Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 bulan yang lalu
Agak Laen (2024) adalah film komedi horor tentang empat sekawan Boris, Bene, Jegel, dan Oki yang mengelola rumah hantu di pasar malam, namun usahanya sepi hingga mereka merenovasi dan tanpa sengaja mengubur mayat pengunjung (Caleg DPRD bernama Pak Basuki/Gilang) di dalamnya, membuat rumah hantu itu viral karena benar-benar dihantui arwahnya, sementara polisi menyelidiki hilangnya Pak Basuki, membuat mereka panik. Film ini mengangkat kisah dari podcast mereka dengan sentuhan drama keluarga dan persahabatan, berlatar di pasar malam dengan banyak komika lain, di mana mereka harus menghadapi situasi kocak dan menegangkan sambil merahasiakan pembunuhan tidak sengaja tersebut.
Transkrip
00:00Cair Woy! Balik dia!
00:08Akhirnya!
00:09Enggak asyik-asyik aku curi dari mamaku!
00:14Kalau kayak gini ceritanya,
00:15jangankan nikah di gedung?
00:17Di Istana Presiden pun bisa kau reka!
00:21Mobil nikahnya pake tank!
00:27Kalau dia pikir-pikir,
00:28gampang juga cari duit ya?
00:30Model kencing?
00:32Gel, kau minum yang bangga gel!
00:34Soalnya kalau kau dehidrasi,
00:36miskin lagi kita!
00:39Nasib kita ada di Totong Jengel!
00:42Oh iya, ini bisa jadi judul FTV!
00:44Apa?
00:45Totongmu Rezekiku!
00:49Coba nyalakan dulu tipi,
00:51Totong kita mau nonton!
00:54Siap!
00:55Siap!
00:57Oh iya, ini bisa dicompa!
01:01Oh iya...
01:03Oh iya...
01:05Oh iya...
01:07dinyatakan hilang sejak seminggu lalu.
01:09Sang istri, Red Maulandari, menyatakan
01:11bahwa suaminya terakhir pergi dari rumah
01:13menuju Pasar Malam Rawat Senggol
01:15untuk menemui seorang perempuan misterius
01:17yang belum diketahui identitasnya.
01:19Basuki sebelumnya pamit meninggalkan rumah
01:21dengan alasan akan menghadapkan pertemuan
01:23dengan tim kristesnya.
01:25Namun...
01:25Bet-bet, pasar malamnya kita, maksud TV ini, Bet.
01:29Polisi menyatakan bahwa petunjuk hilangnya Basuki
01:32berasal dari keterangan istri Basuki.
01:33Hingga saat ini, pihak kepolisian
01:57masih terus bekerja sama dengan pihak terkait
01:59untuk menyelidiki identitas pemilik nomor tersebut
02:02yang sempat menghubungi Basuki sebelum akhirnya hilang.
02:05Terima kasih.
02:06Terima kasih.
02:07Terima kasih.
02:08Terima kasih.
02:09Terima kasih.
02:10Terima kasih.
02:15Terima kasih.
02:16Terima kasih.
02:17Terima kasih.
02:18Terima kasih.
02:20Terima kasih.
02:29Terima kasih.
02:35Tadi, tadi ini terbakar kebakar sendiri, kan?
02:54Kalau sampai polisi nemuin perempuan itu, gimana?
02:57Ya baguslah, jadi dia yang ditangkap.
03:00Ya jelas-jelas dia pelakor.
03:01Gak bagus lagi, kalau sampai dia cerita pernah nyuruh selingkuannya masuk sini.
03:06Kenalah kita.
03:08Tapi perempuan itu kan gak lihat si Pak Basuki itu masuk ke sini.
03:11Nah, tapi kan artinya bisa jadi polisi merisa kita.
03:15Kalau polisi sampai datang, terus tahu ada mayatnya di sini.
03:19Abis kita.
03:23Ya oke.
03:31Gue datang aja polisi.
03:38Matilah kita.
03:41Udah, tenang, tenang.
03:43Kalau panik, malah jadi curiga nanti orang itu sama kita.
03:46Kita siap-siap aja kalau gak.
03:47Iya.
03:47Eh, kamu kemana?
03:50Kencingin dulu kuburannya.
03:56Eh, cepat, cepat.
03:58Cepat, cepat, cepat.
04:03Udah, cepat.
04:06Ya.
04:07Cepatlah.
04:08Kamu keluar dia.
04:10Gak bisa kencing kalau lagi panik.
04:12Jangan main malin lah kau.
04:13Sumpah.
04:14Kering.
04:16Bantu dulu.
04:17Bantu apa?
04:18Tiup-tiup.
04:19Biasa kalau dingin mau dia keluar.
04:21Tepat.
04:21Tepat.
04:21Tepat.
04:28Wah, dingin.
04:31Bantu dulu lah.
04:45Kok naik dia?
04:47Eh, terlalu dingin.
04:50Hah?
04:50Oh, bacingan.
04:52Udah lagi, kita gak ada waktu lagi kayak gini-gini.
04:53Udah cepat, cepat.
04:54Ayo, ayo, ayo.
04:58Kalian ini ngapain?
05:06Udah, udah, udah, udah.
05:07Ngapain?
05:11Entah-entah rumah hantunya viral, kalian jadi kerjanya males-malesan.
05:17Kita kan jalan-jalan ke sini jadi rugi, ya?
05:19Ya, dan, dan.
05:21Saya juga pikir seram.
05:23Ternyata cuma tereka-tereka jelas.
05:25Apa bedanya sama istri-istri kita di rumah?
05:27Iya, enggak, teman-teman?
05:31Oh, istri saya aja berarti, ya?
05:35Mohon maaf sebelumnya.
05:37Sebenarnya kami lagi kurang fit.
05:40Iya, bang.
05:40Apa kita ulang aja, bang?
05:42Enggak, enggak, enggak.
05:43Udah ngamut.
05:44Saya minta tolong.
06:10Masalahnya jangan dipiralin.
06:13Justru saya kesini untuk
06:14Sampain masukannya langsung ke mbak.
06:18Biar
06:18Wahana ini lebih baik lagi ke depannya.
06:21Ya, rumah hantu masa bawa pusing.
06:23Kan sayang, mbak.
06:25Iya, pak.
06:26Saya juga sayang.
06:29Eh.
06:30Iya, maksudnya kan gitu ya, pak.
06:36Sayang soalnya zaman sekarang
06:38Lagi kecewa dikit
06:40Langsung dipiralin
06:42Dikit-dikit
06:43Sepal-sepil, sepal-sepil
06:45Masuk epi-epi
06:47Sekali lagi, makasih ya, pak.
06:52Tuhar.
06:59Marlina.
07:01Eh, kapan-kapan
07:02Kalau saya kesini lagi
07:05Boleh?
07:07Boleh, hantu, pak.
07:09Ini kan pasar malam.
07:10Semua orang bebas main kesini.
07:14Asal
07:14Bayar tiket.
07:18Yaudah, saya
07:19Pergi duluan ya, dek. Marlina.
07:25Iya,
07:27Bang Tohar.
07:31Mari.
07:49Pelim-pelim
08:05Boleh dibagi ini.
08:07Seru ya,
08:07Ngitungdut malam-malam.
08:10Wah, ngapain sih, mbak?
08:12Hobi kali masuk sini
08:13Kalau udah tutup?
08:13Saya mau kalian
08:14Berempat tanggung jawab.
08:16Kau ngomong apa sih?
08:17Nggak ngerti aku.
08:18Saya juga nggak ngerti.
08:20Kok kalian bisa ya tidur nyenyak selama ini
08:22Setelah membunuh orang diam-diam?
08:23Hati-hati, mbak ya
08:24Kalau ngomong mulutnya ya.
08:25Udah berkali-kali kami bilang
08:27Nggak ada yang namanya Pak Basuki
08:28Itu masuk kesini.
08:29Paham kau?
08:31Bahkan saya belum bilang loh
08:32Namanya Basuki.
08:32Ini
08:44Ini adalah topi yang dipakai Mas Basuki pada malam itu
08:49Sekarang kalian mau langsung apa lagi?
08:51Hah?
08:52Kalian denger ya
08:53Kalau sampai saya ketahuan sama polisi
08:56Saya akan bilang kalau Mas Basuki ada di sini
08:58Mbak, mbak, mbak, mbak
08:59Tenang dulu ya, tenang
09:01Jangan teriak-teriak
09:01Kok kalian tinggal sih bunuh dia?
09:03Sumpah kami nggak ada bunuh dia ya
09:05Orang dia masuk kami takutin terus meninggal kok
09:07Lemah kali dia
09:08Ya emang dia rumah jantung
09:09Kau pun lemah otak
09:11Udah tahu dia ada sakit jantung
09:12Kau suruh masuk sini
09:13Ya kenapa ditakut-takutin?
09:17Bodoh kali memang pelakor-pelakor inilah
09:19Ya namanya rumah hantu masuk sini ditakut-takutin lah
09:22Nggak mungkin masuk sini kami nyanyiin lagu selamat ulang tahun
09:24Kau bunuh
09:39Kau bunuh
09:43Saya cuma mau pergi dari kota ini secepatnya, tapi saya nggak punya uang.
10:13Ben, aku mau DP musik lo.
10:29Percuma kau DP musik kalau kaunya di penjara.
10:34Mbak, sini.
10:41Ki.
10:43Ini udah semua yang kami punya.
10:50Mbak pergi yang jauh dari kota ini.
10:58Jangan pernah sekalipun nyebut lagi-lagi tentang rumah hantu ini.
11:19Terima kasih telah menonton!
11:38Pinang obat, Mak.
11:51Kek.
12:04Iya, Mak.
12:06Kapan kau mau urus makam Mama?
12:09Udahlah, Mak.
12:11Nggak usah nanya makam terus kenapa?
12:13Bagian kan masih lama itu, Mak.
12:16Enggak mau rupanya Mama sembuh.
12:22Emak mau nonton tiket.
12:26Iya, Mak.
12:31Polisi masih terus melidiki kasus hilangnya caleg DPRD dari Partai Bergerigi Basuki Munandar.
12:37Berbagai spekulasi mulai muncul.
12:39Mulai dari dugaan bahwa adanya motif perselingkuhan hingga persaingan politik.
12:43Berikut wawancara kami dengan Kapol Sekrawasego, AKP Tuhar Wahyudin.
12:47Ya, kita tunggu saja dulu ya.
12:49Kan kasus ini masih kami tersuri nomor misterius tersebut juga masih dilancang.
12:54Mungkin nggak, Pak, ada motif persaingan politik dibalik kasus ini mengingat ini sudah masuk ke musim pilkada?
13:01Ya, kita lihat saja dulu.
13:03Kan seperti saya bilang tadi, kasus ini masih kami selidiki.
13:07Pemilik wahana yang lain itu protes.
13:10Pengunjung kalian itu mereka antrenya sambil makan.
13:13Terus sampahnya dibuang di halaman wahana mereka.
13:16Kalau masalah sampah itu tugas-tugas kebersihan, Bang.
13:20Si Obed juga pergerakannya kurang, Bang.
13:23Kalau lagi rame, lebih satset gitu.
13:25Menurutku sudah cukup satset ya.
13:27Dia kan muter setiap dua jam sekali.
13:31Atau gini, nanti kita bayar lebih untuk uang kebersihan.
13:35Tapi, Obed kelilingnya harus lebih sering.
13:38Gimana?
13:39Coba di satset.
13:41Ah, pas! Obed! Sini, Obed!
13:44Saya tanya langsung sama dia saja.
13:46Bet, ini kan sampahnya lagi banyak betul.
13:49Kok bisa tidak mutarnya lebih sering lagi?
13:52Nanti, uangnya ditambahin sama mereka ini.
13:55Gimana?
13:58Eh, kok kenapa?
14:00Mau dikasih uang kok malah ketakutan begitu?
14:02Ya udah lah, Bang.
14:05Nanti dibicarakan saja sama pemilik Wahana lain, Bang.
14:08Kami mau balik dulu, Bang.
14:10Mau siap-siap ke Wahana.
14:11Ya udah, nanti saya bicara sama mereka lah.
14:13Ya, Bang.
14:14Balik, Bang.
14:17Ambit ya, Bang.
14:21Ada sesuatu.
14:32Biar disini.
14:33Apa lagi sih, Obed?
14:36Apa lagi?
14:37Sama?
14:38Sama?
14:48Ewa!
14:50Ewa!
14:51Ewa!
14:52Kau mau telpon polisi?
14:55Kau punya bukti soal Bapak Suki?
14:59Ya sudah, kita telpon polisi sekarang.
15:02Oke, oke.
15:03Gimana, suka gak kain?
15:06Suka, Bang.
15:09Tadi aku mau bawa kamu ke tempat bakso langganan aku.
15:12Tapi duduk tuh.
15:14Ada tuh, Bang. Bakso didikan pasar.
15:16Rame banget.
15:18Kuahnya kental, baksonya gede.
15:21Pokoknya mah enak.
15:22Kamu sering kesana?
15:24Belum pernah sih, Bang.
15:26Tapi kalau di TikTok mah viral.
15:34Bentar ya.
15:36Halo?
15:38Kapan?
15:41Oke.
15:46Bang, udah harus balik ke kantor ya?
15:48Oh, gak kok. Itu tadi orang kantor.
15:51Gak badan soal kerjaan.
15:57Mar, kamu tahu soal orang yang hilang itu?
16:01Wih, Jitu, cool.
16:03Bukan, bukan.
16:04Yang baru-baru ini.
16:06Oh, Harun Masiku.
16:07Bukan, bukan.
16:08Pak Basuki yang caleg.
16:11Oh, iya. Dia juga hilang.
16:13Kenapa dia, Bang?
16:14Tadi katanya ada orang di pasar malam tempat kerja kamu yang punya informasi soal Pak Basuki.
16:21Tapi dia bisu.
16:22Emang ada ya?
16:25Oh, Bet.
16:26Iya, Oh, Bet.
16:28Itu kamu kenal dia gak?
16:29Ya, kenal, Bang.
16:30Dia matukang bersih-bersih di pasar malam.
16:35Dia pernah ngomong gak soal Pak Basuki?
16:39Ngomong ya, Bang?
16:41Uhum.
16:44Gak pernah sih, Bang, kalau ngomong.
16:49Eh, bentar ya, Bang.
16:52Ya.
16:53Halo, Bang?
16:57Mark, kau di mana?
16:59Udah mau buka ini.
17:00Iya, Bang.
17:01Iya, ini lagi makan.
17:03Bentar lagi sampai, kok.
17:04Yaudah, cepet ya.
17:05Yuk, Bang.
17:08Aduh, Bang.
17:10Maaf nih, ya.
17:11Saatnya buru-buru udah ditungguin.
17:13Enggak, gapapa.
17:13Aku yang nantarin, ya.
17:14Aduh, gak usah, Bang.
17:15Repotin.
17:16Aku aja, gak apa-apa.
17:17Aku aja.
17:18Bang,
17:19tapi jangan pakai
17:21Wiwiwiwi, ya.
17:23Wiwiwi?
17:25Itu loh, Bang.
17:26Wiu, wiu, wiu, wiu, wiu, wiu, wiu.
17:30Bahaya kali ini.
17:32Kalau sampai si obet betulan nelpon polisi, repot kita.
17:39Bang, maaf ya telat. Tadi lagi makan cuma lupa lihat jam.
17:44Lagian ngapain sih makan di luar? Biasa juga makan di sini kok.
17:47Tadi dia makan sama saya.
17:53Maaf ya, gara-gara saya dia jadi telat.
17:55Gak apa-apa, aman kok bang.
17:57Kalau gitu saya dulannya, deh.
17:58Iya, hati-hati ya bang.
18:00Duluan semuanya.
18:01Iya, mari.
18:08Kau pacaran sama polisi itu?
18:10Baru deket aja sih, kenapa bang?
18:13Itu polisi yang nangani kasus caleg hilang kan?
18:15Pak Basuki kan?
18:17Masa tadi katanya bang Tohar, si obet punya keterangan soal Pak Basuki.
18:22Nah, makanya biar obet tuh bisa dipanggil ke kantor polisi buat ditanya-tanya.
18:26Katanya mereka mau nyediain ahli bahasa isyarat.
18:29Hah?
18:30Ih, itu loh bang. Yang tangannya suka gini-gini, gak ada suaranya.
18:35Iya, tau, tau, tau.
18:36Bukan cuma kau kok yang sekolah.
18:38Kita cuma kaget aja.
18:42Oh ya udah, kalau gitu Marlina siap-siap dulu ya.
18:49Pokoknya malam ini, begitu pasal malam tutup, kita jumpain obet.
18:55Wih, pokoknya jangan ada yang panik, kita jelasin sejelas-jelasnya.
19:02Udah lah, langsung kita kasih aja duit ini biar selesai masalahnya.
19:05Jangan gitu, keliatan salah kita jadinya.
19:07Ngadepin orang kayak obet, terus pelan-pelan main halus.
19:10Setuju, jangan langsung dibahas lah.
19:12Kita harus bikin dia nyaman dulu.
19:14Bikin nyaman kayak mana lagi sih?
19:16Ya basah-basih lah.
19:17Misalnya kita bantu dia selesai kerjanya.
19:19Oh, cocok.
19:21Kita ambil alat kebersihan, baru kita ke obet.
19:24Ayo, ayo, ayo.
19:25Ayo, ayo, ayo.
19:26Ayo.
19:34Cik.
19:35Bet.
19:42Lari.
19:43Bet, tunggu.
19:44Kayak mana ini?
19:45Kejar lah, kejar, kejar.
19:49Biar sabar, sebentar lagi.
19:51Enggak satu potong ini.
19:53Bet.
19:54Loh.
19:55Kenapa sih anak ini?
19:56Enggak lain, mah.
19:57Jangan aja.
19:58Bet.
19:59Bet.
20:00Bet.
20:01Bet.
20:02Bet.
20:03Bet.
20:04Bet.
20:05Bet.
20:07Bet.
20:08Bet.
20:09Bet.
20:10Bet.
20:11Bet.
20:12Bet.
20:13Bet.
20:14Bet.
20:15Bet.
20:16Bet.
20:17Bet.
20:18Bet.
20:19Bet.
20:20Bet.
20:21Bet.
20:22Bet.
20:23Bet.
20:24Bet.
20:25Bet.
20:26Bet.
20:27Bet.
20:28Bet.
20:29Bet.
20:30Bet.
20:31Bet.
20:32Bet.
20:33Bet.
20:34Bet.
20:35Bet.
20:36Bet.
20:37Bet.
20:38Bet.
20:39Bet.
20:40Bet.
20:41Bet.
20:42Bet.
20:43Bet.
20:44Bet.
20:45Bet.
20:46Bet.
20:47Bet.
20:48Hai sinilah sini Oh capek kali ngejarin anak-anak ini dari tadilah
20:55mampus jatuh dia
21:09obet-obet orang berat cari dimana
21:28obet-obet
21:35terus kondisi obet sekarang gimana udah sadar tadi sih kata orang rumah sakit sudah sadar cuma
21:41karena kondisi mulutnya sempat kebentur jadi sampai sekarang dia belum bisa ngomong
21:44sebenarnya tanpa kebentur juga dia udah nggak bisa ngomong sih
21:50ya maaf dan saya lupa Oh ya ahli bahasa syaratnya udah ada sudah ada sudah siap di ruangan
22:00sebelah kita bawa dia ke rumah sakit aja sekarang siap dan soal mulut kebentur amanlah saksi nggak
22:06perlu bicara kok kena pakai bahasa syarat siap
22:10kalau begini rada susah sih Pak enggak ada isyarat sama sekali apa yang mau saya terjemahin
22:21ini juga ya mas kalau pakai suara nafas bisa tidak gimana maksudnya Pak misalnya
22:29A B C atau
22:36agak-agak susah ya agak susah ya namanya juga usul mas ya silahkan lanjut
22:47Pak Jongki Bapak ngelihat ada orang lain nggak di lokasi kejadian tidak ada orang lain Pak makanya
22:56juga heran kenapa ada orang yang mencelakai obit-obit ini orang baik Pak dan tim kita berhasil
23:04menemukan identitas dan alamat pemilik nomor telepon yang kemarin udah kita jalan sekarang
23:10apa aku bilang langsung aja kasih duitnya selesai itu pasti kau selesai dari mana orang kita belum sampai
23:18kabur kok ya itu gara-gara kau sok tahu pakai nyuruh bawa alat-alat kebersihan jadi
23:24mikir macem-macem kan dia yang mikir macem-macem kenapa aku yang salah lagian kan bene yang nyuruh
23:30basa-basi dulu makanya aku usulkan bantu dia bersih-bersih sama aja kalian dua terus
23:36aja kau melebar kemana-mana harusnya kau salahkan semua orang ya memang salah mau
23:40kayak mana udah lagi udah kejadian juga loh lagian kita kan nggak ada yang nyangka si
23:46kita kan sepanik itu makanya udah kubilang dari awal dari awal dari awal
23:52justru dari awal nggak akan kayak gini kalau kau nggak ngotot nguburi Pak Basuki
23:55kau bilang nggak usah ngelebar kemana-mana ben tapi kau ngkit apa yang udah lewat mau
24:02kau kan yang dari tadi cari siapa yang salah kau yang salah kau yang dari awal nggak mau
24:08labor polisi giliran udah kayak gini aku yang kau salahkan jadi menuruh aku yang salah
24:14ya siapa lagi
24:19biar tau kau ya kalau nggak karena keputusanku nggak akan terbayar gedung nikahmu terus menurutmu
24:28kalau kami tiga nggak nampung kau kita beli itu obat mamamu memang harusnya napi macam kau nggak usah
24:35kau keluar dari penjara ben kau pikir kenapa mamamu Saki karena punya anak kayak kau
24:44aku kira kita berkawan ben
24:50itu Katie
24:54oki
24:55oki
24:59terlalu kan kubing
25:01nggak boleh lo kayak gitu ben
25:04Nah apa kau, nak?
25:22Malu mama punya anak kayak aku, ya?
25:32Kok gitu bicaramu, nak?
25:46Tidak dulu aku ngecewain mama terus.
25:52Aku pernah ngecewain mama sekalipun.
25:58Kok jadi kau yang lebih tahu perasaanku?
26:08Aku ingin harapin danamu.
26:12Penjahatanku mama.
26:22Kau masuk penjara itu karena kau bodoh.
26:30Bukan karena kau jahat.
26:38Dan itu kekegalanku.
26:44Maafkan mama, ya?
26:48Maaf.
26:50Kau ingin.
26:56Kau enteng kali muncungmu.
27:00Kau pikir gampang pindahkan mayat?
27:02Aku nggak bilang gampang.
27:04Tapi cuma ini satu-satunya jalan kalau kita mau selamat.
27:07Nggak ada cara lain.
27:08Eh, kalaupun kita pindahkan, mau ke mana?
27:12Aku ada usul.
27:14Agak lain memang.
27:16Tapi aku yakin ini pasti berhasil.
27:18Tapi kalian janji.
27:20Pertimbangkan dulu.
27:22Jangan langsung tolak.
27:24Apa?
27:26Gimana kalau kita pinjam makam mama Oki?
27:30Bang, gak gak gak gak.
27:32Udah gila kalau.
27:33Sumpah busuk kali loh idemu.
27:34Iya, tenang.
27:35Tenang dulu.
27:36Tadi kan udah janji kalian.
27:37Jangan langsung ditolak.
27:38Ya lagian nggak mungkin lah itu, Gail.
27:40Itu makam buat mamanya loh.
27:42Iya ngerti.
27:43Tapi mamanya kan masih hidup.
27:45Berarti belum terpakai kan?
27:47Atau kau doain mamanya mati?
27:50Gak ada aku ngarah-ngarah kesana ya.
27:52Ya udah.
27:54Lagian, coba kalian pikir.
27:56Gak mungkin polisi nyari orang hilang di pemakaman umum.
28:01Udah ini paling betul.
28:03Udah lah Gail.
28:04Percuma idemu.
28:05Si Oki pasti gak mau.
28:06Lupa kan lady busukmu itu.
