Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Komika Sammy Notaslimboy menilai polemik materi stand up comedy Panji sudah selesai atau case close dalam konteks Gibran Rakabuming, karena Wakil Presiden itu secara terbuka menyatakan tidak merasa tersinggung.

"Ketika dikonfirmasi, Gibran sendiri mengatakan tidak tersinggung. Apakah itu bagian dari pencitraan atau tidak, itu urusan beliau. Tapi secara eksplisit beliau menyatakan tidak tersinggung. Artinya, untuk konteks Gibran, itu case close," kata Sammy di Bola Liar KompasTV, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, dalam dunia komedi, keberadaan "korban" adalah sesuatu yang tidak terhindarkan.

Namun, ada etika yang perlu dijaga, yakni lebih baik melakukan punch up dibanding punch down.

"Dalam komedi itu harus ada korbannya. Tapi yang paling aman biasanya mengorbankan diri sendiri. Kalau mau memukul, sebaiknya punch up, bukan punch down. Dan yang dilakukan Panji itu justru punch up," ujarnya.

Sementara itu Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak hukum untuk melapor jika merasa terganggu atau tersinggung.

"Ada hak warga negara untuk melapor. Itu bagian dari due process of law. Polisi hanya memproses apakah laporan itu memenuhi unsur atau tidak. Jadi tidak bisa langsung dibilang polisi salah," ujar Ade.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Baca Juga Longsor Cisarua Bandung Barat: Puluhan Orang Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian di https://www.kompas.tv/regional/645945/longsor-cisarua-bandung-barat-puluhan-orang-hilang-tim-sar-lakukan-pencarian



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645951/komika-sammy-notaslimboy-gibran-tak-keberatan-case-close-pandji-punch-up-bukan-punch-down
Transkrip
00:00Tapi kalau khusus kasus Panji, sebenarnya memang komedi ini harus ada korbannya, mau nggak mau.
00:07Tetapi memang yang paling aman biasanya orang menyelah dirinya sendiri, mengkorbankan dirinya sendiri.
00:15Tetapi kalau dia mau punch, sebaiknya dia punch up, nggak punch down.
00:22Nah ini kan sebenarnya Panji melakukan punch up.
00:25Nah Gibran itu posisinya oke, mungkin matanya ngantuk ya.
00:31Tetapi dia kan wakil presiden, jadi mungkin di situ ada metafor.
00:36Kalau misalnya nonton secara detail show-nya Panji kan dia juga pakai gaya bahasa koreksio di situ.
00:44Gibran ngantuk ya, eh sorry-sorry salah nada.
00:47Gibran ngantuk ya, artinya dari satu setengah jam Panji ngomong soal bodiseming,
00:53kalau itu dianggap bodiseming, itu hanya satu kata itu.
00:56Tetapi gorengannya memang berhari-hari.
00:58Nah ketika dikonfirmasi kepada Gibran sendiri, Gibrannya nggak tersinggung katanya ya.
01:04Apakah itu bagian dari pencitraan atau apa, ya itu urusan dia lah.
01:07Tetapi secara eksplisit, dia menyatakan tidak tersinggung.
01:10Tidak tersinggung.
01:11Artinya memang dalam komedi kalau dibilang komedi itu harus ada korbannya, harus Pak.
01:17Harus ada, kalau enggak kita jadinya ya itu motivasi ya jadinya saling memuji gitu kan.
01:23Makanya kalau di grup lawak, biasanya ada yang dikorbankan.
01:26Kalau di Srimulat misalnya Pak Timbul, itu kepalanya sampai dipegang-pegang.
01:29Itu kakek-kakek loh.
01:30Kepalanya dipegang-pegang sama Pak Tarzan.
01:32Karena dikorbankan, karena itu temannya.
01:35Dalam stand-up komedi ini kita mengorbankan tokoh.
01:38Dalam hal ini kan tokoh politik.
01:39Gibran ini kan walaupun umurnya masih di bawah umur ya, karena enggak lulus MK sebenarnya.
01:45Itu kan tokoh politik.
01:47Walaupun anak Jokowi, yang disikat itu bukan anak Jokowinya.
01:52Tetapi dia tokoh politik.
01:54Orang nomor dua di bangsa ini.
01:56Artinya dia punya kebijakan, tahu enggak Bapak?
01:57APBN kita berapa?
01:593.000 triliun.
02:00Itu sebagian itu ada kuasanya di Gibran.
02:03Berarti orang penting.
02:04Dia adalah pemegang eksekutif tertinggi bersama Prabowo saat ini.
02:09Nah orang penting ini dikritik kebijakannya dengan nada-nada yang sedikit ya menggelitik lah.
02:16Seperti itu kalau yang pasal yang tentang itu tadi ya, bukan yang penistana agamanya, penistana Gibrannya gitu loh.
02:24Jadi menurut saya sebenarnya oke kita harus membela kaum-kaum defable.
02:28Iya.
02:29Tapi ini jadinya semacam pernyataan juga dari Bapak ini.
02:34Apa itu?
02:34Berarti Gibran defable.
02:36Bukan.
02:37Jadi gini, saya memberikan contoh.
02:39Bahwa ini ada pembelajaran.
02:43Jadi laporan yang lahir ini kan ada pembelajaran juga bagi Komika.
02:46Bahwa kemudian kalau kita mengambil materi-materi ya, kan bisa kan materi tidak harus seperti tadi.
02:55Bahwa punch up itu dilakukan lucu.
02:59Anda sering juga melakukan untuk gunjingan kepada katakanlah seseorang.
03:05Oh iya, punch up ya?
03:06Iya.
03:07Artinya saya mengkritik kebijakan pemerintah.
03:09Kalau kritik kebijakan, gini Mas, berbeda dengan rana private.
03:14Kalau rana private itu ada yang keberatan.
03:17Untungnya Mas Gibran nggak keberatan dan itu bukan...
03:21Artinya saya sepuluh.
03:21Yang seperti Anda katakan tadi bahwa Mas Gibran ini dipakai, itu Mas Gibran nggak bermasalah tentang itu.
03:30Tetapi banyak, tapi kalau berbicara Panji, berbicara Panji ini, ini kan pelaporannya kan bukan dari Mas Gibran.
03:40Dari beberapa orang, termasuk Ormas Islam, tadi kita juga saksikan kan.
03:44Ada Ormas Islam juga yang akan melaporkan dan lain-lain sebagainya.
03:47Makanya saya bilang tadi ini di luar penistana.
03:49Kita nggak berbicara konsen pada private Mas Gibran.
03:52Kalau Mas Gibran nggak ada masalah.
03:54Yaudah, berarti case close untuk yang Gibran.
03:55Berarti kalau ngomongin soal penistana.
03:56Nggak ada masalah, kenapa?
03:57Justru Mas Gibran senang kalau Mas Panji bisa.
04:00Penistana Agama, kebetulan saya adalah penonton yang live.
04:04Kalau secara kata-perkata atau verbatim, sebenarnya Panji nggak bilang,
04:08hei, sholat itu nggak penting.
04:09Itu mungkin salah.
04:11Betul.
04:11Tetapi dia ngomongnya seperti ini.
04:13Ada orang yang memilih pemimpin dari sholatnya nggak pernah bolong.
04:18Jadi premisnya dulu kita mengerti.
04:21Dan dia tambahkan sebenarnya di situ.
04:23Emang nggak salah sih?
04:25Tetapi apakah itu jaminan?
04:27Nah, dari situ sebenarnya kan.
04:28Nah, artinya harusnya kalau kita teliti kalimatnya, majas yang dia gunakan,
04:34harusnya ya, ini tidak jadi masalah juga.
04:37Ya, itu pendapatnya.
04:38Tidak ada penyelitian.
04:39Siapa?
04:40Tidak ada penyelitian.
04:41Kalau terkait persoalan, ini nyangkut atau tidak, ini bisa dipidan atau tidak,
04:48itu kan perlu penyelidikan, Mas.
04:50Ini kan masuk dalam tahap penyelidikan.
04:52Menurut saya ini mengada-ngada, karena gini, kalau kita, saya sebut nama aja lah ya,
04:56ada politisi yang sebelumnya lebih parah loh Pak.
04:59Iya.
05:01Namanya Zulhas.
05:02Ketika dia melakukan kampanye, dia benar-benar memelesetkan tahihat akhir.
05:10Tadinya begini, karena ini pendukung kosong satu, jadinya begini.
05:13Lalu, gara-gara pendukung kosong satu itu amin, orang setelah walaf doli, nggak amin katanya.
05:19Karena ragu-ragu.
05:20Nah, tetapi, itu tidak diperkarakan.
05:22Saya tidak mau main whataboutism.
05:27Saya tidak mau bermain itu.
05:29Tetapi, kalau ini diperkarakan, dan ini tidak diperkarakan, padahal yang ini adalah lebih soft,
05:34udah pasti ini muatannya politis.
05:36Berarti Panji adalah tahanan politik.
05:39Mas, bahwa ketika...
05:41Dan tidak boleh satu orang pun dipidana gara-gara masalah politik.
05:46Karena kalau jual khas nggak apa-apa, Panji apa-apa, berarti ada muatan politik.
05:53Menurut saya.
05:54Menurut keryakinan saya.
05:56Karena ada diskriminasi ya.
05:57Itu bagi.
05:58Jadi artinya gini, kita jangan juga melupakan gini, Mas.
06:03Ada hak-hak warga negara juga untuk melaporkan.
06:07Ini di luar konteks kita berbicara masuk ranah private ya.
06:11Ada hak-hak masyarakat Indonesia juga melaporkan.
06:16Karena equalnya hukum itu tadi.
06:19Gitu loh.
06:20Bahwa kemudian dia merasa terganggu, nuraninya, merasa terusik.
06:25Kan ini kebebasan juga.
06:27Hak hukum juga kan ada.
06:30Sembari kita memikirkan apakah ini melanggar HAM nantinya.
06:34Tentu itu by process.
06:35Tapi kalau itu due process of law, tidak bisa dikategorikan HAM.
06:39Tidak bisa dikategorikan diskriminatif.
06:41Tidak bisa, Mas.
06:42Kenapa?
06:42Karena due process of law.
06:44Artinya secara hukum, ada yang berkeberatan, ada yang melaporkan.
06:48Ya di proses.
06:49Jangan salahin polisi.
06:51Polisi di sini hanya memproses.
06:53Ada laporan, dia lihat, memenuhi unsur.
06:56Nah, kok yang salah polisinya?
06:57Oke, baik.
06:58Coba.
06:59Coba.
Komentar

Dianjurkan