00:00Tapi kalau khusus kasus Panji, sebenarnya memang komedi ini harus ada korbannya, mau nggak mau.
00:07Tetapi memang yang paling aman biasanya orang menyelah dirinya sendiri, mengkorbankan dirinya sendiri.
00:15Tetapi kalau dia mau punch, sebaiknya dia punch up, nggak punch down.
00:22Nah ini kan sebenarnya Panji melakukan punch up.
00:25Nah Gibran itu posisinya oke, mungkin matanya ngantuk ya.
00:31Tetapi dia kan wakil presiden, jadi mungkin di situ ada metafor.
00:36Kalau misalnya nonton secara detail show-nya Panji kan dia juga pakai gaya bahasa koreksio di situ.
00:44Gibran ngantuk ya, eh sorry-sorry salah nada.
00:47Gibran ngantuk ya, artinya dari satu setengah jam Panji ngomong soal bodiseming,
00:53kalau itu dianggap bodiseming, itu hanya satu kata itu.
00:56Tetapi gorengannya memang berhari-hari.
00:58Nah ketika dikonfirmasi kepada Gibran sendiri, Gibrannya nggak tersinggung katanya ya.
01:04Apakah itu bagian dari pencitraan atau apa, ya itu urusan dia lah.
01:07Tetapi secara eksplisit, dia menyatakan tidak tersinggung.
01:10Tidak tersinggung.
01:11Artinya memang dalam komedi kalau dibilang komedi itu harus ada korbannya, harus Pak.
01:17Harus ada, kalau enggak kita jadinya ya itu motivasi ya jadinya saling memuji gitu kan.
01:23Makanya kalau di grup lawak, biasanya ada yang dikorbankan.
01:26Kalau di Srimulat misalnya Pak Timbul, itu kepalanya sampai dipegang-pegang.
01:29Itu kakek-kakek loh.
01:30Kepalanya dipegang-pegang sama Pak Tarzan.
01:32Karena dikorbankan, karena itu temannya.
01:35Dalam stand-up komedi ini kita mengorbankan tokoh.
01:38Dalam hal ini kan tokoh politik.
01:39Gibran ini kan walaupun umurnya masih di bawah umur ya, karena enggak lulus MK sebenarnya.
01:45Itu kan tokoh politik.
01:47Walaupun anak Jokowi, yang disikat itu bukan anak Jokowinya.
01:52Tetapi dia tokoh politik.
01:54Orang nomor dua di bangsa ini.
01:56Artinya dia punya kebijakan, tahu enggak Bapak?
01:57APBN kita berapa?
01:593.000 triliun.
02:00Itu sebagian itu ada kuasanya di Gibran.
02:03Berarti orang penting.
02:04Dia adalah pemegang eksekutif tertinggi bersama Prabowo saat ini.
02:09Nah orang penting ini dikritik kebijakannya dengan nada-nada yang sedikit ya menggelitik lah.
02:16Seperti itu kalau yang pasal yang tentang itu tadi ya, bukan yang penistana agamanya, penistana Gibrannya gitu loh.
02:24Jadi menurut saya sebenarnya oke kita harus membela kaum-kaum defable.
02:28Iya.
02:29Tapi ini jadinya semacam pernyataan juga dari Bapak ini.
02:34Apa itu?
02:34Berarti Gibran defable.
02:36Bukan.
02:37Jadi gini, saya memberikan contoh.
02:39Bahwa ini ada pembelajaran.
02:43Jadi laporan yang lahir ini kan ada pembelajaran juga bagi Komika.
02:46Bahwa kemudian kalau kita mengambil materi-materi ya, kan bisa kan materi tidak harus seperti tadi.
02:55Bahwa punch up itu dilakukan lucu.
02:59Anda sering juga melakukan untuk gunjingan kepada katakanlah seseorang.
03:05Oh iya, punch up ya?
03:06Iya.
03:07Artinya saya mengkritik kebijakan pemerintah.
03:09Kalau kritik kebijakan, gini Mas, berbeda dengan rana private.
03:14Kalau rana private itu ada yang keberatan.
03:17Untungnya Mas Gibran nggak keberatan dan itu bukan...
03:21Artinya saya sepuluh.
03:21Yang seperti Anda katakan tadi bahwa Mas Gibran ini dipakai, itu Mas Gibran nggak bermasalah tentang itu.
03:30Tetapi banyak, tapi kalau berbicara Panji, berbicara Panji ini, ini kan pelaporannya kan bukan dari Mas Gibran.
03:40Dari beberapa orang, termasuk Ormas Islam, tadi kita juga saksikan kan.
03:44Ada Ormas Islam juga yang akan melaporkan dan lain-lain sebagainya.
03:47Makanya saya bilang tadi ini di luar penistana.
03:49Kita nggak berbicara konsen pada private Mas Gibran.
03:52Kalau Mas Gibran nggak ada masalah.
03:54Yaudah, berarti case close untuk yang Gibran.
03:55Berarti kalau ngomongin soal penistana.
03:56Nggak ada masalah, kenapa?
03:57Justru Mas Gibran senang kalau Mas Panji bisa.
04:00Penistana Agama, kebetulan saya adalah penonton yang live.
04:04Kalau secara kata-perkata atau verbatim, sebenarnya Panji nggak bilang,
04:08hei, sholat itu nggak penting.
04:09Itu mungkin salah.
04:11Betul.
04:11Tetapi dia ngomongnya seperti ini.
04:13Ada orang yang memilih pemimpin dari sholatnya nggak pernah bolong.
04:18Jadi premisnya dulu kita mengerti.
04:21Dan dia tambahkan sebenarnya di situ.
04:23Emang nggak salah sih?
04:25Tetapi apakah itu jaminan?
04:27Nah, dari situ sebenarnya kan.
04:28Nah, artinya harusnya kalau kita teliti kalimatnya, majas yang dia gunakan,
04:34harusnya ya, ini tidak jadi masalah juga.
04:37Ya, itu pendapatnya.
04:38Tidak ada penyelitian.
04:39Siapa?
04:40Tidak ada penyelitian.
04:41Kalau terkait persoalan, ini nyangkut atau tidak, ini bisa dipidan atau tidak,
04:48itu kan perlu penyelidikan, Mas.
04:50Ini kan masuk dalam tahap penyelidikan.
04:52Menurut saya ini mengada-ngada, karena gini, kalau kita, saya sebut nama aja lah ya,
04:56ada politisi yang sebelumnya lebih parah loh Pak.
04:59Iya.
05:01Namanya Zulhas.
05:02Ketika dia melakukan kampanye, dia benar-benar memelesetkan tahihat akhir.
05:10Tadinya begini, karena ini pendukung kosong satu, jadinya begini.
05:13Lalu, gara-gara pendukung kosong satu itu amin, orang setelah walaf doli, nggak amin katanya.
05:19Karena ragu-ragu.
05:20Nah, tetapi, itu tidak diperkarakan.
05:22Saya tidak mau main whataboutism.
05:27Saya tidak mau bermain itu.
05:29Tetapi, kalau ini diperkarakan, dan ini tidak diperkarakan, padahal yang ini adalah lebih soft,
05:34udah pasti ini muatannya politis.
05:36Berarti Panji adalah tahanan politik.
05:39Mas, bahwa ketika...
05:41Dan tidak boleh satu orang pun dipidana gara-gara masalah politik.
05:46Karena kalau jual khas nggak apa-apa, Panji apa-apa, berarti ada muatan politik.
05:53Menurut saya.
05:54Menurut keryakinan saya.
05:56Karena ada diskriminasi ya.
05:57Itu bagi.
05:58Jadi artinya gini, kita jangan juga melupakan gini, Mas.
06:03Ada hak-hak warga negara juga untuk melaporkan.
06:07Ini di luar konteks kita berbicara masuk ranah private ya.
06:11Ada hak-hak masyarakat Indonesia juga melaporkan.
06:16Karena equalnya hukum itu tadi.
06:19Gitu loh.
06:20Bahwa kemudian dia merasa terganggu, nuraninya, merasa terusik.
06:25Kan ini kebebasan juga.
06:27Hak hukum juga kan ada.
06:30Sembari kita memikirkan apakah ini melanggar HAM nantinya.
06:34Tentu itu by process.
06:35Tapi kalau itu due process of law, tidak bisa dikategorikan HAM.
06:39Tidak bisa dikategorikan diskriminatif.
06:41Tidak bisa, Mas.
06:42Kenapa?
06:42Karena due process of law.
06:44Artinya secara hukum, ada yang berkeberatan, ada yang melaporkan.
06:48Ya di proses.
06:49Jangan salahin polisi.
06:51Polisi di sini hanya memproses.
06:53Ada laporan, dia lihat, memenuhi unsur.
06:56Nah, kok yang salah polisinya?
06:57Oke, baik.
06:58Coba.
06:59Coba.
Komentar