- 2 bulan yang lalu
Oegroseno menegaskan, perkara ijazah ini bukan isu sepele. Menurutnya, kasus tersebut menyangkut legitimasi seorang mantan kepala negara.
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saya juga tidak tahu yang ada di jasa Pak Jokowi ini itu foto siapa, sampai sekarang saya masih tanda tanya, karena belum ada penjelasan secara teknis, forensik, atau laboratorium kriminalistik, atau laboratorium forensik, seperti belum ada.
00:15Secara hukum Pak Jokowi tidak ada kewajiban untuk memperlihatkan jasa itu kepada TPUA, mengingat TPUA adalah bukan merupakan suatu institusi yang diberi kewenangan sebagaimana layaknya aparat penegak hukum.
00:30Untuk itu, karena segala dalil-dalil gugatan yang disampaikan oleh penggugat, kami selaku tegas satu, selaku kuasa hukum Pak Jokowi menyangkal secara tegas, sesuai HIR 163, justru penggugatan yang harus membuktikan.
00:53Halo, Sobat Kemas TV. Berjumpa kembali dengan saya, Jocelyn Valencia.
00:57Dan Sobat Kemas TV, seperti biasa di Sumkes, kali ini kita akan membahas isu-isu terkini, tak lain-tak bukan masih soal ijasa Jokowi nih, Sobat Kemas TV.
01:06Dan Sobat Kemas TV, wangka polori periode 2013-2014, Komjen Pool, pun Ugro Seno menjadi salah satu saksi yang dihadirkan penggugat citizen lawsuit atau CLS terkait kasus ijasa Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo atau Jokowi.
01:20Dan Pak Ugro ini bersaksi di pengadilan negeri Surakarta, Jawa Tengah, selasa 13 Januari 2026.
01:27Dalam kesaksiannya nih, Sobat Kemas TV, beliau mengungkapkan perbedaan wajah dalam ijasa Jokowi yang beredar dengan yang ada di buku alumni.
01:35Lalu, bagaimana ya? Keyakinan itu bisa berkekuatan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum?
01:41Saat ini sudah hadir bersama saya, Bapak Ugro Seno, yang baru saja mendarat di Jakarta siang hari ini.
01:47Halo Bapak, selamat siang. Terima kasih sudah meluangkan waktunya, Bapak. Apa kabar?
01:51Selamat siang. Kabar baik, saya Selin.
01:53Baik, terima kasih Bapak. Baru tiba pukul berapa ini tadi, Bapak?
01:58Tadi baru jam 12 lah.
02:02Baru jam 12? Wah, satu jam. Kemudian langsung sama Kompas TV ya.
02:06Terima kasih ya Bapak untuk kontonya.
02:09Bapak langsung saja, mungkin boleh diceritakan sedikit, Pak, gambaran besarnya bagaimana kesaksian Bapak di persidangan kemarin.
02:16Iya, saya diminta hadir untuk sebagai saksi, ya kan, mengenai kaitan dengan gugatan citizen lawsuit atau CRS di pengadilan negeri Solo.
02:31Ya, kaitannya dengan ijasa, dugaan ijasa palsu, Pak Jokowi.
02:37Kenapa berlarut-larut dan kebetulan pada saat sidang situ, saya juga ditunjukkan tentang adanya dokumen.
02:46Salah satu dokumen adalah ijasa yang dimiliki oleh alumni juga, Fakultas Kutana UGM,
02:53yang diterbitkan tanggal 7 Mei kalau misalnya, 1985, dan juga ada foto atau kopi yang katanya dimiliki oleh Pak Ijasa, Pak Jokowi,
03:12yang selama ini juga sudah beredar di mana-mana seperti itu.
03:15Saya melihat seperti itu, dan terutama saya lihat pertama fotonya, kan, gitu.
03:21Saya juga tidak tahu yang ada di jasa Pak Jokowi ini, itu foto siapa?
03:26Sampai sekarang saya masih tanya-tanya, karena belum ada penjelasan secara teknis, forensik,
03:34atau laboratorium kriminalistik, atau laboratorium forensik, ya, seperti belum ada.
03:37Saya tidak bisa menduga apakah itu Pak Jokowi, apakah itu sering disebut juga ada Pak Dumatno,
03:45apakah itu Pak Harimulyono, saya tidak pernah ini berspekulasi.
03:50Tapi kalau foto yang ada di situ, saya lihat saya pernah ketemu Pak Jokowi dulu kan Februari 2015, nih.
03:58Nah, saya melihat kok sangat berbeda di situ, ya.
04:01Itu baru foto di situ.
04:02Belum yang lain-lain yang saya bandingkan, misalnya dalam ijasa yang dikeluarkan tahun yang sama,
04:09tanggal dan bulan yang berbeda, ya kan.
04:13Apakah materi yang berlaku tahun 1985 itu materi yang 500 rupiah atau 100 rupiah?
04:21Yang dimiliki, yang diduga ijasa Pak Jokowi tadi materinya 100 rupiah.
04:25Itu bulan November 1985.
04:28Tapi yang ijasa yang dinyatakan oleh adiknya, karena kakaknya sudah meninggal dunia tadi,
04:36itu materinya 500 rupiah.
04:41Nah, yang betul yang mana?
04:42Ini juga perlu memang menjadi petunjuk, ya.
04:45Ditanyakan kepada pihak kantor pos untuk ngecek.
04:50Materi tahun 1985 itu materinya berapa?
04:54Ini kan tiap tahun kan berubah pasti seperti itu.
04:55Tahunnya juga berubah.
04:56Itu yang menarik bagi saya di situ.
04:59Tadi kan Bapak mengatakan bahwa Bapak melihat ada perbedaan foto gitu ya, wajahnya berbeda.
05:04Kemudian bagaimana keyakinan itu bisa berkekuatan, Pak, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum?
