Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Hujan deras yang mengguyur Jakarta, membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir.

Kamis (22/1/2026) kemarin, banjir setinggi 60 sentimeter di Jalan D.I. Pandjaitan, Cawang, Jakarta Timur, berdampak ke kemacetan panjang selama berjam-jam.

Kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang ditumpangi pekerja di jam pulang kerja, pun terjebak banjir.

Beberapa kendaraan mogok, bahkan sejumlah pengendara terpaksa mendorong kendaraan mereka di tengah banjir.

Di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, seorang pengendara yang terjebak kemacetan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil.

Mobil korban yang terhenti di tengah kemacetan, sempat dikira polisi mengalami mati mesin atau mogok.

Namun saat mobil dibuka, pengemudi ditemukan meninggal dunia.

Diduga pengemudi meninggal akibat serangan jantung.

Hujan deras yang terjadi sejak awal pekan ini, Jakarta diterjang banjir. Banjir tidak hanya menghambat aktivitas dan membuat warga kehilangan harta benda, namun juga satu nyawa telah hilang di tengah banjir.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Seorang Warga di Yunani Nyaris Terseret Banjir Saat Menyeberang Jalan | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/645857/seorang-warga-di-yunani-nyaris-terseret-banjir-saat-menyeberang-jalan-berut

#banjirjakarta #banjir #hujanderas #cuacaekstrem

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/645863/live-banjir-jalan-daan-mogot-masih-belum-surut-ketinggian-banjir-di-tangerang-capai-4-meter
Transkrip
00:00Hujan yang terus-menerus mengguyur kota Jakarta membuat bingung warga yang ingin beraktifitas.
00:08Di jalan Daan Mogot misalnya, warga yang membawa motor putar balik lawan arus di jalur bus Transjakarta.
00:15Mereka tak menyangka banjir tinggi di sana. Sejumlah motor bahkan mogok.
00:20Ada pula mereka yang ingin berangkat kerja bingung mencari alternatif transportasi.
00:25Sebab bus Transjakarta tak beroperasi hari ini.
00:27Naik motor, bu, cuman motornya mati di tengah jalan, jadi ujung-ujungnya saya jalan kaki.
00:35Rencananya kan lumayan masih agak jauh ya? Ini untuk sampai ke kantor mau naik apa jadinya?
00:41Jalan kaki sih, bu, saya. Jalan kaki aja? Oke, nandangan yang seperti ini tadinya mau naik apa, mas, transportasinya?
00:48Biasanya sehari-hari saya naik motor.
00:51Hari ini tadinya mau naik transportasi umum atau gimana?
00:53Tadinya hari-hari ini banjir saya naik Transjakarta.
00:57Kebetulan Transjakartanya lagi problem, jadi saya bingung mau kemana.
01:01Naik apa?
01:02Di pasar Cipulir Kebayoran Lama, para pedagang yang sudah siap berjualan hanya bisa pasrah.
01:08Sambil menunggu genangan air surut, pedagang memindahkan barang dagangan mereka karena khawatir banjir akan semakin tinggi.
01:14Pedagang bilang banjir menurunkan omset puluhan juta rupiah.
01:18Semangat deh, kalau ini ada orang yang pelanjat, dari kemarin sudah berapa kali naik air?
01:28Ya, 4 kali, 5 kali, Pak.
01:31Semalam, semalam, ya. Semalam juga gede akhirnya.
01:35Gak apa, Pak?
01:36Penurunan omsetnya berapa? Kira-kira sampai puluhan juta, Pak?
01:39Iya, bisa, bisa, Pak.
01:41Bisa, sampai 50 persen, lebih.
01:43Sementara di permukiman Pondok Karya, dua hari terendam banjir.
01:49Perahu karit digunakan warga yang akan keluar rumah karena ketinggian air mencapai 80 cm.
01:55Tim Liputan Kompas TV
01:57Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang pengemudi
02:07yang terjebak macet akibat banjir di Grogo, Jakarta Barat kemarin.
02:11Pramono menginstruksikan Dinas Kesehatan mencari tahu penyebab meninggalnya korban.
02:21Inna ilai wa inna ilai roji'un, terserang saya berduka untuk itu.
02:26Karena memang yang meninggal saya sudah membaca beritanya walaupun saya belum secara langsung bertemu.
02:33Dan saya tadi sudah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk mendata, mencari tahu bagaimana proses meninggalnya.
02:44Karena memang sebenarnya dari informasi yang saya peroleh, meninggal ketika terjadi kemacetan.
02:52Kemacetan juga sebagian karena terjadi banjir.
02:55Dan itu-itu sebagai Gubernur Jakarta tentunya kami sangat berduka.
02:58Hujan deras yang mengguyur Jakarta membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir.
03:15Kamis kemarin, banjir setinggi 60 cm di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur
03:22berdampak ke kemacetan panjang selama berjam-jam.
03:25Kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang ditumpangi pekerja di jam pulang kerja pun terjebak banjir.
03:34Beberapa kendaraan mogok, bahkan sejumlah pengendara terpaksa mendorong kendaraan mereka di tengah banjir.
03:41Di Jalan Latu, Menten, Gerogol, Petamburan, Jakarta Barat.
03:44Seorang pengendara yang terjebak kemacetan ditemukan meninggal dunia di dalam mobil.
03:50Mobil korban yang terhenti di tengah kemacetan sempat dikira polisi mengalami mati mesin atau mogok.
03:55Namun saat mobil dibuka, pengemudi ditemukan meninggal dunia.
04:02Diduga pengemudi meninggal akibat serangan jantung.
04:04Tiba-tiba saya melihat ada mogok, lanjut moong saya dorong, ternyata nggak ada reaksi, saya buka.
04:14Ternyata udah meninggal dunia dalam darah.
04:18Untuk korban, laki-laki itu perempuan?
04:20Laki-laki.
04:21Kira-kira kan kita rumur maklum.
04:23Ada luka-luka atau tanda pengenangan jantung?
04:25Ada.
04:26Kemungkinan sakit jantung mungkin.
04:27Hujan ras yang terjadi sejak awal pekan ini membuat sejumlah titik di Jakarta terendam banjir.
