Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunggah momen viral warga di kawasan Perumahan Green Lavender Sukamekar regency Babelan.

Dalam pernyataannya Dedi Mulyadi menyampaikan banjir yang terus berulang di wilayah seperti Bekasi dan Karawang tidak hanya disebabkan oleh hujan deras, tetapi juga karena alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

"Warga Jabar untuk warga Bekasih, warga Karawang yang hari ini masih mengalami banjir karena hujan terus-menerus dan pembangunan perumahan dilakukan di areal-areal tempat penyimpangan air seperti sawah dan rawa, serta sungai-sungai yang mengalami sedimentasi dan penyempitan sehingga air meluap dan tidak bisa terkendali karena air pasti mengejar daerah yang datarannya lebih rendah,"kata Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram @Dedimulyadi71, Sabtu (24/1/2026).

Untuk itu, Dedi menegaskan ada tiga langkah utama yang menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pertama, melakukan normalisasi sungai dan pelebaran sungai secara berkelanjutan, termasuk membongkar bangunan-bangunan yang berdiri di bantaran sungai.

"Yang kedua, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas pada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya," tegasnya.

Kedua, Pemprov Jabar akan bersikap tegas terhadap para pengembang perumahan yang dinilai tidak bertanggung jawab atas proyek yang dibangunnya. Ia menyoroti praktik pengembang yang menjanjikan kawasan bebas banjir dan nyaman, namun kenyataannya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Pengembang menjual janji kawasan nyaman, kawasan bebas banjir, tapi faktanya tidak sesuai harapan. Ini harus ada ketegasan," ujar Dedi.

Ketiga, Pemprov Jabar telah melakukan perubahan tata ruang dan meminta seluruh bupati serta wali kota di Jawa Barat melakukan hal yang sama.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Video Editor: Novaltri

#banjirjawabarat #dedimulyadi #gubernurjawabarat

Baca Juga Kemendagri Dorong Sistem Integritas Partai Politik, Pengamat: Jangan Tunggu Undang-Undang | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/645940/kemendagri-dorong-sistem-integritas-partai-politik-pengamat-jangan-tunggu-undang-undang-rosi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645948/dedi-mulyadi-pemprov-jabar-tegas-tertibkan-bantaran-sungai-dan-pengembang-nakal-demi-atasi-banjir
Transkrip
00:00Yang kedua, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas pada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya.
00:30Assalamualaikum Sampurasun Rujeng Enjing Wargi Jabar untuk warga Bekasi, warga Karawang yang hari ini masih mengalami banjir karena hujan terus-menerus dan pembangunan perumahan dilakukan di areal-areal tempat penyimpangan air seperti sawah dan rawa
00:55serta sungai-sungai yang mengalami sedimentasi dan penyempitan sehingga air meluap dan tidak bisa terkendali karena air pasti mengejar daerah yang datarannya lebih rendah.
01:10Untuk itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen, satu, akan terus melakukan normalisasi sungai, pelebaran sungai, dan akan terus melakukan pembongkaran berbagai bangunan yang ada di bantaran sungai.
01:27Yang kedua, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas pada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya
01:43dan kemudian mendapat pasar yang relatif baik dengan janji kawasan nyaman, kawasan bebas banjir, dan sejenisnya, tapi faktanya tidak sesuai dengan harapan.
01:56Yang ketiga, saya menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melakukan perubahan tata ruang dan sedang berproses dan selanjutnya agar para bupati wali kota melakukan tindakan yang sama dengan merubah tata ruang.
02:14Tidak lagi membuka ruang areal-areal yang peruntukan untuk kawasan perkebunan, kawasan hutan, kawasan pesawahan, kawasan rawa, bantaran sungai, dijadikan areal untuk perumahan dan pemukiman warga.
02:31Selanjutnya, perumahan di areal padat penduduk seperti Bekasi, Depok, wilayah Bandung Raya, Bogor, dan wilayah lainnya yang dikategorikan padat penduduk,
02:46maka tidak ada pilihan lain kecuali membangun rumah vertikal atau apartemen.
02:54Karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu.
03:02Saya Triska Klarissa, saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
03:17Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar

Dianjurkan