05:09Ya, semua keterangan-terangan siapapun itu kan menjadi petunjuk.
05:13Jadi, kembali ke alat bukti.
05:16Kalau dalam bidanan itu alat bukti, keterangan saksi, ya.
05:20Ada beberapa saksi, mungkin keterangan ahli, juga ada beberapa ahli.
05:25Kemudian ada surat, ada petunjuk, ya.
05:29Ada keterangan terdakwa.
05:31Keterangan tersangka itu sudah tidak masuk alat bukti.
05:33Tapi hanya keterangan yang diberikan oleh seorang tersangka atau terdakwa di pengadilan seperti itu.
05:39Jadi, petunjuknya menurut saya sangat kuat sekali.
05:43Kalau kita mau lihat gelar perkara yang disampaikan selama beberapa kali di media sosial juga sampaikan,
05:52misalnya berkaitan dengan harian kedaulatan rakyat.
05:56Itu petunjuk yang akurat, nama-nama itu.
05:59Jadi, benar atau tidak, itu kan perlu diteliti seperti itu.
06:02Jadi, ini kasus ini bukan kasus yang dianggap remeh bagi saya karena menyangkut mantan kepala negara, ya.
06:09Pempresiden, ya. Jadi, benar-benar membutuhkan ekstra proses penyidikan yang hati-hati.
06:18Penahanan itu diadakan dulu, lah.
06:20Jadi, kalau ini tidak bisa dibuktikan, saya berpikir sebetulnya yang paling berhak ke depan nanti, ya.
06:28Untuk menjadi kasus-kasus yang berkaitan dengan mantan kepala negara, mantan pejabat pembentang,
06:34yang sekarang kita juga banyak lihat kriminalisasi oleh pihak aparat penegak hukum,
06:40terutama KPK, ya, seperti mantan dirut Pertamina Bukeren, Agustina.
06:45Kemudian ada juga Pak, siapa, yang Tom Lembong.
06:49Ada juga sekarang yang kaitan Nadiem, ya.
06:51Yang sebelumnya Bu Ira, itu.
06:54Saya berpikir ke depan, nih, apa perlu seperti Amerika, ada semacam biru investigasi.
07:01Kalau di sana federal, ya di sini, saya tadi malam diskusi juga dengan kawan-kawan di Solo,
07:06bahwa BIN yang badan intrisi negara itu berubah menjadi badan investigasi negara, seperti itu.
07:14Itu BIN akan lebih berperan aktif untuk bisa menangani kasus-kasus.
07:19Seperti yang sekarang terjadi, juga yang baru-baru ini, Bandara Morowali.
07:23Itu siapa yang menangani?
07:24Sepertinya, ya, ada mayam saja, gitu, kalau tidak ada perhatian sama sekali,
07:30apa yang telah dilakukan oleh Pak Menteri Pertahanan, Pak Sabri Samjodeng, gitu, ya.
07:34Seperti itu.
07:35Oke.
07:36Bapak, tadi kalau misalnya saya menyeroti soal tim, gitu, ya.
07:40Bapak mengatakan bahwa mungkin perlu ada tim investigasi, begitu.
07:42Apakah menurut Bapak Groh sendiri, tim yang menangani kasus ini kurang, Pak?
07:47Kurang, mungkin kurang banyak, kurang cekatan, atau bagaimana Bapak melihatnya?
07:52Ya, ada kalau bahasa Jawa itu ewoh-pekewoh.
07:55Kenapa?
07:57Sejak dulu kan Polri masih bergabung dengan ABRI.
08:03Itu adjudan presiden kan dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri.
08:07Tapi sejak reformasi 98 kan, sepertinya Polri udah bisa dengan TNI ini.
08:13Nah, penjaga kedulatan ini, tahun jamnya kan TNI.
08:15Polri tidak bermain di situ.
08:18Nah, kedulatan negara ini di dalamnya juga ada pemerintah, ada wilayah, ada warga negara, dan sebagainya.
08:24Ini kan tanggung jawabnya TNI, kedulatan ini.
08:27Jangan sampai di-takeover atau dimasuki atau infiltran dari negara asing, ya kan.
08:32Nah, setelah reformasi, apakah Polri itu masih diperlukan sebagai adjudan presiden?
08:37Nah, kalau sudah pernah menjadi adjudan presiden lima tahun, atau mungkin lebih, atau nggak usah sampai lima tahun.
08:45Itu rasa ewoh-pekewoh tidak bisa dihilangkan.
08:49Sebagai contoh, dulu saya mengalami waktu tahun 1999.
08:541999, ya kan.
08:57Kapolri-nya kalau salah Pak 2000 lah, waktu itu Pak Bimantoro ya.
09:05Itu ada kasus Buloget, presiden Guster, diminta keterangan sebagai saksi, diperiksa di sana, nggak ada masalah.
09:12Jadi, rasa ewoh-pekewoh itu harus dilahkan.
09:14Nah, kalau ini masih ada ewoh-pekewoh, saya rasa kasus-kasus yang menyangkut pejabat-pejabat tinggi di NKRI ini,
09:24kemudian menyangkut dengan kedelatan wilayah, ya kasus bandara IMIP di Morwali,
09:30nah kemudian kasus-kasus menyangkut kekayaan alam Indonesia, kekayaan negara,
09:36nah ini bisa ditangani oleh badan investigasi nasional tadi, termasuk korupsi.
09:41Menurut saya, ke depan kalau badan investigasi negara ini bisa dibentuk,
09:47KPK dibubarkan saja sudah bisa ditangani oleh badan tersebut.
09:52Pak, ini kita kembali sedikit mengenai kasus ijasa Jokowi yang sebelumnya Bapak nyatakan
09:57bahwa petunjuknya Bapak sudah yakin nih, sangat kuat petunjuk yang sudah ada gitu ya.
