Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Proses evakuasi seluruh korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulu Sa Raung, Sulawesi Selatan, terus dilakukan. Salah satunya temuan jenazah 9 dan 10.

Tim SAR mengakui sulitnya evakuasi kedua jenazah itu karena medan yang sulit.

Sahabat KompasTV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.

Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv

#timsar #pesawatatr #atr42500

Baca Juga Kondisi Terkini Wilayah Daan Mogot Masih Tergenang Banjir | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/645739/kondisi-terkini-wilayah-daan-mogot-masih-tergenang-banjir-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/645740/tim-sar-cerita-kondisi-medan-yang-sulit-saat-evakuasi-jenazah-korban-pesawat-atr-42-500
Transkrip
00:00Saudara proses evakuasi seluruh korban, jatuhnya pesawat ATR 42500 di Gunung Bulu Sarong, Sulawesi Selatan terus dilakukan.
00:09Salah satunya temuan jenazah 9 dan 10.
00:12Tim SAR mengakui sulitnya evakuasi kedua jenazah itu karena medan yang sulit.
00:17Berikut pernyataan Rusmadi Adiputra, anggota Basarnas Makassar.
00:21Untuk posisi paket ke-9 dan paket ke-10 membutuhkan jarak dan waktu yang sangat lama.
00:30Untuk informasi dari rekan-rekan tim yang ada di bawah, untuk paket 9 ke-10 kurang lebih berjarak 250 meter sampai dengan 300 meter.
00:41Sehingga kami membutuhkan tali yang sangat panjang, baik itu sistem estafet ataupun nantinya untuk proses evakuasinya tidak mengalami kendala.
00:51Karena saat ini kebutuhan alat kami sementara menuju ke lokasi dan informasi terakhir, untuk tali yang akan dibutuhkan lagi sudah mendekati titik evakuasi.
01:03Berarti lagi-lagi ini kami ingin tanyakan untuk teknisnya, Pak Rusmadi, untuk bisa membawa kantong jenazah ke-9 walaupun ke-10 ini,
01:14itu menggunakan tali saja dan kemudian diestafet atau seperti apa?
01:17Kemudian biar bisa diangkat dari bawah menuju ke atas, Pak.
01:22Ya, betul. Untuk posisi paket ketika memang tidak bisa kami evakuasi menggunakan via udara,
01:29maka akan opsinya adalah menuju ke-10 atau langsung crossing menuju ke-9 dengan cara penarikan-penarikan dan kita melakukan pembuatan sistem penarikan.
01:42Karena untuk kondisi medan yang ada di lokasi saat ini, dengan kondisi banyaknya tebing-tebing batu dan labirin-labirin batu, demikian.
01:52Berarti saat ini paket ke-9 dan 10 ini berusaha ditarik, digeser untuk menuju ke helipad untuk sebelum kemudian diangkat menggunakan helikopter.
02:01Betul demikian, Pak Rusmadi?
02:04Ya, betul. Jadi untuk sampai dengan saat ini yang kami bisa sampaikan bahwa untuk paket 9 dan paket 10 masih dalam sementara proses evakuasi,
02:13masih sementara proses evakuasi dari posisi masing-masing untuk mencapai posisi helipad.
02:20Tim Sargabungan ini menemukan kedua jenazah ini, saat ditemukan di sana seperti apa?
02:27Kemudian medan dan juga kondisi dari mungkin jenazahnya dan juga apa saja yang ditemukan di sekililing jenazah yang ditemukan, Pak?
02:38Ya, dari informasi rekan-rekan yang berada di lokasi saat penemuan,
02:45bahwa untuk posisi para korban ini berbeda-beda untuk kondisi tiap korban.
02:56Dan untuk beberapa bagian yang belum bisa kami sampaikan,
03:02karena minim informasi awal yang kami dapatkan saat proses evakuasi di bawah.
03:13Namun yang dapat kami sampaikan sekarang bahwa untuk kondisi di sana bercampur,
03:18untuk selain daripada korban, terdapat beberapa puing-puing badan pesawat.
03:22Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan