- 7 minggu yang lalu
Kisah Nabi Yusuf AS adalah tentang seorang pemuda tampan yang dicintai ayahnya, Nabi Yaqub, lebih dari saudara-saudaranya, yang menimbulkan kecemburuan lalu membuangnya ke sumur, menjualnya ke Mesir, difitnah Zulaikha, dipenjara, hingga akhirnya menjadi menteri keuangan Mesir, menafsirkan mimpi Raja, dan menyatukan kembali keluarganya di tengah masa paceklik, menunjukkan kesabaran, ketampanan, kecerdasan, dan akhlak mulia di tengah cobaan berat dari masa kecil hingga dewasa.
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Jadi, akhirnya kau mengembalikan Hoya dan Sufer ke pekerjaan lama mereka.
00:15Sebagai kepala urusan istana, aku tidak bisa lakukan pekerjaanku yang lain sebagai pembaca buku dan penata meja.
00:24Jika Anda izinkan, aku mau menyampaikan laporan tugas harian.
00:28Aku mengangkatmu sebagai kepala urusan istana, agar aku tidak perlu khawatir soal urusan istana lagi.
00:38Kau tidak perlu melapor, karena aku percaya padamu.
00:44Aku harap aku pantas mendapat kepercayaan itu yang mulia.
00:48Tentu saja pantas. Kalau tidak, kau tidak akan berada di posisi ini.
00:52Sisir ada di kepala karena dia bisa mengurai rambut.
01:04User Sif memecahkan masalah yang ada di istana, dan dia bisa dipercaya.
01:11Karena gengsinya sebagai aristokrat, Julaika jarang sekali memuji orang, karena biasanya dia yang selalu dipuji.
01:25Sekarang Julaika mengagumimu.
01:28Penghuni istana yang lain pasti juga akan mengagumimu.
01:32Aku yakin User Sif kini menguasai hati semua penghuni istana.
01:42Menurutku aku tidak pantas menerima kebaikan sebesar ini.
01:47Di sini aku, aku hanya menjalankan tugas.
01:51Aku mau pergi sekarang jika yang mulia Potiphar izinkan.
01:55User Sif, kau tidak perlu izin untuk keluar ataupun masuk.
02:00Kau boleh datang atau pergi sesukamu, kapanpun kau mau.
02:06Terima kasih.
02:07Apa telah terjadi sesuatu?
02:32User Sif biasanya ramah dan akrab denganku.
02:40Tapi kini dia bahkan sudah lama tidak menatapku.
02:47Aku yakin itu hanya karena dia sopan dan pemalu.
02:55Dia bukan lagi anak-anak.
02:56Dia pasti menganggap tidak sopan untuk menatap wanita cantik.
03:03Ya, aku menganggap perilakunya itu menghina.
03:09Mungkin dia takut akan jatuh cinta dengan Julaika yang cantik.
03:15Jika dia menatapnya.
03:16Kau selalu menanggapi semua hal sebagai lelucon.
03:23Tapi aku serius.
03:26Orang harus menghindari tatapan mata wanita cantik.
03:29Perilaku Yizar Sif dan Julaika tidak normal.
03:53Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?
03:55Hari sudah gelap.
04:01Aku lelah sekali.
04:03Aku mau beristirahat.
04:05Aku tidak mau diganggu oleh siapapun.
04:07Istirahatlah, Yang Mulia.
04:09Aku akan berada di sini.
04:11Tidak perlu.
04:13Kau boleh pergi.
04:14Kau boleh pergi.
04:44Kau boleh pergi.
05:14Kau boleh pergi.
05:44Aku lemah, hanya kepadamulah aku bisa berlindung dari godaan setan.
05:58Seluruh keberhasilanku dalam bekerja dan bisa menarik simpati adalah karenamu.
06:06Aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku.
06:18Ya Allah, jangan sampai aku masuk ke dalam perangkap rumit ini tanpa ada orang yang membantuku.
06:36Dasar bodoh.
07:06Apa yang kau mau dariku? Kau tidak bisa meninggalkan aku sendiri?
07:11Ampun, Yang Mulia. Maafkan aku, tapi aku harus melakukannya.
07:16Yang Mulia lihat, aku sudah bilang dia tidak percaya pada dewa-dewa kita.
07:23Dia orang kafir.
07:25Kita harus membawa Imam Besar Angmahu dan Yang Mulia Potiphar kemari untuk melihatnya sendiri.
07:31Jika kau cerita tentang keyakinan Yuzar Sif pada orang lain dan membahayakan jiwanya,
07:42aku sendiri yang akan membunuhmu.
07:45Aku mau Yuzar Sif hidup dan aku tidak peduli pada keyakinannya.
07:50Apa kau mengerti?
07:51Tapi, Yang Mulia, aku mencemaskan Yang Mulia.
08:00Dia akan menghancurkan iman Yang Mulia.
08:02Itu bukan urusanmu.
08:05Kau mengerti?
08:06Karena kau pelayanku, kau harus menuruti semua keinginanku.
08:11Dan jika kau mau bertindak sendiri, katakan sekarang agar aku tahu apa yang harus kulakukan.
08:17Tentu. Tentu.
08:21Aku tidak melihat atau mendengar apapun tentang Yang Mulia Yuzar Sif.
08:26Aku berjanji akan menyimpan rahasia Yang Mulia.
08:41Tentu.
09:11Tentu.
09:41Aku yang bodoh ini punya usul Yang Mulia.
09:45Yang Mulia mau mendengarnya?
09:50Kenapa seperti Yang Mulia Yuzar Sif, Yang Mulia tidak melindungi para dewa-dewa Yang Mulia?
09:56Kenapa Yang Mulia tidak meminta Dewa Amon untuk mengatasi masalah Yang Mulia?
10:00Salam Yang Mulia.
10:17Apa ada sesuatu yang penting?
10:20Kami kemari untuk berdoa.
10:22Tentu.
10:32Oh Amon yang agung
11:00Jika aku bisa memiliki Yuzarsif
11:03Maka aku akan memberikanmu banyak persembahan
11:06Aku tidak punya dewa selain kau
11:11Tolonglah aku
11:13Aku mencintainya
11:15Dia milikku
11:17Aku memilikinya
11:19Lakukan sesuatu agar dia mematuhiku
11:23Oh Amon yang agung
11:25Ada apa yang mulia?
11:28Apa yang anda lakukan?
11:30Amon sedang tidur
11:32Kita tidak boleh
11:35Menggaguh dewa yang agung
11:37Di tengah malam
11:39Jika kau mendoakan aku
11:42Agar keinginanku terpenuhi
11:44Aku janji
11:45Akan memberimu dan Amon banyak hadiah
11:48Mungkin anda bisa
11:50Memohon pada Amon nanti pagi
11:52Aku ambil patung Amon ini
11:58Karena aku mau berdoa malam ini
12:02Terima kasih telah menonton!
12:04Terima kasih telah menonton!
12:05Terima kasih telah menonton!
12:07Terima kasih telah menonton!
12:07Terima kasih telah menonton!
12:08Selamat menonton!
12:38Terima kasih telah menonton!
13:08Terima kasih telah menonton!
13:38Terima kasih telah menonton!
14:08Terima kasih telah menonton!
14:10Terima kasih telah menonton!
14:12Terima kasih telah menonton!
14:14Terima kasih telah menonton!
14:16Terima kasih telah menonton!
14:18Terima kasih telah menonton!
14:20Terima kasih telah menonton!
14:22Terima kasih telah menonton!
14:24Terima kasih telah menonton!
14:26Terima kasih telah menonton!
14:28Terima kasih telah menonton!
14:30Terima kasih telah menonton!
14:32Terima kasih telah menonton!
14:34Terima kasih telah menonton!
14:36Terima kasih telah menonton!
14:38Terima kasih telah menonton!
14:40Terima kasih telah menonton!
14:42Terima kasih telah menonton!
14:44Terima kasih telah menonton!
14:46Terima kasih telah menonton!
14:48Terima kasih telah menonton!
14:50Terima kasih telah menonton!
14:52Terima kasih telah menonton!
14:54Terima kasih telah menonton!
14:56Terima kasih telah menonton!
14:58Terima kasih telah menonton!
15:00Terima kasih telah menonton!
15:02Terima kasih telah menonton!
15:04Terima kasih telah menonton!
15:06Terima kasih telah menonton!
15:08Terima kasih telah menonton!
15:10Terima kasih telah menonton!
15:12Terima kasih telah menonton!
15:14Terima kasih telah menonton!
15:16Terima kasih telah menonton!
15:18Terima kasih telah menonton!
15:20Terima kasih telah menonton!
15:22Terima kasih telah menonton!
15:23Terima kasih telah menonton!
15:24Si Tenen, sepupu si Tenen, si Tenen, apa tangisan kisin mengganggu Anda, yang mulia?
15:53Tidak, tidak. Aku lewat sini sewaktu mendengar kisin menangis. Ada apa? Kenapa dia menangis?
16:01Entahlah. Dia kenyang dan popoknya juga sudah bersih, tapi dia terus menangis.
16:12Ini aneh. Beberapa hari yang lalu, Tuan Yuzarsif menyentuh dia, dan dia langsung berhenti menangis.
16:19Belayan Yuzarsif menenangkan semua orang.
16:28Sedang apa Anda di sini larut malam?
16:31Mungkin sepertimu si Tenen, aku tidak bisa tidur.
16:35Sampai jumpa di video selanjutnya.
17:05Terima kasih telah menonton.
17:35Panggil Yuzarsif.
17:54Saat dia masuk, kunci ketujuh pintu kamar.
18:02Suruh Tama, Tiameni, dan semua budak lain pergi.
18:07Sampai jumpa di video selanjutnya.
18:09Sampai jumpa di video selanjutnya.
18:11Sampai jumpa di video selanjutnya.
18:13Terima kasih telah menonton.
18:17Yang mulia Zulaika memanggilmu.
18:18Yang mulia Zulaika memanggilmu.
18:19Yang mulia Zulaika memanggilmu.
18:21Yang mulia Zulaika memanggilmu.
18:43Kau boleh pergi.
19:00Aku akan ke sana.
19:01Aku akan menunggumu di dekat koridor di samping tujuh pintu.
19:07Tujuh pintu.
19:09Sampai jumpa di video selanjutnya.
19:19Sampai jumpa di video selanjutnya.
19:45Sampai jumpa di video selanjutnya.
19:47Sampai jumpa di video selanjutnya.
19:49Sampai jumpa di video selanjutnya.
19:51Sampai jumpa di video selanjutnya.
20:06Sampai jumpa di video selanjutnya.
20:10Ada apa, si tenung?
20:12Dia menangis lagi.
20:14Aku sudah berusaha, tapi dia tidak mau diam.
20:18Mungkin saja dia akan tenang jika kau belai.
20:25Kenapa dia tidak tenang juga?
20:31Mungkin ada alasan lain kenapa dia gelisah.
20:34Mungkin jiwanya yang lembut memprediksi akan ada kejadian buruk.
20:45Apa sesuatu yang buruk akan terjadi?
20:51Apa itu yang membuat Kisin menangis?
21:04Ruangan tadi sebenarnya hanya untuk tamu-tamu khusus.
21:21Hanya untuk mereka yang dekat dengan Potiphar dan Zulaika.
21:24Untuk sampai ke ruangan itu, kau harus melewati tujuh pintu yang sedang kita lewati sekarang.
21:30Hanya nyonya Zulaika yang memegang kunci pintunya.
21:45Ini perintah yang mulia Zulaika.
21:47Salam, nyonya Zulaika.
22:17Terima kasih telah menonton.
22:47Kau tahu bahwa kau adalah buddhaku.
22:57Itu benar.
22:59Dan kau juga tahu bahwa seorang buddha harus patuh pada majikannya.
23:09Apa aku pernah tidak patuh?
23:11Hari ini pun kau harus patuh padaku.
23:27Aku siap melayani Anda.
23:38Aku telah menyiapkan diriku untukmu.
23:41lindungi aku, ya Allah.
23:46Apa yang Anda inginkan dariku?
23:53Ketidaksetiaan?
23:54Aku bilang aku akan mematuhi Anda, tapi ketidaksetiaan dan kepatuhan itu berbeda.
24:02Apa yang Anda inginkan dariku?
24:06Aku menginginkanmu.
24:09Suami Anda selama ini baik padaku dan telah memberiku posisi yang bagus.
24:14Kini Anda mau aku tidak setia padanya?
24:16Selama ini aku pun baik padamu.
24:18Aku berterima kasih pada Anda dan suami Anda.
24:21Tapi Anda mau aku membalas kebaikan dengan ketidaksetiaan dan dosa?
24:26Kau berhutang budi padaku.
24:29Kau harus membalas kebaikanku.
24:31Dan sebagai buddha, kau harus patuh padaku.
24:35Yang membuat Anda baik padaku adalah sang pencipta.
24:39Dia lebih berjasa padaku dibanding Anda.
24:43Aku sudah merendahkan diriku untuk memilikimu.
24:48Dan aku tidak akan menyerah.
24:51Dan aku tidak akan menukar kesucianku yang berharga demi kenikmatan sesaat.
24:56Selain kita, tidak akan ada yang tahu tentang rahasia ini.
24:59Bagaimana kita menyembunyikan diri dari Tuhan?
25:03Apa kau takut pada Tuhanmu?
25:07Aku pun malu, tapi itu gampang diatasi.
25:11Aku tidak tahan jika kau melihatku.
25:14Maafkan aku, Amon yang agung.
25:16Dia tidak lagi bisa menyaksikan dosa kita.
25:21Aku takut pada Tuhan yang maha kuasa dan maha mendengar.
25:26Takut pada patung logam, itu adalah tanda kebodohan.
25:31Kau menyebutku bodoh?
25:34Aku mencampakan ratusan orang sepertimu.
25:37Kau bahkan tidak pantas membersihkan kotoran kudaku.
25:41Dan kau menganggap menyembah Amon yang agung sebagai tanda kebodohan?
25:47Kau harus patuh pada perintahku atau aku akan menguburmu di sini.
26:08Aku akan mematuhi anda selama itu tidak melanggar perintah Allah.
26:14Anda mengerti?
26:16Respon terbaik adalah menghukum dia dan melakukan hal yang sama padanya.
26:28Hukuman keras akan menyadarkan dia yang sudah diperbudak oleh nafsu pirahinya.
26:35Wahai utusan Allah, ini pesan dari Allah.
26:39Kami tidak akan meninggalkanmu sendiri.
26:45Jangan hukum Zulaikha atau melakukan hal yang sama padanya.
26:49Atau sebentar lagi dia bilang bahwa kau telah memaksanya karena dia menolak untuk menuruti hasratmu.
26:58Maka kau yang dianggap bersama.
27:00Maka kau yang dianggap bersama.
27:02Lari dari perangkap setan menuju pintu.
27:07Wahai utusan Allah, ini pesan dari Allah.
27:19Lari menuju pintu.
27:27Tidak ada jalan untuk kabur.
27:29Kau harus patuh.
27:31Kau harus patuh.
27:33squadç§’ akan dilakukan timbul ketiga.
27:45Kau harus patuh.
27:48Kau harus patuh!
27:50Kau harus patuh!
27:53Terima kasih telah menonton
28:23Terima kasih telah menonton
28:53Aku rasa harus ada yang menjelaskan
29:15Tentang apa yang terjadi di sini
29:17Aku mendengarkan
29:19Seseorang harus ada yang bicara
29:23Celakahlah kita
29:25Kau lihat bagaimana dia membalas kebaikan kita
29:29Kau lihat bagaimana dia memperlakukan istrimu
29:31Hukuman apa yang pantas
29:36Bagi orang yang berniat menodahi istrimu
29:39Selain siksaan berat di penjara
29:41Nyonya Zulaika ingin berselingkuh denganku
29:45Aku melihat Yuzar Sif memasuki kamar yang muliai Zulaika
29:50Dengan niat berselingkuh
29:51Yang mulia
29:53Aku tahu Anda tidak akan mau menerima bukti dariku
29:56Untuk melindungi reputasi Anda
29:59Anda akan memihak istri Anda
30:02Tidak ada yang berani bersaksi melawan Nyonya Zulaika
30:06Karena mereka bisa kehilangan nyawa
30:08Akibat kemarahannya
30:10Jangan membuat aku tambah marah
30:13Aku mencari bukti dan saksi
30:17Untuk menentukan siapa yang bersalah
30:19Aku tidak punya bukti untuk menunjukkan
30:23Aku tidak bersalah
30:24Ataupun saksi yang membelaku
30:27Maka kau bersalah
30:28Dan harus dihukum
30:32Aku sudah dituduh tidak setia
30:35Tapi faktanya seperti yang aku katakan pada Anda
30:38Dia memanggilku dan ingin berselingkuh denganku
30:42Aku tidak punya saksi selain Tuhanku
30:46Kau memasuki kamar pribadi Zulaika
30:50Karim Mama sudah melihat itu
30:53Semua orang tahu yang salah yang mulia Zulaika
30:56Tapi siapa yang berani bersaksi?
31:00Bawa saksimu kemari untuk bersaksi
31:02Tuhanku menyaksikan semuanya
31:07Jika dia meninggalkanku sendiri
31:13Maka dia memberiku cobaan terberat
31:17Kau tidak boleh menerima
31:19Apa yang dikatakan budak ini
31:20Jika kau tidak bisa membuktikan bahwa kau tidak bersalah
31:32Kau akan kubunuh
31:35Yang mulia
31:38Aku melihat Yuzar Sif melewati koridor istana
31:42Dia berhenti dan bermain dengan kisim
31:45Bayi yang yang mulia dengar sekarang
31:47Lalu dia memasuki koridor tujuh pintu dan menutup pintu
31:51Aku sedang istirahat di kamarku
31:57Waktu aku melihat dia berdiri di dekatku
32:01Aku berteriak minta tolong
32:03Lalu dia melarikan diri
32:06Panggil Rodomun
32:10Zarsif akan dihukum disini
32:14Zarsif akan dihukum disini
32:40Aku punya saksi
32:55Siapa?
32:58Siapa saksimu?
32:59Suruh dia datang sekarang juga
33:01Tentu saja
33:02Aku akan memanggil saksi yang tidak mengenalku atau takut
33:06Pada Nyonya Zulaika
33:08Dia akan meniru dan bicara seperti Beo
33:11Tanpa tahu konsekuensi yang dia katakan
33:14Dan dia adalah kerabat Nyonya Zulaika
33:18Kesaksiannya mestinya
33:20Akan menguntungkan beliau
33:23Siapa dia?
33:24Panggil dia kemari sebelum kau dihukum
33:26Saksiku adalah bayi yang tangisannya Anda dengar sekarang
33:31Kau mempermainkan aku?
33:37Selama ini aku sudah mengabdi pada Anda
33:40Maka Anda aku minta untuk menghadirkan bayi itu kemari
33:44Seorang bayi akan bersaksi
33:51Bayi sepupuku
33:54Tidak masalah
33:56Bawa dia kemari
33:58Terima kasih telah menonton
34:28Salam yang mulia Potiphar
34:41Si Tenen adalah sepupuku
34:45Bayinya bernama Kisin
34:47Suruh dia bersaksi
34:49Kisin, bicaralah
34:52Katakan apa yang sudah Allah sampaikan padamu
34:57Kisin, bicaralah
35:11Aku bicara atas izin Allah
35:22Jika baju Yusuf robek di depan
35:27Maka Zulaika tidak bersalah dan Yusuf yang bersalah
35:30Jika bajunya robek di belakang
35:34Maka Zulaika yang bersalah dan Yusuf tidak bersalah
35:37Bagaimana kau bisa bicara sayang?
35:50Oh
35:52Sampai jumpa
35:55Dengan air mata palsu, kau mencoba menipuku.
36:21Fitnah kalian, para wanita, sungguh kecil.
36:38Aku minta maaf karena sudah menuduhmu.
36:43Aku harap kau memaafkan aku dan Julaika serta merahasiakan kejadian ini.
36:51Tidak boleh ada yang menceritakan ini pada siapapun.
37:02Jika ada yang membocorkannya, kalian akan dihukum.
37:08Sekarang pergi.
37:08Ada apa ya, mulia? Apa yang terjadi?
37:24Seorang bayi.
37:26Kisin, bayi si Tenen.
37:33Dia bicara dan menceritakan semuanya.
37:38Bayi tidak bisa bicara.
37:40Tapi dia bicara.
37:45Bagaimana mungkin, bagaimana dia bisa bicara?
37:50Aku tidak tahu.
37:52Yuzar Sif minta dia bicara dan dia mulai bicara.
37:57Yang lebih aneh dia bilang,
37:59Aku bicara atas izin Allah.
38:07Itu sihir.
38:10Meskipun yang dia katakan benar, itu tidak lain adalah sihir.
38:15Yuzar Sif telah menyihir bayi itu seperti semua penghuni istana yang lain.
38:21Tidak ada yang berani bersaksi untuk melawanku, kecuali anak itu.
38:31Ini sihir.
38:33Yuzar Sif adalah penyihir.
38:35Dia harus dibakar.
38:36Diam, Karimama.
38:37Bukankah pintu-pintu ini dikunci?
38:56Bagaimana dia bisa melarikan diri?
38:59Ini sulit dipercaya.
39:02Dia tidak menyuntuh gerendel.
39:05Tapi semua pintu terbuka.
39:09Terbuka sendiri?
39:11Sudah ku bilang dia penyihir.
39:13Dia bukan penyihir.
39:16Aku membesarkan dia sejak dia masih anak-anak.
39:19Dia tidak pernah mendatangi penyihir.
39:23Tapi pintu ini dan bayi itu.
39:31Siapa dia?
39:32Siapa dia sebenarnya?
39:35Si tenen?
39:59Ya, Yang Mulia Potiphar.
40:01Bagaimana kau bisa bicara?
40:10Aku masih belum percaya.
40:20Apa yang kau lakukan di sini?
40:23Kenapa kau datang?
40:24Aku datang dari Memphis untuk menemui Zulaika.
40:27Jika aku tahu itu akan terjadi, aku tidak akan datang.
40:30Kau datang untuk menemui sepupu-mu, Zulaika.
40:33Apa salahnya itu?
40:35Aku berterima kasih padamu dan juga bayimu.
40:40Jika kau tidak datang,
40:42aku akan tertipu oleh Zulaika dan menumpahkan darah pemuda yang baik.
40:47Oh, sayangku.
40:56Bagaimana kau bisa bicara?
41:02Kau tidak bisa bayangkan betapa kesannya Zulaika.
41:05Bayi yang berumur enam bulan?
41:08Aku mendengarnya sendiri.
41:10Bagaimana jika kabar ini menyebar ke seluruh istana?
41:35Bagaimana jika kabar ini?
42:05selamat menikmati
42:35selamat menikmati
43:05selamat menikmati
43:35selamat menikmati
44:05selamat menikmati
44:07selamat menikmati
44:09selamat menikmati
44:11selamat menikmati
44:13selamat menikmati
44:15selamat menikmati
44:17gembala, budak
44:19selamat menikmati
44:21selamat menikmati
44:23selamat menikmati
44:25selamat menikmati
44:27selamat menikmati
44:29selamat menikmati
44:31selamat menikmati
44:33selamat menikmati
44:35selamat menikmati
44:37selamat menikmati
44:39selamat menikmati
44:41selamat menikmati
44:43selamat menikmati
44:45selamat menikmati
44:47selamat menikmati
45:03Bukankah aku sudah bilang aku mau sendirian
45:08Keluar
Komentar