10:02Kemudian, siapa saja Pak yang menjadi referensi Bapak untuk menguatkan keyakinan
10:07atau bukti-bukti pendukung tersebut, Pak?
10:09Ya, saya pernah katakan bahwa jangan lagi dibawa ke arah seperti fokus kepada tersangka
10:20adalah Pak Jokowi sebagai pemilih ijasa tersebut.
10:24Analisa saya ini apa Pak Jokowi punya kemampuan seperti itu?
10:27Tapi jawabannya bisa punya, bisa juga tidak.
10:31Tapi siapa mastermindnya, otaknya, aktor intelektualnya disini?
10:36Nah, dengan kondisi yang seperti itu, saya melihatnya, ya kan,
10:40sejak Pak Jokowi menjadi wali kota pertama kali, kemudian kedua,
10:44kemudian gubernur DKI dan presiden itu,
10:47kita melihat KPU saja, komisioner KPU,
10:51baik di Kota Solo, dua kali pendaftaran,
10:55kemudian di Jakarta, dan di KPU RI.
11:00Ini menjadi tersangka utama dulu.
11:02Nah, tersangka utama ini untuk membuktikan
11:04apakah ijasa yang digunakan oleh KPU
11:07yang meloloskan calon presiden
11:10atau calon kepala daerah tadi,
11:12itu sudah dilakukan langkah-langkah verifikasi faktual
11:18yang akurat.
11:20Misalnya, dibuatkan berita acara,
11:24ya kan, sama berita acara,
11:26bisa KPU minta bantuan Polri,
11:29kan ada gak kumdu, gak pernah ganggu terpadu.
11:33Untuk memeriksa misalnya,
11:34rektor UGM waktu itu ya,
11:38kemudian mungkin ada Dekan,
11:40kemudian ada juga dosen,
11:44ada kawan-kawannya dan sebagainya.
11:46Ini kan untuk kepentingan
11:48pimpinan negara ke depan.
11:50Nah, kemudian juga ijasa tersebut
11:52dimasukkan di media,
11:53sehingga KPU ke depan harus bekerja
11:57sebaik dan serapi mungkin,
12:01dan kita harapkan
12:02kepala negara itu benar-benar
12:05kepala negara yang memenuhi syarat
12:07sesuai dengan undang-undang pemilihan umum tadi.
12:11Bapak melihat ada kejanggalan lain gak Pak,
12:13yang ditemukan,
12:14dan harus diungkap klarifikasinya
12:15ke publik sebetulnya
12:16dalam polemik kasus ijasa ini?
12:19Ya.
12:21Sepertinya dokumen tadi,
12:23ijasa yang diduga
12:25dimiliki Pak Jokowi tadi,
12:27ya kan,
12:28secara kasat mata,
12:29kita sudah bisa melihat.
12:30Nah,
12:31pemeriksaan laboratoris tadi saya katakan
12:33melakukan pemeriksaan tanda tangan.
12:38Di situ ada rektor,
12:40ada dekan.
12:42Ya kan,
12:43itu bisa,
12:44kalau tanda tangan biasanya melihat
12:45identik atau tidak identik
12:47dengan tanda tangan yang
12:49dekan atau rektor yang
12:50dilihat bahwa dia tanda tangan
12:53di ijasa tersebut.
12:54Kemudian,
12:56jenis kertas,
12:58tinta,
12:59ya kan,
13:00kemudian juga dilihat
13:01apa,
13:03security pengamanannya
13:04untuk ijasa tadi.
13:06Ya kan,
13:07itu kan juga bisa dibuktikan
13:09seperti itu,
13:09apalagi dengan teknologi sekarang,
13:11dengan teknologi
13:12apa,
13:14digital yang ada,
13:15yang bisa dilakukan
13:16pemeriksaan cara forensik tadi.
13:18Nah,
13:18kemudian bagaimana
13:20dokumen pendukungnya?
13:21Ya,
13:23kemudian ada pemberitahuan
13:24misalnya di media cetak
13:25saat itu tahun 80.
13:27Kemudian juga bisa
13:28dilihat transkrip nilai.
13:29Kemarin juga saya lihat ada
13:30nilai-nilai segitu
13:33yang dibandingkan tadi,
13:36itu semuanya diketik
13:38rapi,
13:40bukan ditulis tangan.
13:41Seperti itu.
13:43Nah,
13:43kemudian ada nggak waktu
13:44saat judisium di situ?
13:46Kemudian KKN,
13:48foto-foto mungkin,
13:49itu dikumpulkan.
13:49Jadi,
13:51menurut saya,
13:52laporan yang dilaporkan
13:54di Paris Game itu
13:55seharusnya dibuatkan
13:56laporan polisi,
13:57bukan Dumas.
13:59Dumas itu tidak dikenal
14:01di hukum acara bidana.
14:03Dalam hukum acara bidana
14:04dikenal laporan
14:05atau pengaduan.
14:06Itu maksudnya
14:06delik biasa
14:07kalau laporan itu
14:08atau delik aduan.
14:10Nah,
14:11itu biasanya dituangkan
14:12dalam laporan polisi.
14:13Bukan laporan biasa
14:14atau Dumas seperti itu.
14:15Nah,
14:16ini mungkin harus di,
14:17bagi saya,
14:18ya,
14:18harus disempurnakan
14:19sebelum ini nanti
14:20berlarut-larut
14:21harus mengorbankan
14:24yang,
14:24ya,
14:25kemarin kan sudah ada
14:26korbannya,
14:26misalnya,
14:27menurut saya nih,
14:28Bambang Tri sama Gus Nur.
14:30Nah,
14:30ke depan ini,
14:31hal-hal seperti ini
14:33apa akan dilakukan
14:34berulang seperti itu?
14:35Nanti kan,
14:37apa yang dikatakan
14:38negara demokrasi,
14:40negara yang
14:40berdasarkan hukum,
14:42segala kan
14:42tidak berlaku di Indonesia
14:44seperti itu.