28:08Ben.
28:09Urusan Oki, serahkan sama aku.
28:13Ngadapin orang ke Oki.
28:14Gak bisa perontal.
28:15Harus pakai cara khusus.
28:17Dekati dulu.
28:19Kita selami hatinya.
28:21Kalau sudah sampai dasar.
28:25Gak ada yang gak mungkin.
28:27Gak ada.
28:28Gak ada.
28:29Gak ada.
28:30Gak ada aku.
28:31Sumpah.
28:32Gak ada kayak buka bun'ingサ Of Two Men.
28:37Gak ada.
28:38Gak ada kucing.
28:41Gak ada.
28:42Dan buat kucing English Harry'gung.
28:43Gak ada si Boris kali.
28:44Gak ada aku.
28:45Sumpah.
28:46Enggak ada si Boris kali.
28:48Enggak ada aku.
28:50Sumpah.
28:58Ki.
29:00Sebelumnya makasih ya Ki.
29:02Udah ngeluangin waktu di tengah kesibukanmu.
29:07Maksud...
29:08Kami datangkan kau kesini...
29:10Karena Bene...
29:12Mau memohon ampun...
29:14Atas kesalahan dia tadi siang.
29:23Ki aku minta.
29:32Ki aku mohon ampun...
29:34Atas mulutku tadi siang.
29:40Sama ini Ki.
29:42Bene mau minta izin.
29:44Dia pengen kali...
29:47Nyium kaki kau.
29:50Boleh kan Ki?
29:54Alhamdulillah.
29:57Ayo berita cepat.
29:59Enggak ada yang minta tadi.
30:01Ayo cepat.
30:02Ayo.
30:03Udah yakin aja.
30:04Ayo cepat.
30:05Ayo cepat.
30:06Ayo cepat.
30:07Ayo cepat.
30:08Ayo cepat.
30:09Ayo cepat.
30:09Ayo cepat.
30:10Besar kali pasti penyesalannya sama aku Ki.
30:12Ayo cepat.
30:13Udah Ben, udah Ben, Ben.
30:14Udah Ben, Ben.
30:15Ayo cepat.
30:15Udah, udah, udah.
30:16Udah Ben, Ben.
30:16Ben.
30:17Ben.
30:17Ben.
30:17Udah Ben.
30:20Aku juga minta maaf.
30:21Aku emosi kali tadi.
30:24Sama aku pun emosi kali.
30:28Tadi siang.
30:29Sekarang gak terlalu.
30:32Ki.
30:33Aku udah menemukan solusi gimana caranya biar kita selamat dari kejaran polisi.
30:39Tapi sebelum menuju ke sana, aku mau sedikit minta restu nih sama kau.
30:44Karena jujur Ki.
30:46Cuma kau lah penyelamat kita.
30:47Apa, Gil?
30:49Aku kalau bisa bantu, pasti ku bantu.
30:53Kau mau minta restu apa?
30:57Jadi gini.
31:02Kita mau mindahin mayat Pak Basuki sebelum ketahuan polisi.
31:08Aku punya usul.
31:10Gimana kalau kita pinjam makam mamamu?
31:17Ayo, aku gelapin nih.
31:43Jangan berhapus sekarang.
31:44Kalian tahu kan?
31:50Kenapa mamaku harus dikubur di samping bapakku?
31:54Karena mamaku mau selalu berbaring di samping orang yang dicintainya.
31:59Kalau kuburannya dipakai untuk kubur Pak Basuki, mamaku mau dikubur di mana coba?
32:07Maaf Ki.
32:08Aku cuma mau nanya ini.
32:09Seumpama mamamu dimakamkan di atas jasatnya Pak Basuki gitu, boleh gak sih secara agama?
32:17Gak boleh lah.
32:18Bukan muhrim.
32:21Lagian kalau boleh mana mau aku.
32:25Kalian bayangin perasaan bapakku.
32:26Tiap hari ditengoknya istrinya tidur di atas laki-laki gak jelas.
32:31Lebih panas itu daripada api neraka, biar kalian tahu ya.
32:35Berarti kalau mamamu dimakamkan di atas bapakmu, itu bisa?
32:41Bisa itu?
32:42Bisa?
32:43Bisa-bisa.
32:44Kepalamu itu?
32:44Cepat kali muncungmu bilang bisa-bisa.
32:47Hal-hal kayak gitu tuh cuma bisa dilakukan kalau lagi dalam keadaan darurat aja.
32:52Ya kan, keadaan darurat orang beda-beda.
32:57Dikejar polisi pun keadaan darurat.
33:00Nantilah ya kita pikirkan soal makam mamamu.
33:04Lagian aku yakin mamamu pasti sembuh kok.
33:07Iya Ki.
33:07Kita semua pasti mendoakan yang baik-baik biar mamamu tetap sehat.
33:12Tapi untuk kali ini kami betul-betul butuh pertolonganmu Ki.
33:18Minta tolong kali.
33:21Mau ya Ki?
33:37Sampai jumpa.
34:07Mbak Intan, kami minta Anda ikut kami ke kantor polisi.
34:16Mari.
34:24Udahlah, gak mungkin ini woy.
34:26Gak mungkin kayak mana?
34:28Ya kau tengok aja lah itu.
34:29Kayak mana pindahkan mayat sebesar itu?
34:31Lagian udah mulai bau loh.
34:32Kalau soal bau, bisa kita samarkan pakai kopi Ki.
34:36Udah ku siapkan di dalam.
34:38Udah lo woy gak mungkin ini.
34:40Ki.
34:42Ki.
34:42Ki, gak mungkin kayak mana sih maksudnya Ki?
34:45Ki.
34:46Eh, Ki.
34:47Janganlah gitu Ki.
34:48Udah sejauh ini loh kita.
34:49Kau sadar gak sih, Bor?
34:50Mayat loh itu mayat.
34:51Iya, aku tahu itu mayat.
34:53Cuma bilang lah pet gadong.
34:54Kan tetap aja harus kita pindahin.
34:55Rencana kita udah matang loh Ki.
34:57Tinggal jalankan aja ini.
34:59Eh.
35:01Aku punya solusi.
