- 2 bulan yang lalu
- #childgrooming
- #brokenstrings
- #aureliemoeremans
KOMPAS.TV - Child grooming dalam buku "Broken Strings" yang ditulis aktris Aurelie Moeremans telah membuka mata banyak pihak.
Lalu, apa sebenarnya child grooming dan seberapa bahaya? Kita akan membahasnya bersama Psikolog dan Grafolog, Joice Manurung.
Baca Juga Rentetan Kejahatan Taksi Online di Depok: Pemerkosaan oleh Pengemudi hingga Pembunuhan Sopir di https://www.kompas.tv/regional/635804/rentetan-kejahatan-taksi-online-di-depok-pemerkosaan-oleh-pengemudi-hingga-pembunuhan-sopir
#childgrooming #brokenstrings #aureliemoeremans
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/644396/full-psikolog-grafolog-kupas-tuntas-modus-hingga-ciri-korban-kejahatan-child-grooming
Lalu, apa sebenarnya child grooming dan seberapa bahaya? Kita akan membahasnya bersama Psikolog dan Grafolog, Joice Manurung.
Baca Juga Rentetan Kejahatan Taksi Online di Depok: Pemerkosaan oleh Pengemudi hingga Pembunuhan Sopir di https://www.kompas.tv/regional/635804/rentetan-kejahatan-taksi-online-di-depok-pemerkosaan-oleh-pengemudi-hingga-pembunuhan-sopir
#childgrooming #brokenstrings #aureliemoeremans
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/644396/full-psikolog-grafolog-kupas-tuntas-modus-hingga-ciri-korban-kejahatan-child-grooming
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Child Grooming dalam buku Broken Strings yang ditulis aktris Aurelie Moremans telah membuka mata banyak pihak.
00:06Lalu apa sebetulnya Child Grooming dan seberapa bahaya?
00:10Kita akan membahasnya bersama dengan psikolog dan grafolog Joyce Manurung.
00:13Selamat pagi Ibu Joyce.
00:15Selamat pagi Mbak Oktah, selamat pagi Ibu Mirsa.
00:19Ibu Joyce, menarik membahas soal Child Grooming.
00:21Tapi sebetulnya mungkin orang awam banyak yang tidak mengetahui soal istilah tersebut Child Grooming itu apa sih Ibu sebetulnya?
00:27Kalau kita melihatkan dua kata ya, Child dan Grooming.
00:32Jadi Child pasti anak fokusnya dan Grooming ini adalah sebuah proses bertahap.
00:37Jadi kalau kita gabungkan proses bertahap ini bentuknya manipulasi psikologis kepada anak
00:44di mana pelaku membangun sebuah relasi yang sifatnya itu dekat, nyaman, dan terasa aman bagi anak dan keluarga anak.
00:54Sehingga anak dan keluarganya itu memberikan rasa percaya dan kendali kepada si pelaku terhadap anak.
01:03Jadi pelaku itu bisa, tanda kutip nih ya, bebas untuk berinteraksi dengan anak, berdampingan dengan anak,
01:10bahkan mungkin pergi kemana-mana dengan anak hingga menyentuh fisik anak.
01:14Orang tua sepertinya menganggap itu bentuk kasih sayang, perhatian.
01:19Oh ini ada omnya atau temannya atau siapapun yang dirasa memberikan afeksi kepada anak.
01:25Nah anak juga begitu merasa bahwa dia diperhatikan, dilindungi, diutamakan.
01:31Bahkan dalam proses Child Grooming pelaku itu membuat sebuah proses isolasi pada anak.
01:37Jadi anak itu seperti di doktrin ya, bahwa kamu itu yang nyayangin cuma saya.
01:43Misalnya begitu, sehingga anak merasa spesial.
01:46Nah ketika seseorang merasa spesial, dia menjadi tergantung kepada si pelaku.
01:52Seakan-akan dia manut terus mau ngikutin apa maunya si pelaku.
01:57Bagi beberapa orang yang melihat kamu itu bucin banget sih misalnya begitu ya.
02:01Atau kamu itu kok mau sih digituin, tapi bagi anak itu bentuk perhatian yang dia harus pertahankan.