14:45Oke.
14:47Pak,
14:47kalau misalnya kita mengungkap
14:48soal kejanggalan-kejanggalan
14:49tadi yang sudah Bapak sebutkan,
14:51ya,
14:51mulai dari transkrip nilai
14:53yang diketik rapi,
14:54bukan ditulis tangan,
14:55dan lain sebagainya.
14:56Tapi kan dari pihak UGM-nya,
14:58universitasnya sendiri
14:59telah menyatakan
15:00keaslian ijazah Jokowi ini.
15:02Nah,
15:02apakah berdasarkan
15:03pernyataan dari UGM-nya sendiri,
15:04ini Bapak,
15:05polisi tidak bisa menyatakan
15:06bahwa ijazah Jokowi
15:07memang asli?
15:08Itu bagaimana pandangan Bapak?
15:11Ya,
15:12kalau lesanya kita tanya
15:13paranormal atau
15:15dukun juga bisa.
15:16Kan harus diberitacara.
15:19Dan nanti misalnya
15:20orang tidak puas
15:21dengan penegang hukum
15:22di dalam negeri,
15:23lapor ke internasional.
15:25Ya kan,
15:26kita lebih parah.
15:27Ya,
15:28menurut saya,
15:28ya,
15:29keterangan-keterangan sebut
15:30dibuat beritacara.
15:32Kalau suatu saat terbukti
15:33itu keterangan palsu
15:34tidak benar,
15:34kan ada sanksinya.
15:36Tapi kalau lesanya kan,
15:37ya,
15:38itu keterangan yang suruh itu
15:40dipertanggung jawabkan
15:41nanti di pengadilan,
15:42kan nggak bisa seperti itu.
15:43Jadi,
15:43harus dibuatkan
15:44berita acara
15:45pemeriksaan seperti itu.
15:46Jadi,
15:47dibuatkan laporan polisi dulu,
15:48nanti beberapa saksi-saksi
15:50yang ada itu
15:50diperiksa,
15:52bisa diperiksa di kantor polisi,
15:54atau diperiksa di tempat
15:55yang bersangkutan berada
15:57karena kesibukannya.
15:58Nah,
15:58itu dalam berita acara
15:59dituangkan seperti itu.
16:00jadi nggak bisa murni dari pihak UGM
16:03yang mengeluarkan ijazah saja ya Pak ya?
16:05Tetap perlu diselidiki,
16:07kemudian ada berita acara
16:08yang nanti akan dipertanggung jawabkan juga
16:09nanti di akhir begitu ya?
16:11Ya,
16:11termasuk dokumen-dokumen yang ada
16:13harus bisa ditunjukkan.
16:15Bukannya sudah disimpan
16:16dan lainnya kata-kata,
16:18itu bukan proses dalam
16:20administrasi penyidikan
16:22seperti itu ya.
16:24Oke.
16:25Kemudian Bapak,
16:25Bapak Ugro merupakan sosok
16:27yang memiliki latar belakang
16:28sebagai reserse juga.
16:29Ini tadi Bapak juga sempat menyinggung
16:30ya seharusnya bukan kedumas
16:32dari es krim,
16:33tetapi kemudian bagaimana
16:34tahapan penyelidikan
16:35sebuah pembuktian kasus ini
16:36yang melibatkan dokumen foto, Pak?
16:38Yang seharusnya itu seperti apa?
16:41Ya,
16:42sekarang lebih mudah karena
16:43peralatan teknologi
16:46untuk membuktikan foto itu kan
16:48sudah ada.
16:51Kalau zaman dulu
16:52mungkin foto hanya dilihat
16:53secara spintas.
16:55Bentuk gigi.
16:56ya kan,
16:57bentuk mata
16:58yang ada panca indera
17:00di muka,
17:01di wajah itu kan
17:01bisa dilihat.
17:03Ya kan,
17:03seperti contoh,
17:04mengapa foto itu
17:06tidak boleh pakai kacamata
17:07misalnya.
17:09Saya tidak tahu
17:10teknologi bisa membuktikan
17:11enggak suatu saat
17:11biometrik dari mata itu
17:13bisa enggak
17:14diperiksa secara
17:16forensik di situ.
17:18Jadi,
17:19hal-hal yang sebetulnya
17:20sudah pernah dilakukan
17:22oleh para pendahulu kita
17:23misalnya,
17:24ya saya katakan
17:25foto ijazah kenapa
17:26tidak boleh pakai kacamata
17:27ya kan,
17:28apalagi kacamata hitam
17:29misalnya gitu.
17:30Biar suatu saat
17:31kalau ada masalah
17:31itu bisa dilihat.
17:33Mata itu
17:34untuk bisa menjadi
17:35biometrik aja
17:36untuk membuka
17:37pin atau password aja
17:39sudah bisa.
17:40Apalagi untuk
17:40membuktikan secara
17:41forensik kalau diduga
17:42ada kejahatan seperti itu ya.
17:45Oke.
17:46Kemudian Pak,
17:47kalau kita berbicara
17:48soal dokumen,
17:49itu sebetulnya apa sih Pak?
17:50Tolak ukurnya
17:51atau parameternya
17:52dokumen itu
17:52dinyatakan asli?
17:55Ya,
17:55begini.
17:57Kalau dokumen asli itu
17:59atau dokumen palsu,
18:01ya,
18:02kalau dimiliki
18:03seseorang disimpan sendiri,
18:04itu tidak ada masalah.
18:07Tapi,
18:07kalau saya punya dokumen asli,
18:09misalnya,
18:10sertifikat tanah,
18:12kemudian ada orang yang
18:13melihat,
18:15mengatakan bahwa,
18:16oh dokumen yang
18:17Pak Guru itu
18:18palsu,
18:18saya punya asli.
18:19Ya kan?
