Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG, KOMPAS.TV - Warga di Perumahan Villa Mutiara Pluit, Priok, Tangerang, masih terjebak banjir. Ketinggian air yang menggenang mencapai 1,5 hingga 3 meter dan belum juga surut sejak Jumat (23/1/2026).

Sejumlah warga memilih mengungsi ke posko pengungsian terdekat. Namun, sebagian lainnya memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.

Berikut liputan Jurnalis KompasTV Zefanya Situmeang bersama juru kamera Yanuar Ruslim, yang memperlihatkan kondisi terkini perumahan warga.

Video editor: Rizal

#banjir #banjirtangerang

Baca Juga Banjir 2 Meter di Periuk Damai Tangerang, Ratusan Warga Bertahan di Atap Rumah di https://www.kompas.tv/regional/645991/banjir-2-meter-di-periuk-damai-tangerang-ratusan-warga-bertahan-di-atap-rumah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646008/banjir-rendam-permukiman-warga-di-tangerang-warga-mengungsi
Transkrip
00:00Banjir dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter ini masih melanda
00:04kawasan Villa Mutiara Pluit, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang
00:08dimana kabarnya ini banjir air sudah mengenang sejak pagi kemarin
00:12Jumat pagi kemarin dan hingga sore hari ini
00:16di hari Sabtu ini air masih mengenang
00:18saat ini saya sedang berada di atas perahu dari Satuan Brimopol dan Metro Jaya
00:24dimana saya bersama dengan sejumlah warga
00:25ini yang masih setelah berada di pengungsian begitu mengungsi
00:30karena rumah mereka terdam banjir
00:31tapi juga ada beberapa warga yang masih memiliki kebutuhan
00:35untuk kembali ke rumahnya, mengambil barang
00:37atau melakukan aktivitas yang harus dilakukan di rumahnya
00:40nah ini memang dari informasi warga yang saya terima
00:44ini ketinggian airnya bervariasi
00:46ada mulai dari 1,5 meter hingga bahkan paling dalam ini hingga 3 meter
00:50untuk lebih lengkapnya ini saya mau bertanya
00:52dengan salah satu warga yang saat ini sedang berada di atas perahu
00:55bersama dengan saya
00:56selamat sore Bapak boleh disebutkan namanya
00:58selamat sore Mbak
00:59saya Pak Sunarko
01:00warga di RW 11 Kelurahan Periuk, Camatan Periuk, Mutiara Pluit
01:05oke Pak Sunarko
01:06boleh disampaikan ini ada berapa banyak RW terdampak
01:10dan ini sejak kapan air mulai meninggi boleh diceritakan
01:13ya
01:13air ini masuk ke wilayah kami
01:17ini sejak hari Jumat pagi kira-kira jam 10
01:20itu air sudah masuk ke tempat saya
01:22dan RW yang terdampak ini ada 4 RW
01:26dari RW 13, RW 8, RW 11, dan RW 9
01:30itu yang terdampak banjir
01:33paling parah di RT RW berapa?
01:37yang paling parah itu ada di Periuk Damai
01:40itu RW 8
01:41itu mungkin sampai atap rumah ya
01:43sepelapon gitu
01:44itu yang paling parah
01:45ini kalau ada informasi yang Bapak terima
01:47ini penyebabnya kenapa sih Pak
01:48ini air bisa hingga setinggi 2 sampai 3 meter ini?
01:54penyebabnya kira-kira
01:55karena ketinggian Kali Cirarap
01:58yang di sebelang danau sana
02:00itu kalau air sudah melebihi danau
02:03kita punya resapan air ya Bu ya
02:05yang namanya danau ada 2
02:07itu kalau air lebih tinggi dari danau
02:09dia maka masuk ke danau
02:11dari danau kalau memang sudah lebih tinggi lagi
02:13masuk ke perumahan
02:15dan imbasnya sampailah ke tempat kita
02:17Pila Mutiara Fluid RW 11
02:19Nah ini untuk menunggu surut ini apa?
02:21apakah sudah ada dari petugas
02:22atau dari pemerintah begitu ya
02:24yang mengupayakan untuk
02:25menurutkan air banjir yang Bapak lihat dari kemarin?
02:27Sampai sekarang memang belum ada
02:29karena kenapa?
02:30karena air ini belum bisa disedot ya Bu ya
02:32karena airnya
02:33air Kali Cirarapnya juga kan masih tinggi
02:35jadi tidak bisa disedot
02:39sehingga kita masih
02:40berdampak seperti ini
02:42kita selalu menunggu
02:43kalau sungai itu sudah surut
02:45baru bisa dipompa ke sana gitu
02:47ini salah satu cara adalah menunggu air
02:50menunggu kalinya surut
