- 2 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Kuasa Hukum Roy Suryo, Refly Harun hingga Tersangka Kasus Ijazah Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma bicara kejanggalan penanganan Polda Metro Jaya di Kasus Ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Hal ini disampaikan ketiganya saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Kamis (15/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Kuasa Hukum Jahmada Girsang juga soroti pemanggilan saksi dan ahli oleh Polda Metro Jaya pada 20 Januari 2026 mendatang.
Diketahui, berkas perkara atas nama tiga terlapor sudah dilimpahkan ke Kejaksaan pada 13 Januari.
Video Editor: Frashiva Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/644089/full-kata-refly-harun-roy-suryo-dokter-tifa-bicara-kejanggalan-polisi-urus-kasus-ijazah-jokowi
Hal ini disampaikan ketiganya saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Kamis (15/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Kuasa Hukum Jahmada Girsang juga soroti pemanggilan saksi dan ahli oleh Polda Metro Jaya pada 20 Januari 2026 mendatang.
Diketahui, berkas perkara atas nama tiga terlapor sudah dilimpahkan ke Kejaksaan pada 13 Januari.
Video Editor: Frashiva Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/644089/full-kata-refly-harun-roy-suryo-dokter-tifa-bicara-kejanggalan-polisi-urus-kasus-ijazah-jokowi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kawan-kawan semua, media masa, beberapa hal yang ingin kami sampaikan dalam kesempatan ini.
00:06Yang pertama dan utama adalah soal pelimpahan yang dilakukan oleh kepolisian Republik Indonesia S.Q. Polda Mitrujaya ke kejaksaan.
00:15Kejaksaan tinggi ya, harusnya.
00:17Counterpartnya kejaksaan tinggi mengenai kasus di klaster dua.
00:21Khusus klaster dua itu Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan kemudian Dr. Tifa, atau Tifa Ujia Tia Suma.
00:28Nah, kalau klaster satu itu boro-boro mau dilimpahkan, diperiksa saja belum sampai sekarang.
00:35Ini kan aneh, sudah ada unequality.
00:37Entah klaster dua ini apa istimewa pakai telur, kita nggak tahu juga ya.
00:41Nah, ada tujuh poin yang sudah kami rumuskan soal keberatan itu.
00:45Nanti akan ditambahkan secara simultan oleh Dr. Tifa, oleh Mas Roy, oleh rekan-rekan PH lainnya.
00:52Saya bacakan saja karena saya tidak hafal semua, ya kan?
00:55Oke, kami mengatakan begini ya, yang kami sampaikan, bahwa pelimpahan berkas perkara atas nama Roy Suryo,
01:04Rismon Sianipar, dan Dr. Tifa, atau Tifa Ujia Tia Suma, sangat prematur dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
01:11Dengan alasan-alasan sebagai berikut.
01:13Nanti saya bacakan, tapi yang lain nanti elaborasi.
01:15Satu, ahli dan saksi meringankan saksi adi charge yang diajukan tim kuasa hukum RRT belum diperiksa hingga saat ini.
01:24Jadi tim kuasa hukum RRT namanya bala RRT ya.
01:27Barisan, pembela, Roy, Rismon, dan Tifa.
01:31Tapi kami mendapatkan surat per tanggal 20 Januari, panggilan itu.
01:35Padahal sudah dilimpahkan, nanti akan dielaborasi oleh Bang Jagir ya.
01:38Kemudian, yang kedua, dari pemeriksaan terhadap RRT oleh penyidik pada tanggal 13 November 2025,
01:47pemeriksaan sebagai tersangka, dan gelar perkara khusus pada tanggal 15 Desember 2025 oleh penyidik Polda Mitrujaya,
01:55terlihat dasar penetapan tersangka sumir.
01:58Karena tidak ditunjukkan secara spesifik lokus deliktinya yang mana, tempus deliktinya yang mana, peristiwa pidananya yang mana.
02:06Yang ditunjukkan ke kami hanyalah sebuah tempus deliktinya yang panjang, yaitu 22 Januari sampai 30 April 2025.
02:14Tapi yang spesifiknya kita tidak tahu.
02:16Seperti kasus Sylvester kan kelihatan betul tuh.
02:19Demo di depan Mabes ya.
02:22Dan kelihatan kan kalimatnya apa, kemudian tempusnya di mana, lokusnya di mana, itu kelihatan.
02:27Oke.
02:28Kalau ini tidak jelas, nanti akan dijelaskan oleh teman kami.
02:30Kemudian, yang ketiga, nah ini bahasa Mas Roy, selembar kertas ijasa asli.
02:38Saya cuma bilang ijasa asli dalam ternyata kutip, ini selembar kertas ijasa asli yang diperlihatkan pada gelar perkara khusus pada tanggal 15 Desember 2025 oleh penyidik Polda Mitrujaya,
02:49justru makin meragukan dan menguatkan dugaan ijasa palsu Jokowi.
02:53Jadi, kenapa? Antara lain adalah terlihat dari proses yang tidak transparan.
02:58Jadi kalau kita bicara prinsip good governance, clean government, itu sangat tidak govern.
03:03Tidak boleh disentuh, tidak boleh diderabat, apalagi di foto.
03:10Tetapi dengan putusan Bonatua, di Komisi Informasi Pusat, kemarin,
03:15tidak ada lagi alasan untuk tidak memperlihatkan ijasa itu ke publik, kalau diminta.
03:19Iya, dan harus berani diteliti oleh publik sekalipun.
03:26Kemudian, empat, ini Mas Roy akan tambahkan nanti.
03:31Ahli yang dimintai keterangan oleh penyidik sangat meragukan dan tidak jelas keahliannya,
03:35diduga memanipulasi data atau informasi elektron, diduga.
03:39Jadi waktu gelar perkara khusus pada tanggal 15 Desember,
03:42kami berharap akan crossfire dengan ahli sana.
03:46Nah, ternyata tak satupun ahli dikeluarkan oleh mereka.
03:51Dan kita mendatangkan ahli, tiga orang ahli waktu itu yang didengarkan.
03:56Ada Profesor Tono Saksono, Ridho Rahmadi, PhD, dan kemudian Didit.
04:02Didit Mulyanto.
04:05Didit Mulyanto itu stand-up comedian.
04:08Yang kelima, pernyataan keaslian ijasa Jokowi oleh pihak penyidik sangat diragukan,
04:18dan penyidik bekerja tidak independen, karena itu dibutuhkan hasil laboratorium yang kredibel dan independen.
04:23Jadi kawan-kawan semua, tanpa menghilangkan respek dengan penyidik Polda Mitur Jaya,
04:29atau Barreskrim Mabespori, kami tidak terima sesungguhnya ketika mereka menyatakan itu asli,
04:37tanpa sebuah proses yang memadai dan transparan.
04:40Karena itu kita ingin ada the second, the third opinion, bila perlu.
04:45Karena itu kita bersurat kepada lembaga di luar reskrim, di luar Mabespori.
04:50Nah memang kita lihat apakah mereka bisa atau tidak,
04:54tetapi kita tidak bisa mengandalkan satu-satunya pada institusi yang kita anggap tidak netral.
04:59Ini mohon maaf ya, dalam kasus ini ya, kita tidak gebiak uya.
05:04Kemudian, nomor enam, penyidik melakukan tindakan berlebihan,
05:10bahkan penyalahgunaan kewenangan,
05:12dengan memasukkan pasal-pasal undang-undang ITE yang tidak relevan dengan delik aduan.
05:16Terlihat penyidik meng-entertain kasus ini demi Jokowi.
05:21Kenapa kami katakan demikian?
05:23Kan asal-muasalnya adalah delik pencemaran nama baik dan delik fitnah.
05:28Jokowi merasa dicemarkan dan di-fitnah.
05:30Tiba-tiba kok masuk pasal-pasal provokasi,
05:33pasal-pasal ujaran kebencian,
05:35pasal edit dokumen, manipulasi,
05:38kemudian edit dokumen seolah-olah itu dokumen yang otentik,
05:41dan semua pasal selundupan tersebut dalam tanda kutip,
05:44itu dengan ancaman di atas lima tahun semua.
05:49Enam tahun, delapan tahun, dua belas tahun.
05:52Padahal delik aduannya sendiri yang diadukan yang harusnya dipakai,
05:56yaitu pasal 310 KUHP yang lama,
05:58311 KUHP yang lama,
06:01kemudian pasal 27 undang-undang ITE,
06:03itu ancaman hukumannya bervariasi sembilan, dua, empat tahun saja.
06:06Jadi dari sini sendiri terlihat bahwa petugas melakukan entertaining
06:11dan kemudian kita menganggap overcharging.
06:13berlebihan.
06:16Kemudian,
06:18yang ketujuh,
06:19ini agak teknis,
06:21seluruh pasal yang dikenakan terhadap RRT
06:23tidak ada yang relevan dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
06:26Jadi,
06:27RRT ini dikenakan 6 pasal,
06:31dengan jungitoh-jungitohnya ya.
06:326 pasal itu tidak ada yang relevan.
06:35Satu, saya sebutkan ya dengan cepat.
06:37Pasal 310 KUHP,
06:39ini KUHP yang lama ya,
06:40itu mengenai pencemaran nama baik.
