yang di eksekusi itu betul-betul adalah
09:38apa namanya tenaga-tenaga yang membuat demonstrasi damai menjadi tidak damai.
09:43Nah itu yang jangan sampai tidak ada yang mau menolong negara barat lagi
09:47atau negara musuh Iran untuk ini kalau semua dihabisi seperti itu.
09:51Menurut Anda, Pak Agung, hal-hal sensitif apa saja yang bisa memicu ketegangan AS dan Iran semakin tajam?
10:00Ketegangan itu kan tibul tenggelam sesuai dengan situasi.
10:04Sesungguhnya sebetulnya ancaman langsung Iran ke Amerika tidak ada.
10:08Ancaman Iran adalah kepada negara-negara kawan Amerika.
10:12Dan itu pun juga terkakibat dari perilaku daripada kawannya Amerika itu.
10:18Jadi sebetulnya ada timbal baliknya, gitu saja.
10:21Oke, tentu sekali lagi kita berharap tidak akan terjadi perang antara Amerika Serikat dan juga Iran.
10:26Terima kasih pakar strategi pertahanan lulusan US World College, Mars Matenipunawirawan, Agung Sasongko.
Komentar

Dianjurkan