02:09Nah inilah yang sering membingungkan bagi orang-orang di sekitarnya, apakah anak itu menyadari atau tidak.
02:16Nah disinilah si pelaku tahu bahwa kekuatannya bisa mengendalikan anak sehingga terus-menerus melakukan manipulasi pada anak.
02:24Oke, Bu Joyce, ada kaitannya nggak dengan tindakan pedofilia sebetulnya?
02:29Fedofil itu kan sebagai bentuk penyimpangan perilaku seksual ya.
02:34Sebenarnya kalau itu dilakukan oleh orang yang usianya dewasa kepada anak,
02:40masuknya ke badan kondisi penyimpangan perilaku itu.
02:43Nah namun konteks ini sebenarnya adalah situasinya.
02:47Jadi ini dua hal yang berbeda, namun pedofilia menjadi bagian dari konteks child grooming.
02:53Oke, Bu Joyce, kenapa sih sebetulnya anak-anak bisa rentan menjadi korban grooming?
03:00Apakah ini ada kaitannya dengan misalnya pola asuh di rumah atau misalnya perhatian dari orang tua yang kurang?
03:06Seperti apa sih Bu?
03:06Umumnya anak-anak yang ditargetkan adalah anak-anak yang berasal dari keluarga atau sedang mengalami kondisi rapuh.
03:19Jadi contohnya datang dari keluarga yang tidak harmonis, kemudian penuh dengan tindakan kekerasan atau diabaikan.
03:29Sehingga anak-anak ini umumnya juga merasa misalnya ya kesepian, tidak diperhatikan,
03:36atau rendah diri, kecemasan akut, ketakutan, dan sebagainya.
03:41Jadi pelaku itu bisa membaca kebutuhan-kebutuhan ini sehingga karena ini sempatnya manipulatif kan?
03:47Sehingga dia bisa berperan dan mengambil tindakan-tindakan yang seakan-akan memenuhi kebutuhan anak itu.
03:54Jadi kebutuhan afeksi itu dia tunjukkan melalui tindakan misalnya membantu, memberikan masukan pada anak di awal-awal proses nih.
04:03Hingga misalnya mendampingi anak ketika anak mengalami tadi ketakutan, kecemasan, ingin bicara.
04:09Nah umumnya anak-anak ini kan merasa senang, ada orang yang mendengarkan, ada orang yang mendampingi.
04:15Di awal proses itu dipertahankan.
04:18Tidak ada barangkali perilaku-perilaku yang menyimpang di awal.
04:22Namun dengan perlahan sifatnya itu desensitisasi.
04:26Si pelaku itu pelan-pelan memperkenalkan misalnya sentuhan-sentuhan yang sifatnya seksual.
04:33Atau pelukan, bahkan memperlihatkan tontonan atau gambar yang nuansanya seksual juga pada anak.
04:40Sehingga si anak ini merasa bahwa hal-hal ini umum dilakukan oleh orang-orang yang memberikan afeksi pada saya.
04:47Ketika anak sudah dapat afeksinya tentunya dia gak mau kehilangan kan sosok-sosok seperti itu.
04:54Dia ingin pertahankan.
04:56Nah kalau anak ini nanti menolak misalnya sentuhan, pelukan dan sebagainya.
05:01Dia khawatir si pelaku ini akan lari dari dia gitu ya, meninggalkan dia.
05:08Sehingga dia tidak mau itu terjadi.
05:09Atau kalau dia menolak si pelaku bisa mengancam anak.
05:13Kamu nanti gak saya sayangin lagi, misalnya begitu.
05:17Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh pelaku seperti sebuah lingkaran setan.
05:22Jadi anak tahu kadangkala itu udah gak benar.
05:24Tapi dia butuh dan itu dipenuhi kembali.
05:27Sehingga anak tetap bertahan dalam situasi itu.
05:30Oke, kata kuncinya itu tadi ya Bu ya.
05:31Jadi bagaimana membangun manipulatif terhadap anak.
05:34Ada gak Bu misalnya umur-umur tertentu?