06:44Itu sudah dikatakan.
06:45Kalau untuk kepentingan umum,
06:47pencemaran nama baik itu tidak berlaku.
06:51Jadi, untuk kepentingan umum dan membela diri.
06:54Soal ijazah ini adalah soal kepentingan umum.
06:57Soal publik.
06:58Dan putusan KIP memperkuat itu.
07:00KIP mengatakan bahwa dokumen ijazah adalah dokumen publik.
07:04Jadi, tidak boleh ditutup-tutupi.
07:06Yang kedua,
07:07pasal 311 KUHP soal fitna.
07:11Fitna itu baru punya legitimasi
07:14kalau ada putusan pengadilan yang berkuatan hukum tetap
07:17yang mengatakan ijazah itu asli.
07:20Dan itu harus melalui putusan pengadilan tata usaha negara
07:22atau pengadilan perdata citizen lawsuit
07:26yang sekarang ada dan berproses di Solo.
07:28Selama belum ada putusan pengadilan yang berkuatan hukum tetap,
07:31mereka tidak bisa diproses.
07:33Itu kata Pak Mahfud juga.
07:34Kata Pak Jimli juga.
07:35Jadi, bukan kata kami saja.
07:39Yang ke C, pasal 27A
07:42itu mengenai pencemaran nama baik
07:45dengan dokumen elektronik.
07:46Sama, mutatis-mutatis dengan yang 310.
07:49Dan ditambahkan ada putusan MK
07:51bahwa yang namanya pencemaran nama baik ini
07:53tidak berlaku untuk para pejabat.
07:56Tidak berlaku untuk institusi.
07:58Tidak berlaku untuk kelompok masyarakat yang ajak dan lain sebagainya.
08:01Tapi Pak Jokowi kan bukan pejabat.
08:04Menurut kita masih pejabat
08:05karena dia masih tercatat di Danantara.
08:07Soal dia tidak bekerja dan tidak menerima gaji,
08:09itu soal lain.
08:11Tetapi, urusannya adalah urusan publik,
08:13bukan urusan private.
08:14Kemudian, pasal 28 ayat 2 undang-undang ITE,
08:20ITE 2024,
08:22mengenai ujaran kebencian.
08:24Pasal ini sering sekali digunakan.
08:27Bahkan Gus Nur dan Bambang tadi juga dikenakan pasal ini akhirnya.
08:30Selain berita bohong yang kemudian gagal,
08:33tetapi ujaran kebencian.
08:34Padahal di sini dibatasi ujaran kebencian itu
08:37haruslah berdasarkan ras, kebangsaan, etnis, warna kulit, agama, kepercayaan,
08:44jenis kelamin, disabilitas mental atau disabilitas fisik.
08:49Ijasa itu kertas.
08:51Bukan warna kulit dia.
08:53Bukan fisik.
08:55Bukan agama.
08:56Bukan keyakinan.
08:57Jadi, how come tiba-tiba menggunakan pasal ini?
09:01Pasal 32,
09:03nah ini yang paling aneh.
09:05Intinya pasal 32 itu adalah
09:07memanipulasi
09:09yang menyebabkan dokumen publik
09:11atau dokumen orang lain itu rusak.
09:14Mas Roy dan teman-teman ini,
09:16Rizmon, Dr. Tifa,
09:17nggak pernah merusak dokumennya Pak Jokowi itu
09:19yang bernama Ijasa Sokol Ijasa itu.
09:22Yang mereka lakukan adalah
09:24melakukan sebuah analisis
09:26di mana first product-nya sama end product-nya sama.
09:29Mereka kan tidak membuat hal yang baru
09:31atau membuat rusak dokumen tersebut.
09:33Kok lucu?
09:34Dikenakan pasal 32 undang-undang ITE.
09:3732 ayat 1.
09:38Nah, terakhir,
09:40pasal 35,
09:41jungto pasal 51,
09:43ini yang lebih lucu lagi.
09:45Intinya adalah
09:46ada orang yang mengedit sebuah dokumen,
09:50termasuk dokumen publik,
09:52dan editing itu dimaksudkan
09:53agar seolah-olah dokumen itu
09:55menjadi dokumen yang otentik.
09:56awalnya palsu kan?
09:59Atau tidak asli.
10:00Lalu diedit lah sama Mas Roy CS
10:02agar terlihat otentik.
10:03Ini kan terbalik justru.
10:06Tidak ada satu single statement pun
10:08yang mengatakan Mas Roy, Dr. Tifa,
10:10dan Rizmon itu
10:11mengatakan Ijasa itu adalah asli
10:13setelah mereka edit
10:14agar tampak otentik.
10:17Yang ada malah 99,9% palsu.
10:20Jadi,
10:21it doesn't make sense.
10:22Tidak masuk akal kan?
10:23Ngapain?
10:24Dia bilang bahwa seolah-olah itu
10:25autentik, padahal
10:26statement-nya adalah palsu.
10:28Itu yang saya sampaikan
10:30secara in brief ya,
10:31nanti akan di...
10:33apa?
10:33akan ditindak lanjuti,
10:35akan dielaborasi lebih lanjut
10:37oleh rekan-rekan PH yang lainnya.
10:38Tapi saya kasih kesempatan
10:39pada prinsipal dulu ya.
10:40Pak, ini biar melanjutkan tadi kan
10:43saya ada pangkal 20 Januari
10:46sudah memanggil
10:46untuk pemeriksaan saksi-saksi.
10:49Tapi ya,
10:49siapa saja itu yang dipanggil?
10:50Nah,
10:51biar ada yang...
10:52Biar menyambung dengan pernyataan...
10:53Biar ada division of labor,
10:55pembagian tugas N ini orangnya
10:56yang akan mengatakan.
10:57Kita dikeliling dulu ya.
11:01Bertanyaan dulu atau ngomong dulu saya?
11:02Boleh langsung.
11:03Oh, oke.
11:04Aku terangkan dulu.
11:07Baik, rekan-rekan ya.
11:09Sekalian,
11:10yang saya jelaskan ini
11:11maha penting.
11:12Maha penting banget.
11:13Karena ini berkaitan dengan
11:15pelimpahan berkas
11:16tanggal 13 Januari yang lalu.
11:21Nah, apa?
11:21Kenapa menarik?
11:22Karena
11:23di ini, di tata saya ini
11:25lihat ada
11:25panggilan-panggilan
11:27untuk 10 orang.
11:30Saksi ahli.
11:32Ya.
11:32Ahli dan saksi
11:34yang meringankan.
11:36Ya.
11:37Nah, apa yang menjadi menarik?
11:39Sementara berkas yang
11:41katakanlah tiga orang
11:42sudah dilimpahkan kejaksaan
11:44tanggal 13 Januari yang lalu.
11:47Sementara kemarin
11:48kita mendapat
11:49panggilan
11:50untuk ahli.
11:516 ahli.
11:52Nanti saya sebut
11:53namanya.
11:54Mungkin ada yang sebagian.
11:55Yang jelas salah satunya adalah
11:56Roki Gerung.
11:58Jelas dipanggil
11:59tanggal 22.
12:006 ahli.
12:01Tanggal 20.
12:02Eh, tanggal 20.
12:03Dan itu ulang tahunnya Roki Gerung itu?
12:04Tahun 20.
12:05Eh, tahun 20.
12:06Tanggal 20 nanti ini
12:08semua
12:08ahli dan saksi
12:10dipanggil serentak.
12:12Saya nggak tahu nanti
12:13gimana ramainya
12:14Polda Metro Jaya ini.
12:16Bayangkan itu
12:17semua profesor
12:18ahli dan sebagainya
12:19kecuali tiga itu adalah
12:21saksi biasa
12:22atau di CERT
12:22apa kita.
12:24Jadi kembali saya katakan
12:24adalah
12:25yang menarik adalah
12:26menurut kami
12:27dari praktisi hukum
12:28ini nggak layak sebenarnya.
12:30Kalau sudah dilimpahkan ke sana
12:31ya kita seharusnya
12:32dipanggil di sana.
12:34Tapi yang panggil
12:35masih Polda Metro Jaya.
12:36Tapi let's say kenapa?
12:37Karena ada percampuran
12:39undang-undang sekarang.
12:40KUHP lama
12:42KUHP lama
12:43kawin dengan
12:44KUHP baru
12:45dan KUHP baru.
12:46Barangkali ini ditapisirkan
12:47karena banyak sekali
12:49peraturan-peraturan
12:50yang berkenaan dengan itu.
12:52Tapi kami
12:52selaku kuasa
12:53atau penasihat hukum
12:54daripada
12:55tersangka ini
12:57mengikuti saja.
12:58Kita tidak bersulit.
12:59Mau dipanggil
13:00tanggal 20 Januari
13:01nanti itu serentak
13:02monggo aja.
13:04Yang penting ruangannya di dalam.
13:05Kalau ruangan wartawan sih
13:06sampai ke Jalan Segeriman
13:08juga bisa ya.
13:09Begitu ya.
13:09Oke.
13:10Jadi saya bacakan ya.
13:13Ahli yang kita ajukan
13:14enggak tanggalnya
13:16ahli yang kita ajukan
13:18pada gelar perkara
13:20tanggal 15 Desember 2025
13:22itu
13:23kita ajukan
13:24tanggal
13:24tanggal
13:25besoknya kita ajukan
13:28eh
13:28kita ajukan ahli
13:29ada tiga orang.
13:31Tiga-tiganya
13:32mengikuti gelar perkara.
13:34Tiga-tiganya itu
13:36berbicara
13:37memberikan pendapat
13:38di gelar perkara
13:39dan pendapat mereka
13:41sangat luar biasa.
13:42Saya enggak perlu
13:44spil namanya ya.
13:45Tapi semua
13:46tiga-tiganya
13:47dua profesor
13:48dan satu dokter.
13:49Kemudian
13:50kami susul
13:51pada tanggal
13:5222 Desember
13:542025 yang lalu
13:56enggak kebaca
13:58enggak kebaca.
13:58Tidak kebaca.
13:58Tenang-tidak.
13:58Pada tanggal 22 Desember
14:002025 yang lalu
14:02tahun lalu ya
14:03baru
14:03belum sebulan
14:04tapi tahun lalu sebutnya
14:05kami ajukan lagi
14:07ahli
14:08tiga
14:08tidak sebut
14:10spil namanya
14:10tapi satu
14:11sespil khusus
14:12Rocky Gerung
14:13yaitu ahli
14:14pilih sapat
14:15bahasa
14:15dan politik.
14:17Kemudian
14:18ada saksi
14:19ada church yang lain
14:20ya tidak sebut
14:21namanya juga
14:22tapi udah
14:22kerap dengan kita
14:23sebab itu
14:24disebut
14:25saksi meringankan.
14:27Jadi
14:27rekan-rekan sekalian
14:28keakrapan kita
14:29untuk tanggal 20
14:30tidak perlu diundang lagi
14:32untuk ini hal ini
14:33mari kita sama-sama
14:35akan dihadiri oleh
14:3610 orang
14:36dan ada satu lagi
14:38nanti dokter Tifa
14:39berangkali
14:39yang mengajukan ya
14:41ada
14:42yang profesor perempuan
14:44nanti mbak Tifa
14:44yang menjelaskan itu.
14:46Nah semua ahli ini
14:47kita ajukan
14:48dari
14:49RRT
14:50jangan lupa
14:50dari RRT
14:52bukan dari
14:53lembaga lain
14:54atau
14:54law firm lain
14:56tidak
14:57tapi dari RRT
14:58nah saya kira
14:59itu yang perlu
15:00dari saya ya
15:01untuk tanggal 20 ini
15:02kenapa tadi ada
15:03semacam
15:03bukan aneh ya
15:04yang menurut saya
15:05agak segi
15:06pertanyaan
15:07udah dilimpahkan
15:08ke sana
15:08apa yang terjadi
15:10kita tidak tahu
15:10barangkali
15:11kalau dipanggil lagi
15:12ahli ini
15:13untuk BAP
15:14tentu perlu
15:15pendapat dari
15:16para ahli ini
15:17itu yang utama
15:19kami tidak perlu
15:19tidak bisa komentar
15:20lagi lebih dalam
15:21kan gitu mbak Seroy
15:22kita serahkan nanti
15:23untuk tanggal itu
15:24gitu loh
15:25kemudian
15:25mengenai lab
15:26saya jelaskan juga ya
15:28saya harus baca data
15:29karena ini menyangkut
15:30lembaga negara
15:31pada tanggal
15:3331 Desember
15:35akhir tahun
15:35kita masih rame
15:36di polda ini
15:37bersama mbak Tifa
15:38semua ya mbak Tifa ya
15:39masih mengerjakan
15:40pekerjaan ini
15:41dan disitulah saatnya
15:43kita mengajukan
15:44laboratorium
15:46selain laboratorium
15:47forensik polisi
15:49yang ada sekarang ini
15:50kenapa kita berhak
15:51dong mengajukannya
15:52kita ajukan
15:54pada tanggal
15:5431 Desember
15:55yang lalu
15:56tiga lab
15:57di luar lab
15:58krim
15:58mbak Reskim
15:59atau polri
16:00saya sebutkan satu
16:02satu
16:03adalah
16:04badan riset
16:05dan inovasi nasional
16:06ini boleh dong disebut
16:07karena ini umum
16:07dan kami suratin resmi
16:09dan kami kerjasama
16:11dengan penyidik
16:12di dalam
16:12bahwa kami sudah suratin
16:13ke sana
16:13dan kami juga suratin
16:15ke polda
16:15meter jaya
16:16jadi klop
16:16sinergi gitu loh
16:18gak ada yang ngumpet
16:19kemudian yang kedua
16:21adalah
16:21lab krim
16:22pusat polisi
16:23angkatan darat
16:24pus pomat
16:24sama komen
16:26yang kedua ini
16:27sudah membalas
16:28surat kita
16:28dan memang
16:30sangat gentleman
16:31pus pomat ini
16:32adalah angkatan darat
16:33mereka punya
16:34laboratorium
16:35laboratorium juga
16:36tapi dijawab
16:38dalam surat itu
16:39bahwa saat ini
16:40pus pomat ini
16:41tidak menangani
16:42lagi
16:42forensik
16:44tapi khusus
16:45menangani
16:46narkoba
16:47oleh sebab itu
16:48mereka mohon maaf
16:49sebas-sebasarnya
16:49ditujukan kepada kita
16:51suratnya
16:52mereka tidak bisa
16:53melakukannya
16:54ketiga
16:54ini yang paling canggih
16:55menurut saya
16:56instrument laboratory
16:58and services
16:59UICM
17:00Universitas Indonesia
17:01jadi dua hal ini
17:03belum menjawab
17:04bisa juga mereka
17:05langsung menjawab
17:06penyidik
17:06kita gak tahu kan
17:07tapi ya kita tunggu saja
17:09artinya
17:10poin yang saya sampaikan adalah
17:11ahli dan ahli
17:13adicert
17:13dan laboratorium
17:15yang kita inginkan
17:17independen
17:18dilakukan untuk itu
17:19kalau tanpa itu
17:20kami tidak akan terima
17:22kecuali kalau
17:23ditunjukkan
17:24ijazah hasilnya sekarang
17:25tanpa lab
17:25cuma boleh
17:26karena Mas Roy ini
17:27mampu melihatnya
17:2899 persen
17:30berdasarkan
17:30gelap perkah khusus
17:3115 Desember yang lalu
17:33Mas Roy dan kita semua
17:34bukan Mas Roy saja
17:35saya juga ikut
17:36mengatakan
17:36bahwa semakin nyatalah
17:38ijazah itu
17:3999,9 persen
17:42palsu
17:43karena kita melihat semua
17:45tapi tak boleh dipegang
17:46nanti Mas Roy yang menjelaskan
17:48tidak boleh dipegang
17:49itu ya Mas Roy ya
17:49saya kira gitu
17:50prop dari saya
17:51terima kasih ya
17:52masih PH ya
17:55oh masih PH dulu
17:56terserah
17:58yaudah
18:02oke
18:03baik
18:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
18:06saya akan menambahkan
18:07jadi insya Allah
18:08tidak akan mengulangi
18:09apa yang tadi disampaikan oleh
18:10Mas Refli Harun
18:12selaku kuasa hukum kami
18:13dari Bala RRT
18:14tadi juga ada
18:16Pak Girsang
18:17ya Pak Jamada Girsang
18:18nanti juga ada Pak Alkatiri
18:20dan tentu saja
18:21Dr. Tifausya Tiasuma
18:23kita memohonkan izin
18:24Dr. Rismon
18:25hari ini lagi berada di Bandung
18:27lagi berada di luar kota
18:29jadi tidak bisa ikut mempersamai
18:30pengennya tadi ikut mempersamai
18:31tapi yaudah
18:32diwakili oleh kami berdua
18:34nah yang pertama adalah
18:35tadi
18:36Mas Refli
18:38atau Prof Refli
18:39mengatakan bahwa
18:40kita menyambut baik
18:41dan sangat mendukung
18:42keputusan Komisi Informasi Pusat
18:44kemarin pada
18:45perkara yang diajukan oleh
18:46Dr. Bonatua Silalahi
18:48yaitu apa
18:49salinan ijazah
18:51milik Joko Widodo
18:52yang sudah digunakan
18:53sekali lagi
18:54sudah digunakan
18:55pada tahun 2005
18:57dan 2010
18:58di KPU Solo
19:00kemudian 2012
19:01di KPUD
19:02DKI Jakarta
19:032014-2019
19:05di KPU Pusat
19:06itu sifatnya adalah
19:07terbuka
19:08dan harus
19:09disampaikan kepada publik
19:11ya
19:11karena itu adalah dokumen
19:13yang tidak boleh dihasilkan
19:14atau di luar
19:15ketentuan pasal 17
19:16Undang-Undang 14
19:17tahun 2008
19:18yang kebetulan
19:19saya juga ikut menyusunnya
19:21karena
19:21KIP
19:22menandaskan
19:23atau tegati kata
19:24Prof Refli
19:25itu memperkuat
19:26ayat 18
19:27pasal 18
19:28ayat 2
19:29di Undang-Undang KIP
19:29bahwa orang yang pernah
19:31menggunakan ijazah itu
19:32itu adalah
19:33selaku publik
19:34yang harus
19:35menginformasikan
19:36jadi
19:36nanti disini
19:37kita akan melihat
19:38siapa penanda tangan
19:39legalisasinya
19:40kemudian
19:41tanda tangan
19:42dari
19:42profesornya
19:44dari
19:44apa namanya
19:46rektor
19:46kemudian DKI-nya
19:47dan saya
19:48atau kami
19:49sudah mendapatkan
19:51petunjuk
19:51bahwa ada
19:52diantara
19:535 dokumen
19:54yang ada di KPUD
19:55KPUD
19:55dan KPU itu
19:56adalah
19:57tidak berkesesuaian
19:58dengan
19:59faktanya
20:00jadi clear banget
20:01ada petunjuknya
20:02nanti akan kita
20:03informasikan
20:04kami mendukung
20:05penuh
20:05kami mengucapkan
20:06terima kasih
20:06kepada KIP
20:07Komisi Informasi
20:08yang telah
20:09memenangkan
20:10suara rakyat
20:11jadi ini adalah
20:12kemenangan rakyat
20:12yang kedua adalah
20:13yang yang saya sampaikan
20:14jadi tadi benar
20:17kata
20:17Pak Jamada Gerisang
20:19kami begitu melihat
20:20gelar perkara khusus
20:21yang kemudian
20:23sosok kertas
20:23seperti ini
20:24yang ditampilkan
20:25saya langsung
20:26saat itu juga
20:27tanpa tadi
20:28ngaleng-leng
20:28saya langsung bilang
20:29lah ini palsu
20:3099,9% palsu
20:32karena fotonya
20:33itu sangat-sangat
20:34kontras
20:35dan foto ini
20:36adalah
20:36sangat-sangat
20:37tidak berkesesuaian
20:38kalau foto itu
20:39dikatakan
20:4040 tahun yang lalu
20:41dan orang lain
20:42yaitu
20:43Bapak Komjen
20:44Polisi
20:45Kewenawiran
20:46Ugraseno
20:46kemarin pada saat sidang
20:48Pak Losuit
20:49yang ada di Solo
20:50juga mengatakan
20:51saya kenal langsung
20:52dengan Pak Jokowi
20:53saya lihat foto ini
20:54bukan Jokowi
20:54itu seorang
20:56mantan Pak Kapolri
20:57jadi mantan Pak Kapolri
20:59yang semoga
20:59didengarkan oleh
21:00para junior-juniornya
21:01disini
21:01karena beliau
21:02mengatakan
21:03orangnya tidak sama
21:04nah jadi artinya apa
21:06jelas betul
21:07bahwa
21:08bukti yang
21:09coba diatukan ini
21:10adalah memang
21:10tidak
21:11berkesesuaian
21:12dengan fakta
21:12apalagi
21:13dalam gelar perkara khusus itu
21:15bukti itu
21:16dimasukkan dalam
21:17plastik begini
21:18nah
21:19coba
21:19kalau itu ada embos
21:20tangan siapa
21:22yang bisa nembos
21:23masuk ke plastik
21:24gak mungkin
21:25plastiknya tebal
21:25lebih tebal dari ini malah
21:27ya
21:27jadi gak mungkin
21:28kalau disini ada embos
21:30apalagi dia mengatakan
21:31embos
21:32bukan embos
21:33embos
21:33ya gitu
21:34di dalam salah satu
21:35infotainment
21:36cc.com
21:37saya rekam itu
21:38pernyataannya
21:39itu kan ada embos
21:40tangan saya meraba
21:41mas benar saya gak boleh
21:42ya gak mungkin
21:43meraba
21:44uang plastiknya itu
21:45gak sobek
21:46gak apa-apa
21:46dan
21:47kita juga
21:48mengaturkan
21:49doa
21:50al-fatihah
21:51kepada pemilik
21:52ijazah ini
21:53karena
21:55adik dari beliau
21:56yaitu
21:57Pak Rujito
21:57kemarin
21:58sudah
21:59menayangkan ini
22:00seijasa aslinya
22:02di pengadilan negeri Solo
22:03pada citizen lawsuit
22:04boleh dipegang
22:06boleh difoto
22:07bahkan
22:08Mas Rujito
22:08mengatakan
22:09Pak Taufik juga
22:10Pak Andika juga
22:12mengatakan
22:12silahkan difoto
22:13dengan high resolution
22:13mohon maaf
22:14disini masih saya kaburkan
22:16karena saya
22:16waktu itu memang
22:17belum meminta izin
22:18kepada Pak Rujito
22:19tapi Pak Rujito sendiri
22:20kemarin
22:21malah mempertunjukkan
22:22ijazah aslinya
22:23ditunjukkan
22:24ada embos
22:26ya bukan embos
22:26ada embos
22:28ada watermark
22:29dan ada satu lagi
22:29yang dia center-center
22:31nah itu apa
22:32nanti akan ada
22:33jadi sekali lagi
22:34teman-teman semua
22:35saya ingin menandaskan
22:37bahwa tiga poin tadi
22:37itu sangat-sangat penting
22:38dan itu sebenarnya
22:39saya mengulangi
22:40statement Prof. Refli tadi
22:41apa yang kami lakukan itu
22:43sebenarnya justru beda
22:44dengan apa yang dilakukan
22:44oleh orang bernama
22:45Dian Sandi Utama
22:46dan Andi Aswan
22:47didukung oleh
22:49ahli abal-abal
22:50namanya Joshua Sinambela
22:51yang justru
22:52dia lah sebenarnya
22:53melanggar
22:53jadi Andi Aswan
22:55dan Joshua Sinambela
22:56pada dua kali
22:57tayangan TV
22:57tanggal 19
22:58dan 25 November
22:59live
23:00dia menunjukkan
23:01ijazah palsu
23:02kenapa?
23:03karena justru ijazah
23:04yang di
23:04upload oleh Dian Sandi ini
23:06dikoreksi
23:06sehingga logo
23:08Universitas Gajah Madanya
23:09menjadi rusak
23:10itulah yang harusnya
23:11dilakukan oleh
23:12kepolisian
23:12menarapkan pasal
23:1332 dan 35
23:15bukan kami
23:16kami gak pernah
23:16melakukan rekayasa
23:17yang kami lakukan ini
23:18ini adalah
23:20zooming
23:20atau
23:21magnifying
23:22bukan editing
23:24zooming
23:25atau magnifying
23:26itu biasa
23:26misalnya
23:27saya sering diminta
23:28oleh Polda Metro
23:29dan Mabes
23:29untuk misalnya
23:30ada perampokan
23:31di supermarket
23:31gak jelas
23:32plat nopel motornya
23:34atau plat nopel
23:35kendaraannya
23:36saya diminta
23:36menganalisis
23:37masa saya menganalisis
23:38gambar besar
23:39ada logo
23:39supermarketnya
23:42atau apanya
23:42enggak
23:42saya zoom
23:43ke plat nomer
23:44saya lakukan
23:45proses
23:46spiration
23:46cyan magenta
23:47yellow
23:48black
23:48kemudian saya pisahkan lagi
23:50teksturnya saya tambahin
23:51saya tingkatkan
23:52hue-nya
23:53saya tingkatkan
23:54sharpness-nya
23:54itulah yang kami lakukan
23:55dan pada saat itu
23:56ijazah yang disebut
23:5711.20 milik
23:59Joko Widodo
23:59dan ijazah 11.17
24:01milik Sri Murti Nengsi
24:02ijazah 11.15
24:03milik Frono Jiwo
24:04ini beda
24:05teman-teman bisa lihat
24:06A-nya beda
24:07ijazah milik Joko Widodo
24:09istilah saya waktu itu adalah
24:10mecotrot
24:11ya
24:11mecotrot atau keluar
24:13nah
24:13nanti
24:14kita juga akan mendengarkan
24:15statement dari Dr. Tifa
24:16bahwa 700 sekian dokumen itu
24:18709 dokumen itu
24:20itu pun juga diverifikasi
24:22apa itu
24:23kok bisa
24:24dijadikan
24:25barang bukti
24:26mestinya satu barang bukti
24:27saja cukup
24:27dan statement yang menarik
24:29dari
24:29sekali lagi
24:30Pak Komjen Ugunaseno
24:31kalau yang namanya
24:33barang palsu
24:34itu yang bedanya disita
24:35saya kasih contoh
24:36Michael Benjamin Sinaga
24:38mengadokan
24:39Andi Aswan
24:39dan
24:40salah satu termun lainnya
24:42saya sebut aja
24:42namanya
24:43Mosato
24:44dari Mosato TV
24:44itu
24:45namanya
24:47Irjan
24:47Laurentius Irjan
24:49itu karena
24:51menuduh
24:51Michael Sinaga itu
24:53kartu persenya
24:54palsu
24:54Michael Sinaga
24:57memberikan
24:58kartu persenya
24:58ke polisi
24:59apakah disita
25:00kartu persenya
25:00oleh polisi ini
25:01enggak
