00:00Ada kembali di Breaking News Kompas TV, saudara kita akan perbaru informasi terkini terkait evakuasi korban pesawat ATR-42500 bersama dengan Komandan Lanut Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaininur Duyanto.
00:13Selamat pagi Pak Arief.
00:16Selamat pagi Pak.
00:17Pak Arief kami ingin konfirmasi kembali Pak terkait dengan jumlah korban yang saat ini masih ada di Gunung Bulusaraung, ada berapa Pak?
00:24Pak Saat ini yang tersisa ada dua kantong korban yang sedang kita proses untuk evakuasi dan hari ini kita, saya selalu Kementerian Satuan Tugas Udara untuk penyelamatan pencarian korban pesawat ATR ini,
00:43pagi tadi sudah menerbangkan satu sorti, ulangi dua sorti pesawat karakal helikopter TNI Arifaininur Duyanto Udara yang membawa dua kantong jenazah,
00:56kemudian satu sorti pesawat berakarnak membawa satu kantong jenazah, dan saat ini ada di belakang saya ini pesawat karakal yang kedua membawa dua kantong jenazah lagi.
01:09Dan yang tersisa ada dua kantong jenazah di bawah yang sedang di packing untuk segera kita jemput,
01:19kebetulan yang saat ini kita didukung oleh cuaca yang bagus, beberapa hari ini yang tidak mendukung,
01:24dan hari ini kita didukung cuaca yang bagus dan angin di daerah pegunungan juga tidak terlalu kencang.
01:32Yang kebetulan di sorti pertama tadi saya langsung memimpin dalam evakuasi membawa dua kantong jenazah.
01:38Berarti dua yang sudah diangkat ini adalah dua yang sudah ada di puncak dari penemuan kemarin ya Pak ya?
01:45Iya, yang ada di puncak kemarin ada lima sebetulnya, Pak.
01:49Jadi sudah kita ambil lima-limanya, yang pertama tadi dua kantong jenazah,
01:55diambil oleh pesawat helik karakal TNI Arifaininur Duyanto Udara,
01:59kemudian sorti kedua diambil satu pesawat basarnak, satu kantong jenazah,
02:03dan ini sorti ketiga yang di belakang kita ini, yaitu pesawat helik karakal TNI Arifaininur Duyanto Udara,
02:08membawa dua kantong lagi.
02:10Dan saat ini ada dua kantong jenazah yang sudah siap kita ambil.
02:13Dan kita masuk window time, dua jam maksimal kita harus segera bisa mengambil,
02:19mengevakuasi karena pertumbuhan awan setelah itu akan menebal di sekitar lokasi demikian.
02:25Oke, berarti kalau untuk yang sudah berhasil dievakuasi, Pak, ini langsung dibawa ke Makassar atau seperti apa, Pak?
02:30Iya, saat ini yang dievakuasi, kita transit dulu di Rumah Sakit Dodi TNI Arifaininur Duyanto Udara,
02:39kemudian dibawa berikutnya di Rumah Sakit Bayanggaran, di Dokes, Rumah Sakit Polda.
02:47Hari ini ada dua yang kemudian akan dievakuasi lagi dari dasar jurang seperti itu.
02:54Bagaimana, Pak, kemudian titiknya, apakah sudah bisa dipastikan untuk dijangkau,
02:59baik menggunakan darat maupun udara, Pak?
03:04Sudah, jadi kalau untuk pengambilan dari jalur darat sangat-sangat tidak efektif
03:10dan membutuhkan waktu yang sangat panjang, 5-7 jam,
03:14sehingga kami putuskan berhenti di lereng, di ketinggian sekitar 300 meter dari puncak,
03:22dan tadi kami jemput di situ ada satu lokasi yang terbuka di lereng, di tebing yang kemiringannya 90 derajat,
03:31sehingga itu membutuhkan skill yang tinggi bagi penerbang, helikopter,
03:36untuk bisa merapat sedekat-dekatnya oleh tebing dan kita bisa ambil jenazah itu.
03:41Yang kebetulan tadi saya memimpin sendiri, yang saat ini kita sudah mengambil 5 kantung jenazah yang tadi malam stay di situ.