05:37Dimana mungkin orang tua harus aware nih gitu.
05:39Anaknya jangan sampai terjebak dalam situasi itu tadi.
05:43Child grooming gimana dan juga gimana pelaku bisa membangun kedekatan dengan anak.
05:47Secara perlahan itu tadi sampai akhirnya menjadi manipulatif.
05:51Biasanya tadi kalau konteks child grooming.
05:53Orang tuanya juga didekatin mbak gitu.
05:56Jadi dia datang sebagai sosok yang misalnya menyenangkan, perhatian.
06:02Kadang-kadang berwibawa gitu ya.
06:04Kalau bahasa kerennya itu charming gitu.
06:06Nah jadi orang tua itu merasa nyaman ketemu dengan sosok ini.
06:10Lalu dia biasanya memfasilitasi anak butuh apa sih?
06:14Misalnya kalau pendidikan atau didampingi dalam hal apa.
06:18Dia masuk sebagai peran itu.
06:20Nah dalam konteks ini memang situasinya kadangkala anak itu tidak memiliki fungsi ayah ibu yang lengkap.
06:29Misalnya.
06:29Atau fungsi ayah ibunya tidak berjalan secara harmonis.
06:33Sehingga si pelaku bisa mensubstitusi fungsi-fungsi itu.
06:37Dia tahu misalnya ibunya tidak berperan atau ayahnya tidak berperan.
06:41Dia masuk ke peran itu.
06:43Sehingga anak merasa peran itu lengkap lagi.
06:46Nah disinilah memang biasanya si pelaku pintar menggunakan komunikasi-komunikasi yang cocok dengan gaya orang tuanya.
06:54Atau memberikan hadiah.
06:56Jadi orang tua senang.
06:57Di treat ya.
06:59Diperlakukan dengan juga istimewa oleh si pelaku.
07:02Disini rasa percaya.
07:03Jadi konteksnya child grooming itu dua aja nih.
07:06Ada rasa percaya.
07:07Ada kendali.
07:08Nah kalau ini didapat ya.
07:10Dia bisa mengeksploitasi anak.
07:12Sesuai keinginannya.
07:14Oke.
07:15Bu Joyce.
07:15Bisa gak orang tua itu mengetahui dan bisa memisahkan dalam arti kata begitu.
07:20Mana yang betul tulus.
07:21Mana yang ada maksud tertentu.
07:22Ada gak tanda-tandanya supaya bisa tahu gitu.
07:25Ini terindikasi akan jadi child grooming ke depannya.
07:28Kalau dalam penampakan luar gitu ya perilakunya barangkali tidak semua orang bisa peka membaca.
07:35Karena bentuk perilakunya itu umum.
07:37Bahkan dirasa positif bagi beberapa orang kalau dilihat dari permukaan.
07:42Namun kita bisa melihat dampak pada anak.
07:44Umumnya anak-anak yang mengalami child grooming ada perubahan perilaku.
07:49Contoh dia udah gak mau lagi ngobrol lama dengan orang tuanya.
07:54Banyak hal yang disembunyikan.
07:55Atau dia menerima banyak hadiah-hadiah yang kalau ditanya dari mana.
08:00Dia gak sebutkan dari siapa.
08:01Atau dia menyebutkan hanya dari sosok tersebut.
08:05Atau dia selalu berpergian dengan sosok tersebut tanpa minta izin orang tuanya.
08:09Prestasi akademiknya menurun.
08:12Kemudian sulit untuk berinteraksi dengan teman-temannya.
08:15Menolak berkomunikasi dengan keluarga dekat dan sebagainya.
08:19Jadi ini bisa dibaca pola-pola perilaku ini.
08:21Nah kalau ini sudah terjadi.
08:23Sudah harus orang tua membangun komunikasi ulang lagi nih.
08:28Diriset pola komunikasinya untuk lebih terbuka.
08:31Lebih terpercaya bagi anak.
08:34Anak-anak menyembunyikan sesuatu.
08:36Karena dia tidak merasa orang tuanya itu aman.
08:40Orang tuanya itu nyaman.
08:41Untuk diajak ngobrol.