25:01dikembalikan
25:02barang yang asli
25:03dikembalikan
25:04barang yang dicurigai
25:05tidak asli
25:06disita
25:07nah
25:08jadi Pak Komjen Ugunaseno
25:09juga mengatakan
25:10kok lucu
25:10malah ijazahnya Jokowi
25:12itu disita
25:13jadi
25:13sekali lagi
25:14itu poin-poin dari saya
25:15jadi
25:16menambahkan
25:17apa yang saya sampaikan
25:17Prof. Refli
25:18dan juga
25:19Pak Jamada
25:20nanti akan tambahkan
25:21Pak Alkatiri
25:22dan juga Dr. Tifa
25:23sedikit saja
25:24saya tambahkan
25:25di luar ini sedikit
25:25sekali lagi
25:26jangan percaya dengan foto ini ya
25:27foto ini adalah hoax
25:30ini rekayasa
25:31AI generated
25:33ya
25:33dibuat dengan menggunakan
25:34artificial intelligence
25:35ya ini
25:37mesra sekali
25:37tapi enggak ada
25:38dan orang yang bersangkutan
25:39sudah menyatakan
25:40enggak ada
25:41minta maaf
25:42minta maaf
25:42itu
25:42nah
25:43jadi makanya kita tunggu saja
25:44kenapa dia
25:45oh ya silahkan
25:46enggak ada
25:47minta maaf
25:47minta maaf
25:48ini palsu ya
25:48palsu ya
25:49enggak ada
25:51jadi statement dari
25:52apa
25:53ES
25:54Egy Sujana
25:55dan
25:56kemudian
25:56apa
25:57Damai Hadulibis itu
25:58akan membuat
25:59akan membuat
26:01orang-orang itu bertanya-tanya
26:03dan sekaligus
26:04orang-orang itu
26:05akan membuat
26:06satu pemikiran di kepala
26:07dan pemikirannya
26:08adalah
26:09budrek mereka
26:10ya
26:11budrek itu pusing
26:12ya
26:13jadi silahkan
26:14orang-orang pusing
26:15budrek
26:16ya
26:16budrek
26:17bukan
26:18budrek
26:18ini pakai
26:19ini
26:19tidak ada
26:23tidak ada
26:23itu
26:24ya berdatang aja
26:26makanya tanyakan ke
26:27Pak Egy Sujana
26:27dan
26:28Damai Hadulibis
26:29saya ketemu Pak Damai Hadulibis
26:30di salah satu TV
26:32kemarin
26:32kemarin sore
26:33saya mendengar suara langsung
26:35dari Pak Egy Sujana
26:36di TV yang lain
26:37dalam acara live juga
26:39Pak Egy Sujana
26:40mengatakan
26:40enggak ada maaf-maafan
26:41bahkan dia mengibaratkan
26:43kedatangan saya
26:44dan Damai Hadulibis
26:45itu bagaikan
26:46Nabi Musa
26:47dan Nabi satu lagi
26:48Nabi Harun
26:49mendatangi
26:50where on
26:51wah marih banget
26:52mendatangi
26:53where on
26:53jadi biarkan
26:54orang-orang yang memperlisahkan itu
26:56silahkan budrek
26:56kami tidak ambil pusing
26:58kami tidak ambil budrek
26:59kami RRT tetap solid
27:01bahkan RRT tetap solid
27:02dengan 5 yang lain
27:04bahkan dengan 4 yang lain
27:0512-nya
27:06jangan coba dipecah-pecah
27:08dengan politik DVD
27:09at Emperor
27:09Gaya Kompuni dulu
27:10ya
27:11terima kasih
27:12ya biasa
27:14kalau buku
27:14respon juga kasih buku
27:16ke siapa-siapa
27:16dokter Tifa
27:17saya
27:17dan
27:18lu juga kasih buku
27:19ke Pak Prabowo juga
27:20nggak apa-apa
27:21kritikan
27:22ya harus
27:23CBM
27:23jangan
27:25cemen
27:26iya ya
27:27CBM
27:28dan juga
27:30memalukan
27:30nah
27:31sekian terima kasih
27:32ya
27:33ah ya
27:35tanyakan
27:35makanya ke Pak Egy
27:37ya
27:37tapi Pak dari
27:39di Poldest
27:40dia sudah menerima
27:41nggak apa-apa
27:42nggak apa-apa
27:43silahkan diajukan RJ
27:44dan kemarin
27:45kuasa-kuasa hukumnya
27:46juga bingung
27:46mendengar statementnya
27:48Pak DHL
27:49sama Egy
27:49ini nggak minta maaf
27:51kok kasih RJ
27:52yaudah
27:52makanya
27:53sudah mengajukan RJ
27:55katanya semenjak
27:562 minggu yang lalu
27:572 minggu
27:58menitanyakan langsung lah
27:59jangan kita
28:01nanti
28:02nanti
28:03bucuk kita
28:03bucuk kita
28:03bucuk kita
28:03nggak
28:05nggak
28:05nggak
28:06udah
28:06di luar itu ya
28:07terima kasih
28:08wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
28:09silahkan
28:11jadi soal Egy Sujana itu
28:12tanyakan kepada Egy Sujana
28:14jangan tanyakan kepada kita
28:16tapi
28:17dari
28:18acara langsung
28:20di sebuah TV
28:20dia sendiri mengatakan
28:21tidak minta maaf
28:22itu aja
28:22yang bisa kita sampaikan
28:23dokter Tiva silahkan
28:25baik ini saya mau
28:31sampaikan sesuatu yang
28:32sangat penting ya
28:32bagi rakyat Indonesia ya
28:34terutama juga
28:35saya sampaikan
28:36ini saya aturkan
28:36kepada Bapak Presiden
28:37Prabowo Subianto
28:38jadi ini supaya
28:40masyarakat Indonesia
28:40tahu
28:41bahwa kami bertiga
28:42Roy Suryo
28:43Rismon Sianipa
28:44dan saya
28:44dokter Tiva
28:45itu mengalami diskriminasi
28:46mengalami inequality
28:48before the law
28:48supaya tahu
28:50tanggal 7 November
28:512025
28:52Polda Metro Jaya
28:53menetapkan
28:54ada 8 tersangka
28:55tapi sampai
28:57dengan hari ini
28:585 tersangka yang lain
28:59sama sekali
29:00belum dilakukan
29:01pemeriksaan
29:02ini buat kami
29:03diskriminatif
29:04kemudian
29:05sebelum
29:07mereka
29:07diperiksa
29:09bahkan
29:10kemudian
29:10kami bertiga
29:11berkasnya
29:12dari Polda Metro Jaya
29:14per 12 Januari
29:152026
29:16sudah dilimpahkan
29:17kekejaksaan
29:18ya ini diskriminasi
29:20yang kedua
29:20ini kami mengalami
29:22inequality
29:22before the law
29:23yang kedua
29:23dan ini
29:24sudah di luar batas
29:25ya
29:25sudah di luar batas
29:27namun
29:27secara ilmu saya
29:29ilmu perilaku
29:30ilmu neuroscience
29:31behavior
29:31saya melihat
29:33tindak tanduk
29:34dari Polda Metro Jaya
29:35itu menunjukkan
29:36bahwa mereka itu
29:37kebingungan
29:39mereka itu panik
29:40ya
29:41sehingga mereka
29:42melupakan
29:42undang-undang mereka sendiri
29:44perkap
29:44mungkin nanti
29:45Pak Alkati bisa sampaikan
29:46mereka juga melupakan
29:47apa yang
29:48menjadi
29:49standar
29:50operasional
29:50prosedur
29:51kami
29:52ya
29:53sudah menyampaikan
29:54daftar
29:56permohonan
29:56saksi-saksi
29:57dan ahli-ahli
29:58ya
29:59untuk RRT
30:00tetapi sampai dengan hari ini
30:01belum dipanggil
30:02satu pun
30:03bahkan kemudian
30:04baru saja kami terima
30:05bahwa mereka
30:06akan dipanggil
30:07tanggal 20 Januari
30:082026
30:10sementara
30:11berkas kami
30:12sudah dilimpahkan
30:13kekejaksaan
30:1412 Januari
30:162026
30:17ini artinya
30:19Polda Metro Jaya
30:20mengalami kebingungan
30:21secara waktu
30:22ya
30:23kenapa
30:23kalau berkas
30:24dilimpahkan kekejaksaan
30:26artinya
30:27mereka sudah selesai
30:28melakukan pemeriksaan
30:29berkelas berkas
30:30sudah lengkap kan
30:31baru mereka kemudian
30:32patut dan layak
30:35untuk
30:35melimpahkan
30:37kepada kekejaksaan
30:38nah artinya apa
30:39Polda Metro Jaya
30:40kami duga
30:41melemparkan bola panas
30:43mereka kebingungan
30:44kemudian yang kedua
30:46ya
30:47yang kami mau sampaikan adalah
30:48kami juga membutuhkan
30:50ini sebagai
30:51hak kami
30:52sebagai warga negara
30:53yang memiliki
30:55persamaan hak
30:56di mata hukum kita
30:58ya
30:58bahwa
30:59kami juga menuntut
31:00adanya
31:01ketransparansi
31:02terhadap
31:03709 dokumen
31:04yang dimiliki oleh
31:06Joko Widodo
31:07ya
