00:00Hujan yang terus-menerus mengguyur kota Jakarta membuat bingung warga yang ingin beraktifitas.
00:08Di jalan Daan Mogot misalnya, warga yang membawa motor putar balik lawan arus di jalur bus Transjakarta.
00:15Mereka tak menyangka banjir tinggi di sana. Sejumlah motor bahkan mogok.
00:20Ada pula mereka yang ingin berangkat kerja bingung mencari alternatif transportasi.
00:25Sebab bus Transjakarta tak beroperasi hari ini.
00:27Naik motor, bu, cuman motornya mati di tengah jalan, jadi ujung-ujungnya saya jalan kaki.
00:35Rencananya kan lumayan masih agak jauh ya? Ini untuk sampai ke kantor mau naik apa jadinya?
00:41Jalan kaki sih, bu, saya. Jalan kaki aja? Oke, nandangan yang seperti ini tadinya mau naik apa, mas, transportasinya?
00:48Biasanya sehari-hari saya naik motor.
00:51Hari ini tadinya mau naik transportasi umum atau gimana?
00:53Tadinya hari-hari ini banjir saya naik Transjakarta.
00:57Kebetulan Transjakartanya lagi problem, jadi saya bingung mau kemana.
01:01Naik apa?
01:02Di pasar Cipulir Kebayoran Lama, para pedagang yang sudah siap berjualan hanya bisa pasrah.
01:08Sambil menunggu genangan air surut, pedagang memindahkan barang dagangan mereka karena khawatir banjir akan semakin tinggi.
01:14Pedagang bilang banjir menurunkan omset puluhan juta rupiah.
01:18Semangat deh, kalau ini ada orang yang pelanjat, dari kemarin sudah berapa kali naik air?
01:28Ya, 4 kali, 5 kali, Pak.
01:31Semalam, semalam, ya. Semalam juga gede akhirnya.
01:35Gak apa, Pak?
01:36Penurunan omsetnya berapa? Kira-kira sampai puluhan juta, Pak?
01:39Iya, bisa, bisa, Pak.
01:41Bisa, sampai 50 persen, lebih.
01:43Sementara di permukiman Pondok Karya, dua hari terendam banjir.
01:49Perahu karit digunakan warga yang akan keluar rumah karena ketinggian air mencapai 80 cm.
01:55Tim Liputan Kompas TV
01:57Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang pengemudi
02:07yang terjebak macet akibat banjir di Grogo, Jakarta Barat kemarin.
02:11Pramono menginstruksikan Dinas Kesehatan mencari tahu penyebab meninggalnya korban.
02:21Inna ilai wa inna ilai roji'un, terserang saya berduka untuk itu.
02:26Karena memang yang meninggal saya sudah membaca beritanya walaupun saya belum secara langsung bertemu.
02:33Dan saya tadi sudah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk mendata, mencari tahu bagaimana proses meninggalnya.
02:44Karena memang sebenarnya dari informasi yang saya peroleh, meninggal ketika terjadi kemacetan.
02:52Kemacetan juga sebagian karena terjadi banjir.
02:55Dan itu-itu sebagai Gubernur Jakarta tentunya kami sangat berduka.
02:58Hujan deras yang mengguyur Jakarta membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir.
03:15Kamis kemarin, banjir setinggi 60 cm di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur
03:22berdampak ke kemacetan panjang selama berjam-jam.
03:25Kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang ditumpangi pekerja di jam pulang kerja pun terjebak banjir.
03:34Beberapa kendaraan mogok, bahkan sejumlah pengendara terpaksa mendorong kendaraan mereka di tengah banjir.
03:41Di Jalan Latu, Menten, Gerogol, Petamburan, Jakarta Barat.
03:44Seorang pengendara yang terjebak kemacetan ditemukan meninggal dunia di dalam mobil.
03:50Mobil korban yang terhenti di tengah kemacetan sempat dikira polisi mengalami mati mesin atau mogok.