02:53baru danau bisa dipompa ke sana
02:55dan kita juga bisa memompak air
02:57melalui kali yang ada di
02:58ini pertama kalinya
02:58ini terakhir kita banjir tahun 2021 ya
03:05dan melebihi ini gitu
03:06banjir tinggi sekali
03:08ini kan saya lihat masih ada beberapa warga
03:11yang memilih untuk berdiam
03:14di area rumah masing-masing
03:17ini terlihat ada seorang ibu-ibu
03:21lalu ada anak kecil
03:23bahkan saya lihat ini masih ada sejumlah warga
03:25memilih untuk diam di area rumah masing-masing
03:27ini apakah dari ketua RTS tempat
03:29atau apa tidak ada himbawan
03:30agar warga ini mengungsi
03:32ke tempat posko pengungsian
03:33kalau ada
03:33dari warga
03:35dari pemerintahan
03:38khususnya dari RT RW itu
03:40himbawan sudah ada ya
03:41bahwasannya
03:41sebelum banjir pun kita sudah
03:44menginformasikan bahwasannya
03:46keluar kita akan banjir gitu loh
03:48namun ya
03:49seperti kita lihat
03:50masih ada aja
03:51satu dua warga yang enggan keluar gitu
03:53saya tidak tahu juga
03:54alasannya kenapa gitu
03:56tapi tetap mereka tinggal di kediamannya
03:59masalah
04:00apa memberitahuan
04:02sebelum banjir pun kita sudah memberitahu
04:04bahwasannya
04:05kita akan banjir
04:07ayo semua sama
04:08kita keluar rumah
04:10dan dari pihak pemerintah
04:11sudah menyediakan perahu karet
04:13untuk mengevakuasi
04:14terakhir pak apakah
04:18dari warga
04:20ini di area rumah ini listrik dipadamkan
04:24apa bagaimana
04:25ya sejak banjir
04:26setengah meter atau satu meter
04:28itu listrik sudah padam
04:29sehingga kita
04:31memang kita
04:32hanya mengandalkan pompa ya
04:34dan kita gak bisa apa-apa
04:35kalau lampu itu mati gitu kan
04:38jadi memang air ini tunggu
04:39listrik menyala
04:41baru bisa kita pompa
04:42kekali
04:43bantuan dari pemerintah sudah ada?
04:44Alhamdulillah
04:45masalah bantuan
04:46kalau seperti
04:47nasi bungkus gitu ya
04:50itu sudah ada ya
04:51sudah didistribusikan ke warga gitu loh
04:53Alhamdulillah sudah ada dari pemerintah
04:55terima kasih banyak Pak Sunarko
04:57untuk informasinya
04:59demikian saudara tadi sudah disampaikan
05:01oleh salah satu warga
05:02yang tinggal di area
05:03vila
05:05mudiara fluid ini
05:06bahwa memang
05:07banjir yang mengenang cukup tinggi
05:10sangat tinggi ini
05:11bahkan ini merupakan
05:12salah satu imbas dari luapan
05:13Kalicirarap
05:14yang berada di dekat area
05:16kelurahan
05:17priuk
05:17kecamatan priuk kota Tangerang ini
05:19sehingga memang
05:19warga juga sudah dihimbau
05:21bahwa akan banjir
05:22tapi memang tadi Anda bisa melihat
05:23di visual ada sejumlah warga
05:24yang masih memilih untuk
05:25menetap atau berdiam
05:27di area rumahnya masing-masing
05:28tapi memang tadi
05:29perahu karet
05:30ini sudah disiagakan
05:31dan dari satuan
05:32Brimopol dan Metro Jaya
05:33tadi kami juga sudah memantau
05:34bahwa mereka terus berjaga
05:35apabila ada warga yang
05:37pada akhirnya meminta
05:38untuk dievakuasi
05:39karena kabarnya
05:40pemadaman listrik
05:41juga sudah dilakukan
05:42di area rumah warga ini
05:43dan juga posko pengungsian
05:45ini juga disediakan
05:45bantuan juga sudah diterima
05:47tadi oleh
05:47warga begitu ya
05:49tentu kita harus menunggu
05:50hingga air surut
05:52karena tadi upaya penyedotan
05:54ini akan dilakukan
05:54tapi menunggu juga bagaimana
05:55air di
05:57ketinggian air di kali
05:58cirarap ini juga bisa
05:59harus surut
06:00begitu ya tentu
06:01ya kita nantikan
06:02apa upaya penanganan
06:03pemerintah selanjutnya
06:04untuk menangani banjir
06:05yang cukup parah
06:05di kota Tangerang ini
06:06saya banyak situ mayang
06:08Yanuar Ruslim
06:08Kompas TV
06:09kota Tangerang
06:09saya Triska Klarissa
06:17saksikan program-program
06:19Kompas TV
06:20melalui siaran digital
06:21PTV
06:22dan media streaming
06:24lainnya
06:25Kompas TV
06:26independen
06:27terpercaya
06:28selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan