Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pada Desember 2025, Kota Madiun meraih indeks anti-korupsi tertinggi se-Indonesia. Hal ini menjadi ironi ketika Wali Kota Madiun, Maidi, ditetapkan tersangka oleh KPK pada 20 Januari 2026.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, mengatakan kasus korupsi kerap terjadi bukan hanya karena niat jahat. Ada pejabat yang tidak konsisten antara ucapan dan tindakan, tetapi ada pula yang terjebak situasi dan kondisi birokrasi.

Ia mencontohkan kebutuhan dana-dana taktis dalam pemerintahan yang sering kali tidak terakomodasi secara fleksibel dalam APBD. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi mendorong pelanggaran prosedur, meski tanpa niat jahat atau mens rea.

Meski demikian, Bima Arya menegaskan bahwa proses hukum tetap menjadi ujung dari pembuktian.

Namun, ia mengakui masih terdapat perdebatan dalam penegakan hukum, terutama ketika unsur niat jahat tidak dapat dibuktikan, tetapi perbuatan tersebut menguntungkan pihak lain atau merugikan negara.

Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, Danang Widoyoko. Danang menyoroti praktik penegakan hukum yang dinilai terlalu luas dalam menggunakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Danang, penggunaan kedua pasal tersebut secara berlebihan kerap menimbulkan persoalan, karena hampir semua pelanggaran administrasi berpotensi ditarik menjadi perkara pidana korupsi.

Kondisi ini, kata Danang, memperlihatkan pentingnya pembenahan sistem hukum dan tata kelola pemerintahan, agar upaya pemberantasan korupsi tetap adil, proporsional, dan tidak mengaburkan esensi integritas sebagai fondasi utama.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan komentarnya.



Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/jtVCelbFEEs?si=kF3xxWEf-rVhuuEN




#kpk #korupsi #madiun

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/645690/ironi-kota-antikorupsi-raih-indeks-tertinggi-wali-kota-madiun-justru-jadi-tersangka-kpk-rosi
Transkrip
00:00Tulur, Madiun Kota Antikorupsi bukan sekedar slogan semata, Madiun Kota Antikorupsi sudah membudaya nyata.
00:10Ini sesuai visi misi saya yang ke-6.
00:13Alhamdulillah nilai integritas kita diangkat 82,26 dan merupakan nilai tertinggi secara nasional tahun ini.
00:23Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas capaian ini.
00:27Terima kasih atas kontribusi dan konsistensi dalam menjaga diri dari praktek-praktek korupsi yang merupikan negeri.
00:38Masih bersama kami di program ROSI Pak Bima.
00:43Tadi kita melihat 40 hari setelah disampaikan di hari antikorupsi sedunia bahwa Madiun ini jadi kota yang integritasnya baik nilainya.
00:54Tidak lama kemudian wali kotanya masuk KPK, ditangkap oleh KPK.
01:00Ukuran integritasnya ini seperti apa?
01:02Anda sebagai mantan wali kota juga pasti tahu persis apa sih sebenarnya jadi kendala?
01:08Saya melihat ada beberapa kemungkinan atau beberapa tipe Friska.
01:13Yang pertama adalah ada orang-orang yang memang inkonsisten.
01:17Bicara kemana melakukan apa.
01:19Di depan bicara manis tetapi prakteknya berbeda.
01:24Banyak sekali yang seperti itu.
01:26Tapi yang kedua ada juga kawan-kawan yang tidak ada niat, tidak ada mensrea di situ tetapi terjebak oleh situasi dan kondisi.
01:35Karena ini kita bukan bicara kampanye ya, kita bicara pemerintahan.
01:41Kepemerintahan itu banyak butuh dana-dana taktis dan APBD tidak cukup fleksibel untuk mengagarkan itu.
01:49Makanya perlu bersilat untuk mencari pendanaan taktis.
01:54Kenapa harus ada dana taktis ini?
01:56Lagi-lagi ini karena sistem.
01:57Jadi ada kebutuhan-kebutuhan cepat, kebutuhan untuk mengkoordinasikan keamanan misalnya.
02:05Ada sesuatu yang darurat segala macam perlu cepat.
02:08Nah, mungkin tergelincir di sini.
02:11Tidak ada mensrea tapi ada prosedur yang dilanggar di sini.
02:14Atau yang ketiga, nggak niat sama sekali, nggak ngerti, nggak tahu apa-apa.
02:20Tapi ada jebakan Batman di situ terkena dampak karena perbuatan-perbuatan yang lain.
02:26Nah sekarang kita lihat orang-orang itu masuk kategori yang mana.
02:30Dan tidak mudah membuktikan itu semua.
02:33Dan tentu ujung-ujungnya adalah pembuktikan, pembuktikan melalui hukum.
02:36Tapi lagi-lagi, Friska, di sini pun ada perdebatan.
02:39Perdebatannya adalah kalau kemudian ternyata tidak ada kerugian negara.
02:44Tidak bisa dibuktikan mensrea atau niat jahatnya.
02:47Tapi menguntungkan orang lain.
02:49Ada unsur pidana yang terpenuhi, masuk juga di situ.
02:52Jadi ini agak kompleks nih.
02:54Kita harus lihat satu-satu.
02:55Saya kenal beberapa kawan kepadara yang saya sangat yakin integritasnya.
03:00Dan hidupnya juga nggak neko-neko.
03:03Nggak berlebihan begitu.
03:06Tapi guna terkena, kan muncul pertanyaan saya.
03:08Ini masuk yang mana?
03:10Karena menurut saya ini kawan-kawan ini bukan yang inkonsisten.
03:13Mungkin yang terjebak atau dia nggak tahu apa-apa.
03:16Atau mungkin korban lain-lain.
03:17Itu ada.
03:18Ya walaupun nggak bisa menafikan, banyak juga masuk kategori pertama tadi.
03:22Nah ini tentu yang menjadi keprihatinan kita semua.
03:26Apa problemnya jadi nggak cuma moral saja Mas Danang, tapi juga ada problem sistemik di situ?
03:31Ya, tapi yang pertama-tama menurut saya KPK sih perlu merevisi metodologinya.
03:37Itu kan mereka membuat survei integritas sektor publik, kalau nggak salah.
03:41Nama judul surveinya gitu ya.
03:43Dan menurut saya perlu di evaluasi.
03:45Indikatornya apa itu?
03:47Perlu di evaluasi, utama narasumbernya.