35:04Aku tahu cara mindain mayat Pak Basuki tanpa ketahuan.
35:08Kayak mana?
35:10Gimana kalau?
35:13Kita potong kecil-kecil dulu mayatnya.
35:15Kepala kau tuh dipotong kecil-kecil.
35:17Lah kenapa?
35:18Kita bukan pembunuh, Gel.
35:20Bisa-bisanya kau kepikiran motong-motong badan orang.
35:23Bang.
35:24Ya gak bunuh lah hitungannya.
35:25Kan udah jadi mayat juga.
35:27Lagian gak terlalu susah kok.
35:29Eh.
35:30Tahu dari mana kok gak terlalu susah?
35:32Udah gue tes.
35:35Dini datang kok ya.
35:36Jadi orang lo itu.
35:37Gak berapa, Allah- Allah.
35:38Balai kan jang.
35:39Balai kan cepat.
35:40Gak berulang.
35:40Eh, anak.
35:41Balai kan itu.
35:42Balai kan cepat itu.
35:43Iya, iya, iya.
35:48Bang.
35:50Bang, kok dikunci?
35:53Bawa apaan nih, Bang?
36:03Kok kayak bobangke?
36:05Bobang.
36:06Iya, bawa bangke.
36:06Ada tikus mati.
36:08Oh, yaudah sini Marina buangin.
36:09Eh, jangan.
36:10Eh, gak boleh, gak boleh.
36:11Kan mau dibantuin.
36:13Eh, bandel kanan.
36:14Eh, jangan.
36:15Biar kami aja ngubur.
36:17Eh, tikus ngapain digubur?
36:19Oh, soalnya tadi dia matinya itu keinjak.
36:24Keinjak sama aku.
36:25Jadi kayak aku ada rasa-rasa bersalah gitu sama dia.
36:29Nah, yaudah kalau gitu udah ditungguin ya.
36:32Rame bilangin yang lain suruh siap-siap.
36:34Iya, iya, iya.
36:35Iya.
36:38Mati kita.
36:40Rame kali.
36:40Udah gak sempat ini.
36:48Orang-orang udah pernah mau masuk.
36:51Terus ini gimana?
36:52Ayudah, kita keluarkan aja dulu.
36:54Terus kita ikat.
36:55Taruh di pojok-pojok biar dikira orang boneka pocong.
36:57Aku tabur kopi ya, biar gak bau.
36:59Terus nanti, kalau pasar malam udah sepi, baru kita pindahin.
37:01Makannya?
37:02Tutup aja pakai terpala, tutup pakai apalah dulu.
37:04Yaudah, yaudah.
37:04Men, men, men.
37:05Iya, iya, iya, iya.
37:06Eh, men, men, men, men, men.
37:15Eh, men.
37:16Kejebelos mereka ini.
37:17Ayo kita tolongin yuk.
37:18Eh, semua.
37:19Apa itu kita lupa?
37:21Mas, mas.
37:24Udah lah, ayo masing-masing.
37:27Aku baiknya ngobrol tuh.
37:30Ayuh, aku juga gak apa-apa.
37:31Tolong aku.
37:33Saya tali berata tuh.
37:35Aku cocok.
37:36Banyak sih jawa-jawa ini.
37:40Ayo sini.
37:48Yakin kamu gak kenal Pak Basuki?
37:54Terus kenapa nomor yang menghubungi dia terdaftar atas nama kamu?
37:59Pak, berapa kali sih saya harus bilang?
38:02HP saya pernah hilang.
38:03Ya bisa aja nomor itu dipakai sama orang yang menghubungi HP saya.
38:09Oke.
38:12Sekarang jelasin ke saya.
38:16Kenapa botol obat Pak Basuki bisa ada di kamar kamu?
38:20Hmm?
38:23Pak, saya gak tahu itu.
38:26Gak tahu apa!
38:28Jelas-jelas botol ini ditemuin di kamar kamu kok!
38:31Kalau kamu gak kenal, ngapain kamu simpan?
38:33Kamu dengar saya, ya?
38:40Semua bukti yang ada.
38:44Menarah hanya ke satu orang.
38:46Satu orang!
38:48Dan itu kamu!
38:49Kemang gak?
39:12Ayo, ayo, ayo.
39:13Bentar, bentar, bentar.
39:15Mungku, Jagiel.
39:16Dia lagi ngambil boneka, alat ria, sama kostum mantu kita.
39:20Buat apa sih?
39:21Ya, masa kita keluar cuma bau mayat.
39:23Kalau ada orang lihat, aneh lah.
39:25Curiga lah dia.
39:26Mana, Jagiel?
39:28Ayo, Jagiel.
39:29Jagiel, cepet, Jagiel.
39:30Buka, Jagiel.
39:31Kodungan, kodungan.
39:36Ayo, anak.
39:37Ayo.
39:38Ayo, cepet.
39:45Bentar, Lala.
39:46Beratkah hal ini, Bapak ini?
39:51Berisik kali tengkora ujung ini.
39:54Ayo, cepet.
39:55Ayo, berat nih, Bapak.
40:00Eh, mau kemana kalian? Malam-malam.
40:05Mau servis patung, Bang.
40:07Patungnya kenapa, Bang?
40:09Tulang rusuknya kurang satu.
40:11Jadi, mau dibawa ke toko mumpung masih garansi.
40:16Eh, itu kayaknya berat sekali itu.
40:19Sini, saya bantu aja.
40:20Bukan usah, Bang.
40:22Kalian ini kayak baru kenal saja.
40:24Sudah, saya bantu tidak apa-apa.
40:24Tidak usah, Bang.
40:25Aman, betul, Bang.
40:26Aman, Bang.
40:27Iya, Bang.
40:27Ini aslinya ringan, kok.
40:28Iya, Bang.
40:29Masa sih?
40:30Iya, Bang.
40:31Ini ringan.
40:32Diangkat sendiri pun sebetulnya bisa, kok.
40:35Iya, kan, Ki?
40:41Iya, Bang.
40:42Ini kelihatannya aja berat, Bang.
40:44Aslinya.
40:47Ringan.
40:49Kami pun mesti pamit dulu, ya, Bang.
40:51Eh, sobat.