03:55Namun saat mobil dibuka, pengemudi ditemukan meninggal dunia.
04:02Diduga pengemudi meninggal akibat serangan jantung.
04:04Tiba-tiba saya melihat ada mogok, lanjut moong saya dorong, ternyata nggak ada reaksi, saya buka.
04:14Ternyata udah meninggal dunia dalam darah.
04:18Untuk korban, laki-laki itu perempuan?
04:20Laki-laki.
04:21Kira-kira kan kita rumur maklum.
04:23Ada luka-luka atau tanda pengenangan jantung?
04:25Ada.
04:26Kemungkinan sakit jantung mungkin.
04:27Hujan ras yang terjadi sejak awal pekan ini membuat sejumlah titik di Jakarta terendam banjir.
04:35Banjir tidak hanya menghambat aktivitas dan membuat warga kehilangan harta benda.
04:40Namun juga satu nyawa telah hilang di tengah banjir.
04:43Tim Liputan Kompas TV
04:46Kita pantau kondisi banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan Tanggerang.
04:54Kita sapa?
04:55Jurnalis Kompas TV ada Renata Panggalo dan juru kamera Aufa Farid.
04:58Dan dari Tanggerang ada jurnalis Kompas TV, Eka Marlupi.
05:02Kita ke Renata Panggalo dulu.
05:05Selamat petang Renata.
05:05Kalau dilihat di belakang Anda, ini nampaknya masih terjadi genangan.
05:09Kondisi di sana seperti apa?
05:13Iya, Yasir. Benar sekali.
05:16Di titik saya melaporkan tempat saya berdiri ini memang air cukup tinggi.
05:20Ini sekitar 40-50 cm kalau saya perkirakan.
05:25Bisa kami tunjukkan kepada Anda, Yasir dan juga saudara,
05:29bagaimana situasi lebih jelasnya lagi di Jalan Daan Mopot.
05:33Saat ini memang yang menjadi fokus utama kami melihat adalah kemacetan.
05:40Meskipun kendaraan di sini memang masih melaju.
05:43Tetapi dengan adanya ketinggian air yang lumayan parah,
05:49ini mengakibatkan kendaraan harus mengantri untuk melewati jalur yang lebih kering.
05:56Sebagai informasi, di titik kami melaporkan ini merupakan Jalan Daan Mopot yang mengarah ke Cengkareng.
06:02Kalau kita bandingkan dengan jalur lainnya di Jalan Daan Mopot yang mengarah ke Grogol,
06:09sebenarnya lebih kering, saudara.
06:11Jadi, Yasir dan juga saudara, di titik kami melaporkan ini cukup tinggi airnya.
06:17Dan di samping Jalan Daan Mopot ini memang ada kali juga.
06:20Dan kalinya ini sudah tinggi airnya.
06:23Sebenarnya yang kami dapatkan juga informasi ada rumah pompa di dekat sini.
06:28Tetapi nampaknya pompa tersebut belum bisa membantu agar air ini bisa cepat turun begitu ketinggiannya.
06:40Dan lebih lengkapnya lagi, Yasir dan juga saudara,
06:45saya ingin bertanya juga kepada salah satu warga yang memang sejak dari tadi sudah berada di jalan ini.
06:51Permisi, Ibu.
06:52Ibu boleh diperkenalkan namanya?
06:54Ya, perkenalkan nama saya Ibu Anggi.
06:57Ibu Anggi, boleh dijelaskan Ibu, sejak kapan banjir ini terjadi?
07:02Banjir dari dua hari yang lalu ya, batas airnya itu naik.
07:07Kalau yang sekarang sudah surutan.
07:08Kalau yang dua hari itu sudah bisa sampai segini, sampai segini di sebelah sana, RT belakang.
07:14Di perumahan Taman Kota ya?
07:16Iya, betul.