03:50Dan 2 kantung jenazah lagi siap kita jemput yang akan segera kita tindaklanjuti dengan penatpangan yang berikutnya.
03:58Semoga cuaca mendukung.
04:00Untuk 2 jenazah yang hari ini masih akan mencoba dievakuasi, Pak,
04:05jarak dari helikopter yang bisa mendarat dengan jenazah titiknya ada berapa meter, Pak?
04:13Jadi yang jenazah ditemukan terbaru ini ada 2 kantung jenazah,
04:16jaraknya dengan 5 jenazah awal itu 50 meter, dan yang 1 kantung jenazah lagi itu jarak 100 meter.
04:24Sehingga 2 kantung jenazah ini dibawa melalui jalur darat merapat di penjemputan di helipad.
04:32Yang saat ini sudah kita tentukan di lereng yang safe untuk penjemputan melalui pesawat helikopter di Median.
04:40Untuk teknisnya seperti apa, Pak? Untuk bisa sampai ke helikopter, apakah mungkin diangkat menggunakan tali atau seperti apa, Pak?
04:47Ya, betul. Kita angkat, kita nurunkan tali dan keranjang di bawah,
04:51dan di bawah sudah siap untuk di packing dan diikat sehingga kita tinggal menarik ke atas dan di bawah
04:59segera melalui bagasi di helikopter.
05:04Dan begitu kita tarik sekali, kita langsung kembali mendarat, kemudian dijemput helikopter lainnya lagi, menjemput lagi.
05:12Sehingga teknisnya ada 1 kali penarikan, kita langsung mendarat untuk mempercepat
05:17supaya kantong jenazah ini segera ditindah lanjut ke dokes polda sosial.
05:22Demikian.
05:22Baik, tadi Anda sebutkan bahwa saat ini cuaca di sana mendukung gitu ya, Pak, ya.
05:26Tapi ada potensi kemudian cuaca bisa berubah gitu, Pak, ya.
05:31Atau biasanya berapa lama cuaca di sana bisa berubah dari misalnya cerah menjadi kemudian turun hujan, Pak?
05:37Betul. Dari pagi tadi pukul 6.30 kita sudah melakukan briefing penerbangan dan informasi paparan yang disampaikan oleh BMKG melalui kami
05:48bahwa pertumbuhan awan pukul 11 ke bawah masih memungkinkan untuk kita melakukan penerbangan
05:56dan nanti setelah di atas pukul 11 pertumbuhan awan akan semakin cepat.
06:01Dan kita tahu karakteristik cuaca di Sulawesi Selatan, di Makassar ini sangat-sangat khusus.
06:09Cuaca datang, cuaca cerah dengan cuaca buruk tidak membutuhkan waktu yang sangat panjang, berubah yang sangat cepat sekali.
06:16Itulah window time saat ini yang kita gunakan semaksimal mungkin untuk bisa secepat-cepatnya mengambil kantong jenazah yang tersisa. Demikian.
06:25Pak, perkiraan untuk helikopter ini tiba di titik pendaratan itu, Pak. Apakah bisa dilakukan dalam beberapa waktu ke depan dalam waktu singkat atau seperti apa, Pak? Masih menunggu apa, Pak?
06:37Dalam waktu singkat ini. Jadi sekarang ini sudah persiapan untuk helikopter berikutnya untuk menjemput paket yang dua, yang tersisa apabila di bawah sudah siap di packing.
06:49Jadi dua kantong jenazah lagi apabila sudah siap, kita langsung terbang dan tidak lama, hanya tujuh menit menuju lokasi.
06:56Kita melihat situasi angin, kemudian tebing, situasi kemudian pattern sekali, hover.
07:02Helikopter mengangkat jenazah apabila bisa diangkat langsung kembali mendarat di lansutan dan senudin.
07:09Oke, berarti dari titik ini sampai dengan titik pendaratan hanya tujuh menitan ya, Pak, untuk durasi penerbangan ya, Pak.
07:16Kemudian terkait dengan jumlah personil, Pak, yang dikerahkan untuk hari ini, terutama untuk evakuasi dua jenazah yang masih ada di sana, ada berapa, Pak?
07:26Untuk yang dikerahkan yaitu hanya satu setting kurus saja jumlah tujuh orang, dan beserta tim yang mengevakuasi dari pasgat ada tiga orang.
07:36Demikian.
07:37Baik.
07:38Kemudian ini, Pak, tentunya cuaca saat ini masih dalam keadaan mendukung seperti itu.
07:43Apakah kemudian ada skenario misalnya ternyata di tengah proses evakuasi ataupun di tengah proses perjalanan, cuaca tiba-tiba berubah?
07:51Apakah ada skenario ataupun plan B untuk evakuasi dua jenazah ini, Pak?
07:57Untuk plan B, saat ini kita masih mencari tempat pendaratan yang lebih lebar, lebih terbuka lagi, apabila nanti tiba-tiba cuaca akan memburuk.
08:10Dan kemungkinan akan kita menuju ke pos di atas untuk nanti kita jemput menunggu cuaca bisa mendukung.
08:20Demikian.
08:20Baik.
08:21Namun, saat ini kita masih memanfaatkan cuaca yang insya Allah, Alhamdulillah, didukung oleh seluruh masyarakat.
08:32Bahwa saat ini dua jam ke depan, saya yakin ini masih bisa bertahan dan dua jam waktu mindu temin ini akan kita gunakan semaksimal mungkin,
08:40segera terbang dan menjemput dua kantong jenazah yang tersisa.
08:42Demikian.
08:43Ya, kita harapkan semoga cuacanya mendukung, Pak, untuk beberapa saat ke depan sampai evakuasi bisa berhasil dilakukan.
08:48Kemudian kami ingin konfirmasi kembali, Pak, untuk pengangkatan jenazah ini.
08:53Dari titik penemuan jenazah kemudian sampai nanti ke Bidokes, Polda, Sulawesi Selatan, ini ada berapa titik yang kemudian harus dilalui oleh helikopter maupun petugas, Pak?
09:03Hanya satu titik yaitu setelah mendara di Landa Sultan Nasional Dewi, segera kita arahkan di Rumah Sakit, Polda Metro Jelon, itu di VA, di LASANAKAN, di Bidokes.
09:17Demikian, prosedurnya demikian.
09:19Oke, baik. Pak Arief, kemudian kami ingin, mohon maaf ini, menanyakan bagaimana dengan kondisi dua kantong jenazah ini, apakah sekiranya nanti bisa diidentifikasi dengan baik atau akan membutuhkan effort lebih, Pak?
09:35Saya yakin membutuhkan effort yang lebih, dan itu profesionalitas para nanti dokter yang bertugas di rumah sakit.
09:55Pak Arief, kami mengalami kendala koneksi, Saudara.
10:02Disampaikan tadi oleh Dan Lanut, Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifah ini, Nur Dwianto, bahwa dua jenazah dari korban pesawat ATR-42500,
10:15ini sebelumnya sudah dievakuasi, yang dari enam yang ditemukan kemarin, namun saat ini yang difokuskan adalah dua jenazah lainnya yang masih berada di titik penemuan di dasar jurang.
10:28Kami coba kembali siapa? Pak Arief, bisa mendengar suara kami, Pak?
10:32Ya, baik. Bisa, bisa.
10:35Baik, baik. Pak Arief, Pak Arief, untuk titik dua jenazah yang akan dievakuasi ini, Pak, di sekitar lokasi apakah juga ditemukan misalnya puing-puing
10:45ataupun barang-barang pribadi yang dimiliki oleh korban yang sekiranya bisa membantu proses identifikasi?
10:51Untuk saat ini ada barang-barang sperpat pesawat kecil-kecil dan beberapa barang pribadi yang nanti akan langsung kami serahkan ke yang berwenang untuk dianalisis di sekitar jenazah tidak jauh dari itu.
11:06Dan ketinggiannya dari sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
11:11500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
11:16Kemudian, Pak, ini kan semua jenazah sudah ditemukan.
11:19Tinggal bagaimana mengevakuasi dua jenazah terakhir yang ditemukan hari ini.
11:23Kemudian langkah selanjutnya, mungkin dari tim Sargabungan.
11:26Setelah ini, Pak, apakah mungkin juga masih akan mengevakuasi ataupun mencari yang lainnya, Pak?
11:31Jadi sesuai prosedur Basarnas yang tadi disampaikan oleh Kak Basarnas bahwa evakuasi ini dilaksanakan, operasi ini dilaksanakan dalam waktu tujuh hari.
11:46Dan nanti akan dievaluasi setelah selesai hari terakhir hari ini.
11:52Dievaluasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
11:56Dan nanti hasil tersebut kewenangan dari Kepala Badan, Kepala Basarnas.
12:00Demikian, Pak.
12:02Tindak dilanjutkan atau diberhentikan, dihentikan itu menunggu evaluasi nanti malam terakhir dari hasil yang kita laksanakan hari ini semaksimal mungkin.
12:13Baik, tentunya korban semua sudah ditemukan, black box juga sudah ditemukan.
12:18Kalau dari tim Sargabungan sendiri, Pak, yang kemudian sekiranya masih perlu untuk bisa dicari ataupun diselidiki,
12:27apa, Pak, yang kemudian jadi fokus dari tim Sargabungan saat ini?
12:33Untuk operasi pencarian ini adalah yang utama korban.
12:39Jadi yang saya ulangi lagi, yang utama adalah pencarian korban.
12:43Untuk yang selain itu adalah yang nomor dua.
12:48Jadi intinya adalah korban.
12:51Begitu nanti dievaluasi, dianalisis oleh Basarnas, sesuai prosedur, sesuai undang-undang, sesuai aturan yang berlaku,
12:59seperti apa menyangkut hasil dari penemuan pencarian korban saat ini?
13:04Itulah yang nanti akan diberikan, diputuskan, dievaluasi, dihentikan atau dilanjutkan.
13:11Bukan operasi pencarian maupun evakuasi, ada juga di sana peran relawan dan juga warga lokal.
13:17Seperti apa kemudian peran dari relawan maupun warga lokal dalam proses pencarian maupun evakuasi selama beberapa hari kebelakang ini, Pak?
13:24Justru peran relawan dan warga lokal itu sangat-sangat berperan, terutama ada pencari madu.
13:33Jadi pencari madu berjumlah 18 orang itulah kita mendapatkan jalan-jalan setapak.
13:38Jadi jalan-jalan pendekat, jalan-jalan menuju lereng-lereng tebing yang saat ini orang awam tidak pernah tahu itu jalan,
13:47yang menunjukkan beberapa hari ini dengan kita menemukan penemuan-penemuan itu adalah bantuan dari beliau-beliau.
13:56Dan kita ucapkan terima kasih, salut terhadap beliau-beliau itu.
14:01Bagaimana kemudian dengan kondisi para relawan maupun juga tim besar gabungan yang ikut operasi, Pak?
14:06Saat ini semuanya dalam keadaan sehat atau seperti apa, Pak?
14:09Ada yang membutuhkan mungkin perhatian untuk masalah kesehatan atau seperti apa, Pak?
14:12Alhamdulillah kalau kami mendapatkan informasi dari teman-teman yang di lapangan,
14:19mereka semangat dengan dari awal mempunyai visi membantu dalam aspek kemanusiaan
14:26dan saat ini sehat walafiat atas dukungan masyarakat Indonesia seluruhnya
14:30dan semangat masih dipegang untuk saat ini untuk mendapatkan hasil yang masih bermanfaat membantu korban-korban.
14:40Demikian.
14:40Baik, kita doakan bersama-sama, Pak.
14:43Semoga hari ini juga operasi yang dilakukan untuk mengevakuasi
14:47dua jenazah yang tersisa ini bisa segera berjalan dengan lancar.
14:51Cuaca juga semoga mendukung semuanya.
14:54Semua tim besar gabungan juga diberikan kesehatan dan juga keselamatan.
14:58Terima kasih.
14:59Pak Marsma, TNI Arifaini, Nur Dwiwanto,
15:04Komandan Lanut Sultan Hasan Udin sudah bergabung bersama kami di Breaking News Kompas TV.
15:08Selamat pagi, Pak Arif.
15:10Terima kasih.
Komentar