08:43Diajak berkeluh kesah misalnya gitu ya.
08:46Jadi orang tua mesti paham ini.
08:47Ubah pola perilaku.
08:49Ubah gaya komunikasi.
08:51Kalau biasanya sifatnya itu investigatif.
08:54Atau sifatnya judgmental.
08:56Kamu sih.
08:57Kenapa kamu begini?
08:58Kamu dari mana?
08:59Ubah bentuknya itu seperti sharing.
09:02Supaya anak merasakan bahwa saya itu didengarkan.
09:04Saya itu diterima loh perasaannya.
09:08Saya itu tahu loh bahwa orang-orang di sekitar saya itu peka pada saya.
09:12Nah ini yang perlu diupakan oleh orang tua.
09:15Dan berikutnya.
09:16Kalau sudah terjadi seperti ini.
09:19Tidak ada salahnya juga.
09:20Kita minta bantuan profesional.
09:22Karena tidak semua orang tua juga lihai.
09:25Dan punya keterampilan bicara dengan anak.
09:27Ada kalanya pihak ketiga profesional ini bisa membantu.
09:31Membuka apa sih permasalahan anak.
09:34Sehingga anak itu menyembunyikan semua ini dari orang tuanya.
09:38Barangkali juga di keluarga.
09:41Tidak ada budaya-budaya yang sifatnya itu ngomong apa adanya.
09:46Di meja makan gak pernah terjadi pembicaraan.
09:48Sebelum tidur biasanya langsung tidur.
09:51Tidak pernah ada pertanyaan.
09:52Kamu gimana deh perasaannya hari ini.
09:54Itu gak pernah ditanya.
09:55Nah ketika ada pihak ketiga profesional membantu.
09:58Ini barangkali bisa.
10:00Membuat anak menyampaikan.
10:03Karena kadang-kadang ketika anak di child grooming seperti ini.
10:07Dia sudah merasakan ada tindakan eksploitasi pada diri dia.
10:11Dia pengen ngomong tapi gak tahu sama siapa.
10:14Dia pengen ngomong tapi gak tahu bagaimana caranya.
10:17Takut disalahkan.
10:18Kamu sih bergaul dengan dia soalnya.
10:20Nah judgment-judgment menyalahkan ini.
10:23Yang seringkali membuat anak mundur dari orang tua.
10:25Dan gak mau lagi ngomong.
10:27Jadi ini perlu disadari oleh orang tua.
10:29Oke ada komunikasi yang sehat tentunya antara anak dengan orang tua.
10:32Supaya anak bisa merasa juga safe gitu ketika dia bercerita dengan orang tua.
10:36Nah Bu tapi ada gak apa ya siapa saja sebetulnya yang bisa menjadi pelaku child grooming?
10:41Orang terdekat aja kah atau bagaimana?
10:45Child grooming ini kan sebenarnya ada konteks kuasa yang penyimpangan kuasa lah ya.
10:52Relasi kuasa begitu.
10:53Jadi ada orang yang lebih punya otoritas dengan orang yang sifatnya tidak punya otoritas.
10:58Superior versus inferior.
11:00Jadi biasanya ini orang-orang yang kedudukannya lebih tinggi.
11:05Bisa itu usia, bisa itu misalnya populartis lebih tinggi, atau finansial lebih baik, atau status sosial lebih baik.
11:14Nah siapapun bisa melakukan itu.
11:16Baik orang terdekat maupun orang asing dari anak.
11:20Karena konteksnya bukan lagi kedekatan emosinya di awal.
11:25Tapi tadi anak mendapatkan rasa nyaman dan aman dari si pelaku.
11:30Di mana si pelaku sudah tahu dari awal anak ini butuh itu.
11:34Jadi orang tua itu mesti paham.
11:36Bukan hanya orang terdekat.
11:38Orang yang baru dia kenal ketika membangun hubungan yang nyaman dengan anak dalam waktu yang panjang.
11:43Dan ternyata anak bisa mendapatkan afeksinya.
11:46Orang tua juga perlu ya waspada lah.
11:49Bukan artinya kita selalu suzon gitu ya.
11:52Selalu curiga pada orang asing.