03:49Karena saya tahu persis agak-agak detail metodologinya.
03:52Tapi bukan di sini forumnya.
03:53Menurut saya begini, jadi ketika menjadi kepala daerah atau katakanlah pejawa publik,
04:01itu memang ada beberapa hal yang harus dihadapi.
04:03Seperti tadi sistem tadi itu kan.
04:06Ada beberapa kebutuhan-kebutuhan, ada pengolahan anggaran yang seringkali mungkin bupati hanya tanda tangan segala macam,
04:12lalu kemudian tidak tahu menau, lalu kemudian itu juga bisa terjadi.
04:16Atau rekannya yang selama ini membantu tiba-tiba kena kasus, lalu dianggap uangnya sampai ke dia itu juga ada contohnya.
04:25Nah oleh karena itu memang pada akhirnya, pada akhirnya yang diuji paling akhir adalah sebetulnya di integritas pribadi.
04:33Itu yang saya lihat misalnya di kasus ASDP gitu ya.
04:37Orang bertanya-tanya kepada, bertanyakan kepada KPK, bagaimana mungkin ini jadi perkara memperkaya diri sendiri enggak?
04:44Orangnya juga enggak hidup kewan.
04:45Tapi ada unsur pidana yang masuk di sana ya dianggapnya.
04:47Iya, iya kena kasus karena memang ada problem dalam menegakkan hukum kita yang sebetulnya menjadi banyak persoalan dan juga dikritik ya.
04:57Terutama penggunaan pasal 2 dan 3 yang terlalu berlebihan.
05:00Karena itu semua bisa masuk dengan pasal 2 dan 3 yang merugikan keuangan negara gitu.
05:05Ini menurut saya menjadi cahatan bagi penegak hukum.
05:07Tentu kita mesti lihat dulu prosesnya ya.
05:10Mestinya kalau terakhir kalau bupati-bupati ini katakanlah mereka tidak bersalah, mereka menunjukkan bahwa dia tidak ada keinginan untuk itu, gak ada mensrianya atau apa.
05:21Itu mestinya harus jelas dengan integritas pribadinya.
05:24Oke, tadi kan ada tiga hal.
05:26Ada yang memang inkonsisten, tapi ada juga yang kena jebakan Batman, ada yang tidak ada mensrianya.
05:31Tapi sebenarnya untuk pola yang memang ada korupsi di sana, permainan anggaran misalnya atau jual-beli jabatan, sebenarnya itu bisa dilakukan pencegahan atau tidak sih Pak Bima?
05:41Karena kan sebenarnya kalau Kemendagri di Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah itu ada salah satu kewenangannya adalah terkait dengan politik anggaran di sana,
05:50untuk perizinan, juga pengadaan barang dan jasa bisa melakukan pengawasan.
05:54Apakah bisa menggunakan instrumen ini, mekanisme ini untuk melakukan pencegahan?
05:58Instrumen pencegahan itu banyak dan berlapis, seringkali tumpang tindih begitu ya.
06:06Tetapi kan namanya aturan, selalu saja ada celah, ada ruang abu-abu begitu ya.
06:14Dan ujung-ujungnya saya kira komitmen dan karakter personal yang juga menentukan begitu ya.
06:25Dan sebetulnya menilai integritas itu kan bisa panjang gitu ya, bukan saja dari LHKPN-nya, tapi dari rekam jejak dan lain-lain begitu.
06:37Jadi ketika tergelincir pada satu persoalan, maka publik bisa sama-sama mendalami itu apakah korban atau bagaimana begitu ya.
06:47Tapi yang ingin saya katakan Friska, ya lagi-lagi ya, kita ini harus terus-menerus melakukan ITR untuk berinovasi terhadap instrumen-instrumen aturan untuk pencegahan tadi.
07:02Seperti misalnya tadi, untuk pansel, untuk metode penunjukan kepala dinas, apa yang bolong di situ satu-satu.
07:11Nah, apakah kalau OTT saat ini yang berlangsung itu punya pemadam kebakaran?
07:17Kalau pencegahan itu sebetulnya ada program menarik MCP tadi, Monitoring Corruption for Prevention.
07:24Monitoring Corruption Prevention yang dikerjasamakan antara KPK dengan Kementerian Agri.
07:29Cuma masalahnya ini MCP itu hanya yang sudah jadi pasien KPK nih.
07:34Yang sudah kena kasus baru ada MCP-nya gitu.
07:36Nah, mestinya dari awal gitu, karena itu kan ada indikator-indikatornya ya, artinya mana daerah-daerah yang perlu pengawasan khusus, mana daerah-daerah yang katakanlah sudah lebih bagus.