40:52Kalian cium bawa kopi enggak?
40:57Kopi?
40:58Oh, kopi dari pocongnya ini, Bang.
41:01Pocongnya ceritanya dari pergubungan kopi, Bang.
41:03Iya, Bang.
41:05Jadi dia matinya kena asam lambung.
41:09Oh, Gerd.
41:11Iya, Bang.
41:13Eh, Gerd itu memang bahaya, tau.
41:14Itu betul-betul bisa bikin orang meninggal.
41:18Saya dulu pernah kena Gerd, tapi sekarang saya sudah sembuh.
41:20Gara-gara saya rajin minum ramuan jahe.
41:25Direbus, kan, Bang?
41:26Ih, tidak usah direbus.
41:28Potong-potong saja.
41:29Terus kau campur dengan air panas, tambah madu sedikit.
41:31Minum sudah itu saja.
41:32Jangan.
41:34Lebih baik direbus, Bang.
41:35Karena kalau enggak direbus, sari-sari-nya enggak keluar semua.
41:38Keluarku sari-sari-nya.
41:40Yang penting itu jahe-nya sudah kita potong-potong.
41:42Tapi lebih baik kalau...
41:43Lebih baik kau diam kayaknya, Gerd.
41:45Eh?
41:46Soalnya Bang Jongci lebih berpengalaman, kan, Bang?
41:49Abang udah pernah kena Gerd.
41:53Nggak Gerd.
41:57Yaudah, maaf ya, Bang.
41:58Kami buru-buru takut tokonya tutup.
42:00Ya, mesti ya, Bang.
42:05Dari, Bang.
42:07Kee, kau enggak kamu bilang sih...
42:36Di depan kuburannya ada kantor polisi.
42:39Sumpah.
42:41Aku pun enggak tahu.
42:44Kok bisa tiba-tiba ada kantor polisi di sini?
42:48Memang tadinya enggak ada?
42:50Kemarin-kemarin...
42:51...ku tengok ada beberapa tukang lewat-lewat di situ.
42:54Tapi enggak tahu aku kalau orang itu lagi bangun kantor polisi.
42:57Tanya kalau enggak tahu, nanya.
43:02Atau urusannya aku nanya-nanya.
43:05Jadi kayak mana ini, Wey?
43:07Aku ada ide.
43:11Enggak.
43:13Yang lain boleh ngasih ide.
43:14Kau enggak dulu ya, Gel?
43:20Gel, kau bawa semua perlengkapan kita?
43:24Bawa?
43:25Kenapa?
43:26Kenapa?
43:26Berkali-kali sektor bagian iman di beli ke kanan.
43:29Ini dia iman yang beri penampilan ke depan.
43:32Mamat Oto diganti-intinya berusaha mencari peluang.
43:35Dorong bola ke depan.
43:37Tunggu saja.
43:38Ini dia kesempatan penyusah.
43:39Dilakukan langsung saja.
43:41Oh!
43:41Dikuti kembali dari versiulnya.
43:43Ada gerakan lagi dari Oveli.
43:45Bola dikembalikan lagi ke Oto.
43:47Tetap pertahanan yang sangat tetap diperanakan.
43:49Tunggu saja.
44:19Tunggu saja.
44:20Tunggu saja.
44:21Tunggu saja.
44:23Tunggu saja.
44:24Tunggu saja.
44:28Tunggu saja.
44:42Tunggu saja.
44:44Terus, saya tidak tahu apa-apa.
44:46Pantesan tadi saya langsung disuruh pulang, gak boleh masuk.
45:16Mereka gak bilang mereka mau kemana?
45:29Mereka bilang cuma mau pergi servis boneka.
45:33Enggak itu mereka pasti lagi mindahin mayatnya Pak Basuki itu.
45:38Kayaknya saya tahu mereka kemana.
45:46Kembali ke saya.
45:52Siapkan.
46:03Jangan kebanyakan istirahatmu.
46:05Ayo, nanggungin sedikit lagi.
46:07Keburu datang lagi polisi itu.
46:08Ayo.
46:16Halo.
46:18Halo.
46:19Gak sabar, masuk tentara.
46:23Pulang kampung jumpa mamaku.
46:26Aku pun merasa capek kali dikejar-kejar kayak ini.
46:29Aku pengen iri tenang.
46:31Aku mau nikah sama Naomi.
46:34Punya anak, ya kan?
46:35Eh, nanti kalau aku nikah, kalian datang ke nikahanku ya.
46:38Awas dulu kalau enggak.
46:39Ya pastilah.
46:41Masa gak datang.
46:42Aku pun pengen kali bebas.
46:44Bebas dari mayat sialan ini.
46:45Bebas dari utang-utang judiku.
46:49Kalau kau enggak mana, Ki?
46:52Aku mau dengar anak, Bu.
47:09Aku udah gak punya rencana sama Amar.
47:12Aku udah gak punya rencana sama Amar.
47:15Aku Cuban sama Amar.
47:23Amar.
47:29Aku gagal, Bang.
47:35Aku gagal.
47:36Agal.
47:37Kau gak gagal, Ki.
47:43Kau kan udah berusaha.
47:44Berusaha apa, Kel?
47:47Kalau aku berusaha, gak mati, Bapak.
47:52Ngerti kau?
47:59Bapak cuma minta dikubur di samping Bapak.
48:04Itu pun aku gak bisa.
48:07Berusaha yang enggak, yang mana aku, Kel?
48:26Apapun yang terjadi, Bapak baru ku kubur di sini.
48:34Gak peduli aku masuk penjara.
48:37Bapak, Ki.
48:43Udah lah.
48:46Kelain pergi aja.
48:48Biar aku yang tanggung semuanya.
48:51Udah pergi, Kelain.
48:52Kalau kau gak pergi, aku juga gak.
49:17Aku pun gak mau.
49:28Kau pikir, Ben.
49:38Kau gak mau nikah.
49:41Kasian tau, Bi, Ben.
49:45Aku memang mau nikah.
49:47Tapi kalau kalian gak datang, aku ngerayain sama siapa.
49:53Ngerayain sama siapa.