31:08yang dimiliki oleh
31:08Joko Widodo
31:09itu ada
31:10709 dokumen
31:13ya
31:14yang
31:15menurut
31:17ya
31:18yang menurut
31:19badaskrim tanggal 22 Mei
31:212025
31:22itu sudah dispil oleh mereka
31:24sekitar 55
31:25ini kalau para teman-teman
31:26jurnalis ingat ya
31:27mereka sudah dispil
31:29sekitar 55
31:30dari 709 dokumen tersebut
31:31yaitu isinya
31:33transkrip
31:33isinya registrasi
31:34kemudian isinya
31:35apa namanya
31:36foto-foto
31:38KKN
31:39dan sebagainya
31:40itu kurang lebih
31:40ada 55
31:41dan saat ini
31:42sudah kami
31:43telakukan penelitian
31:44nah kalau
31:44baraskrim sudah spill
31:46berarti kami juga
31:47menuntut
31:47keterbukaan
31:48atas undang-undang
31:49informasi publik
31:50terhadap
31:50sisa 564
31:51dokumen yang lain
31:53untuk kami
31:54lakukan penelitian
31:55nah
31:55teman-teman
31:56dari
31:57709 dokumen
31:59kami sudah
32:00meyakini
32:00bahwa
32:01salah satunya
32:02adalah
32:02soal skripsi
32:03ya
32:04kami bertiga
32:05sudah berkali-kali
32:06dan berkali-kali
32:07sampaikan bahwa
32:08skripsi dari Jokowi Dodo
32:09itu adalah skripsi palsu
32:11kami meyakini
32:12berdasarkan ilmu
32:13pengetahuan
32:14berdasarkan
32:15metodologi riset
32:16bahwa skripsi tersebut
32:17palsu
32:18berikutnya lagi
32:19tanggal 22 Mei
32:202025
32:21juga
32:22baraskrim juga
32:22mengeluarkan
32:23transkrip nilai
32:24ya
32:25transkrip nilai
32:26atas nama
32:26Jokowi Dodo
32:27justru dari situlah
32:29kami melihat
32:30sekali lagi
32:31dokumen yang ketiga ini
32:32juga dokumen
32:33transkrip nilai
32:34palsu
32:35sebab
32:35kalau transkrip nilai
32:37seorang sarjana
32:38kehutanan UGM
32:39lulusan
32:391985
32:40ya
32:42transkrip nilainya
32:43seperti ini
32:44ya
32:45ya
32:46ini skripsi palsu
32:47ya skripsinya palsu
32:49transkrip nilai
32:50lulusan
32:52kehutanan UGM
32:53tahun 1985
32:53harus seperti ini
32:55harus seperti ini
32:56wajib
32:57seperti ini
32:57tidak seperti
32:59transkrip nilai
33:00yang ditunjukkan oleh
33:01baraskrim waktu itu
33:02yang menyatakan itu adalah
33:04transkrip nilai dari
33:05Jokowi Dodo
33:06artinya
33:07transkrip nilai itu pun
33:09palsu
33:1099,9%
33:12nah
33:12dari tiga bangunan
33:13dokumen ini saja
33:14kita sudah bisa
33:16membuat sebuah simpulan
33:17bahwa
33:18beliau ini
33:19tidak pernah lulus
33:21sebagai sarjana
33:22kehutanan UGM
33:23kami bisa pastikan
33:24sebab ya
33:25dokumen utama
33:26yang selama ini
33:27dianggap sebagai dokumen
33:29asli ya
33:30kita bisa lihat
33:31ini yang tadi
33:32sudah disampaikan oleh
33:33Mas Roy ya
33:35jadi ini adalah
33:36ijazah
33:37asli
33:38gini ya
33:39gimana ini
33:39ijazah ya
33:41mas aku pinjam yang
33:42oke
33:42ini yang lebih gampang
33:44ini
33:44saya mau tunjukkan ya
33:45ini yang
33:46asli
33:47ini
33:48ini
33:49ini adalah
33:51ijazah asli
33:52100%
33:5324 karat
33:54dari lulusan
33:56sarjana kehutanan
33:57UGM tahun
33:571995
33:58ini
33:59inilah
34:00inilah
34:01bentuk ijazah asli
34:02ya
34:03UGM itu
34:06universitas terbaik
34:08di Indonesia
34:09ya
34:10tidak mungkin
34:11mengeluarkan
34:12ijazah abal-abal
34:13saya
34:14memberikan
34:15satu bukti saja
34:16bahwa ijazah
34:17yang diperlihatkan
34:18kepada kami secara singkat
34:20di gelar perkara khusus
34:2115 Desember
34:222025 kemarin
34:24itu pun juga
34:25ijazah yang tidak
34:26asli
34:26ya
34:27dari satu hal saja
34:29yang teman-teman
34:30semua bisa melihat
34:31dari apanya
34:31yang paling cepat
34:32welo-welo
34:33apanya
34:34apanya
34:36ya ini sama-sama
34:37keluaran
34:381985
34:39apa yang beda
34:40yang jelas sekali
34:41materai
34:43ya
34:44materai
34:45ya
34:45materai merah
34:46500 rupiah
34:47itu adalah sesuai
34:48dengan undang-undang
34:49tahun 1985
34:50sementara
34:52materainya
34:52Jokowi Dodo
34:53itu warnanya hijau
34:54rupiahnya
34:55100 rupiah
34:56ya
34:57ini adalah
34:58ijazah
34:58yang dikeluarkan
34:59bulan Mei
35:001985
35:01dengan materai
35:03500 rupiah
35:04sementara
35:05ijazah yang katanya
35:06adalah Jokowi Dodo
35:07dikeluarkan
35:07bulan November
35:081985
35:09masa materainya
35:10turun
35:11tidak mungkin kan
35:12masa materainya
35:14turun
35:14kan tidak mungkin itu
35:15kan tidak mungkin itu
35:17ya
35:18nah
35:21jadi dari sini saja
35:23belum
35:23belum kita
35:24sampaikan
35:25ada 11
35:26perbedaan ya
35:27ini kalau
35:28kalau apa
35:29permainan
35:30anak-anak itu ya
35:31coba
35:31lihat
35:32Anda bisa lihat
35:34perbedaannya
35:35itu ada 11 perbedaan
35:36ya
35:36yang jelas sekali
35:38terus saya spill
35:39boleh ya mas
35:39saya spill
35:40ada satu
35:40soal embus
35:42atau embos ya
35:44embos ya
35:45embos ya
35:46embos
35:47ini adalah
35:48cetakan
35:49sebuah cap
35:50ya
35:51cetakan timbul
35:51cetakan timbul
35:52cetakan sebuah cap
35:54itu yang digunakan
35:55untuk mengunci
35:57tanda tangan
35:58yang bersangkutan
35:59jadi bukan
36:00sebuah ornamen
36:01biasa-biasa saja
36:02yang penting
36:03ada embosnya
36:04bukan
36:04ya
36:05embos itu adalah
36:07bukan sekedar
36:08ornamen
36:09tapi cap
36:10untuk mengunci
36:11tanda tangan
36:12kalau cap ini
36:13digunakan untuk
36:14mengunci tanda tangan
36:15artinya
36:16capnya dulu
36:17atau tanda tangannya dulu
36:18ya tanda tangannya dulu kan
36:21baru dicap
36:23nah itu bisa
36:24dibuktikan dengan
36:25uji forensik digital
36:26tanda tangannya dulu
36:28atau capnya dulu
36:29nah kami bisa pastikan
36:30ya
36:32bahwa
36:33ijazah yang waktu itu
36:37diposting oleh
36:37Sandi
36:38Dian Sandi Utama
36:39tanggal 1
36:40April
36:412025
36:42ini seperti ini
36:43ya
36:44satu ini beda
36:45dengan ijazah yang
36:46ditampilkan kepada kami
36:48di gelar perkara khusus
36:4915 Desember
36:492022
36:50beda
36:51beda
36:52ya kami bisa pastikan
36:54beda
36:55jadi
36:55ada dua versi
36:57ijazah
36:57Joko Widodo
36:58yang keluar
36:59kalau kita lihat
37:01dari
37:01postingan
37:02Dian Sandi Utama
37:03yang menyatakan
37:03ijazah ini asli
37:04kemudian yang kemarin
37:06ditunjukkan kepada
37:07kami
37:08di gelar perkara khusus
37:09itu juga
37:10sebuah versi yang beda
37:11ya
37:12kalau kita lihat
37:13dari sisi embosnya
37:14pada
37:15coba
37:15teman-teman lihat
37:17ya
37:17apakah ada embosnya
37:19apakah ada embosnya
37:22gak ada kan
37:24gak ada ya
37:24nah
37:25pada yang
37:26versi ijazah
37:27Joko Widodo
37:2815 Desember
37:292025
37:29terlihat
37:30samar-samar
37:31ada embosnya
37:32ya
37:33memang tidak bisa kami
37:34tunjukkan
37:34karena kami pun
37:35hanya boleh melihat
37:36tidak boleh memfoto
37:36terlihat
37:38seakan-akan
37:38ada embosnya
37:39tetapi
37:40mata kami
37:40bertiga ini
37:41adalah mata peneliti
37:42kami langsung tahu
37:43bahwa embos itu
37:44tidak merupakan
37:45sebuah cap timbul
37:47yang
37:47tetapi printingnya
37:49karena
37:50yang kami lihat
37:51dan sudah kami
37:52raba pada
37:53ijazah asli ini
37:54embosnya itu
37:56ceklok
37:56ya
37:56ceklok
37:57artinya
37:57cetak tinggi
37:58cetak tinggi
37:59ceklok
37:59ya
38:00cetak tinggi
38:01dan itu
38:01susah sekali
38:02untuk dipalsukan
38:03teman-teman ya
38:03karena itu ada
38:04ornamen-ornamen
38:05rahasianya pada
38:06embos itu
38:06jadi dia bukan
38:07semata-mata
38:08seperti bulat
38:09seperti itu ya
38:09nah jadi
38:10sekali lagi
38:11saya
38:13sampaikan kepada
38:14Bapak Presiden
38:15Prabowo Subianto
38:16Bapak Kapoli
38:17sahabat saya
38:18itu teman saya
38:19tulis Tio Sigit
38:20Prabowo
38:21untuk
38:22janganlah
38:23memberikan
38:24buah mangga
38:25yang karbitan
38:27buah mangga
38:28yang masih mentah
38:29tapi dikarbit
38:30kekejaksaan
38:31Anda harus profesional
38:33sebagaimana yang diminta
38:34bahwa
38:35kepolisian itu harus
38:36melakukan reformasi total
38:37termasuk di sini
38:38jangan berikan
38:40mangga mentah
38:41karbitan
38:41kepada kejaksaan
38:42yang ada nanti
38:43pingpong sana
38:44pingpong sini
38:45karena kejaksaan
38:46sudah pasti akan
38:47mengembalikan lagi
38:49berkas itu
38:50kepada kepolisian
38:51biayanya besar sekali
38:52yang harus ditanggung oleh
38:53negara ini
38:54ditanggung oleh
38:55pajak kita
38:56setiap kasus ini
38:57menghasilkan
38:58membutuhkan
38:59biaya besar sekali
39:00ratusan juta
39:01bahkan mungkin miliaran
39:02masa kita semua
39:04akan kalah
39:04melawan satu orang
39:05yang jelas-jelas
39:06melakukan pemansuan
39:07baik sekian
39:08terima kasih
39:09mudah-mudahan
39:09bermanfaat bagi kita semua
39:11Assalamualaikum
39:11Warahmatullahi Wabarakatuh
39:13Waalaikumsalam
39:14jadi kawan-kawan
39:17saya hanya ingin
39:18menambahkan sedikit
39:19bahwa
39:20ada beberapa versi
39:21Pak Piasa Jokowi
39:22yang sudah keluar
39:23dan sudah kita dapatkan juga
39:25yaitu
39:26mulai dari
39:27KPU Solo
39:281
39:28KPU DKI
39:302
39:31KPU Pusat
39:323
39:33Dian Sandi
39:344
39:35Bares Krim
39:36Mabes Poli
39:36tanggal 22
39:3722 Mei
39:385
39:38dan terakhir
39:39di gelar
39:40pengaruh 6
39:41jadi ada 6 versi
39:426 versi itu
39:43kita meyakini
39:44itu tidak sama
39:45beda
39:46entah
39:471 atau 2
39:48yang jelas
39:49beda
39:51karena itu
39:51kalau ada 1 saja beda
39:53berarti ada yang
39:53tidak benar
39:54tidak mungkin
39:56kemudian dua-duanya asli
39:57yang ada adalah
39:58dua-duanya palsu
39:59pasti begitu ya
40:00oke
40:01ada yang mau nambahkan lagi?
40:05silahkan
40:06terima kasih
40:06ini menarik ya
40:08saya ikut gelar
40:102 kali
40:11saya ikut gelar 2 kali
40:16baik itu gelar yang pertama
40:17pun kedua
40:18jadi teman-teman ini
40:19rata-rata 6 jam ya
40:21saya 12 jam
40:21jadi saya tahu
40:22dua-duanya
40:23dan kami terlibat
40:26di situ
40:26yang jelas
40:27di dalam gelar itu
40:28Direktur Reskrim
40:31Reskrim Mumat itu
40:32memerintahkan
40:34ingat ya
40:35memerintahkan penyidik
40:36untuk melakukan
40:38pemeriksaan
40:39saksi adecat
40:40maupun ahli adecat
40:42saksi yang meringankan
40:44maupun ahli yang meringankan
40:46tapi faktanya
40:48tidak dilakukan
40:50dua hari setelah itu
40:52malah diumumkan
40:53keputusan gelar
40:54maka mereka ini
40:56tetap tersangka
40:57nah ini kan banyak ya
40:58ini selain di
40:59masalah teknis
41:00masalah formilnya
41:02aja
41:02banyak kejanggalan
41:03yang namanya gelar itu
41:05kan digelar
41:06seharusnya dibuka
41:07gelar karpet
41:10contohnya
41:10gak mungkin
41:11yang ngeluntung
41:11ini digelar semuanya
41:12seharusnya
41:13709 itu
41:15dibuka dalam gelar
41:16ada 709
41:19dokumen
41:19konon kabarnya
41:21itu disampaikan
41:22tapi tidak disampaikan
41:24pada kami
41:24nah ini yang menarik lagi
41:26kemarin itu
41:28sudah disampaikan
41:28bahwa ini sudah
41:29dilimpahkan kekejaksaan
41:31ya kan
41:32nah
41:32namanya dilimpahkan
41:34namanya apa itu
41:36tahap pertama ya
41:37mas Padli ya
41:38tahap pertama
41:39ya kan
41:40itu
41:40kepolisian sudah tidak punya
41:42kewenangan lagi
41:42karena sudah dilimpahkan
41:44kalau memang ada
41:46pemeriksaan
41:46itu adalah perintah
41:48dari
41:48kejaksaan
41:49pertunjuk
41:51pertanyaan saya
41:53pemeriksaan yang nanti ini
41:55ini inisiatif
41:56dari kepolisian
41:58apa memang
41:59permintaan dari kejaksaan
42:00karena kami yakin
42:01kejaksaan pasti meminta itu
42:03karena kejaksaan akan
42:05timpang
42:05jika memutuskan sesuatu
42:07yang mana
42:08hanya satu pihak
42:09yang dipereksa
42:10kami yakin
42:11dan juga
42:13itu belum selesai
42:14nanti ada P18
42:16P19
42:16dan sebagainya
42:18ya kan
42:18satu hal lagi
42:19bukti itu adalah
42:20ijasa
42:21seharusnya
42:23jaksa nanti itu
42:24meminta bukti
42:25ijasa yang sudah
42:26jelas asli
42:27atas putusan pengadilan
42:28gak bisa
42:30dikatakan asli
42:31ya kan
42:32oleh sebab itu
42:33kami sangat yakin
42:34bahwa jaksa
42:35sangat profesional
42:36apalagi
42:38unsur-unsurnya
42:39sudah dikatakan tadi
42:40oleh Bang Devli
42:41tidak ada yang kena
42:42unsur-unsur itu
42:42saya yakin
42:44bahwa jaksa
42:45selama ini
42:46yang saya tahu
42:46sangat profesional
42:48saya tidak yakin
42:49akan mempedulah
42:50satukan
42:51masalah ini
42:52saya tidak yakin
42:53itu ada
42:54sebentar
42:55oke menyatangkapan
42:57dari Bapak Roy
42:58dengan Ibu Dr. Tifa
42:59soal ini kan
43:01proses hukum
43:01tetap berlanjut nih
43:02dengan perlimpahan
43:03berkata-kata kekejaksaan
43:04siapkah nanti
43:05menjalani persenjangan
43:06oh gak apa-apa
43:07dilimpahkan
43:08itu ada proses
43:09namanya P19
43:10nanti ada juga
43:11kalau sudah sempurna
43:12namanya P21
43:13nah ini
43:14jaksa peneliti
43:15itu harus
43:16benar-benar detil
43:17kalau objektif
43:18saya hakul yakin
43:20pasti akan
43:21dikembalikan
43:21kenapa
43:22baca berita
43:23acara pemeriksaan kami
43:24gak jelas
43:26peristiwa apa
43:27yang terjadi
43:27pada tanggal 22 Januari
43:282025
43:30dan 26 Maret
43:32kami itu gak ada
43:33di dua peristiwa itu
43:34saya, Dr. Tifa, Dr. Rizmon
43:35gak ada
43:36masa di situ
43:37suruh cerita
43:38apa yang ada
43:39saksi
43:40atau terlapor
43:41itu harus bisa menceritakan
43:42apa yang dia lihat
43:43dan apa yang dia dengar sendiri
43:44gak boleh kita hanya mendengarkan
43:45katanya-kata itu
43:46testemen diauditu
43:47maka
43:48kalau ini sudah dilimpahkan
43:49saya ingat
43:50peristiwa tahun
43:512017
43:52ketika Jokowi
43:53ada di fakultas
43:54kehutanan
43:54nanti akan
43:56pulak balik
43:57pulak balik
43:58itu
43:59jangan salahkan
44:00kalau nanti pulak balik
44:01sama kas
44:01itu ya
44:03jadi
44:03saya ditanya-tanya
44:04tentang ES
44:06Budrek nanti
44:07biarkan
44:08gini
44:12saya mau menyoroti
44:13soal tanggal 8 Januari
44:142026
44:15ketika
44:17Egy Sujana