18:20Nah,
18:21ini yang lapor tadi
18:22harus dibuktikan oleh
18:23penyidik dulu,
18:25jangan,
18:25yang asli ini disita,
18:26yang punya saya,
18:27misalnya saya katakan tadi.
18:28Jangan.
18:30Kalau sertifikat tanah,
18:31ya dicek,
18:32minta keterangan
18:33ahli
18:34dari
18:35BPN.
18:37Kemudian,
18:37dulu tanah itu
18:38lokasi di mana?
18:39Ada nggak lurah
18:40atau kepala desa?
18:41Ada nggak camat?
18:42Ada nggak saksi-saksi
18:43di sekitar
18:43lokasi tersebut?
18:45Jadi,
18:46penyidikan yang berkaitan
18:48dengan dokumen
18:48asli atau palsu tadi,
18:50ini bukan hal yang mudah.
18:51Makanya banyak kejadian sekarang,
18:54pemilik sertifikat asli tanah,
18:55saya melihat yang di pengadilan
18:57Tangerang,
18:59di wilayah Provinsi Banten itu,
19:02yang sekarang sedang
19:02dipaksakan sedang itu,
19:04saya coba mengamati,
19:05kenapa yang pemilik
19:06sertifikat asli
19:07justru yang ditahan?
19:09Nah,
19:09masalah kriminalisasi
19:11seseorang itu,
19:13bagi saya,
19:13sejak saya bertugas di polisi,
19:15itu menjadi perhatian saya,
19:16konsen saya.
19:18Jangan ada lagi
19:18orang yang menjadi
19:19kriminalisasi,
19:20kriminalisasi seperti
19:21yang terjadi
19:22berkaitan dengan dokumen tadi.
19:23Nah,
19:24ijazah juga sama.
19:26Kalau itu misalnya
19:27ijazah tadi
19:28diduga palsu,
19:29dibuktikan dulu.
19:32Yang punya Pak Jokowi,
19:33nggak usah dipanggil dulu.
19:35Biarin pengawal Jokowi,
19:36nggak ada masalah.
19:38Dibuktikan dulu
19:39melalui UGM,
19:40kawan-kawan yang
19:41dikuliah-kuliah sama-sama,
19:42kemudian juga
19:43membanding,
19:44mungkin ada kawainya
19:45yang lulus sama-sama.
19:47Ya,
19:47kemarin yang membandingannya itu,
19:49kan,
19:49dia,
19:50ijazahnya terbit
19:51tanggal 7 Mei
19:52tahun 85.
19:53Pak Jokowi
19:54bulan November,
19:55bulan 11.
19:56Bidah 6 bulan.
19:58Ya,
19:58di situ.
19:59Jadi,
19:59hal-hal yang belum
20:00sinkron tadi,
20:02perlu dicek,
20:03materai.
20:04Kalau ada,
20:05kan bisa minta kantor pos.
20:06Ini penyelidikan yang
20:07butuh ekstraordinari
20:10tenaga,
20:11pemikiran luar biasa.
20:12Jadi,
20:12kalau dimatakan,
20:13itu perkara sepele,
20:14masalah fitnah.
20:16Fitnah itu harus dibuktikan dulu
20:17perkara pokoknya apa.
20:20Masa setiap saya
20:21ngomongin orang,
20:21nanti kena fitnah.
20:23Ya,
20:24itu yang kadang-kadang
20:24menjadi perhatian saya,
20:27seorang,
20:27ada warga masyarakat,
20:30bapaknya ditahan,
20:31anaknya perempuan
20:32mengurus,
20:32supaya bapaknya bisa ditanggungkan,
20:33kemudian didilecehkan
20:34oleh petugas pulisi
20:36di mana bapaknya ditahan.
20:37Begitu dilapor ke propam,
20:39yang benar,
20:39dilaporkan
20:40fitnah pencemaran
20:41nama baik.
20:42Kan tidak bisa seperti itu.
20:44Jadi,
20:44tidak mudah mengatakan
20:45laporan
20:46310,
20:48311 ke OHB itu
20:49semangunya sendiri itu ya,
20:52ada perkara pokoknya
20:53yang harus diungkap dulu.
20:55Perkara utamanya seperti itu.
20:57Apakah berarti ini ada hubungannya
20:59dengan pernyataan tegas bapak nih,
21:01soal institusi Polri
21:03itu bukan kantor titipan?
21:06Begitu ya Pak Pak Pak?
21:07Iya, gini.
21:08Kemarin
21:08yang ada di
21:10penyipi itu,
21:12itu barang bukti
21:13atau barang?
21:15Kalau barang
21:16berarti kan barang titipan.
21:19Bukan disimpen.
21:20Bukan safety box.
21:22Di kantor musisi
21:22nggak ada safety box.
21:24Jadi harus jelas.
21:26Kalau itu barang bukti
21:26berarti itu barang
21:27hasil kejahatan.
21:28Jadi hati-hati
21:29bicara tentang
21:29barang atau barang bukti.
21:30Tapi kalau disebut
21:32barang titipan,
21:33barang titipan itu
21:34di kantor polisi
21:36tidak ada aturannya
21:36di hukum acara pidana
21:38maupun di peraturan-peraturan
21:40Kapolri.
21:40Nggak tahu kalau sekarang
21:41ada peraturan Kapolri
21:42yang baru ya.
21:43Tapi
21:44ya saya tahunya
21:45jasa titipan itu
21:46dari kecil ya
21:47titipan sepeda,
21:48sepeda motor
21:48sama titipan mobil.
21:50Itu aja.
21:52Kemudian ini Bapak
21:53yang cukup menarik
21:54perhatian juga ya.
21:55Bahwa ketika tadi
21:56Bapak mengatakan
21:57yang bisa menjadi
21:58tersangka utama
21:59itu mungkin dari pihak KPU
22:00dan jajarannya begitu.