07:47Itu yang menurut saya lebih-lebih bagus daripada survei integritas tadi yang memberi penghargaan kepada Wali Kota Madion ya.
07:55Cuma sayang mekanisme itu hanya untuk daerah-daerah yang bupatnya sudah kena kasus gitu.
08:03Sementara yang belum kena kasus, belum kena kasus, tidak ada MCP-nya di situ.
08:07Ini yang menurut saya ada masalah dengan program itu.
08:08Mas Danang melihat apakah masalahnya OTT, kalau OTT duluan dilakukan itu ya hanya sebagai pemadam kebakaran.
08:15Artinya ada api dulu kelihatannya, ada tindak pidananya baru dilakukan, tidak menyelesaikan pangkal masalah.
08:20Oh iya, saya kira tidak menyelesaikan masalah. Kan penegak hukum itu bekerja berdasarkan bukti-bukti ini.
08:25Karena tadi nggak ada saluran orang melapor, akhirnya langsung semua KPK ada kasus langsung diambil.
08:33Nah masalahnya, mohon maaf KPK juga lagi bersaing dengan rejaksaan dan kepolisian ini kan, lagi butuh ini gitu kan.
08:40Dan sebetulnya OTT KPK ini jauh menurun dibandingkan sebelum revisi undang-undang KPK.
08:45Jadi ada keinginan juga menurut saya untuk menunjukkan berprestasi gitu sih.
08:50Sehingga ketika ada kasus yang katakanlah matang, buktinya lengkap, informanya atau sumbernya cukup kuat, mereka langsung melakukan penindakan itu.
08:59Dan seringkala itu tidak terkait juga dengan pencegahan gitu ya.
09:04Nah ini yang ke depan mestinya ya, mestinya penindakan itu hanya dilakukan ketika katakanlah daerah yang...
09:12Katakanlah Pak Wamen sudah kasih tahu, nggak nurut, baru itu ini.
09:16Nah ini yang mismetnya antara penekakan hukum dengan mencegahan.
09:22Ya kalau saya lihat memang nggak bisa sektoral begitu ya.
09:28Kalau kita ingin kepala daerah ini bersih, ya tentu kita ingin APH juga bersih.
09:33Kita ingin kepolisian juga punya integritas, kejaksaan juga punya integritas gitu.
09:40Jangan sampai kemudian berpikir sektoral saja.
09:43Ya semua harus ada pembenahan gitu.
09:46Karena seringkali terjadi itu seperti lingkaran yang kemudian saling menjebak begitu.
09:53Ya saya yakin ya teman-teman kepala daerah sangat punya pengalaman.
09:58Bagaimana oknum-oknum itu juga turut terlibat dalam proses-proses seperti ini.
10:04Sehingga saling menjebak semuanya.
10:06Ya artinya kalau semuanya punya komitmen untuk membangun prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan transparan.
10:12Maka ya langkahnya harusnya akan jauh lebih efektif.
10:15Artinya oknum itu penegak hukum?
10:17Ya, selalu ada seperti itu.
10:19Jadi bukan hanya kepala daerah, oknum itu ada dimana-mana yang namanya oknum gitu ya.
10:25Nah jadi itu yang saya bilang tadi, ya ini harus menjadi komitmen semua dong.
10:30Nah sejauh ini apa yang sudah dilakukan antar lembaga agar ya dari kepala daerahnya tapi dari penegak hukum juga punya komitmennya?
10:36Ya saya kira keteladanan, integritas itu kan integrated ya.
10:42Lisan, kebijakan, tindakan semua.
10:45Jadi kalau pimpinannya bilang jangan korupsi semuanya ke bawah.
10:48Jangan sampai pimpinannya bilang jangan korupsi tetapi kemudian bawahnya masih ada ruang untuk main.
10:56Saya nggak bilang siapa dan dimana lembaga apa.
11:01Tapi ini menjadi tugas bersama.
11:03Jadi jangan sampai kemudian lisan-lisan anti korupsi itu, retorika-retorika anti korupsi itu menjadi nggak bermakna.
11:10Karena kehilangan kemudian contoh-contoh nyatanya, kehilangan konsistensinya, itu menurut saya salah satu persoalan.
11:20Termasuk iya-iya aja di retret misalnya yang sudah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo bahwa integritas itu nomor satu.
11:26Kepala daerah harus menjaga integritas tapi pada praktiknya masih banyak juga yang nakal.
11:30Kepala daerah.
Komentar

Dianjurkan