49:58hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai Hai mengadili menyatakan para
50:24terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana karena kelalaiannya
50:31mengakibatkan matinya orang dan mengubur mayat untuk menyembunyikan kematian orang yang dilakukan
50:37secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan ke-1 dan ke-2 menjatuhkan pidana kepada para
50:44dakwa selama 2 tahun 4 bulan hai hai hai hai Hai hai hai hai hai hai
51:14Gimana? Lanjut rumah hantu?
51:16Enggak!
51:18Eh, kalau rumah makan?
51:24Dek!
51:28Jangan lupa kali aku, Bang.
51:30Jangan lupa senangnya aku jumpa kau.
51:33Sehat ya kau, Bang?
51:34Sehat.
51:35Gemuhan kau ya selama aku di dalam.
51:37Ih, iya pula makan mie instan terus.
51:40Ngembang ya.
51:40Ma!
51:44Ma!
51:45Ma!
51:46Ma!
51:58Maafin aku ya, Ma.
52:00Gua usah kau bahas lagi.
52:03Kau kan sudah tebus semua kesalahanmu.
52:06Kita pulang ya, Ma.
52:07Tapi, aku malu, Ma.
52:09Ma, aku kan gagal jadi tentara, Ma.
52:12Sudahlah, Ma.
52:14Mama sudah ikhlas.
52:17Mama enggak apa-apa.
52:18Kok kau enggak jadi tentara?
52:20Kan masih bisa kau jadi Satpol PP.
52:23Hah?
52:23Ini, Ma.
52:24Mama sudah bawa lo formulirnya.
52:27Kok jadi Satpol PP, Ma?
52:29Ih, enggak apa-apa.
52:31Kan bagus juga itu.
52:33Si Dorma itu, kan anaknya Satpol PP juga dia.
52:37Wah, kemarin ada tukang lontong medan.
52:40Dia jualan sembarangan.
52:42Diusirnya.
52:44Ih, gagal kali Mama lihatnya.
52:50Nari siapa kau?
52:52Enggak, enggak ada.
52:55Udahlah, udah bebas kita.
52:58Seneng lah, senyum.
52:59Iya, gitu.
53:02Aku duluan ya.
53:06Aku mau jumpa Mama.
53:08Oh, aku ikut ya?
53:11Aku juga ya.
53:12Ya udah, kalau gitu aku ikut juga lah.
53:14Eh, mobil Bow masih longgar.
53:17Bow antar aja ya.
53:18Bow lihat mobil?
53:19Wil, mantep ris, Mama muris.
53:21Yuh, bu, nanti makan siang dulu ya.
53:23Iya, ada duit, kan?
53:24Ayo, aku suruh.
53:40Ikhlas ya, Ki.
53:42Mama muda tenang di sana.
53:43Tuhan udah angkat semua rasa sakit Mama.
54:04Tidak mungkin.
54:16Kita sesama dua, kan, Yakin?
54:25Ben?
54:25Nom?
54:46Apa kabar, Ben?
54:49Baik.
54:52Kau gimana?
54:53Sehat.
54:54Gak mana kabar tulang?
55:04Ben,
55:06ada yang harus aku omongin.
55:09Soal pernikahan kita.
55:11Cukup ya, Nom.
55:12Cukup.
55:15Aku paham,
55:17semua kan memang salahku.
55:18jadi aku ikhlas
55:23kalau kau sudah menikah dengan pria lain.
55:27Oh iya.
55:30Siapa nama anakmu?
55:31Aku belum punya anak, Ben.
55:33Sabar ya, Nom.
55:34Sabar.
55:37Kelak.
55:38Kalau Tuhan mengharuni yaimu seorang anak,
55:42aku yakin
55:43kau pasti akan jadi...
55:45Aku belum kawin, woy.
55:48Udah gila kau.
55:50Hah?
55:50Serius?
55:51Serius lah.
55:53Terus kenapa gak kau jemput aku di penjara?
55:55Banyak cucianku.
55:56Kau kira kau aja yang ku urusin di dunia ini?
56:01Jadi,
56:03kawin kita?
56:04Tapi ada satu masalah.
56:07Masalah apa?
56:08Kata bapakku,
56:12tamunya harus tiga ribu.
56:15Tuhan Yesus!
56:16Ben, Ben, Ben, Ben, Ben!
56:19Ben, Ben, Ben, Ben!
56:21Jangan kau kakukan badanmu!
56:24Lepas!
56:24Lepas!
56:25Kerjaan aja, Ben, Ben!
56:26Berisan pun tak!
56:28Agak lain kau,
56:30agak lain bapakmu,
56:32agak lain kau sekuarkan.
56:35Agak lain kau,
56:37agak lain...
56:38agak lain...
56:39agak lain...
56:40Gak lain...
56:41Gak lain...
56:42Gak lain...
56:43Gak lain...
56:44Gak lain...
56:45Gak lain...
56:46Ada SMS!
56:47Ada SMS!
56:48Ada SMS!
56:49Guys!
56:50Ben,
56:51urusan Oki,
56:52serahkan sama aku.
56:54Ngadapin orang ke Oki.
56:59Apa itu?
57:00Terus sih.
57:01Eh, silah.
57:02Lentong,
57:03itu...
57:05nagu-naguna.
57:06Enggak penuh orang, kan?
57:08Enggak penuh orang, kan?
57:18Udah rame!
57:19Ayo cepat!
57:20Sabar!
57:22Pecah totongnya!
57:23Pamit ya, Bang.
57:24Ya.
57:25Ya.
57:26Apa dia?
57:31Eh!
57:32Eh!
57:33Enggak ini!
57:34Enggak ini!
57:35Enggak ini!
57:36Enggak ini!
57:37Enggak ini!
57:39Aku ada usul, agak lain memang, tapi aku yakin ini pasti berhasil.
57:51Bismillahirrohmanirrohim.
57:59Kau kesini, kau kesini, bodoh.
58:01Enggak ngebunuh lah.
58:03Lagi enggak jadi mayat juga kok.
58:09Udah, kita kubur aja dari sini sekalian.
58:19Udah, Pak.
58:21Agak lain kau sekeluarga.
58:25Agak lain kau, agak lain bapakmu, agak lain sekeluarga.
Komentar

Dianjurkan