22:03Nah
22:03kemudian begini Bapak,
22:06ini kan kasusnya sudah lama
22:07hingga saat ini
22:08belum selesai begitu.
22:10Tetapi kan Pak Jokowi juga
22:11sudah menjabat itu
22:12ada beberapa jabatan
22:13termasuk menjadi
22:14Presiden Ketujuh Republik Indonesia.
22:16Nah
22:17jika Bapak
22:18kasus ini diselidiki
22:19lebih lanjut
22:20kemudian hasilnya
22:20tidak sesuai
22:21dengan yang diinginkan
22:22bukannya itu
22:23bisa merusak demokrasi
22:24atau kepercayaan publik
22:25gitu ya
22:26terhadap
22:27pemerintahan gitu.
22:29Kemudian
22:29bagaimana pandangan
22:30Bapak terkait hal itu
22:31dan mengapa
22:32kasus ini tuh
22:33harus dibuka
22:34dengan tuntas
22:35dan seterang-terangnya?
22:37Ya
22:38kalau memang itu
22:39terbukti ya
22:41kalau terbukti nih
22:42bahwa ijazah tersebut
22:43adalah palsu
22:44kan proses
22:46Pak Jokowi
22:47menjadi Presiden
22:47dua periode
22:48kan 2014
22:49sampai 2024
22:49sudah selesai ya
22:50kan tidak mungkin
22:52itu akan dihapus
22:53di delete
22:53ini perjalanan
22:56sejarah bangsa
22:56dan itu
22:57masuk perjalanan sejarah
22:58yang harus diberitahukan
22:59kepada para
23:00generasi-generasi
23:02penerus kita nanti
23:03ya kan
23:03nah
23:04kalau memang
23:06terbukti bahwa
23:07ijazah palsu
23:09ya bagi saya
23:10terbukti
23:11pidana
23:12pidana dulu
23:13ya kan
23:14kita ada
23:15selain penyidik
23:16polri
23:17ada juga kejaksaan
23:18nah
23:18saya membaca
23:19di undang-undang kejaksaan
23:20ya pasal 35
23:21huruf C
23:22kalau misalnya
23:22ada kemenangan
23:24deponering
23:24tapi terbukti dulu
23:25pidananya
23:26nah
23:27jaksa berhak
23:28mengesampingkan
23:28perkara pidana
23:29demi kepentingan umum
23:30karena beliau
23:31mantan presiden
23:32nah setelah itu
23:33apa yang dilakukan
23:34jaksa tadi
23:35sampaikan kepada
23:36DPR
23:36MPR
23:37nah itu
23:39tersat DPR
23:39MPR
23:40apakah akan
23:40mengambil langkah-langkah
23:41keputusan politis
23:42ya keputusan
23:43juridis
23:44sudah ingkras
23:44sudah selesai
23:45karena menyangkut
23:46pimpinan negara
23:48ya
23:48jadi kejaksaan agung
23:50nah kemudian
23:51DPR
23:51MPR akan
23:52memutuskan
23:52apakah
23:53hak-haknya
23:53beliau sebagai
23:54mantan
23:55kepala negara
23:56di jabut
23:56dan sebagainya
23:57ya
23:57ini harus ada
23:58ada proses
23:59seperti itu
24:00supaya ke depan
24:00tidak terjadi lagi
24:01bahwa
24:02ya kalau ketahuan
24:04itu risiko
24:05kalau nggak ketahuan
24:06itu ya
24:06ya lah itu
24:07apa ya
24:09keuntungan
24:10seperti itu
24:10jangan gambling
24:11seperti itu
24:11ini kepala negara
24:12ya kan
24:13saya tidak bisa
24:14membayangkan
24:15kalau zaman
24:15Bung Karno
24:16Pak Arto
24:17Pak Bibi
24:18Gus Dur
24:18Bumega
24:19Pak SBI
24:20juga ada hal
24:21seperti ini
24:22wah mungkin ya
24:23kita nggak akan
24:24tenang seperti
24:24negara kita
24:25seperti itu
24:26oke
24:28Pak kemudian
24:29setelah kesaksian
24:30kemarin
24:30kedepannya
24:31langkah hukum
24:33apa nih
24:33yang akan
24:33Bapak ambil
24:34soal
24:35kasus ijasa
24:35Jokowi
24:36saya
24:37saya memberikan
24:38saran kepada
24:39pemerintah
24:40pada
24:40Pak
24:41Prabus
24:42sekarang ya
24:42Presiden
24:43harus bicara
24:45dengan beberapa
24:46ahli-ahli hukum
24:47disitu
24:48pakar
24:48ya bagaimana
24:49menangani
24:50ini bukan
24:50perkara
24:51fitnah
24:52penjemahan
24:53nama baik
24:53antara
24:54warga
24:55dengan warga
24:56masyarakat
24:56biasa
24:56orang yang
24:58pernah memimpin
24:58negara
24:59kesatuan
24:59Republik Indonesia
25:00pernah mengambil
25:01kebijakan
25:01baik di bidang
25:03ideologi
25:04politik
25:05ekonomi
25:06sosial
25:06budaya
25:06pertahanan
25:07keamanan
25:08agama
25:08urusan haji
25:10dan sebagainya
25:11ini kan
25:12perlu ekstra
25:13hati-hati
25:14ke depan
25:14jangan sampai
25:15kita mundur
25:17lagi ke jaman-jaman
25:18sebelum
25:18reformasi
25:19bahkan sebelum
25:2065 atau sebelum
25:21tahun 45
25:22seperti itu
25:22jangan sampai terjadi
25:23lagi
25:23oke
25:25bapak
25:26ini kita
25:27traceback sedikit
25:27sebelum pertanyaan
25:29terakhir
25:29itu kan
25:30kalau misalnya
25:31kita mau
25:31mencalonkan diri
25:32menjadi kepala
25:32negara
25:33terutama
25:33itu kan
25:34perlu dokumen-dokumen