04:35Banjir tidak hanya menghambat aktivitas dan membuat warga kehilangan harta benda.
04:40Namun juga satu nyawa telah hilang di tengah banjir.
04:43Tim Liputan Kompas TV
04:46Kita pantau kondisi banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan Tanggerang.
04:54Kita sapa?
04:55Jurnalis Kompas TV ada Renata Panggalo dan juru kamera Aufa Farid.
04:58Dan dari Tanggerang ada jurnalis Kompas TV, Eka Marlupi.
05:02Kita ke Renata Panggalo dulu.
05:05Selamat petang Renata.
05:05Kalau dilihat di belakang Anda, ini nampaknya masih terjadi genangan.
05:09Kondisi di sana seperti apa?
05:13Iya, Yasir. Benar sekali.
05:16Di titik saya melaporkan tempat saya berdiri ini memang air cukup tinggi.
05:20Ini sekitar 40-50 cm kalau saya perkirakan.
05:25Bisa kami tunjukkan kepada Anda, Yasir dan juga saudara,
05:29bagaimana situasi lebih jelasnya lagi di Jalan Daan Mopot.
05:33Saat ini memang yang menjadi fokus utama kami melihat adalah kemacetan.
05:40Meskipun kendaraan di sini memang masih melaju.
05:43Tetapi dengan adanya ketinggian air yang lumayan parah,
05:49ini mengakibatkan kendaraan harus mengantri untuk melewati jalur yang lebih kering.
05:56Sebagai informasi, di titik kami melaporkan ini merupakan Jalan Daan Mopot yang mengarah ke Cengkareng.
06:02Kalau kita bandingkan dengan jalur lainnya di Jalan Daan Mopot yang mengarah ke Grogol,
06:09sebenarnya lebih kering, saudara.
06:11Jadi, Yasir dan juga saudara, di titik kami melaporkan ini cukup tinggi airnya.
06:17Dan di samping Jalan Daan Mopot ini memang ada kali juga.
06:20Dan kalinya ini sudah tinggi airnya.
06:23Sebenarnya yang kami dapatkan juga informasi ada rumah pompa di dekat sini.
06:28Tetapi nampaknya pompa tersebut belum bisa membantu agar air ini bisa cepat turun begitu ketinggiannya.
06:40Dan lebih lengkapnya lagi, Yasir dan juga saudara,
06:45saya ingin bertanya juga kepada salah satu warga yang memang sejak dari tadi sudah berada di jalan ini.
06:51Permisi, Ibu.
06:52Ibu boleh diperkenalkan namanya?
06:54Ya, perkenalkan nama saya Ibu Anggi.
06:57Ibu Anggi, boleh dijelaskan Ibu, sejak kapan banjir ini terjadi?
07:02Banjir dari dua hari yang lalu ya, batas airnya itu naik.
07:07Kalau yang sekarang sudah surutan.
07:08Kalau yang dua hari itu sudah bisa sampai segini, sampai segini di sebelah sana, RT belakang.
07:14Di perumahan Taman Kota ya?
07:16Iya, betul.
07:17Ibu salah satu yang?
07:18Iya, kena dampak banjir.
07:20Tapi tadi ada wali kota datang untuk ngasih sumbangan sih, bantuan.
07:24Oke, baik. Sudah ada bantuan dari Pemkot ya, Ibu.
07:27Tapi kalau dari segi penanganan ini kan sudah berhari-hari.
07:31Harapannya gimana?
07:32Ya, kita sih pengennya biar cepat surut ya airnya.
07:35Tapi kan pompa yang di sini nggak bisa nyedot terlalu banyak air, pompanya terlalu kecil.
07:40Jadi, mungkin kita nunggu dari gubernurnya kali ya.
07:45Ini kan tahun baru ya, Ibu, 2026.
07:48Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya?
07:50Tahun selalu mah nggak banjir.
07:52Mungkin tahun ini banjirnya lebih dalam, kalau yang kemarin nggak banjir.
07:58Pompa-nya itu berfungsi.
08:01Baik.
08:02Dengan adanya banjir ini, Ibu, aktivitas Ibu sehari-hari seperti apa?
08:05Terganggu?
08:06Jadi, kita terganggu nggak bisa kerja.
08:08Ada yang di rumah, pada pengungsi.
08:10Ya, nggak bisa jalan deh aktivitasnya, nggak bisa.
08:15Dari mana-mana nggak bisa.
08:17Oke, baik.
08:18Ibu, ini kan banyak sekali ya, anak-anak begitu remaja yang berdiri di sini ya, Ibu.
08:25Biasanya sepertinya bagaimana sih, Ibu, kalau untuk pengamanan di sini?
08:28Kalau untuk pengamanan sih, remaja mungkin mantauin ke banjiran ya.
08:32Mengasih tahu untuk warga-warga untuk waspada, untuk ketinggian air,
08:36mungkin pada untuk fungsi di tempat yang lebih tinggi.
08:39Kalau masih untuk di, ya nggak terlalu tinggi, ya masih di rumah, pada di rumah warga-warga itu loh.
08:45Oke, baik Ibu.
08:46Tetap waspada.
08:48Sehat selalu, Ibu.
08:49Terima kasih.
08:50Ya, itu dia saudara perbincangan kami dengan salah satu warga.
08:53Jadi, memang banjir ini bisa dikatakan baru tahun ini terjadi.
08:58Kalau dibandingkan dengan tahun lalu.
09:00Tetapi, untuk tahun ini, ini sudah berhari-hari.
09:03Dan tadi dikeluhkan juga oleh warga bahwa pompanya sepertinya belum mampu
09:06untuk mengatasi banjir dengan ketinggian seperti ini.
09:10Dan kalau yang bisa kami kabarkan juga untuk arus lalu lintas,
09:13apabila Anda ingin melewati jalur dan mogot,
09:17begitu mungkin bisa dipikirkan kembali.
09:19Karena memang ini banyak kendaraan yang harus mengantri dulu
09:22sebelum akhirnya bisa melewati arah cengkareng.
09:25Dan apabila ada kendaraan motor atau mobil yang memang sepertinya tidak ingin melewati jalan ini,
09:32sudah disediakan juga jalur.
09:36Namun memang tidak terlalu proper untuk jalurnya dilewati,
09:40sehingga masih terus berhati-hati untuk melewati jalur-jalur alternatif di sekitar sini.
09:46Dan kalau yang bisa kami kabarkan juga,
09:48memang kami ini berada di halte Taman Kota.
09:50Dan halte Transjakarta Taman Kota ini juga sudah tidak beroperasi
09:54sejak kemarin imbas banjir ini.
09:57Ya, Sir.
09:58Dari Danmogot, kita bergeser ke Tanggerang
10:01yang juga mengupdate bagaimana kondisi banjir di sana.
10:04Ada Eka Marlupi.
10:05Eka, bagaimana kondisi banjir di sana?
10:09Ya, baik ya, Sir.
10:11Setelah kami mendapatkan informasi di mana banjir di perumahan Priuk Damai ini
10:18bertambah tinggi seperti itu.
10:21Yang mulanya 2 meter, saat ini ketinggian air mencapai 4 meter.
10:28Akan tetapi untuk ketinggian air ini disebabkan intensitas hujan yang tinggi
10:34juga adanya tanggul jebol di aliran Kali Sabi seperti itu, ya, Sir.
10:40Airnya di mana?
10:41Eka, kemudian apa langkah yang dilakukan agar warga yang terjebak banjir di sana
10:52bisa mengungsi ataupun dievakuasi?
10:55Iya, tadi juga banyak perahu-perahu dari BBBD
10:59yang sudah mengevakuasi warga yang terdampak banjir 4 meter ini
11:04di dalam perumahan ke tempat ibadah yang ada di sekitar area perumahan Priuk Damai ini, ya, Sir.
11:13Seperti itu.
11:14Terima kasih, Jurnalis Kompas TV.
11:16Eka Marlupi atas informasinya dari Tanggerang
11:19dan sebelumnya ada Renata Panggalo dari Danmogot, Jakarta.
11:25Dan, Saudara, visual yang Anda saksikan saat ini adalah
11:28bagaimana kondisi di Jalan Raya Hasim Asyari
11:31yang berada di daerah Pedurenan, Karangtengah, Kota Tanggerang, Banten, Saudara,
11:36yang hingga saat ini masih terendam banjir.
11:39Ini adalah kondisi terkini di Jalan Raya Hasim Asyari
11:46di mana nampak genangan masih terjadi di sana
11:50sehingga kendaraan baik roda 4 maupun roda 2 harus berhati-hati begitu.
11:55Bahkan tadi tampak kendaraan roda 2, ini para pengendara yang menggunakan motor
11:59harus mendorong kendaraan mereka untuk bisa melintasi genangan ini, Saudara.
12:04Tentu saja dampak dari ketinggian banjir yang masih bervariasi
12:09hingga dari 30 hingga 70 cm ini pun mengakibatkan kemacetan panjang
12:16di wilayah Karangtengah, Kota Tanggerang, Banten ini, Saudara.
12:21Dapat dilihat ini adalah visual terkini dari Jalan Hasim Asyari,
12:27Pedurenan, Kota Tanggerang, Banten.
12:30Mau tidak mau, para pengendara ini harus menerobos genangan banjir
12:34setinggi 30 hingga 70 cm dengan mendorong kendaraan mereka, Saudara.
12:40Karena kalau dipaksa, tentu saja kendaraan mereka bisa mati mesin begitu.
12:44Tampak juga ada sejumlah petugas yang mengatur arus lalu lintas di sana
12:49sehingga dapat dipastikan agar kemacetan panjang dampak dari banjir ini bisa terurai begitu.
12:58Dan Saudara, memang informasinya banjir yang terjadi di daerah Pedurenan,
13:05Karangtengah, Kota Tanggerang ini terjadi akibat luapan dari kali angke
13:11akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
13:15Dampaknya memang salah satu wilayah di Tanggerang ini yaitu di daerah Pedurenan,
13:21tepatnya di Jalan Raya Hasim Asyari ini pun mengalami banjir setinggi 70 cm.
13:28Kondisi ini pun dapat dilihat apalagi ini jelang pulang kantor sehingga kemacetan pun tidak terhindarkan di wilayah tersebut
13:38di mana jalan ini merupakan salah satu akses warga yang digunakan untuk beraktivitas pasca pulang kantor, Saudara.
13:49Kami akan update bagaimana kondisi banjir di sejumlah wilayah tidak hanya di Tanggerang, Saudara.
13:56Sesaat lagi, tetaplah bersama kami di Kompas Petang, Saudara, karena akan kami hadirkan...
Komentar

Dianjurkan