44:17dan Nama
44:18Hari Ulus itu
44:18datang ke
44:19kediaman
44:20Pak Jokowi
44:20Jokowi Dodo
44:21nah itu
44:22ada dua konsep
44:23seharusnya ya
44:24karena mengingat
44:25mantan
44:26Presiden Jokowi Dodo
44:27ini kan sedang sakit ya
44:29kita semua juga tahu kan
44:30saya sendiri sebagai orang
44:31yang mastering saya
44:32dalam bidang imunologi
44:33saya sudah sampaikan
44:34berkali-kali
44:35bahwa beliau ini
44:35terkena autoimun
44:36dan betul-betul
44:38membutuhkan perawatan
44:39yang sangat-sangat
44:40intensif
44:41jadi saya sangat
44:42menyayangkan
44:43kepada orang-orang
44:44dekat beliau
44:44keluarga dekat beliau
44:45itu masih menerima
44:46tamu yang bertubi-tubi
44:47itu kasian sekali
44:48beliau
44:48saya tuh kasian sekali
44:50gitu
44:50nah harapan saya adalah
44:51Bang Egy Sujana
44:53dan Bang Damai
44:53Hari Ulus itu
44:54datang untuk besuk
44:56ya
44:56saya sebutnya harapan saya
44:58itu
44:58datang untuk besuk
44:59selayanya orang sakit
45:00di besuk
45:00kemudian ditenangkan
45:02didoakan
45:02semoga Pak Jokowi Dodo
45:04segera sembuh
45:04kan begitu
45:05harapan saya ya
45:06saya sendiri belum ketemu
45:07sama Bang Egy
45:08dan Bang Damai sendiri ya
45:09mudah-mudahan
45:10sebagaimana namanya
45:11Bang Damai kan
45:12damai, mendamaikan
45:13seperti itu ya
45:13harapan saya
45:14lalu Bang Egy juga kan
45:15memang
45:16apa
45:17beliau juga suka
45:18mendoakan orang
45:19mudah-mudahan
45:20beliau memberikan
45:21jadi artinya tuh
45:22sebetulnya
45:22ada sebuah mekanisme
45:24secara
45:25behavior ya
45:27bahwa
45:27kedatangan
45:28Egy Sujana
45:29dan Damai Hari Ulus itu
45:30adalah sebuah
45:31kedatangan
45:31yang dimaksudkan
45:32untuk menenangkan
45:33batinya Pak Jokowi Dodo
45:35ya
45:35menenangkan batinya
45:36kan Pak Jokowi Dodo kan panik
45:38ya
45:39beliau itu kan
45:40kita tidak pernah
45:42menuduh beliau
45:42memasukkan ijazah loh
45:43ya
45:44kita tidak pernah
45:45menuduh
45:46kita melakukan
45:47penelitian terhadap
45:48ijazah yang beredar
45:50tetapi kita tidak
45:51pernah mengatakan
45:52bahwa Pak Jokowi Dodo
45:53yang memasukkan ijazahnya
45:54berarti ada pihak
45:56X ya
45:57yang
45:57beredar di luar sana
45:59yang belum
46:00muncul
46:00yang merupakan
46:02pelaku dari
46:03pemalsu ijazah itu
46:04jadi sebetulnya
46:06dari sejak awal
46:07sejak tanggal 30 April
46:082025
46:09itu Pak Jokowi Dodo
46:10itu salah sasaran
46:11kami melakukan
46:13penelitian terhadap
46:14dokumen
46:14bukan melakukan
46:15tuduhan terhadap
46:16Pak Jokowi Dodo
46:17jasa publik
46:18iya
46:19dan itu adalah
46:19domen publik
46:20yang kami lakukan
46:21penelitian
46:22jadi ini dari awal
46:23sebetulnya
46:24saya berharap
46:25seperti Pak Al-Katiri
46:26tadi sampaikan
46:26bahwa kejaksaan
46:27harus profesional
46:28dan mudah-mudahan
46:30menggunakan
46:30kecerdasan
46:31yang maksimal
46:33begitu ya
46:33yang bisa kita bantu
46:34agar bisa melihat
46:35ujung pangkal
46:36dari peristiwa ini
46:37sekali lagi
46:38Pak Jokowi Dodo
46:39merasa
46:40dicemarkan
46:43nama baiknya
46:43karena dituduh
46:44melakukan pemalsuan ijazah
46:46padahal kami sama sekali
46:47tidak pernah
46:47satu kalipun
46:48satu katapun
46:49kami tidak pernah
46:50mengatakan
46:50Pak Jokowi Dodo
46:51melakukan pemalsuan ijazah
46:52tetapi ada
46:54ijazah palsu
46:55yang beredar di internet
46:56berarti kan ada
46:57pembuatnya
46:58ya
46:59nah kami yakin ya
47:00bukan kami yakin ya
47:02kami secara saintifik
47:03tidak boleh mengatakan
47:04kami yakin ya
47:04tetapi
47:05kita perlu
47:05menduga bahwa
47:07sebetulnya Pak Jokowi Dodo
47:08jangan-jangan
47:09tidak tahu menau juga
47:10tuh tentang pemalsuan
47:11nah ini kan sebuah hal
47:12yang harus kita bongkar
47:14bersama-sama ya
47:14rakyat Indonesia semuanya ya
47:16gitu ya
47:16jadi sekali lagi
47:18kedatangan beliau berdua
47:19Pak Egi Sujana
47:20dan Pak Bang Damai Harilubi
47:21saya harapkan
47:23itu menjadi
47:24sesuatu yang menenangkan
47:25hati Pak Jokowi Dodo
47:26ya itu
47:27loh saya tuh
47:31saya di sosmed
47:33udah berkali-kali
47:34sampaikan
47:34keprihatinan saya
47:35sebagai dokter
47:36yang menukuin
47:37bidang imunologi
47:37ini mastering saya
47:38bidang imunologi
47:39dari sejak awal
47:41begitu melihat
47:42beliau
47:43liburan di Bali
47:44padahal aduh
47:46untuk penderita autoimun
47:48itu sangat
47:49dilarang
47:50untuk berjemur
47:51ke matahari
47:52maka saya bilang
47:53di sosmed
47:54bahkan saya berkali-kali
47:56sudah sampaikan
47:57kalau memang Pak Jokowi
47:58Dodo berkenan
47:59ingin
48:00dibantu treatmentnya
48:02oleh dokter Tifa
48:03dengan senang hati
48:04saya akan membantu
48:06membantu
48:07pemulihan beliau
48:08dengan senang hati
48:09wallahi ikhlas
48:10bahkan
48:11karena tidak ada juga
48:13apa namanya
48:13tidak ada juga tanggapan
48:15ya
48:15respon yang positif
48:17dari keluarga
48:18ataupun dari orang-orang
48:18dekatnya Pak Jokowi Dodo
48:20maupun termul-termul
48:21ya
48:21saya kemarin
48:23sudah buat daftar
48:25ya
48:25dua minggu
48:26seminggu yang lalu
48:27saya sudah buat daftar
48:28pusat-pusat autoimun
48:30terkemuka
48:30di dunia
48:32silahkan
48:33Pak Jokowi Dodo
48:34bisa memilih
48:34yang di Amerika
48:35saya sudah berikan alamatnya
48:36yang di Jerman
48:37saya sudah berikan alamatnya
48:38bahkan yang di Israel
48:39juga saya berikan alamatnya
48:40silahkan
48:41kalau memang tidak mau
48:42dibantu sama dokter Tifa
48:43tidak ada masalah
48:43mudah-mudahan
48:45beliau cepat sembuh
48:45amin
48:47oke ini penutup ya
48:48jadi kalau kita lihat
48:49dari semua rangkaian
48:51peristiwa ini
48:52kita lihat penyidik
48:54Polda Mitrujaya
48:55tidak bekerja profesional
48:56karena sampai
48:58pelimpahan itu
48:59kita tidak melihat
49:00sebuah dasar hukum
49:01yang kuat
49:02untuk menersangkakan mereka
49:03dan bahkan kelihatan
49:05keraguan mereka
49:06setelah dilimpahkan
49:07baru diperiksa lagi
49:08saksi dan ahli
49:09jadi mereka sudah limpahkan
49:11tapi nanti tanggal 20 Januari
49:13ada kesempatan
49:14untuk pemeriksaan
49:15saksi dan ahli
49:16karena itulah
49:17kalau memang tidak kuat
49:18ya kenapa
49:19tidak dihentikan saja
49:19kasus ini
49:20kasus ini dihentikan
49:22maksudnya penersangkaan
49:23tapi pengungkapan
49:24bahwa ijazah itu
49:25asli atau tidak
49:26harusnya itu dibuat terang
49:28kepada masyarakat Indonesia
49:29melalui
49:30citizen lawsuit
49:32di Solo itu
49:33atau
49:33kurangkali ada gugatan
49:35pengadilan tata usaha negara
49:36dan lain sebagainya
49:37tetapi mempidanakan orang
49:38dengan dasar-dasar
49:39tidak jelas
49:40itu namanya zalim
49:40wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
49:43wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
49:45selamat menonton!
Komentar