07:17Ibu salah satu yang?
07:18Iya, kena dampak banjir.
07:20Tapi tadi ada wali kota datang untuk ngasih sumbangan sih, bantuan.
07:24Oke, baik. Sudah ada bantuan dari Pemkot ya, Ibu.
07:27Tapi kalau dari segi penanganan ini kan sudah berhari-hari.
07:31Harapannya gimana?
07:32Ya, kita sih pengennya biar cepat surut ya airnya.
07:35Tapi kan pompa yang di sini nggak bisa nyedot terlalu banyak air, pompanya terlalu kecil.
07:40Jadi, mungkin kita nunggu dari gubernurnya kali ya.
07:45Ini kan tahun baru ya, Ibu, 2026.
07:48Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya?
07:50Tahun selalu mah nggak banjir.
07:52Mungkin tahun ini banjirnya lebih dalam, kalau yang kemarin nggak banjir.
07:58Pompa-nya itu berfungsi.
08:01Baik.
08:02Dengan adanya banjir ini, Ibu, aktivitas Ibu sehari-hari seperti apa?
08:05Terganggu?
08:06Jadi, kita terganggu nggak bisa kerja.
08:08Ada yang di rumah, pada pengungsi.
08:10Ya, nggak bisa jalan deh aktivitasnya, nggak bisa.
08:15Dari mana-mana nggak bisa.
08:17Oke, baik.
08:18Ibu, ini kan banyak sekali ya, anak-anak begitu remaja yang berdiri di sini ya, Ibu.
08:25Biasanya sepertinya bagaimana sih, Ibu, kalau untuk pengamanan di sini?
08:28Kalau untuk pengamanan sih, remaja mungkin mantauin ke banjiran ya.
08:32Mengasih tahu untuk warga-warga untuk waspada, untuk ketinggian air,
08:36mungkin pada untuk fungsi di tempat yang lebih tinggi.
08:39Kalau masih untuk di, ya nggak terlalu tinggi, ya masih di rumah, pada di rumah warga-warga itu loh.
08:45Oke, baik Ibu.
08:46Tetap waspada.
08:48Sehat selalu, Ibu.
08:49Terima kasih.
08:50Ya, itu dia saudara perbincangan kami dengan salah satu warga.
08:53Jadi, memang banjir ini bisa dikatakan baru tahun ini terjadi.
08:58Kalau dibandingkan dengan tahun lalu.
09:00Tetapi, untuk tahun ini, ini sudah berhari-hari.
09:03Dan tadi dikeluhkan juga oleh warga bahwa pompanya sepertinya belum mampu
09:06untuk mengatasi banjir dengan ketinggian seperti ini.
09:10Dan kalau yang bisa kami kabarkan juga untuk arus lalu lintas,
09:13apabila Anda ingin melewati jalur dan mogot,
09:17begitu mungkin bisa dipikirkan kembali.
09:19Karena memang ini banyak kendaraan yang harus mengantri dulu
09:22sebelum akhirnya bisa melewati arah cengkareng.
09:25Dan apabila ada kendaraan motor atau mobil yang memang sepertinya tidak ingin melewati jalan ini,
09:32sudah disediakan juga jalur.
09:36Namun memang tidak terlalu proper untuk jalurnya dilewati,
09:40sehingga masih terus berhati-hati untuk melewati jalur-jalur alternatif di sekitar sini.
09:46Dan kalau yang bisa kami kabarkan juga,
09:48memang kami ini berada di halte Taman Kota.
09:50Dan halte Transjakarta Taman Kota ini juga sudah tidak beroperasi
09:54sejak kemarin imbas banjir ini.
09:57Ya, Sir.
09:58Dari Danmogot, kita bergeser ke Tanggerang
10:01yang juga mengupdate bagaimana kondisi banjir di sana.
10:04Ada Eka Marlupi.
10:05Eka, bagaimana kondisi banjir di sana?