11:54Bukan itu konteksnya.
11:55Tapi kita perlu waspada.
11:56Membaca perubahan perilaku.
11:58Apakah orang asing atau orang terdekat itu menunjukkan sebuah kedekatan yang tidak umum.
12:04Tidak wajar.
12:06Tadi kalau ada istilah fedofil itu kan sebenarnya orang tua kepada anak ya.
12:09Artinya orang yang lebih tua kepada anak.
12:11Nah ini juga begitu.
12:12Dewasa kepada anak.
12:14Kita lihat bentuk kedekatannya.
12:16Apakah masih wajar.
12:17Kalau sudah tidak umum.
12:19Tidak biasa.
12:20Cut.
12:21Berhentikan.
12:23Bicara pada anak untuk menyelesaikan hubungan tersebut.
12:27Jadi memang di sini peran orang tua paling penting mbak.
12:30Dari semua pihak.
12:32Oke.
12:33Bu Joss kalau child grooming ini bisa terjadi juga gak ke laki-laki kemudian.
12:38Ada perbedaan keantaraan child grooming dengan eksploitasi.
12:41Atau ini justru apa ya.
12:42Semacam tahapan begitu dari child grooming berujungnya ke eksploitasi itu tadi.
12:46Siapapun anak dengan jenis kelamin apapun itu bisa mengalami child grooming.
12:52Child grooming itu diupayakan karena tujuannya justru eksploitasi.
12:59Eksploitasinya gak hanya seksual ya.
13:00Bisa finansial.
13:02Bisa anak dipekerjakan.
13:04Di tanda kutip diperas dan sebagainya.
13:06Itu bisa terjadi.
13:07Jadi sebenarnya bentuk eksploitasi ini bisa bergerak ke berbagai arah.
13:12Dalam berbagai bentuk juga.
13:14Nah siapapun anaknya bisa siapapun mengalami.
13:18Tapi yang paling penting si pelaku tahu bahwa anak ini tidak dalam situasi emosi yang baik.
13:25Yang stabil.
13:25Yang harmonis dan sebagainya.
13:27Jadi namanya juga manipulator ya mbak.
13:29Jadi dia tahu sekali membaca keadaan.
13:32Dia pintar sekali mengarang keadaan.
13:35Memutar balikkan situasi.
13:37Dan dia pintar merancang.
13:39Child grooming eksploitasi ini sifatnya itu terencana.
13:44Dan sistematis.
13:45Jadi dia sudah punya pakem-pakem apa yang harus dilakukan.
13:50Kira-kira begitu.
13:51Dia sudah bisa merencanakan mau ngapain aja.
13:53Mau melakukan apa.
13:55Dan bagaimana cara bicara.
13:57Bentuk treatment apa.
13:58Dia sudah punya rencana itu.
14:00Dan karena ini sifatnya terselubung, tersembunyi.
14:03Umumnya orang umum tidak bisa membaca.
14:06Jadi di awal-awal proses seperti ini.
14:09Eksploitasi itu belum muncul.
14:12Dia masih hanya membangun rasa aman dan nyaman dalam relasi.
14:16Nanti setelah dapat tuh rasa aman.
14:18Percaya dapat.
14:19Kendali dapat.
14:20Baru dia lakukan eksploitasi.
14:22Jadi semua saja bisa terjadi.
14:24Oke.
14:25Bu Joyce.
14:25Kalau sekarang kita lihat kan media sosial begitu berkembang luas.
14:28Anak-anak juga bisa pake media sosial.
14:29Ini tentunya ya bisa terindikasi dimanfaatkan oleh pelaku child grooming.
14:33Gimana pola kasus yang biasa terjadi di medsos?
14:35Antisipannya seperti apa?
14:36Dan juga awareness untuk orang tua supaya jangan sampai anaknya ke depan bisa menjadi korban child grooming.
14:41Anak dalam usia undang-undang di Indonesia kan dibawah 18 tahun ya.
14:49Walaupun kita bisa melihat 17 tahun ke atas itu atau 15 tahun ke atas lah ya kita sebut.
14:56Perkembangannya sudah masuk remaja.
14:57Di mana mereka transisi dari anak menjadi dewasa.
15:01Nah disini treatment kepada anak berbeda pastinya.
15:05Anak di bawah usia remaja dengan remaja pasti berbeda.
15:09Jadi orang tua juga punya harus punya cara yang berbeda dalam melakukan treatmentnya, perlakuannya.
15:16Untuk media sosial saya selalu mengatakan pilih dan pilah.
15:21Jadi orang tua sejak dini itu mengajarkan memilih dan memilah konten, fitur,
15:28atau media apa yang bisa dikonsumsi oleh anak.
15:33Tidak semua akses di media sosial itu diberikan kepada anak.
15:37Pertama, durasi.
15:39Yang kedua, apa yang boleh dibaca, dilihat, dinikmati oleh anak.
15:44Itu harus dibatasi dan disepakati oleh anak dan orang tua.
15:48Jadi anak diajak ngobrol, di usia kamu yang bisa ditonton adalah ini, ini, dan ini.
15:53Kamu tidak diperkenankan nonton seperti ini, karena ini bisa berdampak untuk ini, ini.
15:59Dijelaskan dengan lebih lanjut.
16:00Supaya anak-anak itu secara logis bisa memahami,
16:03oh iya, kenapa saya dilarang karena ada alasan yang logis.
16:07Lalu berikutnya, pendampingan.
16:10Kadang-kadang anak kan perlu diajarkan dengan sesuatu yang tidak biasa.
16:15Ada orang tua mengatakan biar dia berkembang, biar dia dewasa.
16:18Boleh saja, namun ada batasan pendampingan.
16:21Jadi orang tua menonton bersama, contohnya YouTube misalnya gitu.
16:26Dia nonton, orang tua menjelaskan apa sih yang terjadi di video itu gitu ya.
16:31Apa sih yang dimaknai oleh si aktornya dalam video itu, dijelaskan pada anak.
16:37Jadi ketika anak menonton, dia mendapatkan narasi, penjelasan yang memahami isi dari video itu.
16:42Dan pastinya yang ketiga, untuk anak-anak tertentu dibuat sebuah larangan strik gitu, ketat.
16:48Ya, ada kan anak-anak yang memang tidak mudah untuk diajak berkomunikasi
16:52karena hubungannya sudah tidak harmonis dari awal.
16:55Dibuat larangan yang keras.
16:57Ada sanksi, ada reward, dan ada punishment yang bisa diberikan kepada anak.
17:02Kalau dia bisa mentaati apa sih hadiah yang bisa dia dapatkan,
17:06kalau dia nggak bisa mentaati apa sanksi yang bisa didapatkan.
17:09Sanksi ini bukan sanksi fisik, sanksi yang merugikan,
17:12tapi sanksi yang konstruktif.
17:14Contoh, dia harus nyapu rumah selama seminggu, kalau dia nggak mentaati aturan itu.
17:18Atau uang jajannya dipotong 50% dan sebagainya.
17:22Nah, atau koneksi internetnya diputus, misalnya gitu ya, nggak diprovide.
17:27Nah, ini boleh diupayakan oleh orang tua, namun disepakati.
17:31Jadi anak paham sanksinya, anak paham apa yang menjadi rewardnya,
17:36kalau dia menaati itu. Kira-kira gitu.
17:38Oke, jadi tidak hanya soal bagaimana afeksi atau kasih sayang,
17:41tapi juga rasa aman, komunikasi yang sehat,
17:43dan juga orang tua juga harus bisa memberitahu soal bagaimana bonderis,
17:46batasan, pergaulan anak-anak.
17:49Karena yang bisa menjadi korban tidak hanya perempuan,
17:52tapi juga bisa terjadi kepada laki-laki,
17:54dan kalau misalnya merasa ragu juga bisa meminta pertolongan ahli.
17:57Terima kasih psikolog dan grafolog Ibu Joyce Mandrung
17:59sudah bersama di Sapa Indonesia pagi.
18:01Sehat selalu, Ibu.
18:03Terima kasih, selamat pagi.
18:04Terima kasih.
Komentar