25:35yang cukup
25:35kompleks juga
25:36kemudian
25:37seleksi-seleksi
25:37yang memang
25:38bertahap
25:38kok bisa
25:39bapak
25:40maksudnya
25:41kasus
25:42seperti ini
25:42bisa menjadi
25:43obrolan
25:44hingga saat ini
25:45apakah
25:47memang ada
25:47missing
25:48sesuatu yang
25:49missing
25:49ketika proses
25:51pencalonan
25:52pada saat itu
25:53bapak melihatnya
25:54seperti apa
25:55saya
25:57melihatnya
25:58begini
25:58kalau
25:59awalnya
26:00ini kan
26:01pasti kan
26:01ada pencetusnya
26:02siapa
26:02gitu loh
26:03ya kan
26:03jadi
26:04biasalah
26:06kadang-kadang
26:07kita juga
26:07ingin
26:08merendah
26:09seperti itu
26:09ya kan
26:10misalnya nih
26:11ini saya lihat
26:11apa yang
26:13disampaikan
26:14melalui media sosial
26:15ya
26:15jadi
26:16mengatakan
26:17bahwa
26:18oh
26:18IP saya dulu
26:20di bawah dua
26:21misalnya
26:22di Indonesia ini
26:24kan banyak orang-orang
26:25pintar
26:25orang-orang yang pernah kuliah
26:26dan sebagainya
26:28nah orang-orang yang mencari
26:29dari situ
26:29apa bener
26:30apa bener
26:30apa bener
26:31apa bener
26:31gitu
26:31ternyata ditulusuri
26:33itu tadi
26:34kenapa waktu
26:35daftar pertama
26:35misalnya
26:36orang
26:37dulu dokterandes
26:38kemudian berupa
26:40insinyur
26:41dan sebagainya
26:41apa semudah itu
26:43ya kan
26:44saya
26:45belum
26:46SDG aja
26:47gak berani
26:48pakai
26:48dokter
26:49misalnya gitu
26:50juga gak berani
26:50seperti itu
26:51jadi
26:52hal-hal
26:53seperti ini
26:53yang muncul
26:54dari awal
26:54akhirnya orang
26:55mencoba
26:55meneliti
26:57gitu loh
26:58apa
26:59bener sih
26:59kalau
27:00bener seperti itu
27:01ya
27:01selesai
27:02tapi setelah
27:03ditemukan
27:04ternyata
27:04banyak hal-hal
27:05yang
27:06mengandung
27:07tidak kebenaran
27:08akhirnya bergulir
27:08seperti ini
27:09nah
27:09muncul
27:10karena masih
27:10banyak
27:11yang di belakang-belakang
27:12ini
27:12atau di depan
27:13saya gak tau ya
27:13kalau namanya
27:15influencer atau buzzer
27:16tadi ini di depan
27:17atau di belakang
27:17ini
27:17perang di sini
27:18jadi
27:19ini bukan ada
27:20kepentingan
27:21yang dikatakan
27:22orang besar gak
27:23ini hal yang biasa
27:24yang terjadi
27:26tapi
27:26mereka merasa
27:27punya tanggung jawab
27:28ke depan
27:29jangan sampai terjadi
27:30hal-hal seperti yang
27:31sekarang ini
27:31itu aja
27:32kalau Pak Jokowi
27:34sempat menyinggung
27:35soal ada aktor besar
27:36dibalik
27:36isu ijazah ini
27:38Bapak setuju gak
27:38gimana tanggapannya Pak
27:40ya
27:42saya juga mengikuti
27:43bagaimana
27:44kepeminan Pak Jokowi lah
27:45ya kan
27:45jadi
27:47ada
27:49apa
27:50penyimpanan uang
27:52di luar negeri
27:53ada berapa
27:5411 triliun
27:55sudah di kantong
27:57misalnya gitu
27:57ya kan
27:58tapi tidak pernah
27:59dikeluarkan dari kantong
28:00ya gitu
28:01jadi
28:01siapa yang coba
28:03macam-macam
28:04ya
28:05berbuat tidak benar
28:06nanti saya tinggal
28:08bisikan kepada
28:09Polri
28:10Kejaksaan
28:11KPK
28:12dan sebagainya
28:12sebetulnya kan
28:14hal-hal seperti itu
28:15tidak perlu disampaikan
28:16kemudian terakhir
28:18karena ada
28:18ini ada
28:19apa
28:20aktor yang besar
28:22tinggi besar
28:22dan sebagainya
28:23ya kalau memang itu
28:24tidak ada fakta
28:25menurut saya
28:26sebagai seorang negarawan
28:27ya
28:28ya kita kalau sudah
28:30jadi presiden
28:31itu
28:31pergi kemana-mana
28:33dikawalkan
28:33tidak usah takut
28:34tidak usah banyak
28:35ngomong
28:36ya cuma kerja
28:37bagaimana
28:38garis besar
28:40aluan negara
28:41bagaimana
28:42kebijakan
28:43program pembangunan
28:44yang terbaik
28:44ya seperti
28:46kepala negara
28:47kepala negara
28:48yang lain
28:48makanya kan
28:49pengalaman itu
28:50menjadi pemimpin itu
28:51itu benar-benar
28:52dibutuhkan
28:53tidak usah
28:54pemimpin besar
28:55pemimpin negara
28:56pemimpin baris-berbaris
28:58saja harus punya pengalaman
28:59kalau enggak
28:59pasukan jalan sendiri
29:00komandanya di belakang sendiri
29:01pasukannya masuk jurang
29:03komandanya
29:03cari-cari
29:04mana pasukan saya
29:05rupanya
29:06lupa memberikan
29:07apa-apa
29:08henti gerak
29:09nah itu
29:09akhirnya pasukannya
29:10masuk sungai
29:11semua seperti itu
29:12itu yang
29:12kita harapkan ke depan