10:09Ya, baik ya, Sir.
10:11Setelah kami mendapatkan informasi di mana banjir di perumahan Priuk Damai ini
10:18bertambah tinggi seperti itu.
10:21Yang mulanya 2 meter, saat ini ketinggian air mencapai 4 meter.
10:28Akan tetapi untuk ketinggian air ini disebabkan intensitas hujan yang tinggi
10:34juga adanya tanggul jebol di aliran Kali Sabi seperti itu, ya, Sir.
10:40Airnya di mana?
10:41Eka, kemudian apa langkah yang dilakukan agar warga yang terjebak banjir di sana
10:52bisa mengungsi ataupun dievakuasi?
10:55Iya, tadi juga banyak perahu-perahu dari BBBD
10:59yang sudah mengevakuasi warga yang terdampak banjir 4 meter ini
11:04di dalam perumahan ke tempat ibadah yang ada di sekitar area perumahan Priuk Damai ini, ya, Sir.
11:13Seperti itu.
11:14Terima kasih, Jurnalis Kompas TV.
11:16Eka Marlupi atas informasinya dari Tanggerang
11:19dan sebelumnya ada Renata Panggalo dari Danmogot, Jakarta.
11:25Dan, Saudara, visual yang Anda saksikan saat ini adalah
11:28bagaimana kondisi di Jalan Raya Hasim Asyari
11:31yang berada di daerah Pedurenan, Karangtengah, Kota Tanggerang, Banten, Saudara,
11:36yang hingga saat ini masih terendam banjir.
11:39Ini adalah kondisi terkini di Jalan Raya Hasim Asyari
11:46di mana nampak genangan masih terjadi di sana
11:50sehingga kendaraan baik roda 4 maupun roda 2 harus berhati-hati begitu.
11:55Bahkan tadi tampak kendaraan roda 2, ini para pengendara yang menggunakan motor
11:59harus mendorong kendaraan mereka untuk bisa melintasi genangan ini, Saudara.
12:04Tentu saja dampak dari ketinggian banjir yang masih bervariasi
12:09hingga dari 30 hingga 70 cm ini pun mengakibatkan kemacetan panjang
12:16di wilayah Karangtengah, Kota Tanggerang, Banten ini, Saudara.
12:21Dapat dilihat ini adalah visual terkini dari Jalan Hasim Asyari,
12:27Pedurenan, Kota Tanggerang, Banten.
12:30Mau tidak mau, para pengendara ini harus menerobos genangan banjir
12:34setinggi 30 hingga 70 cm dengan mendorong kendaraan mereka, Saudara.
12:40Karena kalau dipaksa, tentu saja kendaraan mereka bisa mati mesin begitu.
12:44Tampak juga ada sejumlah petugas yang mengatur arus lalu lintas di sana
12:49sehingga dapat dipastikan agar kemacetan panjang dampak dari banjir ini bisa terurai begitu.
12:58Dan Saudara, memang informasinya banjir yang terjadi di daerah Pedurenan,
13:05Karangtengah, Kota Tanggerang ini terjadi akibat luapan dari kali angke
13:11akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
13:15Dampaknya memang salah satu wilayah di Tanggerang ini yaitu di daerah Pedurenan,
13:21tepatnya di Jalan Raya Hasim Asyari ini pun mengalami banjir setinggi 70 cm.
13:28Kondisi ini pun dapat dilihat apalagi ini jelang pulang kantor sehingga kemacetan pun tidak terhindarkan di wilayah tersebut
13:38di mana jalan ini merupakan salah satu akses warga yang digunakan untuk beraktivitas pasca pulang kantor, Saudara.
13:49Kami akan update bagaimana kondisi banjir di sejumlah wilayah tidak hanya di Tanggerang, Saudara.
13:56Sesaat lagi, tetaplah bersama kami di Kompas Petang, Saudara, karena akan kami hadirkan...
Komentar