29:14sekali lagi
29:15aturan-aturan
29:17yang sudah
29:18bagus ya
29:18jangan dirupa
29:19terutama usia
29:20makanya
29:22diabri dulu
29:23TNI dan PORI
29:24yaitu
29:25ada merit system
29:26jadi
29:27masa kerja
29:28perwira
29:29masa
29:29masa
29:30dinas
29:31berapa tahun
29:32ada masalah
29:33tidak
29:33itu sudah diatur
29:34tidak ada
29:36kenaikan pangkat
29:37luar biasa
29:38setiap saat itu
29:39tidak ada
29:39aturan abri dulu
29:41menurut saya
29:41lebih
29:42lebih bagus
29:43daripada yang
29:44sekarang-sekarang ini
29:45itu saja
29:45oke
29:47jadi tetap taat
29:48dengan aturan yang ada
29:48terutama adalah
29:49pemilihan pemimpin
29:50begitu ya pak ya
29:51ya
29:52oke
29:53baik
29:54dan pastinya
29:55sebagai warga negara
29:56tentu kita menginginkan
29:57proses pemilihan
29:58kepala negara
29:59yang jujur dan adil
30:00juga ya pak ya
30:00kemudian
30:01adakah harapan
30:02bagi iklim demokrasi
30:03dan kehidupan
30:04bernegara di Indonesia
30:05ke depan terkait hal ini
30:06ya
30:08saya juga
30:08berharap bahwa
30:10memimpin negara ini kan
30:11dan bangsa ya
30:13dengar dan bangsa
30:14cananya negara saja nih
30:15itu harus
30:16diperlukan
30:17ilmu lah
30:19ya
30:20kemudian juga
30:21talenta seperti itu
30:22kemudian
30:23moral
30:24atau mentalnya
30:25bagaimana
30:26kemudian pengalaman
30:27ya kan
30:28pengalaman perlu
30:29ya kan
30:30saya
30:30sejak awal
30:33menjadi polisi
30:34tidak pernah berpikir
30:35ingin jadi Kapolri
30:36saya hanya ingin jadi
30:40bagaimana sih
30:41menjadi polisi yang baik
30:42kenapa saya lakukan
30:43seperti itu
30:44karena sejak
30:45kelas
30:456 SD
30:47kelas 1 SMP
30:47saya
30:49seminggu sekali
30:51pasti melihat
30:51mendengarkan
30:52seorang polisi
30:53berbangkat
30:54komisaris besar
30:55waktu itu
30:56ya
30:57atau kolonel
30:58komisaris besar
30:58itu selalu
31:00menyampaikan
31:00tentang
31:01plan protection
31:04tentang
31:05pencegahan
31:05kejahatan
31:06supaya masyarakat
31:06tidak
31:07tidak menjadi
31:08korban kejahatan
31:09namanya si Barani
31:11saya masih usia
31:1212
31:1213 tahun
31:13sampai sekarang
31:14saya sudah usia
31:15sampai 70
31:16itu memori saya
31:17masih ada
31:18saya ingin jadi polisi
31:19karena saya melihat
31:20itu polisi yang baik
31:21yang seperti itu
31:22yang kita harapkan
31:23bisa memberikan
31:24bimbingan
31:25pembinaan kepada
31:26masyarakat
31:26seperti itu
31:27oke
31:29Bapak terima kasih banyak
31:31atas penjelasan
31:32dan pandangan
31:33yang telah disampaikan
31:34kita pastinya
31:34sama-sama berharap ya
31:36proses hukum
31:36yang tengah berjalan ini
31:37dapat memberikan
31:38kejelasan
31:39dan kepastian
31:40bagi masyarakat
31:41karena ini juga
31:42menyangkut demokrasi
31:42yang ada di Indonesia
31:43sehingga
31:44polemik ini
31:45dapat diselesaikan
31:46secara terlutas
31:47satu lagi
31:48saya tembakan
31:48sedikit saja ya
31:49boleh silahkan Bapak
31:50jadi
31:51yang terjadi
31:53debat-debat sekarang ini
31:54selalu mengatakan
31:56oh ini nanti
31:57diselesaikan
31:57di pengadilan
31:58ya kan
31:59karena dengan
32:01undang-undang kejahatan
32:02tidak perlu
32:03semua perkara
32:04bedanya itu
32:05harus pengadilan
32:05nah ini kan ada
32:08deponering
32:09jaksa tadi
32:09jadi
32:09jangan katakan
32:10oh nanti di pengadilan aja
32:12menurut saya itu
32:13kurang tepat juga
32:14ya kan
32:14kalau enggak
32:16nanti kan memberikan
32:16pekerjaan
32:17ekstrali kepada
32:18presiden
32:19terbitkan
32:20abolisi
32:21terbitkan
32:22amnesti
32:23terbitkan
32:23rehabilitasi
32:24ini yang hindari
32:25kalau itu memang
32:26bisa dilakukan
32:27penyidikan yang
32:28sempurna
32:29kemudian
32:30menyangkut
32:30pejabat negara
32:32ya
32:32cukup
32:33deponering
32:34kepada kejaksaan
32:36itu undang-undang kejaksaan
32:37kan harus kita
32:37hormati juga
32:38itu saja sih
32:39tambahan dari saya
32:39terima kasih
32:40oke baik
32:41terima kasih banyak
32:42Bapak Ugroh
32:43jangan lupa
32:44sampai Kompas TV
32:45terus saksikan
32:46Zoomcast
32:46yang mengulik
32:47isu-isu terkini
32:48hanya di
32:48Youtube channel
32:49Kompas TV
32:49Jocelyn pamit
32:51sampai jumpa
32:52terima kasih
32:53Jocelyn
32:53terima kasih
32:54Bapak
32:55Sampai jumpa
Komentar